<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039</id><updated>2012-01-16T21:28:53.697-08:00</updated><category term='sejarah'/><category term='Ngalor Ngidul'/><category term='tarian tradisional'/><category term='dolanan rakyat'/><category term='Wisata Belanja'/><category term='Wisata Alam'/><category term='info penting'/><category term='Jamblang'/><category term='Cerita Rakyat'/><category term='Wisata Kuliner'/><category term='wisata budaya'/><category term='Peninggalan Wali Songo'/><category term='wisata ziarah'/><category term='Majalengka'/><category term='Ritus Budaya'/><category term='Traveling'/><category term='Kesenian Rakyat'/><category term='Makanan Tradisional'/><category term='Resep Masakan'/><category term='Ritual Upacara'/><category term='Naskah Kuno'/><category term='jalan-jalan'/><category term='Kuningan'/><category term='Indramayu'/><title type='text'>Portal Cirebon</title><subtitle type='html'>Per Aspera Ad Astra</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>115</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-4372113951884450082</id><published>2011-12-26T18:34:00.000-08:00</published><updated>2012-01-09T03:06:41.107-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Majalengka'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dolanan rakyat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesenian Rakyat'/><title type='text'>Sampyong; Sebuah Pertarungan Antar Jawara</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-jX1zawvUcyY/TwrKDstPP7I/AAAAAAAAAYI/veDwBLFXutI/s1600/Ujungan.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 231px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-jX1zawvUcyY/TwrKDstPP7I/AAAAAAAAAYI/veDwBLFXutI/s320/Ujungan.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5695586843652734898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di penghujung tahun 60-an, di daerah Majalengka, tepatnya di Cibodas ada sebuah permainan atau olahraga ketangkasan yang menuntut pesertanya untuk memiliki nyali yang besar. Jika Anda takut dengan rasa sakit, merah-merah di kulit penuh bilur, dan bahkan kulit lebam kebiruan maka sepertinya permainan ini tidak cocok dengan Anda. Ujungan, begitu permainan ini kerap disebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujungan adalah permainan adu ketangkasan antara dua orang yang saling berhadapan satu sama lain dengan masing-masing peserta membawa tongkat pemukul dari rotan bulat berukuran 60 cm, dan tutup kepala (disebut balakutak) yang terbuat dari kain yang dilapisi dengan bahan-bahan empuk untuk melindungi kepala dari pukulan lawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu tidak ada aturan baku untuk permainan ujungan ini. Kedua peserta diperbolehkan untuk memukul bagian mana saja dan sekuat yang dia mampu selama lawan yang dihadapi belum memperlihatkan tanda-tanda menyerah. Hebatnya permainan ini adalah permainan ini sama sekali tanpa menggunakan teknik tangkisan seperti halnya seni bela diri pada umumnya. Jadi, yang diuji dalam permainan ini adalah tentang seberapa kuat Anda memukul dan seberapa kuat pula Anda menahan rasa sakit akibat pukulan. Permainan ini sendiri dipimpin oleh seorang wasit yang disebut dengan melendang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski permainan ini terkesan begitu brutal, tapi ada juga sisi manis dari permainan ini yakni adanya seperangkat gamelan pencak silat yang ditabuh untuk mengiringi kedua 'jawara' bertarung. Pun juga dengan adegan ibing yang dibawakan oleh kedua jawara yang akan bertanding sesaat setelah mereka masuk gelanggang. Sebelum melakukan pukulan, kedua pemain melakukan mincid pencak silat yang manis. Pukulan dilakukan ditandai seruan sang malandang: "Briuk" yang disusul kemudian dengan pukulan ke arah yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Berubah Menjadi Sampyong&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan perkembangan zaman dan mungkin karena makin berkurangnya orang-orang bernyali yang sanggup menahan panas akibat pukulan, pada akhirnya permainan ujungan pun direvisi oleh beberapa tokoh ujungan yang berpengaruh pada saat itu dengan membuat peraturan-peraturan yang menjadikan permainan ini jadi lebih manusiawi. Dan setelah bermusyawarah dan juga berdasarkan pengalaman-pengalaman di lapangan maka disepakatilah untuk membuat permainan ini menjadi lebih sederhana dengan bersandar pada 3 butir peraturan permainan, yakni:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Seorang peserta hanya diperkenankan memukul sebanyak tiga kali pukulan bergantian masing-masing dalam satu kesempatan.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Sasaran pukulan yang diperbolehkan adalah di kaki pada bagian belakang betis.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Pemain tidak bisa hanya berdasarkan pada keberanian satu sama lain, tetapi dikelompokkan berdasarkan umur dan gender (jenis kelamin). Jadi, meskipun satu sama lain menyatakan berani untuk bertarung, tapi jika umur mereka tak sepadan atau jenis kelamin mereka berbeda maka pertandingan itu tak bisa dilakukan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan berlakunya peraturan yang baru ini, lambat laun kata ujungan pun mulai ditinggalkan, dan berganti nama menjadi sampyong. Nama sampyong sendiri konon adalah celetukan tidak sengaja dari seorang penonton keturunan Tionghoa, yang menyebut ini sebagai sampyong yang berasal dari kosakata dalam bahasa China: sam artinya tiga dan poyong yang berarti pukulan. Kiranya ia tertarik pada jumlah pukulan pada permainan itu hingga kemudian terucap kata Sampyong yang kemudian melekat menjadi sebutan permaianan sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_____&lt;br /&gt;Gambar diambil dari &lt;a href="http://http://1.bp.blogspot.com/_mXw5VdspEck/S4T1gMRCizI/AAAAAAAAACI/6JHr-aWVotE/s1600-h/Ujungan.JPG"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-4372113951884450082?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/4372113951884450082/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=4372113951884450082' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/4372113951884450082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/4372113951884450082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2011/12/sampyong-sebuah-pertarungan-antar.html' title='Sampyong; Sebuah Pertarungan Antar Jawara'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-jX1zawvUcyY/TwrKDstPP7I/AAAAAAAAAYI/veDwBLFXutI/s72-c/Ujungan.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-2104774103719702405</id><published>2011-11-21T00:28:00.000-08:00</published><updated>2012-01-09T03:09:58.829-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jalan-jalan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngalor Ngidul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Majalengka'/><title type='text'>Pasar Senggol; Sebuah Hiburan Ringan Masyarakat Pedesaan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-x49SbJl_50E/TwrK94WhOaI/AAAAAAAAAYU/tzyfF5QyN6k/s1600/pasar_senggol.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-x49SbJl_50E/TwrK94WhOaI/AAAAAAAAAYU/tzyfF5QyN6k/s320/pasar_senggol.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5695587843211082146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pasar malam yang hadir tiap pekan di beberapa daerah di wilayah Jawa Barat pedesaan yang dikenal dengan sebutan &lt;b&gt;Pasar Senggol&lt;/b&gt;, adalah sebuah aktivitas jual beli yang dilakukan oleh warga desa selaku konsumen dengan para penjual yang biasanya tergabung dalam sebuah paguyuban yang memang mengkhususkan diri hanya berjualan di pasar senggol ini. Portal Cirebon sendiri kurang begitu paham, kenapa pasar malam (pasar yang hanya beroperasi di malam hari dan hadir menyambangi langsung ke tengah-tengah pemukiman penduduk) bisa disebut dengan Pasar Senggol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jika ditilik dari aktivitas jual beli yang dilakukan antara konsumen dengan produsen yang dilakukan sambil berdesak-desakkan dan bersenggolan antara konsumen satu dengan lainnya karena sempitnya arena jual beli, disinyalir dari sinilah kemudian istilah ini muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya istilah pasar malam ini sendiri telah menjadi semacam trade mark dari golongan sirkus keliling yang menawarkan berbagai hiburan sederhana dengan bermacam-macam wahana yang antara lain seperti: tong setan, wahana rumah hantu, korsel, dan lain-lain. Maka, berbeda dengan pasar malam yang dilengkapi dengan banyak wahana, Pasar Senggol ini lebih berfokus dan mengedepankan aktivitas jual beli saja, dan kalau pun ada wahana hiburan hanya semata-mata bersifat sebagai pelengkap. Dan karena sifatnya selaku pelengkap, maka jenis-jenis hiburan yang tersedia pun hanya alakadarnya saja seperti: odong-odong, mancing ikan, mandi bola, dan hiburan sejenis dengan pangsa pasar untuk anak-anak. Sedangkan, untuk barang-barang yang diperjual belikan di pasar senggol sendiri lebih mengedepankan pada penjualan barang-barang kebutuhan rumah tangga dan beberapa lainnya barang yang sifatnya sebagai kebutuhan sekunder masyarakat pedesaan. Untuk barang-barang kebutuhan rumah tangga yang biasa dijual di arena ini antara lain seperti: sayur mayur, jajanan pasar, sandang, aksesoris, dan perabot rumah tangga. Sedangkan untuk barang-barang skunder yang bersifat hiburan yang biasa terlihat di pasar senggol adalah penjual keeping VCD/DVD bajakan dan mainan anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping sebagai ajang pemenuhan kebutuhan yang memang agak susah didapat karena jauhnya jarak antara pasar induk dengan desa yang bersangkutan, pasar senggol juga dimanfaatkan oleh warga desa sebagai hiburan ringan pelepas penat setelah berkutat dengan rutinitas selama seminggu penuh. Maka tak heran jika kemudian pasar senggol ini tiap kehadirannya selalu dijubeli oleh pengunjung yang notabene masyarakat desa yang memang haus akan hiburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk tempatnya sendiri, pasar senggol biasanya bertempat di alun-alun balai desa yang luasnya tak seberapa, seperti pasar senggol yang ada di desa Cidenok, Kecamatan Sumberjaya - Majalengka  tiap Selasa sore yang menempati area alun-alun balai desa dan sepanjang bahu jalan di sekitarnya. Pasar senggol di Desa Cidenok ini rutin hadir tiap Selasa sore, yang biasanya mulai pada jam 05.00 sore hingga jam sepuluh malam, dengan puncak keramaian pengunjung sekitar jam 07.00 - 09.00 malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan seperti di desa-desa lain di wilayah Sumberjaya, khususnya yang jauh dari pasar Induk, pasar senggol di Desa Cidenok ini tak pernah sepi oleh pengunjung, baik di musim paceklik seperti sekarang ini, terlebih ketika musim panen dan hari-hari menjelang hari besar keagamaan seperti menjelang bulan puasa dan hari lebaran. Marema, begitu istilah yang kerap terdengar untuk keadaan di mana pengunjung tumplek blek memadati arena pasar senggol untuk berbelanja menjelang momen-momen penting keagamaan tersebut. []&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-2104774103719702405?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/2104774103719702405/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=2104774103719702405' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/2104774103719702405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/2104774103719702405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2011/11/pasar-senggol-sebuah-hiburan-ringan.html' title='Pasar Senggol; Sebuah Hiburan Ringan Masyarakat Pedesaan'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-x49SbJl_50E/TwrK94WhOaI/AAAAAAAAAYU/tzyfF5QyN6k/s72-c/pasar_senggol.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-2444380410473561784</id><published>2011-06-19T22:36:00.000-07:00</published><updated>2011-06-19T22:38:43.456-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngalor Ngidul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info penting'/><title type='text'>Ramuan Herbal a la Hembing untuk Keperkasaan Pria</title><content type='html'>&lt;b&gt;1. Mengobati Disfungsi Ereksi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disfungsi ereksi merupakan kegagalan dalam mempertahankan tingkat ereksi (ketegangan) penis untuk berlangsungnya hubungan seksual yang sempurna. Gangguan ini dikenal dengan istilah impotensi. Secara umum, disfungsi ereksi juga menyangkut perubahan fungsi dan kemampuan seksual, seperti kualitas dan intensitas ejakulasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Penyebab:&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pemicu disfungsi ereksi adalah factor psikologis, seperti stress, depresi dan perasaan berdosa. Juga berhubungan dengan penyakit yang disebabkan kerusakan pembuluh darah, seperti penyakit jantung, hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes mellitus, gagal ginjal dan anemia. Pengaruh pemakaian obat, mengonsumsi alcohol, dan merokok secara berlebihan juga dapat memicuterjadinya disfungsi ereksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pengobatan herbal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;a. Resep 1&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bahan-bahan yang diperlukan:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;15 g biji kucai&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;15 g biji pare kering&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;20 g jahe&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;5 g ketumbar&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;5 g lada hitam&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Cara membuatnya:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Haluskan semua bahan, rebus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu saring.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Minum hangat-hangat.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;b. Resep 2&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bahan-bahan yang diperlukan:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;30 g daun tapak liman&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;30 g lengkuas merah&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;5 butir cabai jawa&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;10 g biji pare kering, haluskan&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;1 sdm madu&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Cara membuatnya:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Cuci bersih semua bahan, rebus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu saring.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Tambahkan madu, aduk, lalu minum.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;c. Resep 3&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bahan-bahan yang diperlukan:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;15 g biji daun hia&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;15 g biji kucai&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Cara membuatnya:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Cuci bersih bahan, tumbuk halus lalu seduh dengan 250 cc air panas.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Minum airnya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;d. Resep 4&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bahan-bahan yang diperlukan:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;3 g gingseng&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;15 butir biji ginkgo biloba (pek ko), buang kulitnya, tumbuk&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;1 sdm madu&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Cara membuatnya:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Cuci bersih semua bahan, rebus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc (gunakan api kecil), lalu saring.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Tambahkan madu, lalu minum.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Catatan:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pilih salah satu resep dan lakukan secara teratur. Konsumsi tiram secara teratur dan tetap konsultasi ke dokter. Biji kucai dapat dibeli di toko obat Tionghoa. Jangan konsumsi gingseng jika sedang pilek, flu, radang paru, dan infeksi paru lainnya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Mengobati Ejakulasi Dini&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ejakulasi dini merupakan kondisi pada laki-laki yang terlalu cepat mencappai orgasme. Ejakulasi dini dapat terjadi sebelum penis dapat menyentuh organ kelamin wanita, menjelang penetrasi, atau beberapa saat setelah persetubuhan (pergesekan singkat dengan vagina). Gangguan ini erat kaitannya dengan impotensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Penyebab:&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Penyebab utamanya adalah factor psikologis, seperti hubungan yang kurang baik dengan pasangan, kebiasaan melakukan onani waktu remaja, dan rasa bersalah (biasanya, ini terjadi jika berhubungan dengan pasangan tidak resmi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;a. Resep 1&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bahan-bahan yang diperlukan:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Biji kucai kering secukupnya&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;15 butir biji ginkgo biloba (pek ko) kering secukupnya&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Cara membuatnya:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Giling bahan hingga menjadi bubuk&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Ambil masing-masing 1 sdt, seduh dengan 200 cc air panas, lalu minum hangat.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;b. Resep 2&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bahan-bahan yang diperlukan:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;15 g jahe&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;5 g ketumbar&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;3 siung bawang putih&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;200 g tiram&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Cara membuatnya:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Cuci bersih semua bahan, haluskan jahe, ketumbar dan bawang putih&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Masak bersama tiram sesuai selera, lalu makan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;c. Resep 3&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bahan-bahan yang diperlukan:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;5 g kapulaga&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;3 g tunas biji teratai&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;2 g gingseng&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;1 jari kayu manis&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;20 butir lada&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Daging ayam, sapi atau kambing secukupnya&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Cara membuatnya:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Cuci bersih semua bahan, lalu olah menjadi sup.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Makan sampai habis (penderita darah tinggi dan gangguan jantung dilarang mengkonsumsi daging kambing).&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Catatan:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pilih salah satu resep dan lakukan secara teratur. Dapat juga menggunakan resep untuk impotensi. Jangan menggunakan gingseng jika sedang pilek, flu, radang paru, dan infeksi paru lainnya.&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-2444380410473561784?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/2444380410473561784/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=2444380410473561784' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/2444380410473561784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/2444380410473561784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2011/06/ramuan-herbal-la-hembing-untuk.html' title='Ramuan Herbal a la Hembing untuk Keperkasaan Pria'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-5553287920701192130</id><published>2011-04-06T22:42:00.000-07:00</published><updated>2011-04-06T22:48:03.761-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jalan-jalan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makanan Tradisional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Majalengka'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Kuliner'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resep Masakan'/><title type='text'>Mencicipi Ikan Etong Bakar di Sawah Aki Sambil Internetan Gratis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-qJUUrCvWm-8/TZ1P3pwT3FI/AAAAAAAAAQM/h2O4nH8BIH4/s1600/sawah%2Baki.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 254px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-qJUUrCvWm-8/TZ1P3pwT3FI/AAAAAAAAAQM/h2O4nH8BIH4/s320/sawah%2Baki.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5592714129783905362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Meski wilayah Majalengka bukanlah wilayah yang dekat dengan laut, namun bukan berarti tak ada rumah makan yang menjual masakan yang berbahan dasar ikan laut di daerah ini. Salah satu kedai makan yang baik suasana maupun interiornya sangat khas bernuansa pedesaan Pasundan bernama Rumah Makan Sawah Aki dan beralamat di  Jl Sindangkasih - Kulur, Majalengka ini menjual menu ikan etong bakar sebagai menu andalannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan etong merupakan salah satu jenis ikan laut yang dulu tak pernah dilirik dan nyaris dianggap limbah karena bentuk ikan yang agak pipih dengan kulit luar yang tebal itu membuat ikan ini sedikit susah untuk diolah. Tapi itu dulu, sebelum akhirnya setelah beberapa tahun kemudian datang masanya bahwa ikan etong ternyata sangat nikmat disantap setelah sebelumnya dipanggang di atas bara api. Tekstur daging ikan yang sedikit keras dan gempal ini setelah kulit luarnya dibuang daging ikan etong yang diolah dengan cara dibakar ternyata nikmat untuk disantap juga. Rasanya mirip daging ayam. Lebih nikmat lagi ketika disantap saat masih panas dan ditemani sambal dan kecap. Hmmmm….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi kalau disantap di tempat yang begitu asri dan kental dengan nuansa pedesaan seperti di Rumah Makan Sawah Aki ini. Makanya tak heran jika rumah makan ini nyaris tak pernah sepi pengunjung. Apalagi, disamping menu andalan ikan etong bakar Sawah Aki juga menyediakan menu lain yang tak kalah nikmat seperti oseng kangkung,  ayam bakar pedas dan sop buntut. Ditambah lagi dengan adanya fasilitas pendukung berupa hotspot gratis membuat rumah makan ini nyaris sempurna sebagai tempat nongkrong bersama rekan kantor, teman sepergaulan ataupun bersama keluarga tercinta. Sambil menunggu hidangan tersaji kita bisa browsing internet menggunakan laptop atau smartphone yang Anda bawa. Atau kalaupun Anda tak sempat membawa gadget, paling tidak sambil menunggu hidangan datang Anda bisa menikmati pemandangan Kota Majalengka dari rumah makan yang disekitarnya terhampar hektaran sawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, kalau di tempat lain pengunjung biasanya hanya terima jadi makanan yang dipesannya karena adakalanya banyak rumah makan atau restoran memang sengaja menutup-nutupi proses memasak dan racikan bumbu-bumbunya maka di Sawah Aki ini pengunjung bahkan diperbolehkan untuk mengikuti prosesnya sebelum masakan pesanannya itu terhidang di meja. Dari mulai memilih ikan, menguliti kulit ikan, mencucinya hingga proses membakar ikannya pengunjung diperbolehkan untuk melihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hebatnya lagi, meski ada fasilitas hotspot gratis, tempat yang nyaman dan ikan bakar yang nikmat, Rumah Makan Sawah Aki tidaklah mematok harga yang menguras kantong kok. Untuk satu porsi ikan bakar etong yang lumayan besar Sawah Aki hanya membandrol seharga antara 20.000 hingga 30.000 saja. Terjangkau kan? Untuk itu, daripada penasaran segera ajak orang-orang terkasih Anda untuk menikmati ikan etong bakar ini di Rumah Makan Sawah Aki. Recommended lah pokoknya, hehehehe…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-5553287920701192130?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/5553287920701192130/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=5553287920701192130' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/5553287920701192130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/5553287920701192130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2011/04/mencicipi-ikan-etong-bakar-di-sawah-aki.html' title='Mencicipi Ikan Etong Bakar di Sawah Aki Sambil Internetan Gratis'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-qJUUrCvWm-8/TZ1P3pwT3FI/AAAAAAAAAQM/h2O4nH8BIH4/s72-c/sawah%2Baki.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-7694562412340984886</id><published>2011-03-13T07:06:00.000-07:00</published><updated>2011-03-13T07:11:08.431-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info penting'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Rakyat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesenian Rakyat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jamblang'/><title type='text'>Asal-Usul Sandiwara Cirebon</title><content type='html'>Sandiwara Cirebon dikenal oleh masyarakat Jawa Barat dengan sebutan "masres" pada tahun 1940-an, ketika Cirebon diduduki oleh kolonialis Jepang. Berdasarkan keterangan yang dihimpun para tokoh sandiwara Cirebon saat ini, disebutkan bahwa pada masa pendudukan Jepang di Indonesia, di daerah Cirebon muncul kesenian yang digemari oleh masyarakat yaitu reog Cirebonan, yang terkenal dengan nama reog sepat. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pertunjukan reog itu terdiri dari dua bagian. Pertama berupa atraksi bodoran/lawakan, dan kedua berupa drama yang mengambil cerita dari kebiasaan masyarakat daerah tersebut. Pada saat bersamaan, di daerah Jamblang Klangenan muncul pula sebuah kesenian yang lazim disebut toneel (tonil) dengan nama Cahya Widodo. Kesenian ini setiap hari selama berbulan-bulan melakukan narayuda (ngamen).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua jenis kesenian tersebut kemudian mengilhami seorang pemuda dari Kampung Langgen, Desa Wangunarja, Klangenan, Cirebon, yang bernama Mursyid untuk mendirikan kesenian baru di daerah Cirebon. Mursyid mengumpulkan para pemuda dari lingkungan sekitar untuk bersama-sama mendirikan perkumpulan kesenian yang memadukan reog sepat dan tonil Cahya Widodo. Kesenian ini adalah drama gaya Cirebonan dengan iringan musik yang didukung oleh waditra berlaraskan prawa. Kesenian perpaduan itu dinamakan jeblosan yang, menurut mereka, berarti "pertunjukan tonil tanpa layar tutup" (jeblas-jeblos; bahasa Cirebon). Selain itu, ada pula yang menyebutnya Bungkrek (bahasa Cirebon yang artinya bujang [pemuda] yang sering angkrak-engkrek [menari]).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena jeblosan ini banyak dipengaruhi ketoprak/tonil/stambul Cahya Widodo, maka tidak mengherankan apabila cerita yang dibawakan pada waktu itu berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Akan tetapi adakalanya cerita diambil dari cerita rakyat Jawa Barat tentang asal-usul daerah atau dongeng-dongeng rakyat. Dalam perjalanannya, kesenian jeblosan ini sangat digandrungi oleh masyarakat. Walaupun pada waktu itu seluruh pemainnya kaum pria, namun mayoritas mereka adalah pejuang kemerdekaan. Dalam kesenian inilah tercipta media penerangan sekaligus perjuangan melawan penjajah melalui lakon-lakon yang dimainkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1946 di Desa Kebarepan, Kecamatan Plumbon, Cirebon berdiri pula kesenian sejenis dengan nama langendriyo, yang diprakarsai oleh Suwandi dan Mursyid, Desa Barepan. Langendriyo dan jeblosan ini hampir sama dengan tonil Cahya Widodo, meskipun ada perbedaan dalam bahasa penyampaiannya. Pada langendriyo, cerita disampaikan dalam bahasa Jawa dan pada jeblosan dipakai bahasa campuran antara bahasa Jawa Cirebonan dengan bahasa Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1949 sarana langen jeblos mulai ditingkatkan, yaitu menggunakan panggung. Nama jeblos diganti dengan langen perbeta yang berarti lasykar (bahasa sandi), Persatuan Bekas Tentara. Dan pada tahun lima-puluhan namanya diganti lagi dengan Sari Sasmita yang berfungsi sebagai media penerangan. Kejayaan Sari Sasmita mulai terlihat. Dari malam ke malam, pada setiap musim hajatan, kesenian tersebut tidak pernah istirahat memenuhi undangan masyarakat penggemarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1952 di Desa Bojong Wetan, Kecamatan Klangenan, berdiri pula kesenian sejenis dengan nama sanpro (sandiwara proletar). Pendirinya adalah H. Abdullah, yang pada saat itu menjabat sebagai kepala desa setempat. Kemudian, pada 1956, berdiri pula perkumpulan sandiwara di daerah Bedulan, Desa Suranenggala, Cirebon Utara, dengan nama yang dikenal sekarang, yaitu masres (nama sejenis benang yang dipakai untuk membuat jaring ikan). Salah satu pendirinya adalah Ibu H. Sami'i yang dikenal sebagai pesinden Cirebonan. Dan, pada 1956, partai-partai politik mulai melirik kesenian sandiwara tersebut untuk media kampanye bagi kepentingan masing-masing. Maka di Desa Bojong Wetan, Kecamatan Klangenan Cirebon, para tokoh Partai Sosialisme Indonesia (PSI) mendirikan perkumpulan seni sandiwara menggantikan sanpro dengan nama Setia Budhi. Tokoh-tokoh Partai Nasional Indonesia (PNI), dengan Lembaga Kebudayaan Nasional (LKN)-nya, mendirikan perkumpulan sandiwara dengan nama Suluh Budaya. Sementara tokoh-tokoh Partai Komunis Indonesia (PKI), dengan Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra)-nya, mendirikan perkumpulan sandiwara dengan nama Dharma Bhakti. Perkumpulan-perkumpulan ini hanya bertahan hingga tahun 1965 dan ketika meletus Gerakan 30 September (G-30-S/PKI) grup-grup ini bubar karena amukan massa anti-PKI. Sejak saat itu fungsi sandiwara, juga kesenian-kesenian lain, tidak lagi didampingi oleh kepentingan partai politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1970-an sandiwara Cirebon mengalami masa kejayaannya, karena banyak sekali yang menanggap kesenian ini. Maka tidak mengherankan jika di daerah Cirebon saat itu banyak bermunculan kelompok/grup sandiwara di setiap desa dan kecamatan. Sandiwara Cirebon hingga kini masih hidup di masyarakat Cirebon dan sekitarnya. Kehidupan kesenian ini tidak terlepas dari dukungan para pendukungnya, yang masih membutuhkan seni pertunjukan tersebut sebagai pengiring dalam upacara-upacara inisiasi, katarsis dan simpatetik magis (perkawinan, khitanan, kaul, dan lain-lain).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alat musik yang dipakai dalam sandiwara Cirebon adalah gamelan pelog dengan waditranya antara lain bonang, kemyang, saron, titil, penerus, gong besar dan kecil, kendang, dogdog dan ketipung, tutukan, kenong (jenglong), kecrek, seruling, dan gambang. Dalam perkembangannya belakangan ini, unsur-unsur musik modern ditambahkan, antara lain alat-alat musik modern, seperti kibor dan gitar listrik. Sedangkan perlengkapan lain dalam menunjang pertunjukan sandiwara Cirebon antara lain properti, layar, dan dekor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertunjukan sandiwara Cirebon saat ini, banyak ditampilkan cerita yang diambil dari babad Cirebon, seperti lakon Nyi Mas Gandasari, Pangeran Walangsungsang, Ki Gede Trusmi, Tandange Ki Bagus Rangin, Pusaka Golok Cabang, dan lain-lain. Sekalipun demikian, sandiwara Cirebon kadangkala menampilkan cerita dongeng atau legenda masyarakat Jawa umumnya, terutama pada pertunjukan berlangsung siang hari. Namun pada malam hari, cerita yang ditampilkan kebanyakan diambil dari babad Cirebon hingga tuntas menjelang pagi. Oleh karena sifatnya yang egaliter, sandiwara Cirebon banyak mempertunjukkan pula kemasan-kemasan musik dangdut Cirebonan, atau kadang-kadang tayuban sebagai selingan dalam suatu lakon pertunjukan. Pertunjukan sandiwara Cirebon pada malam hari biasanya dimulai pada pukul 20.00 dan selesai pada pukul 03.30 dinihari. Struktur pertunjukan sandiwara Cirebon adalah sebagai berikut: musik pembuka (tatalu); adegan gimmick (surpraise dengan trik panggung, berupa kembang api); tarian pembuka; pertunjukan lakon sandiwara; penutup, dengan musik dan epilog pimpinan sandiwara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:  &lt;a href="http://sunda.web.id/kesenian-jawa-barat/sandiwara-cirebon/"&gt;Sunda.web.id&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-7694562412340984886?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/7694562412340984886/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=7694562412340984886' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/7694562412340984886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/7694562412340984886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2011/03/asal-usul-sandiwara-cirebon.html' title='Asal-Usul Sandiwara Cirebon'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-2458477820119878860</id><published>2011-03-03T10:17:00.000-08:00</published><updated>2011-03-03T10:21:40.962-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Naskah Kuno'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ritual Upacara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesenian Rakyat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indramayu'/><title type='text'>Upacara Puputan di Indramayu</title><content type='html'>Upacara puputan adalah sebuah upacara yang digelar oleh masyarakat Indramayu sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan tatkala bayi mereka baru saja terlepas tali pusarnya (usus plasenta)  dari sendi usus perut yang biasa dikenal oleh masyarakat Indramayu sebagai coplok/puput puser yang biasanya 5 atau tujuh hari sesudah bayi lahir di dunia. Untuk waktu pelaksanaan upacaranya sendiri biasanya pada malam hari, tepatnya pukul 24.00 WIB, yang bertempat di rumah orang tua dari bayi yang baru saja dilahirkan tersebut. Disamping sebagai ungkapan rasa syukur, momentum puput puser ini juga biasanya digunakan untuk memberi nama sang bayi yang baru lahir tersebut.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk teknis pelaksanaan dari upacara puputan ini sendiri adalah pada pagi atau siang hari orang tua dengan dibantu kerabatnya akan mengedarkan undangan lewat lisan kepada tetangga sekitar rumah bahwa yang bersangkutan akan mengadakan upacara puputan pada malam hari dan mengharapkan kedatangan para undangan untuk bisa hadir dalam upacara tersebut. Barulah kemudian, pada malam harinya (biasanya selepas Isya), setelah para undangan telah berkumpul maka upacara puputan pun dibuka yang diawali dengan bermacam-macam pertunjukkan tradisional sederhana seperti mendengarkan juru tembang melantunkan macapat yang berisi tentang legenda-legenda jaman dahulu seperti babad Cirebon, babad Dermayon, Babad Tanah Jawi, dan sebagainya, yang dibaca langsung oleh sang juru tembang dari sebuah manuskrip kuno yang disebut dengan buku lontar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barulah setelah waktu menunjukkan jam 12 malam acara inti dari upacara puputan pun dilaksanakan yang dibuka dengan pemberian nama oleh orang tua sang bayi dengan iringan tembang pupuh yang dilagukan oleh juru tembang beserta rombongannya. Pada saat itu, bayi yang semula ditidurkan di kamar bersama ibunya, tepat tengah malam di bawa keluar kamar oleh orang tuanya ke hadapan pimpinan juru tembang dan disaksikan oleh para tamu undangan yang juga berkumpul bersama juru tembang. Pada saat itulah orang tua bayi memberi nama pada bayi tersebut. Selanjutnya bayi dikidung secara khusus agar bayi tersebut dijauhkan dari berbagai macam penyakit dan semoga Allah memberkahinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai dikidung, sang bayi pun kembali dibawa untuk ditidurkan bersama ibunya di kamar yang dengan itu menandai berakhirnya upacara puputan. Sementara itu, para tamu undangan, bagi yang besok paginya punya kesibukan biasanya akan pulang ke rumah masing-masing, dan bagi yang tak punya kesibukan pada pagi harinya biasanya akan tetap tinggal di situ untuk melekan sampai pagi hari.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-2458477820119878860?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/2458477820119878860/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=2458477820119878860' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/2458477820119878860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/2458477820119878860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2011/03/upacara-puputan-di-indramayu.html' title='Upacara Puputan di Indramayu'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-1757253737415245495</id><published>2011-02-26T02:56:00.000-08:00</published><updated>2011-02-26T03:15:16.876-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jalan-jalan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info penting'/><title type='text'>Download Logo/Lambang Sekolah dan Universitas yang Ada di Cirebon</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-w395M6A6rB4/TWjgmJgSpMI/AAAAAAAAALU/WHL-tRvDosg/s1600/smk2_crb.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-w395M6A6rB4/TWjgmJgSpMI/AAAAAAAAALU/WHL-tRvDosg/s320/smk2_crb.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5577955084489368770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sekedar berbagi, pada kesempatan kali ini &lt;a href="http://portalcirebon.blogspot.com/"&gt;Portal Cirebon&lt;/a&gt; akan sedikit berbagi tentang beberapa logo atau lambang dari sekolah dan universitas yang ada di Kota Cirebon. Sebenarnya logo-logo ini hanya sebagian kecil saja dari sekian banyak institusi pendidikan yang ada di kota Cirebon, jadi mungkin untuk sekolah atau uniaversitas lain yang gambarnya belum tersedia dalam kesempatan kali ini akan disertakan pada kesempatan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sementara, baru 15 lambang/logo dari sekolah dan universitas yang ada di kota Cirebon ini, yakni:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Logo/lambang Akademi Perawatan Dharma Husada Cirebon&lt;br /&gt;2. Logo/lambang SMK Negeri 2 Cirebon&lt;br /&gt;3. Logo/lambang SMK Veteran Cirebon&lt;br /&gt;4. Logo/lambang SMK Maritim Cirebon&lt;br /&gt;5. Logo/lambang SMK Nasional Cirebon&lt;br /&gt;6. Logo/lambang SMK Negeri 1 Cirebon&lt;br /&gt;7. Logo/lambang SMA Negeri 2 Cirebon&lt;br /&gt;8. Logo/lambang SMA Negeri 6 Cirebon&lt;br /&gt;9. Logo/lambang STAI Cirebon&lt;br /&gt;10. Logo/lambang STAIN Cirebon&lt;br /&gt;11. Logo/lambang STF YPIB Cirebon&lt;br /&gt;12. Logo/lambang STIK Mahardika Cirebon&lt;br /&gt;13. Logo/lambang UNSWAGATI Cirebon&lt;br /&gt;14. Logo/lambang UNTAG Cirebon&lt;br /&gt;15. Logo/lambang Universitas Wiralodra Indramayu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang berminat, silahkan klik &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/13967526/lambang_sekolah.zip.html"&gt;&lt;b&gt;SINI&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-1757253737415245495?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/1757253737415245495/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=1757253737415245495' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/1757253737415245495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/1757253737415245495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2011/02/download-logolambang-sekolah-dan.html' title='Download Logo/Lambang Sekolah dan Universitas yang Ada di Cirebon'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-w395M6A6rB4/TWjgmJgSpMI/AAAAAAAAALU/WHL-tRvDosg/s72-c/smk2_crb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-6093082420577636367</id><published>2011-02-14T07:50:00.000-08:00</published><updated>2011-02-15T11:35:56.299-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ritual Upacara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata ziarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ritus Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peninggalan Wali Songo'/><title type='text'>Tradisi Panjang Jimat Keraton Cirebon</title><content type='html'>&lt;img  style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 158px; height: 127px;" src="http://indahnesia.com/Images/Information/JAB/JAB_panjang_jimat.jpg" border="0" alt=""&gt;Panjang Jimat adalah sebuah ritual tradisional yang rutin dan turun temurun di laksanakan di Keraton Cirebon (Kanoman, Kasepuhan, Kacirebonan dan Kompleks makam Syekh Syarief Hidayatullah atau Sunan Gunung Djati, pendiri kasultanan Cirebon), tiap malam 12 Rabiul Awal atau Maulid, yakni bertepatan dengan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dan memang, tujuan utama dari panjang jimat ini sendiri adalah untuk memperingati dan sekaligus mengenang hari kelahiran Nabi Muhammad. Sebutan Panjang Jimat sendiri adalah berasal dari dua kata yaitu Panjang dan Jimat. Panjang yang artinya lestari dan Jimat yang berarti pusaka. Jadi, secara etimologi, panjang jimat berarti upaya untuk melestarikan pusaka paling berharga milik umat Islam selaku umat Nabi Muhammad yaitu dua kalimat syahadat. Atau kalau merujuk pada utak atik gatuk dalam bahasa Jawa Cirebon, jimat yang dimaksud adalah siji kang dirohmat yakni, lafadz Syahadat itu sendiri. Tahun lalu juga sebenarnya Portal Cirebon juga sudah membahas secara lengkap mengenai panjang jimat ini di &lt;a href="http://portalcirebon.blogspot.com/2009/03/muludan-di-kasepuhan-cirebon.html"&gt;sini&lt;/a&gt;. Jadi, untuk posting kali ini sengaja dibikin singkat saja, sekedar untuk pangeling-eling. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada puncak malam 12 Rabiul Awal, yang oleh masyarakat Cirebon disebut dengan malam pelal inilah diadakan ritual seremonal Panjang Jimat dengan mengarak berbagai macam barang yang sarat akan makna filosofis, diantaranya barisan orang yang mengarak nasi tujuh rupa atau nasi jimat dari Bangsal Jinem yang merupakan tempat sultan bertahta ke masjid atau mushala keraton, yang memiliki makna filosofis sebagai hari kelahiran nabi yang suci yang dilambangkan melalui nasi jimat ini. Nasi jimat sendiri konon berasal dari beras yang disisil (proses mengupas beras dengan tangan dan mulut) selama setahun oleh abdi keraton perempuan yang sepanjang hidupnya memutuskan untuk tidak pernah menikah atau disebut juga dengan perawan sunti.        &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasi Jimat itu diarak dengan pengawalan 200 barisan abdi dalem yang masing-masing dari mereka membawa barang-barang yang memiliki simbol-simbol tertentu seperti lilin yang bermakna sebagai penerang, kemudian nadaran, manggar, dan jantungan yang merupakan simbol dari betapa agung dan besarnya orang yang dilahirkan pada saat itu, yakni Nabi Muhammad SAW. selanjutnya, di belakang orang-orang yang membawa jantungan dan sebagainya itu, menyusul barisan abdi dalem keraton yang membawa air mawar dan kembang goyang yang melambangkan air ketuban dan ari-ari sang jabang. Kemudian di barisan berikutnya, ada abdi dalem keraton yang pembawa air serbat yang disimpan di 2 guci yang melambangkan darah saat bayi dilahirkan. Kemudian 4 baki yang menjadi lambang 4 unsur yang ada dalam diri manusia, yakni angin, tanah, api dan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iring-iringan ini yang berawal dari Bangsal Prabayaksa akan menuju satu tempat yakni Langgar Agung di mana nantinya akan di sambut oleh pengawal pembawa obor yang yang bisa dimaknai sebagai sosok Abu Thalib, sang paman nabi ketika beliau menyambut kelahiran keponakannya lahir yang pada saatnya kemudian tumbuh menjadi manusia agung pengemban amanat dari Tuhan untuk menyebarkan agama Islam.  &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Sesampainya di sana langgar agung itu, nasi jimat tujuh rupa itu kemudian dibuka berikut sajian makanan lain termasuk makanan yang disimpan dalam 38 buah piring pusaka. Piring pusaka ini dikenal amat bersejarah dan paling dikeramatkan karena merupakan peninggalan Sunan Gunung Djati, dan berusia lebih dari 6 abad. Di Langgar Agung ini dilakukan shalawatan serta pengajian kitab Barjanzi hingga tengah malam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengajian dipimpin imam Masjid Agung Sang Cipta Rasa Keraton Kasepuhan. Setelah itu makanan tadi disantan bersama-sama. Di sinilah kejadian unik berlaku. Rakyat yang berjubel-jubel di luar masjid, berusaha berebutan menyalami atau sekadar menyentuh tangan PRA Arief, Sultan Kasepuhan. Dalam keyakinan masyarakat, bila berhasil menyentuh calon Sultan tersebut, maka ia akan mendapatkan berkah dalam kehidupannya. Tak heran bila PRA Arief mendapat pengawalan ketat dari pengawal keraton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber gambar:&lt;/b&gt; &lt;a href="http://indahnesia.com/Images/Information/JAB/JAB_panjang_jimat.jpg"&gt;indahnesia.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-6093082420577636367?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/6093082420577636367/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=6093082420577636367' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/6093082420577636367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/6093082420577636367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2011/02/tradisi-panjang-jimat-keraton-cirebon.html' title='Tradisi Panjang Jimat Keraton Cirebon'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-3245020502391401849</id><published>2011-01-18T23:11:00.000-08:00</published><updated>2011-01-18T23:15:08.450-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info penting'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Majalengka'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><title type='text'>Abdul Halim, Pahlawan Pergerakan dari Majalengka</title><content type='html'>“Sejarah” kata yang tak asing lagi di telinga kita. Setiap individu pasti pernah mengalami peristiwa sejarah dalam hidupnya. Sedangkan definisi sejarah itu sendiri dapat diambil dari berbagai bahasa. Pertama, kata sejarah diambil dari bahasa Arab, yaitu “syajaratun” yang berarti pohon. Menurut bahas Arab “sejarah sama artinya dengan sebuah pohon yang terus berkembang dari tingkat yang sederhana ke tingkat yang lebih kompleks” (I Wayan Badrika, 2004, 2). Kedua, sejarah diambil dari bahasa Inggris yaitu “history” yang berarti masa lampau umat manusia. Sedangkan yang ketiga diambil dari bahasa Jerman yaitu geschicht yang berarti sesuatu yang pernah terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian di atas, dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa sejarah adalah “ilmu pengetahuan yang mempelajari segala peristiwa atau kejadian yang telah terjadi pada masa lampau dalam kehidupan manusia.” (I Wayan Badrika, 2004, 3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan sejarah memiliki peranan penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena “bangsa yang besar adalah bangsa yang dapat memahami sejarah bangsanya sendiri.” (I Wayan Badrika, 2004). Bahkan seorang presiden pertama Republik Indonesia, Bung Karno, pernah mengungkapkan sebuah pesan kepada generasi muda sebagai penerus bangsanya, yaitu “JAS MERAH” (jangan sekali-kali melupakan sejarah). Oleh sebab itu tidak ada suatu bangsa yang tidak mengenal sejarahnya sendiri, walaupun tidak semuanya pengetahuan sejarah dapat dikuasai sesuai dengan teori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar sejarah juga sama pentingnya bagi diri individunya sendiri. Seorang guru sejarah pernah berkata, “Dengan sejarah kita mampu melihat masa depan.” Tentu muncul banyak pertanyaan di benak kita, bagaimana kita bisa melihat masa depan, jika kita terus menengok ke belakang. Sebenarnya rangkaian kata itu memiliki makna yang sangat dalam, dengan kita menengok kembali kepada sejarah, kita dapat menjadikannya sebagai patokan atau pedoman hidup di masa yang akan datang. Dengan kata lain, sejarah adalah kilas balik kehidupan kita, agar kita lebih hati-hati dalam mengambil langkah supaya tidak terperosok ke dalam lubang yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, tujuan diajarkannya sejarah di berbagai instansi pendidikan salah satunya adalah untuk menumbuhkan  benih-benih nasionalisme pada diri  setiap individu agar tercipta kesadaran dan semangat persatuan yang tertanam kuat di benak para bibit bangsa di kemudian hari. Namun bagaimana kita dapat menumbuhkan semangat nasionalisme, jika untuk mempelajari sejarahnya saja para siswa bermalas-malasan dan kurang menyimak pelajaran itu dengan seksama. Dalam benak mereka, sejarah adalah pelajaran yang membosankan karena hanya mengulas kejadian yang sudah lalu. Oleh karena itu dewasa ini banyak timbul bibit-bibit bangsa yang buta sejarah, sedangkan semangat nasionalisme baru akan muncul pada diri seseorang, jika seseorang itu merasakan adanya persamaan nasib dengan individu lain sehingga tercipta rasa senasib sepenanggungan diantara mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otto Bover mendefinisikan nasionalisme sebagai paham yang muncul disebabkan oleh adanya persamaan sikap dan tingkah laku dalam memper-juangkan nasib yang sama. Dari definisi tersebut, jelas bahwa sikap nasionalisme sangat erat hubungannya dengan sejarah, karena bagaimana seseorang dapat menumbuhkan rasa nasionalisme jika seseorang itu tidak terlebih dahulu mengetahui sejarah nasibnya hingga muncul semangat dalam benak mereka untuk mengubah nasib itu agar lebih baik bersama dengan orang-orang yang bernasib sama dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali pada keadaan generasi sekarang yang seolah meremehkan sejarah, sulit menumbuhkan rasa nasionalisme  diantara mereka. Karena jangan-kan mengenal bangsa secara keseluruhan, jika pengetahuan untuk sejarah lokalnya sendiri sangat minim bahkan nol besar. Padahal sejarah lokal adalah tombak munculnya sejarah nasional suatu bangsa. Sangat disayangkan, di negeri kita tercinta ini sejarah lokal tidak banyak dieksplor ke permukaan dan tidak dikorek mendalam sampai  ke akar-akarnya hingga terkuak dan tak lagi menjadi misteri. Jika kita bandingkan peran sejarah lokal di Amerika, Amerika menjadikan sejarah lokal sebagai dasar membangun bangsa (bottom up) sedangkan di Indonesia sejarah nasional lebih diuraikan atau diperjelas oleh sejarah lokal (top of down).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah lokal memang banyak memberikan kontribusi terhadap kemajuan suatu bangsa. Peranannya pun tak bisa terbantahkan lagi, dengan sejarah lokal, sejarah pusat atau nasional lebih diperjelas dari segi data-data dan sumber-sumber, lebih terperinci, dan memperkaya nilai sesuatu yang belum ada atau dipaparkan dalam sejarah nasional. Dan dari sejarah lokal, juga muncul para pahlawan daerah yang mendobrak kebengisan para penjajah yang telah merampas hak bangsanya. Dari dulu negara kita memang menganut doktrin kemajuan suatu bangsa ada di benak pemuda. Bangsa Indonesia patutlah bersyukur karena negeri kita ini memiliki tokoh-tokoh pemuda yang berangkat dari daerah tapi bermental baja. Namun, sikap semangatnya yang berkobar bukan tanpa sebab, melainkan latar belakang sejarah lokal mereka yang begitu pahit dan hidup di bawah perintah jari telunjuk bangsa lain mendorong mereka pada satu cita-cita, kembali mengecap kejayaan  yang pernah mereka raih yaitu pada masa kerajaan Sriwijaya dan Majapahit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu persatu diantara mereka tumbang di tangan penjajah, namun tak menciutkan nyali mereka. Dengan senjata tradisional berupa bambu runcing, mereka tetap gigih memperjuangkan tanah air mereka, yang kini ada dalam benak mereka adalah mengembalikan tanah air ke pangkuan ibu pertiwi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini pahlawan-pahlawan itu telah gugur, yang tersisa hanya sebuah nama yang tertulis di batu nisan mereka. Sebagai seorang pahlawan bangsa, mereka patut mendapatkan penghargaan, gelar pahlawan nasional mereka dapat. Namun siapa yang tahu sejarah mereka secara keseluruhan. Dari mana dia berasal, bagaimana kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana nasib keluarganya sebelum dan setelah ditinggal olehnya dan apa saja kegiatan yang mereka lakukan sebelum membela tanah air, tidak banyak dikupas secara tuntas. Darimana kita bisa mengenal sejarah mereka secara keseluruhan, tentu saja dari sejarah lokal. Sebagai contoh, pahlawan yang berasal dari salah satu kabupaten di Jawa Barat yaitu Majalengka, bernama KH. Abdul Halim. Sepak terjangnya dalam memperjuangkan bangsa Indonesia tak kalah dengan Ir. Soekarno, Moh. Hatta, Syahrir atau Natsir, walau namanya tak sepopuler mereka.&lt;br /&gt;KH. Abdul Halim, seorang pahlawan nasionalis bangsa yang berasal dari Jawa Barat, yang memiliki andil besar dalam mempersiapkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Keikut sertaannya dalam BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Kemerdekaan Indonesia) serta jasanya sebagai salah satu pendiri Republik Indonesia, KH. Abdul Halim memperoleh tanda kehormatan sebagai BINTANG MAHAPUTRA UTAMA dari Presiden Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdul Halim lahir tanggal 26 Juni 1887 di desa Sutawangi, Kecamatan Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat. Beliau adalah putra bungsu dari delapan bersaudara. Ayahnya, KH. Muhammad Iskandar, seorang penghulu Kawedanan Jatiwangi, dan ibunya, Nyi Hj. Siti Mutmainah yang masih keturunan dari Sultan Syarif Hidayatullah. Beliau menikah dengan putri KH. Muhammad Ilyas, pejabat Hoofd Penghulu Landraad Majalengka (sebanding dengan kepala Kandepag kabupaten sekarang) bernama Siti Murbiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latar belakang keluarganya yang sangat taat beragama, menjadikan pria bernama asli Otong Syatori ini tumbuh menjadi sosok yang cerdas, kritis dan berpendidikan terutama yang menyangkut tentang agama Islam. Sejak dini tepatnya saat beliau berumur sepuluh tahun, beliau sudah belajar membaca Al-Qur’an. Belum cukup dengan ilmu yang diberikan oleh pihak keluarga, beliau lalu mengembara mencari ilmu dari satu pesantren ke pesantren lain di berbagai pelosok Jawa Barat dan Jawa Tengah, hingga usianya menginjak 22 tahun. Guru-guru yang pernah menjadi pengajarnya  antara lain KH. Anwan, di Pondok Pesantren Ranji Wetan, Majalengka, KH. Abdullah (Pesantren Lontang Jaya, Majalengka), KH. Sajak (Pesantren Bobos, Cirebon), KH. Ahmad Sobari (Pesantren Ciwedeas, Cilimus, Kuningan), dan KH. Agus (Pesantren Kedung Wangi, Pekalongan). Beliau mengenyam pendidikan di pesantren masing-masing sampai tiga tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sela-sela kesibukannya mencari ilmu, Abdul Halim mencoba hidup mandiri dengan berdagang batik, minyak wangi, dan buku-buku agama. Pengalaman dagangnya itu kelak mempengaruhi langkah-langkahnya dalam memperbaiki stabilitas ekonomi masyarakat pribumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kenyang menimba ilmu agama dari banyak kiai lokal, Abdul Halim memutuskan naik haji di usia 22 tahun. Kepergiannya ke tanah suci bukan semata untuk menunaikan Rukun Islam yang kelima, melainkan juga untuk mempelajari ilmu agama dan menambah wawasan keilmuannya. Di Mekkah beliau bersentuhan dengan tulisan-tulisan Jamaluddin Al-Afgani dan Muhammad Abduh. Di sana ia berguru kepada Syaikh Ahmad Khatib, imam dan khatib Masjidil Haram, dan Syaikh Ahmad Khayyat. Di Mekkah pula ia bertemu dengan KH. Mas Mansyur dari Surabaya (tokoh Muhammadiyah) dan KH. Abdul Wahab  Hasbulloh (tokoh Nahdatul Ulama). Setelah dirasa cukup menggali ilmu di tanah suci, pada tahun 1911 M.  Abdul Halim kembali ke tanah air, setelah tiga tahun bermukim di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mampu menguasai bahasa Arab dengan tartil, beliau juga mempelajari bahasa Belanda dari Van Houven (salah seorang dari Zending Kristen di Cideres) dan bahasa China dari orang China yang tinggal di Mekkah. Dengan perbekalan pendidikan yang cukup memadai dan hasil dari tukar pikirannya dengan banyak tokoh besar selama ini, baik di luar maupun dalam negeri, menjadikan KH. Abdul Halim semakin mantap dan teguh dalam tekad beliau. Ia tidak mau bekerja sama atau berurusan dengan pihak kolonial. Bahkan pada saat beliau ditawari mertuanya menjadi pegawai pemerintah, beliau menolaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah tombak munculnya jiwa nasionalisme pada diri KH. Abdul Halim. Meskipun perjuangannya tidak dengan senjata ataupun maju ke medan tempur dengan mempertaruhkan jiwa raganya, namun KH. Abdul Halim tak kalah andil dalam memperjuangkan bumi Indonesia dan merebutnya dari tangan penjajah. Sepulangnya dari Mekkah, beliau membawa semangat dan tekad yang membara, yaitu melakukan perbaikan kehidupan masyarakat terutama pribumi. Untuk mewujudkan cita-citanya, beliau menempuh jalur pendidikan (At-Tarbiyah) dan penataan ekonomi (Al-Iqtisadiyah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1911 beliau melancarkan misinya. Di atas tanah milik mertuanya, KH. Muhammad Ilyas, beliau mendirikan sebuah lembaga pendidikan agama, yang kemudian diberi nama Majlis Ilmu. Lembaga itu bertempat di sebuah surau sederhana yang terbuat dari bilik bambu. Dalam memberi pelajaran kepada para santrinya, Abdul Halim dibantu oleh mertuanya. Semakin lama, aktivitas Majlis Ilmu semakin berkembang pesat dan sebuah asrama berhasil dibangun sebagai tempat tinggal para santri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1912, KH. Abdul Halim menyempurnakan Majlis Ilmi menjadi organisasi yang lebih besar dengan nama Hayatul Qulub yang aktivitasnya tidak hanya sebatas meningkatkan kualitas pendidikan saja, melainkan juga mendorong kegiatan ekonomi rakyat terutama dalam menghadapi persaingan pengusaha asing yang menguasai pasar juga melawan penindasan para kolonial Belanda terhadap rakyat pribumi, juga dalam bidang sosial dan kemasyarakatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah perbaikannya meliputi delapan bidang yang disebutnya dengan Islah As-Samaniyah, yaitu, Islah Al-Aqidah (perbaikan bidang akidah), Islah Al-Ibadah (perbaikan bidang ibadah), Islah At-Tarbiyah (perbaikan bidang pendidikan), Islah Al-Ailah (perbaikan bidang keluarga), Islah Al-Adah (perbaikan bidang kebiasaan), Islah Al-Mujtama (perbaikan bidang masyarakat, Islah Al-Iqhsad (perbaikan bidang perekonomian) dan yang terakhir Islah Al-Ummah (perbaikan bidang hubungan umat dan tolong menolong).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sangat disayangkan, organisasi Hayatul Qulub tidak berumur panjang. Organisasi yang terus berkembang dan keberadaannya yang dapat memperbaiki keadaan masyarakat kecil, membuat pemerintah kolonial Belanda mulai menaruh curiga. Secara diam-diam pemerintah mengutus polisi rahasia (Politiek Inlichtingn Dienst / PID) untuk mengawasi Abdul Halim dan organisasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1915, Hayatul Qulub dibubarkan dengan alasan organisasi tersebut mengganggu keamanan karena menjadi penyebab terjadinya kerusuhan akibat persaingan dengan para pedagang China yang kadang-kadang menyebabkan perkelahian (perang mulut, juga secara fisik) antara pribumi dan pedagang China. Meski dibubarkan, KH. Abdul Halim tetap gigih dan tidak pernah menyerah. Kegiatan-kegiatan perjuangan tetap berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 16 Mei 1916, Abdul Halim mendirikan Jam’iyah I’anah Al-Muta’alimin sebagai upaya untuk terus mengembangkan bidang pendidikan. Dalam organisasi ini, beliau menjalin hubungan dengan Jam’iyat Khair dan Al-Irsyad di Jakarta. Melihat sambutan yang cukup tinggi, yang dinilai oleh pihak kolonial dapat merongrong kewibawaan mereka, maka pada tahun 1917 organisasi ini pun dibubarkan. Namun dengan dorongan sahabatnya, HOS Tjokroaminoto (presiden Sarekat Islam pada waktu itu), pada tahun itu juga ia mendirikan Persyarikatan Oelama (PO). Organisasi ini diakui oleh pemerintahan kolonial Belanda pada tanggal 21 Desember 1917. selang kurang lebih tujuh tahun kemudian, organisasi ini sudah meluas sampai ke seluruh Jawa dan Madura, dan baru pada tahun 1937, persebarannya mencakup hampir keseluruhan wilayah Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi untuk terus mendukung organisasi ini, terutama pada sektor keuangan atau dana, KH. Abdul Halim mengembangkan usaha bidang pertanian dengan membeli tanah seluas 2,5 ha pada tahun 1927, lalu mempelopori berdirinya perusahaan percetakan pada tahun 1930. Sembilan tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1939 beliau mendirikan perusahaan tenun dan beberapa perusahaan lainnya yang langsung di bawah kendali dan pengawasan beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendukung lajunya perusahaan-perusahaan tersebut, para guru yang aktif mengajar diwajibkan menanam saham sesuai dengan kemampuan masing-masing. Tidak cukup sampai di situ, KH. Abdul Halim juga mendirikan sebuah yayasan yatim piatu yang dikelola oleh persyarikatan wanitanya yaitu Fatimiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KH. Abdul Halim juga memandang perlu diajarkannya bekal keterampilan kepada anak didiknya, agar kelak dikemudian hari mereka bisa hidup mandiri tanpa harus berpangku tangan  kepada orang lain atau menjadi pegawai pemerintah. Ide ini diwujudkan dengan mendirikan sekolah atau pesantren kerja bersama semacam SMK, bernama Santi Asromo pada bulan April 1942, bertempat di Desa Pasirayu, Kecamatan Sukahaji, Majalengka. Selain mengembangkan bidang pendidikan, Abdul Halim juga memperluas usaha bidang dakwah. Ia selalu menjalin hubungan dengan beberapa organisasi lainnya di Indonesia, seperti dengan Muhammadiyah di Yogyakarta, Sarekat Islam, dan Ittihad Al-Islamiyah (AII) di Sukabumi. Inti dakwahnya adalah mengukuhkan dan mempererat ukhuwah islamiyah (kerukunan Islam) dengan penuh cinta kasih, sebagai usaha menampakkan dan mengokohkan syiar Islam; guna mengusir penjajahan di bumi Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bidang aqidah dan ibadah amaliyah, Abdul Halim menganut paham Ahlussunah Waljama’ah yang dalam fikihnya mengikuti paham Syafi’iyah. Pada tahun 1942, beliau mengubah Persyarikatan Oelama menjadi Perikatan Umat Islam yang kemudian bergabung dengan Persatuan Umat Islam Indonesia (PUII) pada tahun 1952 dan namanya menjadi Persatuan Umat Islam(PUI) yang berkedudukan di Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain sibuk dengan aktivitasnya membina organisasi PUI, beliau juga aktif berperan dalam berbagai kegiatan politik yang bertujuan menentang pemerintahan kolonial. Pada tahun 1912 beliau diberi amanat menjadi pimpinan Sarekat Islam cabang Majalengka. Kemudian pada tahun 1928 beliau diangkat menjadi pengurus Majelis Ulama yang didirikan Sarekat Islam bersama-sama dengan KH. Abdullah Siradj dari Yogyakarta. Beliau juga menjadi anggota pengurus MIAI (Majlis Islam A’la Indonesia) yang didirikan pada tahun 1937  di Surabaya. Pada tahun 1943, setelah MIAI diganti dengan Masyumi (Majlis Syuro Muslimin Indonesia), beliau menjadi salah seorang pengurusnya. Beliau juga termasuk salah seorang anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI / Dokurotzu Zyunbi Tyoosakai) pada tahun 1945, anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP), dan anggota Konstituante pada tahun 1955. Di kalangan para kerabat dekat dan sahabat-sahabatnya, beliau dikenal sebagai orang yang sederhana, pengasih, dan selalu mengutamakan jalan damai dalam menyelesaikan segala persoalan daripada melalui kekerasan dan pemberontakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1940, beliau bersama dengan KH. A. Ambari mendatangi Adviseur Voor Indische Zaken, Dr. GF. Pijper, di Jakarta untuk mengajukan beberapa tuntutan yang menyangkut kepentingan umat Islam. Ketika terjadi agresi Belanda pada tahun 1947, beliau bersama dengan rakyat juga tentaranya mundur ke pedalaman untuk menyusun sebuah strategi melawan penjajahan Belanda. Beliau juga menentang keras berdirinya negara Pasundan yang didirikan pada tahun 1948 oleh Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan demi kegiatan terus dilakukan KH. Abdul Halim demi mengembalikan tanah air tercintanya kembali pada masa keemasannya. Salah satu kegiatan yang menonjol adalah program pertolongan kepada para pelajar dengan membentuk ‘Anatul Muta’allimin. Antara tahun 1917 – 1920 telah dibangun 40 madrasah, sebagian besar diantaranya berdiri di Jawa, dengan metode pengajaran modern , yang pada saat itu mendapat tentangan dari berbagai pihak. Semangat nasionalisme yang ditorehkannya pada bumi pertiwi sangat besar peranannya, meski tidak dilakukan di medan tempur, beliau membuktikannya melalui kegiatan-kegiatan yang sangat berperan dalam misi membangun bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar, seperti yang dicita-citakan olehnya dan tentu oleh semua rakyat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat jejak sejarah yang ditorehkannya, tidak salah jika KH. Abdul Halim mendapat gelar pahlawan nasional, meski namanya tidak sekondang Bung Tomo atau Muhammad Natsir. Namun jasanya dalam keikutsertaannya mendirikan negeri ini akan selalu menjadi kebanggaan setiap elemen bangsa terutama bagi kami, orang Majalengka sebagai tempat kelahiran beliau. Kami sangat bangga memiliki KH. Abdul Halim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari secarik sejarah lokal KH. Abdul Halim di atas, kita dapat menarik kesimpulan, bahwa sekecil apapun peran sejarah lokal, sangat berarti besar dalam memberikan sumbangsih terhadap sejarah nasional. Masih banyak sejarah lokal lainnya yang apabila dikorek lebih dalam akan menghasilkan sebuah jawaban yang luar biasa atas teka-teki yang selalu di jawab singkat oleh  sejarah nasional. Oleh karena itu sejarah lokal sangat berpengaruh dalam memancing semangat nasionalisme bangsa yang kian lama energi kecintaannya harus dipompa lagi agar tanah air kita yang kaya ini tetap terjaga kewibawaannya dan terus menjadi kebanggaan bersama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-3245020502391401849?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/3245020502391401849/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=3245020502391401849' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/3245020502391401849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/3245020502391401849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2011/01/abdul-halim-pahlawan-pergerakan-dari.html' title='Abdul Halim, Pahlawan Pergerakan dari Majalengka'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-6145259355523354879</id><published>2011-01-05T08:35:00.000-08:00</published><updated>2011-01-05T08:44:59.279-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Rakyat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ritual Upacara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesenian Rakyat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peninggalan Wali Songo'/><title type='text'>Tradisi Sedekah Bumi di Cirebon</title><content type='html'>&lt;img  style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 158px; height: 127px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_geTQbH5FsOI/TMo8qWHtcBI/AAAAAAAAArk/2wTPViAeyaM/s320/sedekah-bumi.jpg" border="0" alt=""&gt; Seperti halnya ritual-ritual zaman dulu yang selalu berkait erat dengan siklus hidup dan keseharian yang mereka jalani seperti upacara adat menyangkut kelahiran, perkawinan, kematian dan mata pencaharian. Maka, di Cirebon pun ada satu upacara adat yang berkait dengan mata pencaharian mereka yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani dan nelayan. Untuk para nelayan, mereka rutin menggelar upacara sekaligus pesta rakyat yang disebut nadran, larungan dan sebagainya. Sedangkan bagi para petani mereka biasanya menggelar berbagai upacara dan ritual yang berhubungan dengan tanah yang salah satunya akan Portal Cirebon bahas kali ini yakni sedekah bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upacara adat sedekah bumi ini berkait erat dengan kepercayaan orang-orang zaman dulu akan adanya dewa-dewa dan mereka percaya bahwa pada tiap-tiap segala sesuatu yang menyangkut hajat hidup manusia dikuasai dan dijaga oleh dewa-dewa. Dengan keyakinan atas adanya dewa tersebut ditunjukkan dengan penyiapan sesaji di tempat-tempat yang mereka percaya. Dengan begitu mereka berharap terhindar dari malapetaka alam yang murka dan mendapatkan kemudahan mencapai hasil-hasil usahanya.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Kemudian Islam masuk ke wilayah Cirebon. Tapi meskipun tradisi sebelum masuknya Islam ini adalah sebuah ritual untuk menyembah dewa-dewa, Islam tidak serta merta menghapuskan ritual ini dari tengah-tengah masyarakat Cirebon, dan malahan memanfaatkan kearifan lokal ini sebagai media dakwa yang efektif. Pendekatan budaya seperti inilah yang pada kenyataannya memang membuat Islam lebih mudah diterima di kalangan masyarakat Cirebon. Karena menyembah kepada selain Allah merupakan hal yang diharamkan oleh agama Islam, maka sesembahan kepada dewa pada masa pra-Islam tidak dibuang sama sekali, tetapi diubah substansinya. Dalam usaha-usaha mengalihkan keparcayaan itulah terbentuk upacara baru, sedekah bumi. Upacara baru ini pertama kali dilaksanakan pada pemerintahan Kanjeng Susuhan Syekh Syarif Hidayatullah (1482-1568 M), tempatnya di Puser Bumi.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Puser Bumi sendiri merupakan sebutan untuk pusat kegiatan atau pusat pemerintahan Wali Songo. Konon, setelah Sunan Ampel wafat pada tahun 1478 M, pusat pemerintahan atau Puser Bumi yang semula berada di Ampel oleh anggota Wali Songo yang tersisa sepakat dipindahkan ke Cirebon yang tepatnya di Gunung Sembung. Gunung Sembung ini sekarang lebih dikenal dengan sebutan Astana Gunung Jati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tradisi Sedekah Bumi ini pada perjalanannya kemudian dilaksanakan pada bulan ke empat tiap tahunnya mengikuti siklus panen padi di setiap desa yang masuk ke dalam wilayah Cirebon. Pada saat ini yang masih kuat memegang tradisi Sedekah Bumi adalah Desa Astana Gunung Jati. Pelaksananya adalah Ki Penghulu serta Ki Jeneng Astana Gunung Jati berikut para kraman. Pelaksanaannya dimulai dengan Buka Balong dalem yaitu mengambil ikan dari balong milik keraton di beberapa daerah (masih ada di desa Pegagan) oleh Ki Penghulu bersama Ki Jeneng atas restu Sinuhun. Selanjutnya Ki Penghulu bersama Ki Jeneng Ngaturi Pasamon (mengadakan pertemuan) para Prenata dan para pemuka adat lainnya, dalam Pasamon ditetapkan hari pelaksanaan sedekah bumi.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Setelah hari H untuk menggelar upacara Sedekah Bumi itu resmi ditetapkan, maka kemudian disebarkan kepada seluruh penduduk bahwa pada hari yang telah ditentukan itu akan diadakan upacara adat Sedekah Bumi. Melalui para pemuka adat penduduk mengirimkan "Gelondong Pengareng-areng". Gelondong Pengareng-areng adalah penyerahan secara sukarela, sebagai rasa syukur atas keberhasilan yang telah diusahakannya. Biasanya berupa hasil bumi seperti Sura Kapendem (hasil tanaman yang terpendam di tanah seperti ubi kayu, kembili, kentang, dsb). Sura gumantung, yaitu hasil tanaman di atas tanah seperti buah-buahan, sayur mayur, dsb. Hasil ternak seperti Ayam, Itik, Kambing, Kerbau, Sapi, dsb. Juga bagi mereka yang yang berusaha sebagai nelayan, mengirimkan hasil tangkapannya dari laut sebagai rasa syukur dan berbakti kepada kanjeng sinuhun. Penyerahan-penyerahan itu terjadi bukan karena paksaan atau peraturan tertentu, tetapi karena kesadaran penduduk itu sendiri dan kemudian dijadikan hukum adat yang aturan-aturan tidak tertulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upacara adat Sedekah Bumi sendiri dibuka dengan acara Srakalan, pembacaan kidung yang dilakukan oleh pemuka adat. Kemudian acara berikutnya adalah ritual pencungkilan tanah sebagai simbol bahwa mereka mencintai tanah sebagai tempat penghidupan sekaligus juga sebagai ungkapan rasa syukur kepada sang pencipta yang telah menganugerahi tanah yang subur. Dan menjelang siang, acara dilanjutkan dengan arak-arakan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Araka-arakan ini sendiri berfungsi sebagai ajang pesta rakyat di mana segala lapisan masyarakat ikut berpartisipasi dengan berbagai pertunjukan kesenian yang beragam. Dan seperti lazimnya sebuah pesta rakyat, maka segala jenis pertunjukan kesenian ditampilkan di sini oleh rakyat dan untuk rakyat. Kemudian pada pagi berikutnya barulah dilaksanakan upacara ruwatan sebagai acara inti sekaligus juga sebagai penutup dari seluruh rangkaian upacara Sedekah Bumi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_______________&lt;br /&gt;Sumber gambar diambil dari: &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_geTQbH5FsOI/TMo8qWHtcBI/AAAAAAAAArk/2wTPViAeyaM/s320/sedekah-bumi.jpg"&gt;blog halimisemm-carubannagari&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-6145259355523354879?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/6145259355523354879/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=6145259355523354879' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/6145259355523354879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/6145259355523354879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2011/01/tradisi-sedekah-bumi-di-cirebon.html' title='Tradisi Sedekah Bumi di Cirebon'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_geTQbH5FsOI/TMo8qWHtcBI/AAAAAAAAArk/2wTPViAeyaM/s72-c/sedekah-bumi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-4346062047320839845</id><published>2010-12-31T22:32:00.000-08:00</published><updated>2010-12-31T22:52:17.077-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngalor Ngidul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Naskah Kuno'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info penting'/><title type='text'>Download Ebook Ajaran Jamaah Asysyahadatain</title><content type='html'>Seorang pembaca blog pribadinya Habib Lutfi Yahya bertanya kepada beliau tentang ajaran Jamaah Asysyahadatain yang bunyinya seperti ini: “Habib Luthfi yang saya hormati dan saya cintai, dalam kesempatan ini saya ingin menanyakan mengenai konsep ajaran Jamaah Asysyahadatain di Panguragan Cirebon yang didirikan oleh Abah Umar bin Yahya, di mana setiap jamaah melakukan ikrar syahadat pada awalnya? Sebelumnya saya ucapkan terima kasih. Semoga habib Lutfi selalu diberikan kesehatan oleh Allah SWT.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari nada pertanyaannya jelas tergambar bahwa sang penanya ini begitu penasaran dan terselip juga rasa kekhawatiran terhadap konsep ajaran yang dipraktikkan oleh Jamaah Asysyahadatain pimpinan Abah Umar ini. Mungkin jika dalam bahasa yang frontal, pertanyaan ini dapat diringkas dalam satu kalimat: “Apakah ajaran Jamaah Asysyahadatain ini sesat atau tidak?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di blog dan laman yang sama, sang Habib pun menjawab yang bunyinya seperti ini: “Jamaah Asysyahadatain yang didirikan Abah Umar yang saya tahu menekankan pada pemaknaan Syahadat. Sebab, pada hakikatnya Syahadat itu bukan pada ucapan. Jadi Abah Umar menekankan pada pemaknaan itu. Adapun soal ikrar Syahadat yang Anda tanyakan, sesuai banyak hadis yang  memerintahkan untuk memperbaharui keimanan kita dengan lafadz “Lailaha Illallah”, atau hadis semakna lainnya. Kemudian dalam pendidikan pada para santrinya, Abah Umar juga mengajarkan kitab-kitab salaf seperti kitab Safinah, Jurumiah, untuk santri pemula yang diajarkan oleh ustadz-ustadz di pesantren beliau. Sementara santri senior langsung mengaji kitab pada Abah Umar, seperti mengaji kitab Ihya Ulumuddin, Hikam, dan kitab-kitab lainnya. Jadi, tidak ada hal yang perlu Anda khawatirkan dalam Jama’ah Asysyahadatain.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pertimbangan bahwa di luar sana masih banyak yang sebenarnya memiliki pertanyaan sejenis tentang konsep ajaran Jamaah Asysyahadatain ini, maka penyusun berinisiatif untuk menyusun e-book sederhana ini mengenai gambaran ajaran-ajaran jamaah Asysyahadatain yang penyusun sadur dari diktat resmi untuk para santri Jamaah Asysyahadatain ini. Dan, karena keterbatasan waktu, penyusun hanya baru bisa menyadur beberapanya saja yang antara lain tentang mandi, wudlu dan shalat (wajib dan sunah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, semoga bermanfaat dan dengan ini pada gilirannya bisa membantu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan umat yang penasaran dengan konsep ajaran Jamaah Asysyahadatain. Terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EBOOK DApat di Download di &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/13212145/jamaah_asysyahadatain.pdf.html"&gt;&lt;b&gt;SINI&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-4346062047320839845?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/4346062047320839845/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=4346062047320839845' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/4346062047320839845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/4346062047320839845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2010/12/download-ebook-ajaran-jamaah.html' title='Download Ebook Ajaran Jamaah Asysyahadatain'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-3239426062121691243</id><published>2010-11-26T22:15:00.000-08:00</published><updated>2011-01-09T01:41:51.397-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Naskah Kuno'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info penting'/><title type='text'>E-BOOK CATUR KANDHA</title><content type='html'>Bagi yang penasaran dengan Serat Caturkandha, dan kesusahan untuk mencari versi hard copy-nya, di bawah ini Portal Cirebon bagikan sebuah link ebook dari serat tersebut yang bisa Anda download. Tapi maaf, karena keterbatasan waktu, dan juga karena saya tak begitu fasih berbahasa kromo inggil a la keraton, maka di e-book ini portal Cirebon tak sempat membuat terjemahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendownloadnya silahkan klik link &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/13322952/serat_caturkandha.pdf.html"&gt;INI&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://www.mediafire.com/?4f4baufxcdaf9d5"&gt;INI&lt;/a&gt;. Semoga berguna...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-3239426062121691243?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/3239426062121691243/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=3239426062121691243' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/3239426062121691243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/3239426062121691243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2010/11/e-book-catur-kandha.html' title='E-BOOK CATUR KANDHA'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-3822929745954797635</id><published>2010-11-17T23:21:00.000-08:00</published><updated>2010-11-17T23:24:42.572-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesenian Rakyat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indramayu'/><title type='text'>Lirik Lagu Tarling Terpopuler Tahun Ini</title><content type='html'>Di bawah ini karena portal Cirebon lagi sedikit kekurangan bahasan akhir-akhir ini maka untuk mengisi kekosongan ini, portal Cirebon akan coba share beberapa lirik lagu organ tarling yang saat ini paling popular di seputaran Pantura. Lirik lagu ini mungkin akan diperbanyak seiring dengan perjalanannya, tapi untuk sementara Portal Cirebon baru bisa menshare lirik lagu dari penyanyi-penyanyi berikut ini: Dian sastra, Nunung Alvi, Wulan, dan Yoeshika Noviana. Semoga bermanfaat...   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keder Balike&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;dipopulerkan oleh: Dian Sastra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesiksa diri kula difitnah laki&lt;br /&gt;nuduh kula nyeleweng karo tangga&lt;br /&gt;Salah tanpa bukti kakang ngajari rabi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Kegila-gila tingkah lakine kula&lt;br /&gt;Durung gawe salah dilelara&lt;br /&gt;Rusak jiwa raga&lt;br /&gt;Laki ora setia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kula karo laki&lt;br /&gt;Emong gawe salah&lt;br /&gt;Rumasa kula ora due wong tua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipegat ning laki&lt;br /&gt;Sun keder balike&lt;br /&gt;Beli due umah&lt;br /&gt;Arep ngeprag ning sapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yen masih urip mimi lan mama&lt;br /&gt;Beli mungkin sengsara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesiksa diri kula difitnah laki&lt;br /&gt;nuduh kula nyeleweng karo tangga&lt;br /&gt;Salah tanpa bukti kakang ngajari rabi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegila-gila tingkah lakine kula&lt;br /&gt;Durung gawe salah dilelara&lt;br /&gt;Rusak jiwa raga&lt;br /&gt;Laki ora setia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ngadu Telu&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Dipopulerkan oleh: Dian Sastra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Najan ngebakti ati sering nafsu&lt;br /&gt;Sun due laki diwayu telu&lt;br /&gt;Najan cukup harta lan benda&lt;br /&gt;Rumah tangga kurang sempurna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Ruwede alas durung sepira&lt;br /&gt;Luwih riwede pikiran kula&lt;br /&gt;Blenak temen ngelakoni wayuan&lt;br /&gt;Lanang siji ganyang-ganyangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengene wong wadon laki aja wayuan&lt;br /&gt;Sebab wong wayuan gampang tukaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ana pribasane&lt;br /&gt;Manuk puyuh dikandang&lt;br /&gt;Nafsu wong diwayu&lt;br /&gt;Rebutan lanang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wadon telu diwayu&lt;br /&gt;Kapan arep nganggure&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Najan ngebakti ati sering nafsu&lt;br /&gt;Sun due laki diwayu telu&lt;br /&gt;Najan cukup harta lan benda&lt;br /&gt;Rumah tangga kurang sempurna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kayu Mati Nempel Ning Kayu Urip&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dipopulerkan oleh: Dian Sastra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi seneng-senenge&lt;br /&gt;Lagi demen-demene&lt;br /&gt;Wong tua ngalangi&lt;br /&gt;Bloli bli ngerestoni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Jarene kayu mati nempel ning kayu urip&lt;br /&gt;Beli due galeng urip&lt;br /&gt;Mama mimi ngumbangi&lt;br /&gt;Harta sing didelengi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakang, oh sayang&lt;br /&gt;Awak gering selalu mikiri sampean&lt;br /&gt;Sayang, lunga mendi&lt;br /&gt;Kula kang kepengen niburi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama, duh kejem temen&lt;br /&gt;Kudu sepangkat&lt;br /&gt;Kudu sepangkat, sederajat........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi seneng-senenge&lt;br /&gt;Lagi demen-demene&lt;br /&gt;Wong tua ngalangi&lt;br /&gt;Bloli bli ngerestoni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kesandung Cinta&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dipopulerkan oleh: Nunung Alvi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakang wis due rabi &lt;br /&gt;kula wis due laki&lt;br /&gt;Wong loro pada demene&lt;br /&gt;Angel diilangakene&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Lamon wis mabok cinta&lt;br /&gt;Urip bli wedi dosa&lt;br /&gt;Lamon pager doyong&lt;br /&gt;Wis apa gebrage bae&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta bli disengaja&lt;br /&gt;Sayang ora diundang&lt;br /&gt;Ibarat wong kesandung&lt;br /&gt;Wis pasti niba bli wurung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh ora disangka&lt;br /&gt;Sungguh ora diduga&lt;br /&gt;Sun bisa jatuh cinta&lt;br /&gt;Karo wong due keluarga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sun lagi gelap mata&lt;br /&gt;Sun lagi kesandung cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakang wis due rabi &lt;br /&gt;kula wis due laki&lt;br /&gt;Wong loro pada demene&lt;br /&gt;Angel diilangakene&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Diusir Laki&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dipopulerkan oleh: Wulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa nasibe badan&lt;br /&gt;Laki doyan demenan&lt;br /&gt;Sekien kawin maning&lt;br /&gt;Ning kula ora eling&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Kula kien diusir&lt;br /&gt;Ning laki kongkon nyingkir&lt;br /&gt;Megat tanpa lantaran&lt;br /&gt;Beli eman keturunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spoken: Ya tuhan, kuataken iman kula&lt;br /&gt;Ya Allah, jempe nok...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kula pegat pisah &lt;br /&gt;Warisan dipai bocah&lt;br /&gt;Kejeme sampean&lt;br /&gt;Ning badan kula jeh nyiksa&lt;br /&gt;Karo anak sun bareng sengsara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aduh, aduh mimi&lt;br /&gt;Papagen kula iki&lt;br /&gt;Sengsara ning dalan karo turunan kangelan&lt;br /&gt;Anak nagis wis kepengen mangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan balik ning wong tua&lt;br /&gt;Sun lunga nangis kerasa payah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa nasibe badan&lt;br /&gt;Laki doyan demenan&lt;br /&gt;Sekien kawin maning&lt;br /&gt;Ning kula ora eling&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bawane Bocah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dipopulerkan oleh: Yoshika Novania&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaya ora biasane&lt;br /&gt;Duh kakang sejen sifate&lt;br /&gt;Rumah tangga tetaunan&lt;br /&gt;Bisane gawe lantaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Apa wis ora kelingan&lt;br /&gt;Janji penganten anyaran&lt;br /&gt;Aja gawe kaminanom&lt;br /&gt;Ning kula wis wani nuduh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakang aja keterlaluan&lt;br /&gt;Kula wis due kandungan&lt;br /&gt;Melasa karo si jabang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasrah bokat bawane bocah&lt;br /&gt;Najan lara kesiksa bagen kula sing ngalah&lt;br /&gt;Ati kula nrima yen kakang jarang ning uma&lt;br /&gt;Jalukane batin asal aja kawin maning&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Backt to *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaya ora biasane&lt;br /&gt;Duh kakang sejen sifate&lt;br /&gt;Rumah tangga tetaunan&lt;br /&gt;Bisane gawe lantaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jimate Wong Lanang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dipopulerkan oleh: Yoshika Novania&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lara yen jodoh ora kelakon&lt;br /&gt;Rasa getun ning ati kelawon-lawon  &lt;br /&gt;Senajane kien kakang due rabi&lt;br /&gt;Angger demen sampe kula due laki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Tobat sesambat kula beli kuat&lt;br /&gt;Perasaan batin kaya dikemat&lt;br /&gt;Najan kemat dudu kemat jaran guyang&lt;br /&gt;Sun kedanan kenang jimate wong lanang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduhung bengen ngupai &lt;br /&gt;Kien akhire ngianati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa memang klalen janji&lt;br /&gt;Apa sih wedi ning rabi&lt;br /&gt;Sekien cintane makruh&lt;br /&gt;Ning kula wis ora butuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lara yen jodoh ora kelakon&lt;br /&gt;Rasa getun ning ati kelawon-lawon  &lt;br /&gt;Senajane kien kakang due rabi&lt;br /&gt;Angger demen sampe kula due laki.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-3822929745954797635?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/3822929745954797635/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=3822929745954797635' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/3822929745954797635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/3822929745954797635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2010/11/lirik-lagu-tarling-terpopuler-tahun-ini.html' title='Lirik Lagu Tarling Terpopuler Tahun Ini'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-4866846276862199907</id><published>2010-10-15T04:50:00.000-07:00</published><updated>2010-10-15T05:00:26.484-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info penting'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Majalengka'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuningan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indramayu'/><title type='text'>Kode-Kode Bertelepon Hemat dengan Hp ke Luar Negeri</title><content type='html'>Seperti yang kita ketahui bersama, khususnya untuk wilayah tiga Cirebon yang meliputi Cirebon, Indramayu, Kuningan dan Majalengka, pada saat ini banyak sekali masyarakatnya yang mencari penghidupan di luar negeri sebagai TKW (Tenaga Kerja Wanita) baik itu ke negara Timur Tengah seperti Arab Saudi, Abu Dhabi, Qatar, Kuwait hingga ke negara-negara di Asia seperti Malaysia, Singapura, Jepang, Taiwan dan Korea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dengan kian maraknya orang-orang yang mencari penghidupan ke luar negeri baik sebagai pembantu rumah tangga, buruh pabrik, dan sebagainya di negeri orang dengan meninggalkan sanak saudara di rumah, tentu saja kebutuhan berkomunikasi dengan keluarga yang ada di sana menjadi begitu pentingnya. Dari sekedar menanyakan kabar, ajang kangen-kangenan, hingga persoalan keuangan. Nah, persoalannya kemudian, tarif seluler yang dipatok oleh provider di Indonesia untuk bertelepon ke luar negeri tersebut adakalanya begitu mahal dan terkesan menjebak. Bagaimana tidak, dengan minimnya sosialisasi dari provider tentang kode SLI yang membuat bertelepon sedikit lebih murah tersebut, banyak dari pengguna telepon khusunya selular harus merogoh kocek lebih dalam untuk berkomunikasi dengan keluarganya yang ada di luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dengan pertimbangan seperti itulah, meskipun postingan ini sedikit basi, bisa jadi masih banyak yang belum tahu dengan kode-kode telepon selular untuk menelepon ke luar negeri agar sedikit lebih hemat. Ini dia kode-kodenya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Kode untuk Anda pemegang kartu GSM:&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Telkomsel :&lt;/b&gt; tambahkan nomor 01017 + Kode Negara + Nomor telepon tujuan&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;XL :&lt;/b&gt; tambahkan nomor 01000 + Kode Negara + Nomor telepon tujuan&lt;/li&gt;           &lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Axis :&lt;/b&gt; tambahkan nomor 01012 + Kode Negara + Nomor telepon tujuan&lt;/li&gt;           &lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Three :&lt;/b&gt; tambahkan nomor 01089 + Kode Negara + Nomor telepon tujuan&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Indosat :&lt;/b&gt; tambahkan nomor 01016 + Kode Negara + Nomor telepon tujuan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Kode untuk Anda pemegang kartu CDMA:&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;  &lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Smart :&lt;/b&gt; tambahkan nomor  01033 + Kode Negara + Nomor telepon tujuan&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Esia :&lt;/b&gt; tambahkan nomor  010100 + Kode Negara + Nomor telepon tujuan&lt;/li&gt; &lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Fren :&lt;/b&gt; tambahkan nomor  01089 + Kode Negara + Nomor telepon tujuan&lt;/li&gt; &lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Flexy :&lt;/b&gt; tambahkan nomor  01017 + Kode Negara + Nomor telepon tujuan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, semoga bermanfaat dan selamat berkomunikasi dengan keluarga Anda...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-4866846276862199907?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/4866846276862199907/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=4866846276862199907' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/4866846276862199907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/4866846276862199907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2010/10/kode-kode-bertelepon-hemat-dengan-hp-ke.html' title='Kode-Kode Bertelepon Hemat dengan Hp ke Luar Negeri'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-8078159761821252428</id><published>2010-10-12T23:23:00.000-07:00</published><updated>2010-10-12T23:26:16.878-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Naskah Kuno'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Rakyat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indramayu'/><title type='text'>Syekh Magelung Sakti</title><content type='html'>Syekh Magelung Sakti adalah seorang ulama yang berpenampilan sangat khas yaitu kerap menggelung rambut panjangnya kemana-mana. Perihal rambut panjangnya ini konon tak pernah dipotong karena memang tak ada satu pisau cukur pun yang mampu memotong rambutnya yang panjang itu. Maka dari itulah kemudian ia berkelana dari satu tempat ke tempat lain untuk mencari orang sakti yang mampu memotong rambutnya. Beliau bernazar barang siapa yang mampu memotong rambut panjangnya itu maka Sang Syekh akan rela dan senang hati menyerahkan diri menjadi murid orang tersebut. Nama asli dari Syekh Magelung Sakti ini sendiri konon adalah Syarif Syam yang berasal dari negeri Syam yang sekarang dikenal sebagai Syiria. Tapi ada juga versi lain yang mengatakan bahwa sebenarnya Syekh Magelung Sakti merupakan seorang ulama kelahiran negeri Yaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon waktu itu, Syarif Syam atau Magelung Sakti datang ke Cirebon untuk mencari seorang guru yang pernah ditunjukkan di dalam mimpinya. Dalam mimpinya tersebut bahwa satu-satunya orang yang sanggup memotong rambutnya adalah seorang wali yang bermukim di Cirebon. Dan benar saja, ketika di Cirebon inilah beliau bertemu dengan orang tua yang dengan mudahnya memotong rambut beliau. Tempat dimana rambut Syarif Syam berhasil dipotong kemudian diberi nama Karanggetas. Orang tua itu yang kemudian belakang diketahui bernama Sunan Gunung Jati pun sesuai dengan nazarnya akhirnya menjadi guru dari Syekh Magelung Sakti dan berganti nama menjadi Pangeran Soka. Selepas menjadi murid Sunan Gunung Djati, Syekh Magelung Sakti atau Pangeran Soka kemudian ditugaskan oleh gurunya tersebut untuk menyebarkan agama Islam di Cirebon bagian Utara.        &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain nama Syekh Magelung Sakti dan Pangeran Soka beliau pun memiliki begitu banyak nama alias yang diantaranya adalah Pangeran Karangkendal. Nama Pangeran Karangkendal sendiri ia dapat karena ketika sekitar abad XV saat beliau ditugaskan untuk menyebarkan agama Islam di wilayah Utara, ia tinggal di Desa Karangkendal, Kapetakan (± 19 km sebelah Utara Cirebon). Di desa ini pun Syekh Magelung Sakti kemudian diangkat anak oleh penguasa atau gegeden Karangkendal yang bernama Ki Tarsiman yang mempunyai nama lain Ki Krayunan atau Ki Gede Karangkendal, bahkan disebut pula dengan julukan Buyut Selawe, karena mempunyai 25 anak dari istrinya yang bernama Nyi Sekar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh Magelung Sakti sendiri merupakan suami dari seorang istri yang tak kalah memiliki nama besar di wilayah Cirebon yakni Nyi Mas Gandasari. Perihal menikahnya Syekh Magelung Sakti dengan Nyi Mas Gandasari menurut cerita dan babad Cirebon adalah berawal dari ditugaskannya sang syekh oleh Sunan Gunung Jati untuk berkeliling ke arah barat Cirebon selepas ia selesai mempelajari ilmu tassawuf dari gurunya tersebut. Nah, ketika berkeliling ke wilayah Barat Cirebon inilah Syekh Magelung Sakti mendengar berita tentang sayembara Nyi Mas Gandasari yang sedang mencari pasangan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai asal-usul dari Nyi Mas Gandasari sendiri terdapat banyak versi yang menyertainya, untuk itu demi menghindari kontroversi Portal Cirebon tidak akan membahasnya di sini. Kalau Anda penasaran silahkan googling dengan keyword Nyi Mas Gandasari. Yang jelas, Nyi Mas Gandasari konon adalah anak angkat dari Ki Ageng Selapandan yang juga adalah Ki Kuwu Cirebon yang waktu itu dikenal juga dengan sebutan Pangeran Cakrabuana (masih keturunan Prabu Siliwangi dari Kerajaan Hindu Pajajaran), yang atas desakan dari ayah angkatnya ini Nyi Mas Gandasari harus segera menikah. Dan karena beliau merupakan seorang perempuan cantik yang pilih tanding, maka dalam mencari pasangan hidup itu ia mengadakan sayembara, barang siapa yang mampu mengalahkannya maka dia akan bersedia menjadi istri dari orang yang berhasil mengalahkannya dalam adu kesaktian tersebut.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya kemudian ia pun mengadakan sayembara untuk maksud tersebut, sejumlah pangeran, pendekar, maupun rakyat biasa dipersilakan berupaya menjajal kemampuan kesaktian sang putri. Siapapun yang sanggup mengalahkannya dalam ilmu bela diri maka itulah jodohnya. Banyak diantaranya pangeran dan ksatria yang mencoba mengikuti sayembara tetapi tidak ada satu pun yang berhasil, hingga akhirnya Syekh Magelung Sakti terjun ke arena sayembara. Pada dasarnya kemampuan dan kesaktian dari keduanya berimbang, hanya saja karena faktor kelelahan akhirnya Nyi Mas Gandasari pun menyerah dan berlindung dibalik punggung Sunan Gunung Jati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, meski Nyi Mas Gandasari sudah berlindung dibalik punggung Sunan Gunung Jati, Syekh Magelung Sakti masih tetap saja menyecarnya dengan serangan-serangan mematikan hingga dalam satu kesempatan tinju sang Syekh hampir saja mengenai kepala dari Sunan Gunung Jati. Tetapi, anehnya sebelum tinju itu mendarat di kepala Sunan Gunung Jati, dengan serta merta Syekh Magelung Sakti jatuh lemas. Sunan Gunung jati pun akhirnya memutuskan bahwa dalam pertempuran tersebut tidak ada yang kalah ataupun menang. Meskipun begitu, Sunan Gunung Jati tetap menikahkan keduanya dan mereka pun akhirnya resmi menjadi suami istri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-8078159761821252428?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/8078159761821252428/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=8078159761821252428' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/8078159761821252428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/8078159761821252428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2010/10/syekh-magelung-sakti.html' title='Syekh Magelung Sakti'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-5367650999198691137</id><published>2010-09-29T00:06:00.000-07:00</published><updated>2010-09-29T00:10:07.532-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesenian Rakyat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peninggalan Wali Songo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indramayu'/><title type='text'>Wayang Golek Cepak</title><content type='html'>Salah satu seni kebudayaan Cirebon yang saat ini hampir punah karena gerusan zaman adalah wayang golek cepak. Wayang golek cepak sendiri merupakan seni budaya yang lahir dari perpaduan antara kesenian pasundan (wayang golek purwa) dengan penyesuaian di sana-sini merujuk pada budaya setempat. Itulah Cirebon, sebuah wilayah yang terkenal sebagai melting pot, yakni tempat meleburnya berbagai kebudayaan dari luar wilayahnya untuk kemudian diolah kembali mengikuti cita rasa setempat yang pada akhirnya melahirkan kebudayaan baru yang unik dan khas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya wayang golek purwa, wayang golek cepak ini pun menggunakan golek atau patung kayu sebagai media pertunjukannya dengan satu dalang sebagai pengatur sekaligus narrator dari pertunjukkan tersebut. Perbedaan wayang golek cepak dengan wayang golek purwa adalah terletak pada bentuk wayang yang tidak meruncing seperti halnya wayang golek purwa, pun begitu dengan bentuk muka dari wayang itu sendiri yang terlihat seperti manusia. Oleh karenanya, wayang golek cepak ini disebut juga sebagai wayang realis karena baik corak muka maupun bentuknya mengikuti paras asli dari manusia. Untuk kata cepak sendiri merujuk pada bentuk mahkota yang cepak atau papak (rata).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk lakonnya sendiri, wayang golek cepak biasanya tidak terpaku pada pakem wayang pada umumnya yang bercerita tentang kisah mahabarata dengan puncak perang barata yudha, tapi lebih kepada kisah-kisah para raja yang terkenal yang terdapat dalam sejarah atau babad seperti tokoh-tokoh Islam Cirebon seperti Nyi Mas Gandasari, Ki Kuwu Sangkan, dan sebagainya. Konon, wayang golek cepak ini sendiri pertama kali dipentaskan oleh Sunan Gunung Djati sebagai media dakwah yakni untuk menarik masyarakat Cirebon agar mau masuk ke dalam agama Islam. Makanya tak heran kalau diantara cerita-cerita yang dipentaskan diselipkan juga ajaran-ajaran agama Islam di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya pertunjukan-pertunjukan tradisional lainnya, pada wayang golek cepak pun memiliki pakem-pakem atau susunan adegan tertentu yang harus ditaati oleh dalam ketika mementaskannya. Pakem yang lazim terdapat dalam pertunjukan wayang golek cepak terbagi dalam beberapa urutan, yakni:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Tatalu atau gagalan&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Babak unjal, paseban dan bebegalan&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Nagara sejen&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Patepah&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Perang gagal&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Panakawan/goro-goro&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Perang kembang&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Perang raket&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Tutug&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalang-dalang wayang golek cepak sendiri yang saat ini masih aktif mendalang (biasanya dalam acara atau ritual-ritual adat seperti Mapag Sri, Ruwatan, Bongkar Bumi, dan sebagainya) meski tak seramai dulu karena tergeser oleh budaya urban yang lebih modern adalah Ki Ahmadi dari group Sekar Harum, Ki Warsyad dengan groupnya Jaka Baru asal Gadingan, Ki Tayut dari Junti Nyuat dengan groupnya Sri Budi, adan dalang-dalang lainnya yang hampir semuanya bermukim di Indramayu dan beberapa lagi di Cirebon.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-5367650999198691137?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/5367650999198691137/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=5367650999198691137' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/5367650999198691137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/5367650999198691137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2010/09/wayang-golek-cepak.html' title='Wayang Golek Cepak'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-8966090434630706927</id><published>2010-09-26T07:00:00.000-07:00</published><updated>2010-09-26T07:04:35.788-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Alam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jalan-jalan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Rakyat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuningan'/><title type='text'>Asal-Usul Talaga Reumis</title><content type='html'>Jika pada post Portal Cirebon kemarin-kemarin tentang &lt;a href="http://portalcirebon.blogspot.com/2009/09/berwisata-ke-telaha-remis-bersama.html"&gt;Telaga Remis&lt;/a&gt; adalah berdasarkan luas wilayah, dan asal-usul nama Telaga Remis yang konon diambil karena disekitar telaga terdapat begitu banyak binatang remis (sejenis siput atau kering kecil-kecil yang biasanya berwarna kekuningan), maka pada post kali ini Portal Cirebon akan memaparkan tentang objek yang sama tapi dengan pemahaman asal-usul dari versi yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya, pada liburan Idul Adha kemarin awak Portal Cirebon bersama keluarga menyempatkan diri berkunjung kembali ke objek wisata yang sejuk dan asri ini. Tapi, berbeda dengan kunjungan-kunjungan sebelumnya, pada kunjungan kali ini Portal Cirebon mendapat kesempatan berharga yakni ngobrol-ngobrol dengan salah sat tetua setempat. Obrolan kami yang semula sekitar keramaian pengunjung ketika musim liburan, obrolan kami jadi meluas dan mulai mengerucut pada asal-usul keberadaan Telaga Remis atau yang dalam bahasa masyarakat setempat disebut dengan nama Talaga Reumis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Objek wisata Talaga Reumis yang terletak di Desa Kadeula Kec. Pasawahan Kab. Kuningan ini memang selalu sesak dikunjungi pleh pengunjung, baik oleh pengunjung yang ada disekitar Kabupaten Kuningan sendiri maupun dari kabupaten-kabupaten sekitarnya seperti dari Kab. Cirebon, Tegal. Sumedang, Ciamis, Brebes, hingga Bandung. Talaga Reumis memang memiliki panorama yang indah dengan hutan pinus dan sebuah telaga  yang bentuknya menjorok kira-kira panjangnya 120 m dengan lebar 90 m. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping panoramanya yang indah dan asri, objek wisata Talaga Reumis ini juga menyimpan keunikan tersendiri, yakni telaga ini terletak di wilayah yang secara tipografi mustahil terdapat telaga dengan debit air yang tetap dari tahun ke tahun, padahal baik tanaman (hampir semuanya adalah jenis tanaman yang menghisap air) maupun kontur tanah yang dibilang tandus itu di sekitar telaga bukanlah tanah tumbuh yang cocok untuk adanya sebuah telaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dari sinilah kemudian obrolan kami mulai mengerucut ke seputaran asal-usul terbentuknya telaga yang lumayan aneh ini. Dari mulut tetua itu Portal Cirebon mendengar bahwa Talaga Reumis dibuat oleh Prabu Siliwangi, Raja Padjajaran yang namanya hampir menjadi mitos itu. konon pada masa itu, Prabu Siliwangi sedang melakukan pertapaan di hutan batu tersebut. Dan karena kontur tanah yang sedemikian tandus itulah maka untuk memenuhi kebutuhan minumnya selama menyepi di wilayah itu Prabu Siliwangi hanya mengandalkan embun (dalam bahasa Sunda disebut reumis) yang dikumpulkan dengan daun pisang yang dikerucutkan. Setelah rasa hausnya berkurang, Prabu Siliwangi pun membuang sisa air yang terdapat di pincukan daun tersebut seraya berkata; "Ini sisa embun yang pernah menolong saya dari rasa haus, semoga sisanya berubah menjadi telaga yang kelak akan berguna bagi masyarakat sekitar." Aneh, setelah berkata begitu, di antara sela-sela batu di mana sisa embun itu dibuang keluar air yang begitu deras hingga akhirnya membentuk sebuah telaga yang sekarang dikenal dengan nama Talaga Reumis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan konon, masih menurut sang tetua tadi, disamping untuk keperluan bertapa dan menyepi, Prabu Siliwangi pun kerap datang ke tempat ini untuk mengunjungi saudaranya yang bermukim di sekitar situ yakni; Bratalegawa atau Haji Purwa (adik kandung dari Prabu Linggabuwanawisesa yang tewas dalam perang Bubat) yang merupakan orang pertama di Pajajaran yang menganut agama Islam dan juga dengan Ki Gedeng Kasmaya yang lebih dikenal dengan nama Mbah Kuwu Cerbon Girang) karena pada masa itu Cirebon atau Cerbon/Caruban merupakan wilayah yang masuk ke dalam kekuasaan Pajajaran sebelum akhirnya memberontak melawan Pajajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah asal-usul terbentuknya Talaga Reumis menurut penuturan sang tetua yang diceritakan kepada Portal Cirebon.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-8966090434630706927?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/8966090434630706927/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=8966090434630706927' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/8966090434630706927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/8966090434630706927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2010/09/asal-usul-talaga-reumis.html' title='Asal-Usul Talaga Reumis'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-2974838159388166317</id><published>2010-09-25T09:17:00.000-07:00</published><updated>2010-09-25T09:27:50.056-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngalor Ngidul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesenian Rakyat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indramayu'/><title type='text'>Download Tiga Lagu Dian Sastra</title><content type='html'>Siapa penyanyi tarling Cirebon yang saat ini paling populer? Jika Anda adalah penikmat musik Cirebonan, atau setidaknya pemerhati musik Cirebon, terutama untuk musik organnya pasti sepakat dengan jawaban Portal Cirebon, yakni Dian Sastra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, tahun ini memang milik Dian Sastra bersama Amben Gropak-nya. Kenapa lagu Amben Gropak milik Dian Sastra ini begitu digemari oleh masyarakat pecinta musik tarling Cirebon, mungkin jawabannya bakal beragam, mulai dari paras penyanyinya yang cantik dan kerap berbusana seksi, goyangannya hot, musiknya enak untuk bergoyang, hingga lagunya yang easy listening.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, jika kebetulan Anda termasuk penggemar lagu-lagu Dian Sastra dan ingin membenamkan beberapa lagunya ke perangkat mobile Anda seperti hp, mp3 player, dan sebagainya agar bisa selalu mendengar lagu-lagunya kemanapun Anda pergi, maka kali ini Portal Cirebon akan men-share link download lagu Dian Sastra yakni Amben Gropak, Arjuna Ireng, dan Lanang Cobra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penasaran? Ini dia link download-nya (klik pada judul lagunya untuk mengunduh);&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://dc169.4shared.com/download/135936566/e31f288b/02_dian_sastra_-_amben_gropak.mp3?tsid=20100925-113757-13ef04ee"&gt;Amben Gropak&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://dc185.4shared.com/download/221821664/65d42d1a/arjuna_ireng_-_dian_sastra.mp3?tsid=20100925-114119-98b5e44a"&gt;Arjuna Ireng&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://dc193.4shared.com/download/221837174/618b7cb2/lanang_cobra_-_dian_sastra.mp3?tsid=20100925-114200-deab2096"&gt;Lanang Cobra&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat dan selamat menikmati...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-2974838159388166317?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/2974838159388166317/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=2974838159388166317' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/2974838159388166317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/2974838159388166317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2010/09/download-tiga-lagu-dian-sastra.html' title='Download Tiga Lagu Dian Sastra'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-5323468100129164547</id><published>2010-07-15T10:28:00.000-07:00</published><updated>2010-07-15T10:33:05.458-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesenian Rakyat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indramayu'/><title type='text'>Kumpulan Lirik Lagu Aas Rolani</title><content type='html'>Jika Anda merupakan penggemar lagu-lagu tarling Cirebon mestinya tak asing lagi dengan nama Aas Rolani ini. Ya, Aas Rolani memang salah satu ikon dari organ tarling Cirebon yang telah menelurkan begitu banyak lagu tarling yang hits di pasaran. Untuk itulah, sambil menunggu datangnya kembali hasrat untuk menulis pasca berakhirnya World Cup Afrika selatan ini Portal Cirebon akan coba sajikan beberapa &lt;b&gt;lirik lagu milik Aas Rolani&lt;/b&gt; yang diantaranya &lt;b&gt;Mabok Bae, Sewulan Maning&lt;/b&gt;, dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini dia...........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sepanggung Loroan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Aas Rolani&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bli bisa diilangaken&lt;br /&gt;Masih tetep bae kangen&lt;br /&gt;Senajan kita wis pisahan&lt;br /&gt;Ning batin kadang kelingan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sok pengen ketemu maning&lt;br /&gt;Guyonan kaya sing dingin&lt;br /&gt;Sayang wong tuwa bli setuju&lt;br /&gt;Kembang cinta akhire layu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengkenen temen nasibe badan&lt;br /&gt;Cinta putus ning dalan&lt;br /&gt;Senajan mung seumur jagung&lt;br /&gt;Tapi gawe keyungyun&lt;br /&gt;Buktine masih kebayang&lt;br /&gt;Bengen sepanggung loroan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sok pengen ketemu maning&lt;br /&gt;Guyonan kaya sing dingin&lt;br /&gt;Sayang wong tuwa bli setuju&lt;br /&gt;Kembang cinta akhire layu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bareng-Bareng Janji&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Aas Rolani /&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Durung percaya kula ning janjine&lt;br /&gt;Sebab durung ana buktine&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurang apa sih semene sayange&lt;br /&gt;Pengen apa sok ngomonga bae&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dudu emas sing dipengeni&lt;br /&gt;Dudu dunya sing dijaluki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dadi apa nok sing disenengi&lt;br /&gt;Mumpung lintang wulan sing nyakseni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sampeyan bener tresna&lt;br /&gt;Sun pasrah jiwa lan raga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakang bli bakal bohongan&lt;br /&gt;Yen bohong kakang sumpae edan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yu bareng-bareng janji&lt;br /&gt;Muga disakseni ning gusti sing maha sucu&lt;br /&gt;Sapa sing sulaya awas kudu nerima&lt;br /&gt;Ning cobaane kang kuasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Durung percaya kula ning janjine&lt;br /&gt;Sebab durung ana buktine&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurang apa sih semene sayange&lt;br /&gt;Pengen apa sok ngomonga bae&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sewulan Maning&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Aas Rolani&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunggu kang sewulan maning&lt;br /&gt;Yen sampeyan pengen kesanding&lt;br /&gt;Aja water sun ingkar janji&lt;br /&gt;Yen wis kodoh pasti bakal dadi siji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rong taun kita pisahan&lt;br /&gt;Nahan rindu ninggal kenangan&lt;br /&gt;Kiyen tanggung sewulan maning&lt;br /&gt;Sabar kakang aja luru ganti dingin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta cerita impian kita&lt;br /&gt;Kakang besuk pasti kelaksana&lt;br /&gt;Rindu rintihan sing jero kalbu&lt;br /&gt;Kakang sewulan maning ketemu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulane kang ayu dedonga&lt;br /&gt;Muga ana restu sing kang kuasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rong taun kita pisahan&lt;br /&gt;Nahan rindu ninggal kenangan&lt;br /&gt;Kiyen tanggung sewulan maning&lt;br /&gt;Sabar kakang aja luru ganti dingin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mabok Bae&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Aas Rolani&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aduh pusing kang&lt;br /&gt;Duh aduh pusing&lt;br /&gt;Pusing tujuh keliling&lt;br /&gt;Rumah tangga langka senenge&lt;br /&gt;Sampeyane mabok bae&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba mikir kang dipikir dingin&lt;br /&gt;Apa kakang bli isin&lt;br /&gt;Wong mekaya langka luwihe&lt;br /&gt;Saben dina mabok bae&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih mending kang mabok dunya&lt;br /&gt;Bisa nyukupi keluarga&lt;br /&gt;Aja maboke mabok minuman&lt;br /&gt;Bisa berantakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aduh pusing kang&lt;br /&gt;Duh aduh pusing&lt;br /&gt;Pusing tujuh keliling&lt;br /&gt;Rumah tangga langka senenge&lt;br /&gt;Sampeyane mabok bae....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat ini saja dulu yang bisa Portal Cirebon bagi kepada pembaca semua, tapi bagaimanapun laman ini pasti akan sering di update ketika lagu-lagu yang dipopulerkan oleh Aas Rolani ini selesai Portal Cirebon tulis. Maklum saja, metode penulisan yang digunakan adalah cara yang manual yakni menuliskannya sambil mendengarkan lagu tersebut. Oh iya, jika ternyata ada penulisan lirik yang ternyata meleset mohon dikoreksi, karena memang cara penulisan yang manual tersebut.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-5323468100129164547?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/5323468100129164547/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=5323468100129164547' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/5323468100129164547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/5323468100129164547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2010/07/kumpulan-lirik-lagu-aas-rolani.html' title='Kumpulan Lirik Lagu Aas Rolani'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-1547328238608084746</id><published>2010-07-11T15:09:00.001-07:00</published><updated>2010-07-11T15:12:50.871-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngalor Ngidul'/><title type='text'>Spanyol Juara World Cup untuk Kali Pertama</title><content type='html'>Meski sedikit kecewa atas hasil pertandingan final antara Belanda Vs. Spanyol yang berakhir 0-1 dengan gol semata wayang dari Andreas Iniesta di menit-menit terakhir babak tambahan (116"), Portal Cirebon yang memang mendukung Belanda sejak awal harus legowo mengucapkan selamat kepada Timnas Spanyol dan pendukungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi terlepas dengan hasil ramalan Paul si gurita maupun Dedy Corbuzier, Spanyol memang layak jadi juara. Dengan gaya menyerang yang lebih rapi dengan penyelesaian akhir yang lebih tenang. Hal itu kontras sekali dengan penyelesaian akhir yang terlihat terburu-buru ketika Belanda mendapat peluang. Tengok saja bagaimana ketika Robben  berhadapan head to head dengan Iker Casillas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apapun, juara baru World Cup telah lahir dan kita semua selaku penikmat sepak bola terpuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, selamat untuk Spanyol..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-1547328238608084746?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/1547328238608084746/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=1547328238608084746' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/1547328238608084746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/1547328238608084746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2010/07/spanyol-juara-world-cup-untuk-kali.html' title='Spanyol Juara World Cup untuk Kali Pertama'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-720948157482160612</id><published>2010-07-08T07:01:00.000-07:00</published><updated>2010-07-08T07:11:26.616-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngalor Ngidul'/><title type='text'>Menyongsong Juara Baru World Cup</title><content type='html'>&lt;a href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs146.snc4/36674_1424843275088_1652944848_31054416_5063321_n.jpg"&gt;&lt;img  style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 258px; height: 227px;" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs146.snc4/36674_1424843275088_1652944848_31054416_5063321_n.jpg" border="0" alt=""&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini ketika  world cup mulai memasuki babak knock out yang mendebarkan, &lt;a href="http://portalcirebon.blogspot.com/"&gt;Portal Cirebon&lt;/a&gt; jadi sedikit terlantar. Saya yang biasanya menyempatkan diri untuk menulis pada malam hari antara jam 9 hingga 11 malam harus sedikit kerepotan mengatur waktu karena jam-jam menulis itu kini terpakai untuk menonton pertandingan sepak bola. Dan kalaupun tak ada pertandingan di jam-jam itu biasanya saya pakai untuk tidur supaya pada dini hari bisa bangun untuk menonton pertandingan yang berlangsung dini hari. Jadilah, dengan adanya world cup itu ada yang harus saya korbankan demi tak melewatkan berbagai pertandingan. Karena saya pikir, world cup ini hanya berlangsung 4 tahun sekali maka saya harus memilih world cup ini ketimbang blog, hehehe. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kenapa tak menulis di siang hari? Siang hari jelas saya pakai untuk bekerja dong ah. Mosok kerja sambil ngurusin blog yang tak seberapa mana menghasilkan trafik ini. Bisa-bisa saya kena SP dari atasan karena asik ngeblog di jam-jam kerja. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, untuk posting kali ini apa yang ingin dibahas blog tak seberapamana menghasilkan trafik pengunjung ini? Untuk sementara sih tak ada dulu yah. Biasalah, kalau sedikit kelamaan tak nulis biasanya ide itu suka mampet. Bingung mau nulis apaan. Tapi yang jelas, untuk world cup kali ini ada beberapa catatan yang ingin saya bagi perihal pemain-pemain mahal yang bersinar di klub besar dari mulai Messi, C. Ronaldo, hingga Rooney, pun begitu dengan tim-tim mapan langganan final seperti Argentina, Italia, Prancis, Brazil, Inggris dan sebagainya. Entah kenapa bintang pemain besar itu gagal bersinar di world cup Afrika Selatan ini. Kalau masalah suhu dingin, saya pikir harusnya tak boleh menyurutkan performa pemain professional dong yah. Mereka kan memang dibayar untuk ok in all condition. Dan di klub mereka, hal itu jelas sudah jauh-jauh hari diterapkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membuat pemain bintang maupun tim besar gagal bersinar di Piala Dunia kali ini adalah saya pikir karena memang dunia sepak bola sudah sedemikian meratanya baik pada skil pemainnya maupun tak-tik pelatihnya. Jadi, pemain besar dengan segudang prestasi di klub jelas tidak bisa menjamin bahwa negara yang mereka bela akan otomatis membuat segalanya lebih mudah untuk melenggang ke babak-babak yang lebih krusial. Tengok saja Prancis dan Italia yang memiliki catatan di atas kertas begitu gemilang akhirnya harus legowo pulang lebih awal. Pun begitu dengan Inggris yang hanya mampu bertahan hingga babak kedua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, bagaimana pun juga saya sedikit lega ketika mengetahui bahwa pada akhirnya dengan bertemunya Spanyol dan Belanda di babak final, karena paling tidak dengan bertemunya dua tim Eropa ini akan lahir juara World Cup baru yang akan dicatat sejarah. Jujur saja, saya memang menjagokan Inggris seperti pada word cup-world cup maupun Piala Eropa yang lalu-lalu. Dan saya juga sedikit geregetan ketika ternyata gol Lampard dianulir wasit (lihat gambar di atas). Tapi ya sudahlah, inilah sepak bola dengan segala varia dan kontroversinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas kalau boleh ikut meramal layaknya Dedi Corbuzier atau Paul si Gurita, saya dengan mantap memprediksikan Belanda yang akan jadi juara kali ini dengan skor yang tipis antara 1-0 hingga 2-1. Memang sih, permainan Belanda di World Cup kali ini tak terlalu kental ciri total football-nya tapi jelas dengan kebijakan itu barisan belakang Belanda akan lebih terlihat kokoh dari sebelum-sebelumnya. Dan, Spanyol jelas akan kerepotan menghadapi Belanda yang luwes dan tak kaku seperti yang ditunjukkan tim Jerman pada semi final kemarin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya, mari sambut Belanda jadi juara baru setelah penantiannya yang panjang itu... :))&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-720948157482160612?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/720948157482160612/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=720948157482160612' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/720948157482160612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/720948157482160612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2010/07/menyongsong-juara-baru-world-cup.html' title='Menyongsong Juara Baru World Cup'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-1212233983031852214</id><published>2010-07-01T06:50:00.000-07:00</published><updated>2010-07-01T06:53:44.716-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Alam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Rakyat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata ziarah'/><title type='text'>Kura-kura Belawa nan Keramat</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.bipnewsroom.info/images/kura_kura_belawa.jpg"&gt;&lt;img style="float:left;margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer;cursor:hand;width:258px; height:227px;" src="http://www.bipnewsroom.info/images/kura_kura_belawa.jpg" border="0" alt=""&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kura-kura Belawa adalah sebuah spesies kura-kura yang memiliki bentuk fisik yang berbeda dengan kura-kura kebanyakan di tempat lain manapun yakni berpenampang tempurung yang mirip lembaran buku jika di buka menjadi dua bagian. Sigar jambe, begitu orang Cirebon biasa mengistilahkan batok kura-kura ini karena memang kura-kura ini memiliki belah memanjang tepat ditengah-tengah tempurungnya. Mengenai kata Belawa yang mengiringi kura-kura dengan nama latin &lt;i&gt;Amdya Cartilaginea&lt;/i&gt; ini sendiri karena memang kura-kura jenis ini konon hanya bisa ditemukan di Desa Belawa, Kecamatan Lemah Abang, Kabupaten Cirebon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan seperti halnya di beberapa daerah di Indonesia ketika ada sebuah benda atau lainnya memiliki bentuk yang agak menyimpang dari mainstream maka tentu selalu ada cerita legenda yang menyertai keberadaannya, pun begitu dengan kura-kura Belawa ini. Konon menurut penuturan dari masyarakat setempat, kura-kura ini adalah jelmaan dari sobekan Al-Qur'an yang dilempar ketengah kolam pada zaman dahulu oleh seorang pemuda yang memiliki wajah dua warna bernama Jaka Saliwah, untuk lebih jelasnya mengenai mitos yang berkembang ini sendiri Portal Cirebon kurang begitu tahu detailnya, hanya saja dengan keberadaan cerita ini membuat kura-kura Belawa dianggap sebagai kura-kura keramat yang tak boleh dibunuh, dibawa keluar dari Desa Belawa dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita kaji lebih dalam, secara psikologis, dengan adanya mitos yang berkembang ditengah-tengah masyarakat itu setidaknya memiliki beberapa keuntungan bagi kelangsungan hidup dari kura-kura purba itu sendiri yang diantaranya binatang tersebut bisa terhindar dari kepunahan akibat diburu oleh manusia-manusia yang tak bertanggung jawab. Memang, selain mitos tersebut secara hukum kura-kura ini sudah menjadi binatang yang dilindungi oleh pemerintah daerah melalui Surat Keputusan Bupati No. 522.51 tahun 1993 tentang flora dan fauna khas Cirebon yang harus dilindungi dan juga Perda No. 13 tahun 1997 dengan ditetapkannya Desa Belawa menjadi kawasan suaka margasatwa. Tapi tentu, yang paling berperan penting untuk tetap lestarinya kura-kura Belawa ini adalah adanya mitos itu sendiri yang diantaranya menyiratkan bahwa jika ada yang berani membawa kura-kura ini keluar dari Desa Belawa maka orang tersebut akan mendapat musibah.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai bentuk, ciri-ciri dan penampilan kura-kura Belawa ini sendiri, adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Warna tempurung hitam pekat dan mengkilap&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Bentuk tempurung dari kura-kura ini seperti yang Portal Cirebon sampaikan di atas memiliki bentuk tempurung yang belah memanjang di bagian tengah dengan sisi yang sedikit melengkung.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Berat kura-kura ini berbobot antara 20 sampai 80 kg&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Mampu berumur hingga 50 tahun&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Lebih suka tinggal di air yang memiliki Lumpur pekat&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari-hari tertentu Desa dengan kura-kura unik ini akan banyak dikunjungi oleh peziarah yang mengharapkan berkah maupun yang sekedar berekreasi. Hal ini, wajar terjadi karena memang disamping adanya kura-kura Belawa, di desa ini sendiri memiliki beberapa tempat lainnya yang juga dipercaya oleh penduduk sekitar mempunyai kekeramatan tersendiri yang diantaranya adalah Sumur Pamuruyan yang konon selalu dipakai oleh Jaka Saliwa untuk berwudhu dan berkaca untuk melihat perubahan mukanya, mata air Cikuya, batu cadas yang tak boleh diinjak, batu yang dekat dengan pohon kilayu yang dilatar belakangi dengan cerita Nyi Burintik dan sebagainya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-1212233983031852214?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/1212233983031852214/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=1212233983031852214' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/1212233983031852214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/1212233983031852214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2010/07/kura-kura-belawa-nan-keramat.html' title='Kura-kura Belawa nan Keramat'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-1625966904058059698</id><published>2010-06-29T07:28:00.000-07:00</published><updated>2010-06-29T07:39:29.322-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngalor Ngidul'/><title type='text'>Bagi yang Ingin Berjualan Pulsa Electronic</title><content type='html'>Pada kesempatan kali ini untuk menutup bulan Juni, &lt;a href="http://portalcirebon.blogspot.com/"&gt;Portal Cirebon&lt;/a&gt; akan mencoba menawarkan kepada siapa pun yang ingin berjualan pulsa electrik ataupun untuk dipakai sendiri. Harga yang sangat bersaing dan tentu saja dengan garansi bahwa server kami sangat cepat dalam bertransaksi yang bisa Anda buktikan sendiri. Dari beberapa mitra kami yang konon sudah membandingkan dengan beberapa penyedia multi product di Cirebon bahwa server kami memang lebih cepat dalam bertransaksi. Hanya dalam hitungan detik saja, beliau mengaku sudah mendapatkan laporan transaksinya. Pun begitu ketika komplain, baik melalui sms maupun telepon, langsung ditanggapi tak seperti penyedia multi product lain yang biasanya sangat sulit dihubungi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membuktikan janji kami ini, silahkan coba sendiri. Untuk pertama, cobalah dulu dengan melakukan deposit terkecil misalnya Rp. 50.000 untuk membuktikan apakah yang kami janjikan ini memang sesuai kenyataan atau hanya omong kosang belaka. Jika ternyata janji kami ini tak sesuai dengan kenyataan di lapangan, dipersilahkan untuk tidak melanjutkannya. Seperti kata idiom marketing, "Jika Anda tak puas dengan layanan kami maka dipersilahkan untuk memberitahu kami, tapi jika Anda puas dengan pelayanan kami maka dimohon kepada Anda untuk memberitahu orang lain." Untuk lebih jelas tentang product yang kami tawarkan, dipersilahkan untuk mempelajarinya di bawah ini........       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;font face="Arial" size="14" color="#ff0000"&gt;&lt;b&gt;Balin Cell&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;(MULTI PRODUK VOUCHER ELECTRIC)&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;Alamat: Jl. Sumur Gempol Desa Cidenok Kec. Sumberjaya Kab. Majalengka&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;Hp. 0878 2951 2101 / 0813 1313 7539&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;A. CARA MENDAFTAR&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Cara mendaftar untuk menjadi reseller Multi Product kami sangat mudah. Anda hanya perlu SMS ke nomor 0878 2951 2101 / 0813 1313 7539 dengan format sebagai berikut: &lt;B&gt;DAFTAR.NAMA ANDA.NO HP UNTUK TRANSAKSI.1234.&lt;/B&gt; Contoh: &lt;B&gt;DAFTAR.BUDI.087829777777.1234&lt;/B&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Setelah pendaftaran diterima, langkah selanjutnya adalah Deposit Via Bank:&lt;br /&gt;- BCA : No. Rek. 1340914313 a.n Agus Rukmana JS&lt;br /&gt;- BNI : No. Rek. 0099889695 a.n Agus Rukmana JS&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Langkah berikutnya adalah sms ke nomor Hp. 0878 2951 2101 / 0813 1313 7539 dengan menyertakan balasan transaksi suksesnya.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Dan begitu Anda mendapat Deposit dari kami, Anda pun bisa langsung melakukan transaksi.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;B. CARA TRANSAKSI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Order Pulsa ke-1&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Format: Kode produk.No Hp.PIN (kirim ke sms center)&lt;br /&gt;Contoh: SR5.081324000000.1234 (kirim ke sms center)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Order Pulsa ke-2&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Format: Kode produk.No Hp.PIN#2 (kirim ke sms center)&lt;br /&gt;Contoh: SR5.081324000000.1234#2 (kirim ke sms center)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Order Pulsa lebih dari 1 transaksi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Format: Kode produk.No Hp,Kode Produk.No Hp.PIN (kirim ke sms center)&lt;br /&gt;Contoh: SR5.081324000000, IR10.085700000000.1234 (kirim ke sms center)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Komplain&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Format: INFO.Pesan.PIN (kirim ke sms center)&lt;br /&gt;Contoh: INFO.Trx XR5 belum masuk.1234 (kirim ke sms center)&lt;/li&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Cek Deposit&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Format: DEP.PIN (kirim ke sms center)&lt;br /&gt;Contoh: DEP.1234 (kirim ke sms center)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Ganti PIN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Format: GP.PIN baru.PIN lama (kirim ke sms center)&lt;br /&gt;Contoh: GP.9999.1234 (kirim ke sms center)&lt;/li&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Ganti No. Hp Transaksi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Format: GHP.No Hp baru.PIN (kirim ke sms center)&lt;br /&gt;Contoh: GHP.08179000000.1234 (kirim ke sms center)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Cek Harga&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Format: HARGA.Kode produk1,Kode Produk2,dst.PIN (kirim ke sms center)&lt;br /&gt;Contoh: HARGA.SR20,AR5,dst.1234 (kirim ke sms center)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Rekapitulasi Transaksi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Format: CT.DD/MM/YYYY.PIN (kirim ke sms center)&lt;br /&gt;Contoh: CT.28/07/2010.1234 (kirim ke sms center)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Tambah No. Hp Pararel&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Format: THP.No Hp baru.PIN (kirim ke sms center)&lt;br /&gt;Contoh: THP.081324000000.1234 (kirim ke sms center)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;SMS Center untuk Transaksi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;TELKOMSEL: 085 224 299 444&lt;br /&gt;TELKOMSEL: 085 224 555 333&lt;br /&gt;INDOSAT: 085 723 888 777&lt;br /&gt;INDOSAT: 085 724 818 666&lt;br /&gt;XL: 081 909 944 000&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;C. DAFTAR HARGA PULSA&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Di bawah ini adalah daftar harga pulsa GSM di Balin Cell&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;Daftar Harga untuk Pulsa As&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;TABLE BORDER="2" ALIGN="CENTER"&gt;&lt;TR&gt;&lt;TH&gt;KODE PRODUK&lt;/TH&gt;&lt;TH&gt;NOMINAL&lt;/TH&gt;&lt;TH&gt;HARGA&lt;/TH&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;AR5&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;5.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;5.300&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;AR10&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;10.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;10.300&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;AR25&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;25.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;25.000&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;AR50&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;50.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;49.000&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;AR100&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;100.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;97.200&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;/TABLE&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;Daftar Harga untuk Pulsa Simpati&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;TABLE BORDER="2" ALIGN="CENTER"&gt;&lt;TR&gt;&lt;TH&gt;KODE PRODUK&lt;/TH&gt;&lt;TH&gt;NOMINAL&lt;/TH&gt;&lt;TH&gt;HARGA&lt;/TH&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;SR5&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;5.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;5.300&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;SR10&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;10.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;10.300&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;SR20&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;20.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;20.000&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;SR50&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;50.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;49.000&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;SR100&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;100.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;97.200&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;/TABLE&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;Daftar Harga untuk Pulsa IM3 DAN MENTARI*&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;TABLE BORDER="2" ALIGN="CENTER"&gt;&lt;TR&gt;&lt;TH&gt;KODE PRODUK&lt;/TH&gt;&lt;TH&gt;NOMINAL&lt;/TH&gt;&lt;TH&gt;HARGA&lt;/TH&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;IR5&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;5.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;5.400&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;IR10&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;10.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;10.400&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;IR20&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;20.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;20.400&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;IR25&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;25.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;25.400&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;IR50&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;50.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;49.000&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;IR100&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;100.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;97.200&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;/TABLE&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Untuk produk Indosat khusus internet kodenya: IGR(Nominal) contoh: IGR5.0857240000.1234&lt;/li&gt; &lt;br /&gt;&lt;li&gt;dan untuk khusus sms kodenya: ISR(nominal) contoh: ISR5.0857240000.1234&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;Daftar Harga untuk Pulsa XL&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;TABLE BORDER="2" ALIGN="CENTER"&gt;&lt;TR&gt;&lt;TH&gt;KODE PRODUK&lt;/TH&gt;&lt;TH&gt;NOMINAL&lt;/TH&gt;&lt;TH&gt;HARGA&lt;/TH&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;XR5&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;5.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;5.400&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;XR10&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;10.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;10.400&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;XR25&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;25.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;25.400&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;XR50&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;50.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;49.000&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;XR100&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;100.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;97.200&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;/TABLE&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;Daftar Harga untuk Pulsa Three&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;TABLE BORDER="2" ALIGN="CENTER"&gt;&lt;TR&gt;&lt;TH&gt;KODE PRODUK&lt;/TH&gt;&lt;TH&gt;NOMINAL&lt;/TH&gt;&lt;TH&gt;HARGA&lt;/TH&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;T5&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;5.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;5.400&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;T10&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;10.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;10.400&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;T20&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;20.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;20.400&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;T30&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;30.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;30.000&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;T50&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;50.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;49.000&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;T100&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;100.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;97.200&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;/TABLE&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;Daftar Harga untuk Pulsa AXIS&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;TABLE BORDER="2" ALIGN="CENTER"&gt;&lt;TR&gt;&lt;TH&gt;KODE PRODUK&lt;/TH&gt;&lt;TH&gt;NOMINAL&lt;/TH&gt;&lt;TH&gt;HARGA&lt;/TH&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;AX5&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;5.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;5.700&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;AX10&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;10.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;10.600&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;AX20&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;20.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;20.000&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;AX25&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;25.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;25.000&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;AX50&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;50.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;49.000&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;AX100&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;100.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;97.200&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;/TABLE&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Di bawah ini adalah daftar harga pulsa CDMA di Balin Cell&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;Daftar Harga untuk Pulsa FREN&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;TABLE BORDER="2" ALIGN="CENTER"&gt;&lt;TR&gt;&lt;TH&gt;KODE PRODUK&lt;/TH&gt;&lt;TH&gt;NOMINAL&lt;/TH&gt;&lt;TH&gt;HARGA&lt;/TH&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;R5&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;5.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;5.700&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;R10&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;10.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;10.400&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;R20&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;20.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;20.000&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;R25&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;25.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;25.000&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;R50&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;50.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;49.000&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;R100&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;100.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;97.200&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;/TABLE&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;Daftar Harga untuk Pulsa ESIA&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;TABLE BORDER="2" ALIGN="CENTER"&gt;&lt;TR&gt;&lt;TH&gt;KODE PRODUK&lt;/TH&gt;&lt;TH&gt;NOMINAL&lt;/TH&gt;&lt;TH&gt;HARGA&lt;/TH&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;E5&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;5.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;5.300&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;E10&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;10.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;10.200&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;E25&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;25.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;25.100&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;E50&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;50.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;50.000&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;E100&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;100.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;99.400&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;/TABLE&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;Daftar Harga untuk Pulsa FLEXY&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;TABLE BORDER="2" ALIGN="CENTER"&gt;&lt;TR&gt;&lt;TH&gt;KODE PRODUK&lt;/TH&gt;&lt;TH&gt;NOMINAL&lt;/TH&gt;&lt;TH&gt;HARGA&lt;/TH&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;F5&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;5.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;5.500&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;F10&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;10.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;10.100&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;F20&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;20.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;20.000&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;F50&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;50.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;48.000&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;F100&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;100.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;95.200&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;/TABLE&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;Daftar Harga untuk Pulsa HEPI&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;TABLE BORDER="2" ALIGN="CENTER"&gt;&lt;TR&gt;&lt;TH&gt;KODE PRODUK&lt;/TH&gt;&lt;TH&gt;NOMINAL&lt;/TH&gt;&lt;TH&gt;HARGA&lt;/TH&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;H5&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;5.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;5.300&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;H10&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;10.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;10.100&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;H20&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;20.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;20.000&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;H25&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;25.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;24.500&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;H50&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;50.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;49.000&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;H100&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;100.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;97.200&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;/TABLE&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;Daftar Harga untuk Pulsa SMART&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;TABLE BORDER="2" ALIGN="CENTER"&gt;&lt;TR&gt;&lt;TH&gt;KODE PRODUK&lt;/TH&gt;&lt;TH&gt;NOMINAL&lt;/TH&gt;&lt;TH&gt;HARGA&lt;/TH&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;Y5&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;5.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;5.700&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;Y10&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;10.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;10.600&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;Y20&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;20.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;20.000&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;Y50&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;50.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;49.000&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;Y100&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;100.000&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;97.200&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;/TABLE&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;B&gt;KETERANGAN:&lt;/B&gt;&lt;br /&gt;Harga sewaktu-waktu bisa berubah dengan dan atau tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-1625966904058059698?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/1625966904058059698/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=1625966904058059698' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/1625966904058059698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/1625966904058059698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2010/06/bagi-yang-ingin-berjualan-pulsa.html' title='Bagi yang Ingin Berjualan Pulsa Electronic'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-7453736116203691733</id><published>2010-06-27T08:21:00.000-07:00</published><updated>2010-06-27T08:24:51.850-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesenian Rakyat'/><title type='text'>Makna yang Terkandung dalam Busana Adat Pernikahan Cirebon</title><content type='html'>Sejak setelah tahun 1985, busana pengantin yang lazim digunakan oleh dua keraton Cirebon yakni Kasepuhan dan Kanoman ditetapkan sebagai busana pengantin Cirebon maka busana pengantin kedua keraton tersebut kini resmi sebagai busana adat pengantin Cirebon. Karena berasal dari dua keraton maka busana pengantin Cirebon pun terbagi menjadi dua macam yakni busana pengantin kepangeranan yang berasal dari keraton Kasepuhan dan busana pengantin kebesaran yang berasal dari keraton Kanoman. Tapi, karena kedua keraton tersebut yang memang pada awalnya merupakan keraton yang sama maka tak heran kiranya jika kemudian aksesoris yang dipakai dalam busana pengantin kedua keraton itu memiliki kesamaan satu sama lain, pun begitu dengan makna-makna dari simbol yang terkandung di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa saja busana dan aksesoris yang digunakan pengantin sekaligus makna seperti apa yang terkandung di dalamnya, &lt;a href="http://portalcirebon.blogspot.com"&gt;Portal Cirebon&lt;/a&gt; akan mencoba membahasnya pada postingan kali ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Busana yang dikenakan Pengantin Wanita&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Busana yang dikenakan oleh pengantin wanita untuk menutup bagian atas tubuhnya digunakan kemben hijau yang berhiaskan manik-manik warna keemasan, dan untuk menutup bagian bawah sendiri digunakan kain berlancar dan dodot Cirebonan dengan warna dasar violet muda yang diberi motif dengan bentuk besar-besar di setiap pojokannya. Sedangkan untuk bagian dada hingga ke leher digunakan tratean, yaitu sebuah kain yang berbentuk melingkar yang fungsinya untuk menutup bagian dada, bahu hingga ke belikat. Untuk warna, motif dan bahan yang digunakan untuk teratean ini disesuaikan dengan motif, warna dan bahan yang digunakan untuk kemben agar terlihat senada dan tak terkesan tumpang tindih. Makna yang terkandung dalam teratean ini sendiri adalah berasal dari kata teratai yaitu sejenis bunga yang tumbuh di air dan Lumpur tapi memiliki bunga yang sedemikian indah. Jadi dengan kata lain, makna dari teratean ini adalah bahwa pengantin wanita ini ibarat bunga teratai yang sedang mekar, dan tak penting lagi seperti apa asal-usulnya, dari mana ia berasal, dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk aksesoris yang dipakai pengantin wanita sendiri adalah antara lain mahkota suri berhias permata asem jarot yang dikenakan di kepala yang telah bersanggul. Makna dan simbol yang terkandung dalam mahkota yang terpasang di kepala ini sendiri adalah bahwa mulai hari itu sang mempelai wanita merupakan seorang ratu, baik saat ini selaku pengantin maupun hingga nanti sebagai ratu bagi suami dan rumah tangganya. Disamping itu, dengan memakai mahkota seperti ratu itu di harapkan nantinya dalam mengarungi rumah tangga sang perempuan bersikap layaknya ratu yang tiap laku lampahnya menyorotkan sinar keagungan, menjaga kehormatan suaminya, dan sebagainya. Kemudian aksesoris lain yang dipakai oleh pengantin perempuan adalah untaian bunga melati yang menjuntai dari pelipis hingga ke dada, giwang yang dkenakan di telinga kiri dan kanan, cincin yang dikenakan di kedua jari manis, kalung tiga susun yang seolah-olah tertempel pada teratean untuk menghiasi leher dan dada, kelat bahu berbentuk naga yang dikenakan di bagian lengan dekat bahu yang bermakna bahwa sang pengantin telah siap secara fisik maupun mental untuk mengarungi bahtera rumah tangga, gelang kono yang dipakai di kedua pergelangan tangan yang dari bentuknya yang membulat memiliki makna atau simbol dari kebulatan tekad , sabuk yang melingkar di pinggang yang terbuat dari emas atau logam lain yang disepuh dengan warna keemasan dan yang terakhir adalah selop berhias manik-manik yang motif dan warnanya disesuaikan dengan warna kemben dan teratean pada bagian dada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita amati, busana pengantin dan aksesoris yang dipakai oleh mempelai wanita ini didominasi oleh kedua jenis warna yakni hijau dan kuning. Ini jelas bukan sekedar warna tanpa makna. Warna hijau dalam tradisi Islam merupakan manifestasi dari kata Rahmaan dan kuning sendiri adalah simbol warna untuk kata rahiim. Jadi kedua warna tadi yaitu hijau dan kuning merupakan simbol dari kalimat basmalah yang memang merupakan kalimat yang selalu diucapkan umat Islam setiap akan melakukan sesuatu. Basmalah adalah gerbang dari segala perbuatan kedepan yang akan dilakukan. Untuk itu, dengan hijau dan kuning yang berarti mengucap basmalah, mengingatkan kepada sang pengantin bahwa perkawinan ini haruslah diawali dengan niat baik demi untuk menggapai ridho Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Busana yang dikenakan Pengantin Pria&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pada bagian kepala pengntin pria dikenakan sebuah mahkota yang berbentuk bundar dan menyempit keatas dengan tinggi sekitar 25 cm dan terbuat dari bahan beludru berwarna hijau yang dilapisi dengan emas dan permata di sekeliling lingkarannya. Makna simbolik dari mahkota yang disebut sebagai mahkota Prabu Kresna ini adalah bahwa dengan memakai mahkota ini diharapkan nantinya sang pengantin pria kelak ketika memimpin rumah tangganya memiliki kcakapan seperti halnya prabu Kresna yang dikenal sangat adil, bijaksana, dan tangguh dalam melindungi keluarganya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bagian atas tubuh pengantin pria dikenakan baju oblong berwarna putih atau gading. Baju ini berlengan pendek. Kemudian untuk menutupi bagian dada seperti hanya pada pengantin perempuan, dikenakanlah teratean dengan motif dan warna yang sama persis dengan yang dikenakan oleh pengantin perempuan yang memiliki makna bahwa keduanya memang telah sehati dan seuyunan dalam memutuskan menjadi suami istri. Satu-satunya yang membedakan teratean yang dikenakan oleh pengantin pria dengan pengantin perempuan ini hanyalah pada maalah bentuk saja, disesuaikan dengan lambang yoni dan lingga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bagian bawah, pengantin pria mengenakan celana tiga perempat yang jatuh beberapa centi dibawah lutut. Celana yang pada bagian bawahnya terdapat sulaman benang emas ini terbuat dari beludru yang berwarna senada dengan baju yang dikenakan. Pengantin pria juga memakai kain dodot khas Cirebon dipinggangnya. Lalu di atas dodot batik itu dililitkan satu helai stagen cinde dan diperkuat dengan kamus epek timang yang juga terbuat dari beludru. Tak ketinggalan juga, selendang dan satu boro kewer yang menghiasi kedua pahanya dibagian depan agak menyamping. Dan yang terakhir adalah keris yang dikenakan di bagian pinggang dengan hiasan ombyok dari bunga mawar disela-sela gagangnya. Makna dari keris ini sendiri adalah untuk mengingatkan kepada mempelai pria bahwa dia harus melindungi keluarganya dari bahaya yang datang dari luar. Menjaga keselamatan keluarga merupakan kehormatan terbesar bagi laki-laki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk aksesoris lain yang dipakai hampir sama seperti yang dipakai oleh mempelai perempuan yakni cincin, kalung, kelat bahu berbentuk naga, gelang kono, dan sebagainya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-7453736116203691733?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/7453736116203691733/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=7453736116203691733' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/7453736116203691733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/7453736116203691733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2010/06/makna-yang-terkandung-dalam-busana-adat.html' title='Makna yang Terkandung dalam Busana Adat Pernikahan Cirebon'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-7093822811323692960</id><published>2010-06-24T08:01:00.000-07:00</published><updated>2010-06-24T08:04:14.608-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ritus Budaya'/><title type='text'>Dari Per Aspera Ad Astra ke Cirebon Baru*</title><content type='html'>&lt;i&gt;Oleh: Dhanang Respati Puguh&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Manggala Wacana&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Cirebon telah sejak lama dikenal sebagai kota pantai dan kota pelabuhan. Pada saat berkunjung ke Cirebon pada 1513 Tome Pires menyaksikan bahwa di Cirebon terdapat pelabuhan yang bagus dan ramai dengan kegiatan perdagangan. Pedagang-pedagang Islam menduduki posisi sentral dalam bidang ekonomi dan politik di Cirebon (Kern dan Djajadiningrat, 1973: 14-15). Penguasaan Mataram atas Cirebon pada abad XVII telah menciptakan pergeseran orientasi politik dan ekonomi kerajaan Cirebon. Kesibukan dalam urusan politik dengan kerajaan pedalaman telah membuka kesempatan bagi Verenigde Oost Indische Compagnie (VOC) untuk mulai menancapkan dominasinya atas perdagangan di pelabuhan Cirebon. Setelah perjanjian 7 Januari 1681 antara kerajaan Cirebon dan VOC, keraton Cirebon semakin jauh dari kehidupan kelautan dan perdagangan, karena VOC memegang hak monopoli atas beberapa jenis komoditas perdagangan dan pelabuhan (&lt;i&gt;Gedenkboek der Gemeente Cheribon 1906-1931: 7&lt;/i&gt;). VOC mengembangkan infrastruktur di sekitar pelabuhan, sehingga kawasan ini muncul sebagai pusat bisnis baru dan keraton semakin jauh dari aktivitas ekonomi perdagangan. Di bawah VOC pusat kota bergeser dari keraton ke pelabuhan dan citra Cirebon sebagai kota pelabuhan semakin menguat. Sumber Belanda menyebutkan bahwa pada 1700-an Cirebon lama digambarkan sebagai kota pedalaman (&lt;i&gt;inlandsche stad&lt;/i&gt;) dan kota yang dilecehkan (&lt;i&gt;het geminachte strandnest&lt;/i&gt;) (&lt;i&gt;Weekblad voor Indie&lt;/i&gt;, No. 15, 1918-1919: 407).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kebangkrutan VOC pada 1799, kekuasaan politik kerajaan Cirebon terhadap &lt;i&gt;hinterland&lt;/i&gt; dan kota Cirebon diambil alih oleh pemerintah Hindia Belanda. Peranan pelabuhan dan kota Cirebon sebagai transit barang ekspor-impor dan pusat pengendalian politis kawasan di pedalaman semakin penting. Setelah ditetapkan sebagai pelabuhan ekspor-impor pada 1859, pemerintah Hindia Belanda melakukan pembenahan dan pembangunan berbagai fasilitas sosial (Sulistiyono, 1994: 143-146). Secara politis, kepentingan-kepentingan Belanda di kota Cirebon juga dijamin dengan dijadikannya kota Cirebon sebagai &lt;i&gt;gemeente&lt;/i&gt; pada 1906, yang oleh karena perkembangnnya yang pesat pada 1926 kemudian ditingkatkan statusnya menjadi &lt;i&gt;stadgemeente&lt;/i&gt; (Milone, 1966: 20 dan 109) dengan otonomi yang semakin luas untuk mengatur pengembangan kota. Semboyan "&lt;i&gt;per aspera ad astr&lt;/i&gt;a" (Sampul &lt;i&gt;Gedenkboek der Gemeente Cheribon&lt;/i&gt; 1906-1931 dan &lt;i&gt;Wapen van de Gemeente Cheribon&lt;/i&gt;, ANRI. KIT. 994/30), yang berarti dari duri onak dan lumpur menuju bintang, dalam lambang &lt;i&gt;Gemeente&lt;/i&gt; Cirebon menjadi simbol kemajuan kota ini di bawah &lt;i&gt;gemeente&lt;/i&gt; dan hal itu sekaligus membentuk identitas dan citra Cirebon sebagai kota kolonial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah proklamasi kemerdekaan, pemerintah Kotapraja Cirebon memproduksi simbolsimbol dan identitas kota yang baru dan berbeda dari simbol dan identitas &lt;i&gt;Gemeente Cirebon&lt;/i&gt;, yang bertujuan untuk mengubah citra kota Cirebon yang telah terbentuk pada masa kolonial Belanda. Tulisan ini bertujuan untuk membahas perubahan citra kota Cirebon selama periode 1930-1950-an. Pembahasan difokuskan pada dua masalah utama yaitu wajah dan citra kota Cirebon pada masa &lt;i&gt;gemeente&lt;/i&gt; dan pembentukan identitas dan citra baru kota Cirebon pada awal kemerdekaan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. "&lt;i&gt;Per Aspera Ad Astra&lt;/i&gt;": Wajah Kota Cirebon pada Masa &lt;i&gt;Gemeente&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pada awal abad XIX Cirebon merupakan kota yang jorok dan dilecehkan (&lt;i&gt;Weekblad voor Indie&lt;/i&gt;, No. 15, 1918-1919: 407). Sampai dengan awal abad XX citra ini belum berubah. Keadaan Cirebon tidak teratur, kotor, becek, penuh lumpur dan comberan, serta tidak mempunyai saluran pembuangan air limbah rumah tangga. Akibatnya, setiap tahun ketika musim hujan Cirebon selalu terkena banjir dengan ketinggian mencapai sekitar satu meter di dalam rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelancaran aliran air sungai sangat tergantung pada pasang-surut air laut. Ketika laut pasang, sampah dan kotoran yang telah terendam air laut masuk ke dalam sungai dan kemudian menjadi tumpukan yang tebal di muara sungai. Tumpukan kotoran yang telah terendam air asin ini menaburkan aroma yang tidak sedap. Penduduk menyebut sungai yang mengalir di dalam kota dan menimbulkan bau tidak sedap yang menyengat itu dengan nama "Kali Bacin". Lingkungan di sekitar pantai gersang dan udara terasa lebih panas, sehingga di kalangan masyarakat Cirebon berlaku ungkapan "barang siapa akan menetap di Cirebon, haruslah berkenalan dahulu dengan 'penyakit' panasnya. Jika sudah tertimpa, barulah ia diakui sah sebagai penduduk Cirebon" (Dahlan, 1956: 67).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Gemeente Cirebon&lt;/i&gt; membuat kebijakan-kebijakan yang bertujuan untuk mengubah kondisi dan citra kota Cirebon itu. &lt;i&gt;Gemeente Cirebon&lt;/i&gt; dengan semboyan "&lt;i&gt;per aspera ad astra&lt;/i&gt;" yang tertera di dalam lambangnya memberikan petunjuk arah kebijakan pembangunan kota Cirebon  pada masa awal abad XX. Semboyan itu mengandung sebuah semangat untuk membangun kota dalam mencapai kemakmuran. Sudjana (1996: 192, dan wawancara pada 30 Januari 2005) mengartikan "&lt;i&gt;per aspera ad astra&lt;/i&gt;" sebagai "dari duri onak dan rawa-rawa menuju bintang". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan informasi Sudjana itu, bintang merupakan simbol cita-cita tertinggi yang hendak dicapai. &lt;i&gt;Gemeente&lt;/i&gt; Cirebon bermaksud untuk mengubah keadaan kota yang semula dipenuhi semak berduri dan rawa-rawa, baik dalam pengertian harfiah maupun sebagai metafora Cirebon yang terbelakang dan belum berkembang, menuju sebuah keadaan menyerupai bintang, suatu titik cahaya tempat orang mengarahkan pandangan kepadanya. Apabila hal ini dikaitkan dengan unsur pembentuk lambang &lt;i&gt;gemeente&lt;/i&gt;  tentang laut yang divisualisasikan melalui gambar jangkar dan ombak besar bergulung, dapat ditafsirkan tentang kedudukan dan peranan penting laut Cirebon dalam perdagangan yang dijadikan arah pengembangan kota Cirebon sebagai kota pelabuhan yang berorientasi internasional di bawah pemerintah kolonial Belanda (Lihat &lt;i&gt;Wapen van de Gemeente Cheribon&lt;/i&gt;, ANRI. KIT. 994/90).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya-upaya yang dilakukan oleh &lt;i&gt;Gemeente Cirebon&lt;/i&gt; adalah memperbaiki dan membangun prasarana yang dapat mengubah kondisi fisik dan citra kota Cirebon. Jenis-jenis prasarana sosial yang dibangun meliputi pengadaan prasarana air bersih, prasarana kesehatan, dan penerangan jalan. Kesulitan air bersih merupakan persoalan yang dihadapi oleh kota Cirebon sejak abad XIX.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan ini sangat menyulitkan penduduk dalam pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari dan perusahaan-perusahaan yang berkedudukan di pelabuhan. Oleh karena itu, pemerintah kolonial Belanda membangun fasilitas untuk penyediaan air bersih melalui pembuatan saluran dan sumur artetis. Sejalan dengan peningkatan kebutuhan air bersih yang disebabkan oleh pertambahan penduduk dan kepentingan pelabuhan, pada 1930 &lt;i&gt;Gemeenteraad&lt;/i&gt; Cirebon membangun sebuah proyek air bersih yang diambil dari sumber air Cipanis ("Watervoziening" 74-78). Program yang lain adalah menciptakan kebersihan kota. Upaya-upaya untuk menciptakan kebersihan kota dilakukan oleh &lt;i&gt;Gemeente&lt;/i&gt; Cirebon secara simultan melalui pembuatan saluran air, penghilangan genangan air limbah dan hujan, pembuangan sampah dan kotoran, dan pembuatan kakus dan pemandian umum. Kegiatan-kegiatan itu juga berkaitan dengan upaya &lt;i&gt;Gemeente&lt;/i&gt; Cirebon dalam pemberantasan penyakit malaria ("Malaria Bestrijding": 93). Kali Bacin yang dianggap sebagai salah satu sumber penyakit akibat bau tidak sedap yang menyengat dan membuat lingkungan menjadi kumuh ditutup pada 1917. Penutupan dilakukan melalui pengurugan dan area bekas Kali Bacin berubah menjadi jalan, gedung, dan pabrik rokok British-American-Tobacco-Comp (Dahlan, 1956: 68). Untuk mendukung program di bidang kesehatan masyarakat, &lt;i&gt;Gemeente&lt;/i&gt; Cirebon mendirikan Rumah Sakit Oranje, yang diresmikan penggunaannya pada 31 Agustus 1921 dan mulai beroperasi pada 1 September 1921 ("Gemeentelijk Ziekenhuis Oranje": 119-121).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitan dengan usaha untuk memperindah kota, &lt;i&gt;Gemeente&lt;/i&gt; Cirebon melengkapi jalanjalan dengan lampu-lampu penerangan yang mulai dilakukan pada tahun 1915. Konsesi usaha ini diberikan kepada NV Maatschappij tot Exploitatie van Lichtfabrieken yang pada 1924 digantikan oleh Nederlandsch Indie Gas-Mij. Jalan-jalan yang diberi penerangan adalah jalan-jalan umum yang menjadi tanggung jawab &lt;i&gt;Gemeente&lt;/i&gt; Cirebon ("&lt;i&gt;Straatverlichting&lt;/i&gt;": 105). Dengan adanya kebijakan-kebijakan tersebut, pada 1925 dapat disebut sebagai awal pertumbuhan kota Cirebon, karena pada saat itu upaya-upaya &lt;i&gt;gemeente&lt;/i&gt;  untuk menyelesaikan berbagai permasalahan kota Cirebon mulai menunjukkan hasilnya. Banjir sudah mulai berkurang, karena di tempat-tempat yang rawan banjir, misalnya Cirebon Selatan telah dipasang pompa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Demikian halnya dengan limbah rumah tangga dan genangan air hujan telah dialirkan melalui parit-parit bawah tanah. Melalui kebijakan-kebijakan tersebut kota Cirebon terlihat lebih bersih dan indah. Selain itu juga dilakukan pembangunan jalan-jalan baru, perbaikan dan pengaspalan jalan, dan pembangunan trotoar yang diberi aneka tanaman peneduh (Dahlan, 1956: 68). Sampai dengan 1930 &lt;i&gt;gemeente&lt;/i&gt; Cirebon telah berhasil mewujudkan semboyan "&lt;i&gt;per aspera ad astra&lt;/i&gt;". Keberhasilan itu tampak dari keadaan kota Cirebon yang menjadi lebih teratur, bersih, dan indah, serta keterpenuhan kebutuhan dasar penduduknya seperti air bersih, perumahan, dan sarana kesehatan. Itulah citra yang berhasil dibangun oleh &lt;i&gt;gemeente&lt;/i&gt;  Cirebon atas kota Cirebon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prestasi ini diakui pula oleh sebagian warga kota Cirebon. Mereka berpendapat bahwa &lt;i&gt;gemeente&lt;/i&gt; Cirebon memperhatikan kemajuan. &lt;i&gt;Gemeente Ziekenhuis Oranje&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Raadhuis&lt;/i&gt; menjadi kebanggaan warga kota Cirebon (lihat koleksi ANRI. KIT. 184/38 dan 357/43), karena merupakan bangunan-bangunan yang dianggap paling megah dan indah di Jawa Barat (&lt;i&gt;Kepentingan Ra'jat&lt;/i&gt;, 8 Pebruari 1933). Di balik kebanggaan dan pengakuan warga kota terhadap prestasi &lt;i&gt;Gemeente&lt;/i&gt; Cirebon, terdapat pencitraan yang lain atas kota Cirebon. Jalan-jalan di kota Cirebon secara umum belum dilengkapi dengan penerangan yang cukup dan jalur lalu lintas belum ditata dengan baik, sehingga sering terjadi kecelakaan. Selain itu, menurut penuturan seorang pelancong, jalan-jalan di kota Cirebon juga masih banyak yang "diserang penyakit cacar", &lt;i&gt;legok-legok&lt;/i&gt; tergenang air. Kondisi ini tidak memberi kenikmatan bagi pengendara kendaraan, terutama sepeda motor (&lt;i&gt;Koemandang Masjarakat&lt;/i&gt;, 25 Mei 1940). Kondisi jalan yang demikian telah menjadi perhatian dari kalangan pers. Namun demikian, Gemeente Cirebon belum memberikan tanggapan atas kritik itu (&lt;i&gt;Poesaka Tjirebon&lt;/i&gt;, 26 Djanuari 1939).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan realitas itu, Abid, seorang warga kota Cirebon, mengatakan bahwa gemeente telah berhasil mengubah wajah kota ini menjadi semarak, terutama di musim kemarau. Namun jika musim hujan, wajah kota Cirebon segera berubah menyerupai samudra. Ia menggambarkannya dengan ungkapan "&lt;i&gt;dari ketiga kaya negara ari rendheng kaya segara&lt;/i&gt;", yang artinya saat kemarau laksana negara, saat penghujan seperti samudra (&lt;i&gt;Kepentingan Ra'jat&lt;/i&gt;, 8 Pebruari 1933). Wajah kota yang kotor menjadi satu permasalahan yang belum dapat diatasi sepenuhnya oleh &lt;i&gt;Gemeente&lt;/i&gt;  Cirebon. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, pencurian, pencopetan, penipuan, dan pemerasan serta prostitusi merupakan fenomena patologi sosial yang sering dijumpai dalam realitas perkotaan Cirebon. Pencurian tidak hanya dilakukan terhadap rumah-rumah Tionghoa, tetapi juga terhadap rumah penduduk bumiputera dan kantor-kantor pemerintah (&lt;i&gt;Koemandang Masjarakat&lt;/i&gt;, 6 dan 15 Juli 1939; &lt;i&gt;Poesaka Tjirebon&lt;/i&gt;, 8 Desember 1938). Pencopetan merupakan bentuk kriminalitas yang frekuensinya selalu meningkat pada setiap bulan puasa (&lt;i&gt;Poesaka Tjirebon&lt;/i&gt;, 17 November 1938). Kasus-kasus penipuan biasanya berupa penggelapan dan penggandaan uang (&lt;i&gt;Kepentingan Ra'jat&lt;/i&gt;, 17 Pebruari 1933). Kasus-kasus pemerasan biasanya terjadi di pelabuhan, perkebunan, pabrik, dan tanah-tanah sewaan (&lt;i&gt;Koemandang Masjarakat&lt;/i&gt;, 6 Juli 1939). Sementara itu, pelacuran merupakan salah satu jenis "kekotoran" kota yang meresahkan masyarakat Cirebon. Para pelacur berkeliaran di sejumlah tempat di kota Cirebon (&lt;i&gt;Kepentingan Ra'jat&lt;/i&gt;, 8 Maret 1933). Walaupun beberapa upaya telah dilakukan untuk mengatasi kriminalitas dan membatasi perluasan prostisusi, namun hal itu tampaknya belum efektif untuk mengatasi masalah-masalah patologi sosial di kota Cirebon. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjadinya kriminalitas dan prostitusi merupakan bukti bahwa &lt;i&gt;Gemeente&lt;/i&gt; Cirebon belum berhasil meningkatkan kesejahteraan warga kota Cirebon (&lt;i&gt;Koemandang Masjarakat&lt;/i&gt;, 6 dan 22 Juli 1939). Pencitraan lain terhadap kota Cirebon itu muncul karena dalam perkembangannya &lt;i&gt;Gemeente&lt;/i&gt; Cirebon tidak secara konsisten menjalankan kebijakan-kebijakan yang telah berhasil mengubah kondisi dan citra kota Cirebon. Sejak 1930-an sampai akhir kekuasaan pemerintah kolonial Belanda, tidak banyak dijumpai program penataan kota secara fisik, yang antara lain disebabkan oleh &lt;i&gt;krisis malaise&lt;/i&gt; yang sedang melanda Hindia Belanda. Selain menyebabkan &lt;i&gt;Gemeente&lt;/i&gt; Cirebon tidak bisa menjalankan program pembangunan, krisis juga telah menyebabkan rakyat berada dalam posisi yang terpuruk. Dalam keadaan ini, kebutuhan mendasar yang dianggap penting dan mendesak oleh rakyat adalah yang berkaitan secara langsung dengan usaha mempertahankan kelangsungan hidup. Kemajuan yang dicapai &lt;i&gt;Gemeente&lt;/i&gt; Cirebon seolah-olah menjadi tidak berarti. Rakyat merasakan kebijakan &lt;i&gt;Gemeente&lt;/i&gt;  Cirebon sebagai beban dan pengabaian hak-hak rakyat. Pada akhirnya, citra Cirebon ditentukan oleh siapa yang berkepentingan membangun citra itu, yang pijakannya dapat ditemukan pada peristiwa yang dianggap sangat berarti bagi kehidupan pihak yang membangun citra tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. "Cirebon Baru": Pembentukan Identitas dan Citra Baru (1946-1950-an)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Gambaran keadaan Cirebon pada masa akhir kekuasaan kolonial Belanda dengan lingkungan yang kumuh sebagaimana dipaparkan di atas merupakan bagian yang belum sama sekali hilang dari realitas Cirebon pada masa awal kemerdekaan. Jepang, dalam masa pendudukannya yang relatif pendek dan lebih mementingkan pertahanan perang, tidak sempat mengubah wajah Cirebon yang kumuh selain dengan membangun lapangan terbang Jatiwangi (&lt;i&gt;Buku Peringatan 50 Tahun Kota Besar Tjirebon&lt;/i&gt;, 1956: 58). Namun keberadaan lapangan terbang tersebut, yang umumnya dipandang sebagai simbol kemajuan dan keberhasilan sebuah kota, tidak menutup kenyataan bahwa kota dan warga kota Cirebon sesungguhnya belum beranjak cukup jauh dari gambaran keadaan yang muncul pada masa kolonial Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lukisan tentang keadaan umum kota Cirebon yang jauh dari kesan bersih dapat dijumpai dalam sebuah tulisan yang disusun oleh O.K. Yaman. la mengatakan bahwa "pemandangan" kota Cirebon didominasi oleh kantor-kantor pemerintah dan swasta, rumah-rumah penginapan, tokotoko, sekolah-sekolah, dan rumah-rumah tinggal di sepanjang tepi jalan utama yang tidak terpelihara. Kesadaran warga kota Cirebon terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan yang rendah tercermin dari keadaan pekarangan rumah yang kotor akibat kebiasaan membuang &lt;i&gt;sungkrah&lt;/i&gt; yang sembrono. Di sepanjang jalan-jalan utama di kota Cirebon mudah ditemukan para pedagang berjualan tidak pada tempat yang ditentukan. Mereka membangun tanpa izin kedai-kedai di atas tanah yang sebenamya bukan untuk lokasi berjualan. Berbagai jenis makanan yang dijual di kedai-kedai dan rumah-rumah makan disajikan tanpa memperhatikan kebersihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesemrawutan kota Cirebon juga tampak dari pemasangan reklame tanpa izin dan di sembarang tempat di jalan-jalan utama (&lt;i&gt;Repoeblik&lt;/i&gt;, 22 Djanuari 1947). Menurut Yaman, semua itu merupakan akibat dari pemahaman tentang kemerdekaan yang keliru. Merdeka dimaknai sebatas sebagai kesempatan untuk bertindak sekehendak hati. Berbagai peraturan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kotapraja Cirebon untuk menata dan menciptakan keindahan kota, mendorong kegiatan perekonomian, dan meningkatkan kesehatan penduduk belum dipahami dengan baik. Sebaliknya, mereka justru melakukan pelanggaran terhadapnya dengan alasan bahwa aturan-aturan itu lebih banyak mendatangkan kesulitan bagi warga kota Cirebon. Bagi Yaman, keadaan dan sikap warga kota Cirebon yang semacam itu menunjukkan bahwa mereka belum mempunyai kesadaran sebagai bangsa yang telah merdeka (&lt;i&gt;Repoeblik&lt;/i&gt;, 22 Djanuari 1947).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, suatu yang dianggap mendesak untuk dilakukan dalam membentuk identitas Cirebon pascakolonial adalah menghilangkan kekumuhan lingkungan kota yang dikatakannya sebagai "sisa Belanda dan restan Jepang" dan sekaligus membangkitkan kesadaran warga kota Cirebon sebagai manusia baru, yakni manusia yang mempunyai kesadaran penuh terhadap hak dan kewajibannya sebagai warga negara yang telah merdeka (&lt;i&gt;Repoeblik&lt;/i&gt;, 23 Djanuari 1947). Kemerdekaan yang telah diperjuangkan menghendaki kesempurnaan negara dan warganya dalam segala aspek kehidupan. Sebagai bangsa yang merdeka, warga kota Cirebon harus mengenal kesehatan, kebersihan, keamanan, ketertiban, keindahan, kecerdasan, keluhuran budi, dan kemajuan dalam segala bidang. Yaman mengonsepsikan kota dan warga kota Cirebon setelah kemerdekaan dengan menyebutnya sebagai "Cirebon Baru" (&lt;i&gt;Repoeblik&lt;/i&gt;, 22 Djanuari 1947).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berkaca pada kebijakan pemerintah kolonial terhadap kota Jakarta dan Bandung, maka untuk mewujudkan "Cirebon Baru" harus dimulai dengan usaha "memperindah" kota Cirebon. Secara empiris keindahan kota ditunjukkan oleh kemunculan bangunan baru, misalnya monumen yang dapat mempercantik lingkungan, dan penataan nama jalan dengan menggunakan nama-nama yang familiar dan sesuai dengan semangat zaman. "Memperindah" kota juga dapat dipahami secara simbolis sebagai usaha untuk memperbaharui jiwa dan hidup warganya (&lt;i&gt;Repoeblik&lt;/i&gt;, 25 Januari 1947).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, di kota Cirebon didirikan sebuah monumen berbentuk tugu di perempatan Jalan Kejaksan untuk memperingati peristiwa itu. Oleh karena tugu itu dibangun untuk memperingati kemerdekaan Indonesia, orang Cirebon menyebutnya sebagai Tugu Proklamasi. Warga kota Cirebon juga biasa menyebutnya sebagai Tugu Kejaksan, karena tugu tersebut terletak di perempatan Jalan Kejaksan (Wawancara dengan Muhammad Hadun Sanusi, 29 Januari 2005). Tugu Proklamasi bukan sekedar sebuah tonggak hampa makna, tetapi merupakan artikulasi dari kelompok tentara, pejuang, dan tentara pelajar serta pimpinan pemerintahan yang didukung berbagai pihak, yang menyatakan dan memperoleh pengakuan telah berperan penting dalam kemerdekaan dan kemudian memegang kendali atas usaha untuk membentuk dan menjaga ingatan kolektif masyarakat terhadapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Heynen (1999: 375), monumen merupakan produk interpretasi sejarah dan identitas kultural dari kelas yang dominan yang layak dan bahkan harus diketahui oleh publik. Oleh karena itu, dapat dipahami mengapa tugu itu didirikan di perempatan Jalan Kejaksan yang merupakan jalan utama di Cirebon. Pemilihan perempatan sebagai ruang untuk mengumumkan gagasan itu tentu bukan tanpa alasan. Ruang bukan hanya dipahami sebagai sesuatu yang boleh digunakan secara bebas, melainkan lebih dilihat sebagai komoditas yang karakternya harus dicari dalam hubungan antara pemanfaatan ruang dan latar kultural masyarakatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Implikasinya, pemanfaatan sebuah ruang tidak hanya berkaitan dengan persoalan apakah pengembangan yang berlangsung di situ dilakukan dengan tujuan yang sepenuhnya disadari, melainkan berkaitan pula dengan penggunaan ruang itu dalam cara yang berbeda atau bahkan berada di luar bentuk asalnya (Andreoli, 1996: 287-288). Sesuai dengan sistem klasifikasi simbolik &lt;i&gt;mancapat&lt;/i&gt;, perempatan merupakan titik tengah atau pusat yang mempertemukan jalan-jalan lainnya dari empat arah mata angin. Dalam sistem klasifikasi ini pusat dihubungkan dengan persepsi tentang kemantapan dan keselarasan (Koentjaraningrat, 1984: 431). Orang-orang dari berbagai tempat dengan bermacam kepentingan dan latar belakang bertemu di titik pusat. Saat datang mereka bisa menjadi siapa saja atau bukan menjadi siapa pun, tetapi di pusat kedirian mereka terlebur. Mereka menemukan dirinya sebagai seseorang yang "baru" di dalam Tugu Proklamasi, sebagai bagian dari "seluruh kekuatan yang ada di Cirebon" yang telah tersentuh dan terliputi "semangat nasionalisme". Dengan begitu, perempatan jalan memainkan dua peran yang berbeda dalam saat yang bersamaan. Di satu sisi perempatan merupakan zona bebas yang boleh dimasuki oleh siapa saja. Namun di sisi lain, dalam waktu yang bersamaan, ia segera mengikat mereka dengan menusukkan suatu kekuatan yang memancar dari titik pusat ke dalam ingatan kolektif warga masyarakat yang berada di keempat penjuru mata angin melalui sebuah peringatan bahwa Indonesia sudah merdeka. Pada titik inilah tugu peringatan itu dapat dilihat sebagai reaktualisasi pengalaman kolektif (Kartodirdjo, 1993: 57) masyarakat Cirebon yang dijadikan landasan pembentukan identitas kota Cirebon pascakolonial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanfaatan ruang untuk pembentukan identitas kota Cirebon pascakolonial juga tampak dalam penamaan jalan. Pada awal kemerdekaan (sekitar tahun 1946) di kota Cirebon muncul nama Jalan Merdeka yang menggantikan Jalan Kali Bacin, dan setahun kemudian muncul nama jalan yang menggunakan nama tokoh pahlawan lokal, yaitu Jalan Kusnan dan Jalan Suratno di Kebon Baru (Wawancara dengan Muhammad Hadun Sanusi, 29 Januari 2005 dan dengan T. D. Sudjana, 30 Januari 2005). Sejak 1917 Kali Bacin yang semula merupakan salah satu sumber kekumuhan lingkungan menjadi salah satu kawasan penting di kota Cirebon setelah area kali tersebut diurug dan dilengkapi dengan jalan, gedung-gedung, dan pabrik. Sementara Kebon Baru merupakan kompleks pemukiman orang-orang Belanda di kota Cirebon. Dengan demikian, Kali Bacin dan Kebon Baru merupakan sebagian dari simbol eksistensi kekuasaan pemerintah kolonial Belanda di kota Cirebon. Oleh karena itu, bisa dipahami jika pembentukan simbol keindonesiaan di kota Cirebon diarahkan ke tempat-tempat yang di dalamnya memuat simbol kolonialisme dengan mengganti nama Jalan Kali Bacin menjadi Jalan Merdeka dan memberi nama jalan di Kebon Baru yang merupakan bekas pemukiman orang-orang Belanda dengan menggunakan nama tokoh-tokoh lokal yang berperan dalam perjuangan kemerdekaan, yaitu Kusnan dan Suratno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sanusi, penamaan jalan-jalan di kota Cirebon dilakukan dengan "mengacu ke Jakarta" (Wawancara dengan Muhammad Hadun Sanusi, 29 Januari 2005). Menurut Heine-Geldern (1972), ibukota negara selain merupakan pusat kegiatan politik juga menjadi pusat kebudayaan dan pusat magis dari seluruh wilayah negara itu. Jarak suatu tempat atau daerah dengan ibukota negara menunjukan tingkat keberadaban penduduk di daerah tersebut. Sejalan dengan pandangan ini, pengabadian peristiwa proklamasi dan hal-hal lain baik menyangkut orang maupun kejadian yang berhubungan dengannya merupakan usaha untuk menjadikan peristiwa itu sebagai bagian dari "pengalaman dekat" suatu komunitas (Geertz, 1992). Peristiwa itu dapat disaksikan dan hadir dalam kehidupan warga kota Cirebon melalui Jalan Merdeka, Jalan Kusnan, dan Jalan Suratno yang selalu mereka lewati. Jalan-jalan tersebut membuat peristiwa proklamasi di Jakarta, yang secara spasial berada di luar Cirebon, hadir dalam kehidupan sehari-hari warga kota Cirebon dan jarak spasial menjadi tidak berarti. Dengan cara itu warga kota Cirebon mengasosikan dirinya dengan, dan membayangkan dirinya menjadi bagian dari, komunitas Indonesia (Anderson, 2001).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian tentang pembangunan Tugu Proklamasi dan penamaan jalan telah ditunjukkan bahwa keduanya merupakan simbol identitas kota Cirebon pascakolonial. Makna simbol-simbol tersebut mengacu kepada proklamasi kemerdekaan dan dengan demikian Tugu Proklamasi dan jalan yang diberi nama pahlawan merupakan simbol keindonesiaan. Melalui simbol itu warga kota Cirebon menyatakan dirinya sebagai manusia baru, yakni manusia yang mempunyai kesadaran terhadap hak dan kewajibannya sebagai warga negara yang telah merdeka, yang dikonsepsikan sebagai "Cirebon Baru".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cirebon Baru" mencakup pembangunan jiwa dan hidup baru yang dilakukan melalui penataan fisik kota untuk menghilangkan kekumuhan lingkungan kota dan penataan sikap dan mental masyarakat. Konsepsi tersebut telah diimplementasikan oleh pemerintah Kotapraja Cirebon melalui program pembangunan baik dalam bentuk penataan fisik kota, penyediaan sarana dan prasarana yang diperlukan warga kota, maupun pengembangan sikap dan mental untuk membedakan warga kota Cirebon pascakolonial dari masa sebelumnya. Pemerintah juga membangun berbagai fasilitas untuk menyelenggarakan layanan publik dalam bidang kesehatan masyarakat, pendidikan, kesejahteraan sosial kaum miskin, kebersihan dan kesehatan lingkungan (&lt;i&gt;Buku Peringatan 50 Tahun Kota Besar Tjirebon&lt;/i&gt;, 1956).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Purna Wacana&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pada masa kolonial Belanda kota Cirebon dicitrakan sebagai kota kolonial, sehingga pembangunan kota ini lebih dimaksudkan untuk memenuhi kepentingan orang-orang Belanda. Keberhasilan mengubah wajah kota Cirebon yang pada beberapa abad lalu digambarkan sebagai kota yang dilecehkan disimbolisasikan dalam lambang Gemeente Cirebon melalui semboyan "&lt;i&gt;per aspera ad astra&lt;/i&gt;". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, sejak 1930-an muncul pencitraan yang berbeda terhadap kota Cirebon yang lahir dari pengalaman keseharian warga bumiputera Cirebon. Dalam pandangan mereka, Cirebon di bawah &lt;i&gt;gemeente&lt;/i&gt; merupakan sebuah kota yang tidak menyenangkan. Keadaan fisik kota yang buruk dan kenyataan bahwa penduduk bumiputera tidak dapat menikmati fasilitas kota  sebagaimana halnya orang-orang Belanda menjadi dasar pembentukan citra tentang kegagalan &lt;i&gt;gemeente&lt;/i&gt; dalam membangun kota Cirebon. Kritik terhadap &lt;i&gt;Gemeente&lt;/i&gt; Cirebon yang dianggap mengabaikan hak-hak rakyat, karena tidak mampu membangun kota dan menyediakan fasilitas bagi warga kota sebagaimana yang diharapkan penduduk bumiputera, menjadi landasan untuk mengembangkan simbol kota pada masa kemerdekaan. Simbol kota Cirebon mengacu pada proklamasi kemerdekaan Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui simbol itu warga kota Cirebon menyatakan dan mencitrakan dirinya sebagai manusia baru, yakni manusia yang mempunyai kesadaran terhadap hak dan kewajibannya sebagai warga negara yang telah merdeka. Hal itu dikonsepsikan sebagai "Cirebon Baru" yang bertujuan untuk membawa Cirebon pada tempat yang terhormat di mata Republik Indonesia. "Cirebon Baru" diwujudkan dengan membangun citra Cirebon sebagai kota &lt;i&gt;republikein&lt;/i&gt;. Simbolisasi kota &lt;i&gt;republikein&lt;/i&gt; dilakukan oleh pihak-pihak yang berperan penting pada masa revolusi, yang kemudian menjadi kelompok dominan, dengan mendayagunakan ruang publik. Pendirian Tugu Proklamasi di perempatan jalan sebagai simbol keindonesiaan dan penamaan jalanjalan di kota Cirebon dengan menggunakan nama-nama pahlawan lokal menunjukkan bahwa gagasan tentang kemerdekaan Indonesia harus menjadi milik publik dan dijadikan sebagai bagian dari ingatan kolektif warga kota Cirebon. Hal itu juga memperlihatkan bahwa ruang publik telah diperlakukan sebagai sebuah komoditas yang pemanfaatannya ditentukan oleh cara kelompok yang dominan, dalam hal ini adalah tentara dan pejuang kemerdekaan, dalam mendefinisikan masa lalu sebagai basis pembentukan identitas Cirebon pascakolonial. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsepsi "Cirebon Baru" juga dijabarkan dan diimplementasikan ke dalam pembangunan dalam berbagai bidang yang mengacu pada kebutuhan mendasar rakyat yang pada masa kolonial kurang mendapatkan perhatian dari &lt;i&gt;Gemeente&lt;/i&gt;  Cirebon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;****&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Judul asli dari makalah di atas adalah: DARI "PER ASPERA AD ASTRA" KE "CIREBON BARU":&lt;br /&gt;Perubahan Citra Kota Cirebon 1930-1950-an&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-7093822811323692960?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/7093822811323692960/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=7093822811323692960' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/7093822811323692960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/7093822811323692960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2010/06/dari-per-aspera-ad-astra-ke-cirebon.html' title='Dari Per Aspera Ad Astra ke Cirebon Baru*'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-1271444778275916363</id><published>2010-06-22T08:15:00.000-07:00</published><updated>2010-06-22T08:24:35.765-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ritus Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peninggalan Wali Songo'/><title type='text'>Perkembangan Keraton Kasepuhan dari Waktu ke Waktu</title><content type='html'>Pada awal berdirinya, sekitar tahun 1452 Keraton Kasepuhan Cirebon hanyalah berisikan satu bangunan saja yakni bangunan Dalem Agung Pakungwati. Bangunan ini memiliki struktur yang khas dengan bangunan bagian bawah menggunakan susunan bata merah dengan ornament wadasan di setiap sisinya. Dan di bagian tengah bangunan adalah sebuah tempat terbuka tanpa dinding dengan pancang tiang kayu di tiap sisi dan bagian tengahnya. Tiang-tiang ini memiliki pondasi umpak berbentuk lesung tanpa ornamen dengan pangkal bagian bawah tiang diberi ukiran dengan motif rucuk bung. Untuk atap sendiri, bangunan ini berbentuk atap bertipe malang sumirang dengan genteng sebagai media penutupnya. Konsep bangunan terbuka dengan tanpa dinding sama sekali baik sebagai penyekat maupun penutup di tiap sisinya menggambarkan bahwa manusia adalah bagian dari alam maka dari itu sudah semestinya menyatu dengan alam sekitar. Tanpa sekat dan tanpa tanpa rekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Z_ICnLG2zho/TCDURx4jVkI/AAAAAAAAAJg/NhL04xO5je4/s1600/KERATON.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 271px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Z_ICnLG2zho/TCDURx4jVkI/AAAAAAAAAJg/NhL04xO5je4/s320/KERATON.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485617748050662978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan berikutnya terjadi pada tahun 1500 M ditandai dengan dibangunnya Masjid Agung Sang Cipta Rasa dan kemudian disusul dengan bangunan lainnya yakni Siti Inggil, Museum Benda Kuno, Kuncung dan  Kutagara Wadasan, Pungkuran, dan Pintu Buk Bacem. Bangunan-bangunan baru tersebut sangat khas dengan ornamen dan struktur bangunan yang mengadopsi dan akulturasi dari berbagai kebudayaan di berbagai tempat yang antara lain hal itu dapat dilihat dari ornamen yang menghiasi tembok bata merah dengan pasangan piring keramik dari China yang memagari kompleks Siti Inggil. Pada bagian depan pintu masuk tersebut terdapat candi Bentar yang khas dengan budaya Hindu Majapahit. Struktur bangunannya sendiri berupa tumpukan bata merah yang saling digesekan antara satu dan lainnya. Di Siti Inggil berdiri lima buah bangunan tanpa dinding beratap sirap uang berderet memanjang dari barat ke timur. Bangunan-bangunan tersebut adalah Mande Pandawa Lima, Mande Malang Semirang atau Mande Jajar, Mande Semar Tinandu, Mande Karesman, Mande Pengiring. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Struktur dan motif yang terdapat pada Mande Pandawa Lima sendiri adalah sebuah bangunan  yang bagian bawahnya terdapat ornamen dengan motif ukiran menyerupai motif wadasan. Untuk dapat diketahui, motif wadasan sendiri sebenarnya adalah motif ukir yang berasal dari kebudayaan China yang kemudian diadopsi menjadi motif lokal yang lazim terdapat di dalam berbagai media seperti pada kain batik, lukisan kaca dan sebagainya. Untuk bagian tengah dari bangunan ini hanya berupa tiang yang berjumlah lima buah, melambangkan rukun Islam. Kemudian pada bagian atas, berupa atap joglo yang terbuat dari bahan sirap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Mande Malang Semirang atau Mande Jajar sendiri tiang tengahnya yang (berukir) 6 buah melambangkan rukun iman, seluruhnya ada 20 tiang, ini melambangkan sifat 20 (sifat Ketuhanan). Berbeda dengan tiang-tiang kayu yang terdapat dalam dalem Agung Pakungwati, tiang-tiang yang terdapat dalam bangunan-bangunan yang ditambahkan di fase kedua perkembangan Keraton Kasepuhan ini memiliki banyak ornamen, baik pada bagian umpaknya (berbentuk lesung dengan ukiran flora berupa motif kangkungan dan motif keliangan yang berasal dari ragam hias Pasundan) maupun pada tiang bagian atasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Mande Semar Tinandu, ciri-ciri yang menonjol dari bangunan ini adalah bagian bawah dari bangunan ini terbuat dari bata merah khas kebudayaan Hindu Majapahit dengan ornamen menyerupai motif wadasan. Untuk bagian tengah, bangunan ini tetap seperti bangunan-bangunan sebelumnya yaitu dibiarkan terbuka dengan dua buah tiang sebagai pancangnya. Dua tiang ini sendiri adalah melambangkan dua kalimat syahadat dengan atap yang bergaya joglo dengan sirap sebagai penutupnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Mande Karesman, pada bagian bawah bangunan ini tersusun dari bahan bata merah dengan ornamen bergaya motif wadasan dengan bagian tengah terdapat delapan tiang dengan pondasi umpak tanpa ornamen yang berjumlah delapan buah. Dan yang terakhir Mande pengiring adalah bagian bawah bangunan yang terbuat dari susunan bata merah dengan ornamen menyerupai motif wadasan. Sedangkan bagian tengah hanya berupa tiang yang berjumlah delapan buah dan bagian atas berupa atap bertumpuk bertipe malang semirang yang terbuat dari bahan sirap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian adalah bangunan Museum Benda Kuno yang memiliki karakteristik yang berbeda dari bangunan-bangunan lainnya yaitu pada bangunan ini sudah menggunakan tembok bata sampai ke atas bangunannya dengan ornamen yang lebih sederhana. Pintu buk bacem dibingkai oleh gapura yang tampak seperti mengadopsi kebudayaan Gujarat yaitu berupa lekungan (vault), namun juga terdapat piring / cawan yang ditempelkan sebagai ornamen, ,dimana piring / cawan tersebut adalah berasal dari kebudayaan Cina. Bangunan pungkuran ini juga terlihat sebagai hasil akulturasi dari dua kebudayaan yang berbeda. Dimana pendopo dengan atap limasan memiliki tiang kolom bergaya Eropa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1529 terjadi pembangunan tahap ketiga yang ditambahkan dalam komplek keraton yaitu antara lain dengan dibangunnya Bale Kambang, Dalem Arum Kedalem, Bangsal Agung, Bangunan Kaputren beserta Paseban Kaputren, Bangsal Pringgadani, dan Jinem Pangrawit, serta Taman Bunderan Dewandaru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1678, terjadi lagi pertambahan bangunan tahap empat dengan ditandainya tambahan bangunan berupa jinem pangrawit. Jinem Pangrawit adalah berupa pendopo yang merupakan bangunan tradisional Jawa namun memiliki elemen kolom yang merupakan hasil akulturasi dari kebudayaan Eropa. Tahap keempat perkembangan Keraton Kasepuhan, pada tahun 1678 terdapat penambahan berupa jinem pangrawit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1682, perkembangan tahap kelima, terdapat penambahan berupa bangsal prabayaksa. Bangsal prabayaksa memiliki ornamen dinding berupa keramik dari Eropa yang sejak pemasangannya hingga saat ini belum pernah mengalami perbaikan. Setiap keramik tersebut menggambarkan/ menceritakan kisah-kisah yang terdapat didalam Injil. Keramik-keramik tersebut membingkai relief bergambar bunga lotus dan burung kakak tua, dimana relief tersebut berasal dari kebudayaan Budha. Pada tahun 1845, perkembangan tahap keenam, terdapat penambahan berupa Gajah Nguling yang merupakan jejak nyata dari pengaruh budaya Eropa terhadap keraton Kasepuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam fase perkembangan Keraton Kasepuhan ini merupakan fase di mana saat-saat terpenting dari Keraton Kasepuhan itu sendiri selaku salah satu kerajaan Islam penting di Pulau Jawa setelah habisnya era Majapahit dan Kerajan Padjajaran.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-1271444778275916363?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/1271444778275916363/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=1271444778275916363' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/1271444778275916363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/1271444778275916363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2010/06/perkembangan-keraton-kasepuhan-dari.html' title='Perkembangan Keraton Kasepuhan dari Waktu ke Waktu'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Z_ICnLG2zho/TCDURx4jVkI/AAAAAAAAAJg/NhL04xO5je4/s72-c/KERATON.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-2300343848766481167</id><published>2010-06-20T07:15:00.001-07:00</published><updated>2010-06-20T07:39:04.853-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makanan Tradisional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Kuliner'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resep Masakan'/><title type='text'>Selametan Tumbuh Gigi Anak</title><content type='html'>&lt;img  style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 158px; height: 127px;" src="http://lh6.ggpht.com/_Z_ICnLG2zho/TB4evxRwpeI/AAAAAAAAAJQ/TrFr2_M9cIs/S640/bubur_gelintir.jpg" border="0" alt=""&gt;&lt;br /&gt; Seperti lazimnya tradisi di tempat Portal Cirebon berada, ketika  seorang anak tumbuh gigi untuk kali pertama maka yang dilakukan oleh orang tua si anak adalah menggelar slametan atau syukuran kecil-kecilan dengan mengirimkan makanan tradisional ke beberapa tetangga sekitar rumah berupa bubur manis dengan beberapa gelintir mirip bakso yang terbuat dari tepung beras. Bubur gelintir, begitulah nama makanan ini dikenal. Portal Cirebon sendiri kurang tahu persis apakah nama makanan ini sama di tempat lain, dan apakah tradisi slametan membuat dan mengirimkan 'bubur gelintir' ini juga terdapat di tempat lain di wilayah tiga Cirebon atau tidak, karena sependek yang Portal Cirebon tahu, tradisi untuk mensyukuri tumbuh giginya sang anak ini memang sudah sangat jarang ditemui. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, siang tadi mumpung sedang ada waktu senggang dan juga sekaligus demi ikut menghidupkan kembali budaya Cirebon yang kian susah ditemui itu, Portal Cirebon pun menyempatkan diri untuk membuat bubur gelintir tersebut dan membagi-bagikannya kepada tetangga sekitar rumah, karena anak kami sekitar 4 bulan yang lalu tumbuh giginya. Agak terlambat memang, tapi kami pikir tak ada salahnya juga toh inti dari selametan ini sendiri adalah untuk ikut berbagi kebahagiaan dengan tetangga sekitar rumah atas tumbuhnya gigi anak kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, meski kami sendiri yang berhajat ingin membuat dan mengirimkan bubur gelintir tersebut, jujur saja kami tidak tahu menahu dengan cara dan proses pembuatannya karena memang semua itu dikerjakan oleh orang tua dan beberapa tetangga rumah dan sama sekali tak ada campur tangan kami di dalamnya. Kami hanya menyediakan bahan-bahan yang diminta untuk membuat bubur gelintir tersebut yang diantaranya adalah tepung beras, tepung tapioca, gula merah, gula pasir, kelapa dan sebagainya, selebihnya kami hanya terima jadi. Jangan ditiru ya, Hehehe......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu jadi, sebelum bubur tersebut kami kirimkan ke para tetangga, oleh orang tua kami diberi kesempatan untuk mencicipinya dan ternyata rasanya memang sangat enak. Legit dan gurih. Rasa manis dari gula merah berpadu dengan tepung beras yang gurih dan tepung tapioca membuat makanan ini sangat khas baik di rasa maupun aroma. Sayang sekali bukan kalau makanan selezat ini bisa sampai punah sama sekali?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-2300343848766481167?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/2300343848766481167/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=2300343848766481167' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/2300343848766481167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/2300343848766481167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2010/06/selametan-tumbuh-gigi-anak.html' title='Selametan Tumbuh Gigi Anak'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/_Z_ICnLG2zho/TB4evxRwpeI/AAAAAAAAAJQ/TrFr2_M9cIs/s72-c/bubur_gelintir.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-4657498596169100479</id><published>2010-06-19T09:53:00.000-07:00</published><updated>2010-06-19T09:55:22.296-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngalor Ngidul'/><title type='text'>Gambaran Istri Zaman Dulu, Kini dan Sekarang</title><content type='html'>Beberapa hari yang lalu &lt;a href="http://portalcirebon.blogspot.com/"&gt;Portal Cirebon&lt;/a&gt; jalan-jalan ke sebuah forum yang sudah lama tak di kunjungi, padahal dulu  pernah begitu aktif di forum tersebut. Banyaknya kerjaan dan buruknya menejemen waktu (terima kasih untuk menejemen waktu yang buruk, hehehe..) membuat Portal Cirebon tak bisa lagi untuk main ke forum tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bukan itu yang ingin dibahas di sini, karena apa menariknya membahas soal dikejar-kejar deadline gara-gara menejemen waktu yang buruk? :) Yang ingin Portal Cirebon bahas adalah soal temuan tiga karikatur  menarik yang menggambarkan tentang tiga tabiat seorang istri zaman di tiga zaman yang berbeda yaitu dulu, kini dan sekarang. Tabiat yang digambarkan memang berlebihan untuk memunculkan efek lucu, tapi jika dipikirkan lagi, gambar tersebut ada benarnya juga lho.. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak. Portal Cirebon sama sekali tidak merasa terancam selaku laki-laki (karena gambar tersebut memang sangat bias gender), tapi hanya saja ketika menyaksikan suami Cut Tari menanggapi video yang mirip istrinya (duh kata mirip ini sebenarnya bikin capek) hanya dengan cengengesan saja itu membuat Portal Cirebon merasa tiga karikatur tersebut menemui pembenarannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata ada gitu lho suami yang santai-santai saja menanggapi kelakuan perselingkuhan dan perzinahan yang dilakukan istrinya. Eh maaf, mirip istrinya.. :) Suami macam itu tentu bukan sabar namanya, tapi aneh kalau tidak bisa disebut bego. Sabar menurut Portal Cirebon tentu bukan di masalah seperti ini. Ini perzinahan, dan memilih sabar ketika menyaksikan perzinahan istrinya? Oh no!! Jangan-jangan si suami pun ternyata tidak cemburu. Naudzubilah, padahal menurut agama yang dia anut, suami yang tak cemburu terhadap istrinya, jangankan masuk surga, baunya pun dia tak berhak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk lebih jelasnya, ini dia tiga karikatur yang Portal Cirebon maksud itu..  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;Istri zaman dulu&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="center" src="http://i34.tinypic.com/swepg4.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;Istri zaman sekarang&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="center" src="http://i36.tinypic.com/332ux6t.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;Istri zaman nanti&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="center" src="http://i38.tinypic.com/2lngtjp.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melIhat ketiga gambar tersebut, Anda menemukan korelasinya di dunia nyata? Semoga sih tidak, hehehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strike&gt;posting tak penting karena nggak tau mau nulis apa lagi&lt;/strike&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-4657498596169100479?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/4657498596169100479/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=4657498596169100479' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/4657498596169100479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/4657498596169100479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2010/06/gambaran-istri-zaman-dulu-kini-dan.html' title='Gambaran Istri Zaman Dulu, Kini dan Sekarang'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i34.tinypic.com/swepg4_th.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-2372709676070830686</id><published>2010-06-17T08:36:00.000-07:00</published><updated>2010-06-17T08:59:05.556-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jalan-jalan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Belanja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indramayu'/><title type='text'>Batik Paoman Indramayu</title><content type='html'>Batik Paoman merupakan batik tradisional yang terdapat di Indramayu. Batik ini menjadi sangat khas karena disamping proses pembuatannya yang menggunakan teknik lukis, juga motif-motif yang dihasilkannya pun sangat tegas baik dalam teknik pewarnaan maupun ilustrasi motifnya dan sama sekali berbeda dengan motif batik yang ada di Indonesia, bahkan dengan batik trusmi yang nota bene merupakan kota tetangga sekaligus sentra batik di Cirebon sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://wiralodra.com/media/batik-dermayon-191x300.jpg"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Paoman sendiri merujuk pada sebuah tempat di Indramayu yang memang sebagian besar masyarakatnya sangat mahir membatik. Ironisnya, keterampilan membatik ini tidak serta merta membuat batik Paoman dikenal luas, seperti halnya &lt;a href="http://portalcirebon.blogspot.com/2009/01/batik-trusmi.html"&gt;batik Trusmi&lt;/a&gt; Cirebon. Mungkin karena kurangnya promosi dan keterampilan membatik ini memang hanya dilakukan di waktu-waktu senggang ketika musim penghujan dimana masyarakat paoman yang sebagian besar berprofesi sebagi nelayan ini sedang tidak melaut karena cuaca buruk.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping nama Batik Paoman, batik ini dikenal juga dengan nama Batik Dermayon yang tergolong beraliran pesisir seperti halnya Cirebon dan Pekalongan. Untuk corak, motif batik Indramayu ini diyakini oleh beberapa ahli dipengaruhi oleh akulturasi kebudayaan dari luar dan beragam unsur seperti kepercayaan penduduknya, lingkungan dan juga adat istiadat setempat. Salah satu kultur asing yang sangat terasa dalam motif batik Indramayu adalah unsur kebudayaan China, di mana unsur-unsur tersebut dapat dikenali dari beberapa motif yang tertuang dalam batik Indramayu seperti Lokcan, Banji dan burung Hong. Bagi masyarakat keturunan China, ketiga unsur tersebut merupakan simbolisasi flora dan fauna yang satu sama lain saling berkait dan bermakna tinggi, yakni harmonisasi hubungan antara manusia dengan alamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping China, kultur dan tradisi yang terbaca dalam motif batik Dermayon juga adalah budaya Arab dengan kaligrafi dan sawat riwe-nya. Untuk unsur-unsur lokal dalam corak batik Dermayon dapat ditemui dalam motif liris yang kental dengan pengaruh Hindu yang di dominasi oleh motif garis miring dan silang, yang dikenal dengan sebutan motif parang atau kawung. Untuk lebih jelas mengenai makna yang terdapat dalam corak Batik Dermayon ini silahkan Anda berkunjung ke &lt;a href="batikpaoman.com/motif.htm"&gt;BatikPaoman.Com&lt;/a&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda tertarik untuk memakai atau mengkoleksi batik Paoman ini, beberapa tempat yang menjual batik Paoman adalah di Jl. Kopral Yahya, Anjun, Indramayu dan atau ke butik milik Hj. Siti Ruminah yang concern menjual dan mengkoleksi berbagai motif batik Dermayon ini di Jl. Siliwangi No. 315/A, Kelurahan Paoman Indramayu, Tlp. (0234) 271151. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Artikel Terkait:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://portalcirebon.blogspot.com/2009/01/batik-trusmi.html"&gt;batik Trusmi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://portalcirebon.blogspot.com/2009/09/sejarah-batik-megamendung.html"&gt;Sejarah Batik Mega Mendung&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Gambar di ambil dari: &lt;a href="http://wiralodra.com/media/batik-dermayon-191x300.jpg"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-2372709676070830686?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/2372709676070830686/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=2372709676070830686' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/2372709676070830686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/2372709676070830686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2010/06/batik-paoman-indramayu.html' title='Batik Paoman Indramayu'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-8463927105422818334</id><published>2010-06-14T08:20:00.000-07:00</published><updated>2010-06-14T08:23:20.616-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info penting'/><title type='text'>Daftar Sekolah Lanjutan Atas di Cirebon Beserta Alamatnya</title><content type='html'>Tahun Ajaran telah selesai dan tahun ajaran baru telah di depan mata. Untuk itu pada kesempatan kali ini Portal Cirebon akan mencoba menyajikan Daftar Sekolah Lanjutan Atas baik itu umum maupun berbasis kejuruan di Cirebon lengkap dengan alamat dan nomor telepon yang bisa dihubungi bagi adik-adik yang telah lulus dari SMP dan ingin melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi. &lt;b&gt;Daftar Sekolah Lanjutan Atas di Cirebon&lt;/b&gt; ini untuk lebih mempermudah pencarian, Portal Cirebon membagi sekolah-sekolah tersebut menjadi tiga kategori yaitu Berbasis Keagamaan (Pesantren dan Aliyah), Umum (SMA) dan Kejuruan (SMK). Semoga bermanfaat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font face="Arial" size="13" color="#ff0000"&gt;&lt;b&gt;Daftar Sekolah Berbasis Keagamaan di Cirebon&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;Madrasah Aliyah Islamic Center&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Tuparev No. 111 CIREBON &lt;br /&gt;Telp. (0231) 244427&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;Madrasah Aliyah Negeri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Kalitengah CIREBON &lt;br /&gt;Telp. (0231) 321078&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;Madrasah Aliyah Negeri 1&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Kantor Pos No. 36 CIREBON &lt;br /&gt;Telp. (0231) 321488&lt;/p&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;Madrasah Aliyah Negeri 2&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Pelandakan No. 1 CIREBON &lt;br /&gt;Telp. (0231) 484510&lt;/p&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;Madrasah Aliyah Negeri 3&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Raya Pilang No. 3 CIREBON &lt;br /&gt;Telp. (0231) 202914&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;MADRASAH Muhammadiyah 4&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Simaja No. 57 CIREBON&lt;br /&gt;Telp. (0231) 233071&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;Pesantren Al-Ikhlas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Kanggraksan 12 RT 003/11 CIREBON&lt;br /&gt;Telp. (0231) 482184&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font face="Arial" size="13" color="#ff0000"&gt;&lt;b&gt;Daftar Sekolah Umum (SMA) di Cirebon&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;Sekolah Terpadu Mandiri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Tuparev No. 20 CIREBON&lt;br /&gt;Telp. (0231)  205702&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMA Al-Irsyad&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Perjuangan No. 31 CIREBON  &lt;br /&gt;Telp. (0231) 480140&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMA Cendrawasih&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Karang Jalak No. 61 CIREBON &lt;br /&gt;Telp. (0231) 235582&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMA Cokroaminoto&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Siliwangi Gg. Kramat No. I 23 CIREBON&lt;br /&gt;Telp. (0231) 209730&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMA Islam Al-Azhar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Tilang Setrayasa No. 17 CIREBON &lt;br /&gt;Telp. (0231) 230822&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMA Kristen&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo No. 24 CIREBON &lt;br /&gt;Telp. (0231) 206024&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMA Mandiri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Tuparev No. 20 CIREBON &lt;br /&gt;Telp. (0231) 246993&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMA Muhammadiyah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Tuparev No. 70 CIREBON &lt;br /&gt;Telp. (0231) 201038&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMA Negeri 1&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Dr Wahidin Sudirohusodo No. 81 CIREBON&lt;br /&gt;Telp. (0231) 208011&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMA Negeri 1 Plumbon&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Yudistira Gg Karangasem CIREBON&lt;br /&gt;Telp. (0231) 321606&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMA Negeri 1 Plumbon&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Sunan Malik Ibrahim No. 4 CIREBON&lt;br /&gt;Telp. (0231) 321261&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMA Negeri 2&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Dr Cipto Mangunkusumo No. 1 CIREBON &lt;br /&gt;Telp. (0231) 203301&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMA Negeri 3&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Ciremai Raya No. 63 CIREBON &lt;br /&gt;Telp. (0231) 487921&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMA Negeri 4&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Brigjen Dharsono No. 47/80 CIREBON &lt;br /&gt;Telp. (0231) 483162&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMA Negeri 5&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Perjuangan Madasem CIREBON &lt;br /&gt;Telp. (0231) 480537&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMA Negeri 6&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Dr Wahidin Sudirohusodo No. 79 CIREBON &lt;br /&gt;Telp. (0231) 208089&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMA Negeri 7&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Perjuangan By Pass CIREBON &lt;br /&gt;Telp. (0231) 482734&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMA Negeri 8&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Pronggol CIREBON &lt;br /&gt;Telp. (0231) 234629&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMA Negeri 9&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Pramuka CIREBON &lt;br /&gt;Telp. (0231) 484431&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMA Negeri Kapetakan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Sekmagelung Kapetakan CIREBON &lt;br /&gt;Telp. (0231) 245200&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMA PGRI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Tuparev No. I 4 CIREBON&lt;br /&gt;Telp. (0231) 201371&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMA PGRI Plumbon&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Balai Desa Karang Mulya CIREBON&lt;br /&gt;Telp. (0231) 323269&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMA Santa Maria&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Sisingamangaraja No. 22 CIREBON &lt;br /&gt;Telp. (0231) 243789&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMA Santa Maria I&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Sisingamangaraja No. 22 CIREBON&lt;br /&gt;Telp. (0231) 243480&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMA Siliwangi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Dr Cipto Bl A/153 CIREBON&lt;br /&gt;Telp. (0231) 211972&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMA Sunan Gunung Jati&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Juriman No. 6 CIREBON&lt;br /&gt;Telp. (0231) 238268&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMA Taman Madya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Perjuangan No. 5 CIREBON&lt;br /&gt;Telp. (0231) 480727&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMA Widya Utama&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Kesambi Baru I No. 55 A CIREBON&lt;br /&gt;Telp. (0231) 209853&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMA Windu Wacana&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Pangeran Drajat No. 59 CIREBON&lt;br /&gt;Telp. (0231) 233069&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font face="Arial" size="13" color="#ff0000"&gt;&lt;b&gt;Daftar Sekolah Berbasis Kejuruan (SMK) di Cirebon&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMF Muhammadiyah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Cideng Indah No. 3 CIREBON&lt;br /&gt;Telp. (0231) 207024&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMK 2 Cirebon&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo CIREBON&lt;br /&gt;Telp. (0231) 204681&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMK Abdi Karya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Abdul Rachman Saleh No. 30 CIREBON&lt;br /&gt;Telp. (0231) 3387791&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMK Al-Musyawirin&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Pengayoman No. 33 CIREBON&lt;br /&gt;Telp. (0231) 320819&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMK Buana Bahari&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Swasembada No. 15 CIREBON&lt;br /&gt;Telp. (0231) 483005&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMK Budi Tresna&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Fatahillah No. 40 RT 007/02 CIREBON&lt;br /&gt;Telp. (0231) 320174&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMK Islamic Centre&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Tuparev No. 111 CIREBON&lt;br /&gt;Telp. (0231) 238348&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMK Islamiyah Weru&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Syeh Dahtul Kahfi No. 45 CIREBON&lt;br /&gt;Telp. (0231) 323952&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMK Muhammadiyah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Tuparev No. 70 CIREBON&lt;br /&gt;Telp. (0231) 205263&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMK Negeri 1&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Perjuangan CIREBON&lt;br /&gt;Telp. (0231) 482590&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMK Negeri 1 Bagti&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Tuparev No. 1 CIREBON&lt;br /&gt;Telp. (0231) 246564&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMK Negeri 1 Cirebon Barat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Tuparev  No. 12 CIREBON&lt;br /&gt;Telp. (0231) 203795&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMK Negeri 2&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Alamat: Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo CIREBON&lt;br /&gt;Telp. (0231) 231872&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMK Patriot&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Tambas No. I CIREBON&lt;br /&gt;Telp. (0231) 207743&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMK Pemuda Cirebon&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Pemuda No. 61 RT 005/006 CIREBON&lt;br /&gt;Telp. (0231) 201943&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMK PGRI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Karang Anyar CIREBON&lt;br /&gt;Telp. (0231) 3374199&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMK PGRI Plumbon&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. P. Antasari CIREBON &lt;br /&gt;Telp. (0231) 206279&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMK PONTREN Al-Hidayah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Situgangga No. 165 CIREBON&lt;br /&gt;Telp. (0231) 320890&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMK PUI Cirebon&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Perjuangan CIREBON&lt;br /&gt;Telp. (0231) 484699&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMK RISE&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Widarasari III No. 30 CIREBON&lt;br /&gt;Telp. (0231) 482185&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMK Taman Siswa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Alun-Alun No. 60 CIREBON &lt;br /&gt;Telp. (0231) 221297&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMK Tugas Prakarsa Siliwangi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Brigjen Darsono No. 16 CIREBON&lt;br /&gt;Telp. (0231) 243327&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMK Veteran Cirebon&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Pemuda No. 33 CIREBON&lt;br /&gt;Telp. (0231) 235930&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMK Wahidin&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo CIREBON&lt;br /&gt;Telp. (0231) 201783&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SPK Muhammadiyah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Walet No. 21 CIREBON&lt;br /&gt;Telp. (0231) 201942&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMK Martitim Cirebon&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Suci - Banjar Wangunan, Mundu Cirebon&lt;br /&gt;Telp. (0231) 510513&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMK Cipto&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Pemuda No. 61 Kesambi Cirebon&lt;br /&gt;Tlp. -&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMK Buana Bahari&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Alamat: Jl. Swasembada No. 15 Kesambi CIREBON&lt;br /&gt;Telp. (0231) 483005&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMK Pariwisata&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Perjuangan No. 4 Kesambi CIREBON&lt;br /&gt;Telp. (0231) 3370602&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMK Taman Karya Madya Ekonomi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Perjuangan Kesambi CIREBON&lt;br /&gt;Telp. (0231) 488302&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMK Budi Arti&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. P. Drajat No. 59, Kesambi CIREBON&lt;br /&gt;Telp. (0231) 233069&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMK Gracika&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Perjuangan, Kesambi CIREBON&lt;br /&gt;Telp. (0231) 8491644&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMK Nasional&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jl. Perjuangan - Binawan V No. 01 CIREBON&lt;br /&gt;Telp. (0231) 480980&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMK Widya Utama&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Kesambi Baru I No. 55 B CIREBON&lt;br /&gt;Telp. (0231) 3385138&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMK Teknik Perkapalan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Kalijaga Lemahwungkuk CIREBON&lt;br /&gt;Telp. -&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMK Pakungwati&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Komplek Keraton Kasepuhan CIREBON&lt;br /&gt;Telp. -&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SMK Al-Hidayah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Situngga No. 165 Kalitanjung CIREBON&lt;br /&gt;Telp. (0231) 484699&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya daftar di atas baru sebagian kecilnya saja dan masih banyak sekolah-sekolah yang tidak tercantum dalam daftar sekolah terutama sekolah-sekolah yang ada di daerah. Keterbatasan dan susahnya mendaftar semua sekolah di Cirebon membuat kami hanya mampu menyajikan sebagian kecilnya saja. Tapi jangan khawatir, jika Anda membutuhkan informasi yang lebih lengkap tentang Sekolah Lanjutan Atas di Cirebon, terutama untuk kejuruan silahkan berkunjung ke &lt;a href="http://datapokok.ditpsmk.net/index.php?page=33&amp;prop=02%kab=&amp;status=&amp;kk=&amp;bk=%pk="&gt;SINI&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Semoga bermanfaat......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-8463927105422818334?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/8463927105422818334/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=8463927105422818334' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/8463927105422818334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/8463927105422818334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2010/06/daftar-sekolah-lanjutan-atas-di-cirebon.html' title='Daftar Sekolah Lanjutan Atas di Cirebon Beserta Alamatnya'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-2855980947070444777</id><published>2010-06-12T07:28:00.000-07:00</published><updated>2010-06-12T08:58:21.807-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jalan-jalan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makanan Tradisional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Majalengka'/><title type='text'>Taman Rekreasi Air Tirta Indah</title><content type='html'>Tirta Indah adalah salah sebuah arena rekreasi air yang murah meriah di kawasan Majalengka atau tepatnya di Desa Lojiawi yang berjarak beberapa kilometer dari Kota Rajagaluh. Dan seperti halnya taman rekreasi keluarga berbasis air tentu saja di Tirta Indah ini selain ada 3 kolam renang dengan 1 kolam renang dangkal untuk anak-anak, fasilitas yang juga tersedia antara lain adalah satu buah waterboom dan 2 buah papan luncur bergelombang dengan ketinggian sekitar 15 meter. Dengan papan luncur berketinggian 15 meter dengan kontur yang berkelok ini pengunjung akan diajak merasakan satu sensasi tersendiri ketika meluncur dari ketinggian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Z_ICnLG2zho/TBOOzmoXujI/AAAAAAAAAIw/JNCmFAk8Fyw/s1600/tirta_indah.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:left;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Z_ICnLG2zho/TBOOzmoXujI/AAAAAAAAAIw/JNCmFAk8Fyw/s320/tirta_indah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481882188634372658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal lainnya yang tak kalah menarik adalah water boom itu sendiri. Meski ukuran water boom tersebut tak terlalu besar jika dibandingkan dengan water boom yang ada di Taman Impian Jaya Ancol Jakarta, tapi tetap saja guyuran dari water boom itu mampu menimbulkan efek 'celagepan' ketika anda berada tepat dibawah guyurannya. Dan karena lokasinya yang berada persis di antara dua kabupaten yakni Kabupaten Majalengka dan Cirebon (Sumber) maka tak heran jika taman rekreasi ini tidak hanya dikunjungi oleh warga Majalengka dan sekitarnya saja tapi banyak juga pengunjung yang datang dari berbagai kota tetangga lainnya seperti Cirebon, Kuningan dan beberapa dari Indramayu.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolam renang Tirta Indah ini akan sangat ramai dijubeli pengunjung pada hari libur Nasional terutama ketika Idul Fitri, Idul Adha dan libur panjang sekolah. Di samping fasilitas utamanya sendiri berupa kolam renang, papan luncur dan water boom, yang membuat penhunjung betah dan selalu ramai pengunjung adalah karena fasilitas pendukung lainnya yang cukup lengkap di sekitar arena rekreasi seperti tempat parkir kendaraan yang luasnya mencapai 1 hektar lebih, toilet dan ruang ganti yang cukup banyak, tempat penitipan barang, dan juga tersedianya cafeteria dan warung makan. Di beberapa warung makan banyak tersedia juga masakan khas Sunda seperti sayur asam, ikan bakar dengan nasi putih mengepul dalam wadah yang tradisional. Setelah berbasah-basahan bersama keluarga tentunya akan sangat mengasyikan jika kemudian perut dihangatkan dengan menyantap nasi putih dengan ikan bakar yang hangat, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jika Anda sedang mencari tempat rekreasi yang murah meriah tapi mengasyikan untuk keluarga Anda di sekitaran Majalengka maka salah satu tempat yang Portal Cirebon rekomendasukan adalah Taman Rekreasi Air Tirta Indah ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-2855980947070444777?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/2855980947070444777/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=2855980947070444777' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/2855980947070444777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/2855980947070444777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2010/06/taman-rekreasi-air-tirta-indah.html' title='Taman Rekreasi Air Tirta Indah'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Z_ICnLG2zho/TBOOzmoXujI/AAAAAAAAAIw/JNCmFAk8Fyw/s72-c/tirta_indah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-645639483736546379</id><published>2010-06-09T07:29:00.000-07:00</published><updated>2010-06-09T07:31:18.899-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngalor Ngidul'/><title type='text'>Hikmah Dibalik Beredarnya Video Mesum Ariel</title><content type='html'>Akhir-akhir ini setelah munculnya video mesum Ariel - Luna Maya di internet yang kemudian disusul dengan kemunculan video mesum berikutnya antara Ariel - Cut Tari, saya yang memang jarang sekali update soal video mesum tentu saja ketinggalan berita. Karena penasaran, saya pun kemudian mencoba download video tersebut atas nama memuaskan sebuah rasa kepenasaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tanggapan saya setelah menonton kedua video mesum tolol tersebut adalah bahwa video itu sama sekali tidak ada bagus-bagusnya. Basi dan sama sekali tak menarik. Dua orang tolol yang saling berbagi lendir dengan kualitas gambar yang alakadarnya, tak ada menariknya sama sekali. Sumpah mati, saya sama sekali tidak terangsang ketika melihat video tersebut. Oleh karenanya, seperti kata beberapa sumber yang bertebaran di internet yang mengatakan bahwa disamping dengan kedua artis di atas konon kabarnya bakal muncul lagi video-video sejenis yang actor prianya tetap sama tapi dengan perempuan yang berbeda-beda. Dari selentingan sih bakal ada yang dengan Wulan Guritno dan Bunga Citra Lestari segala. Nah, kalau video mesum antara Ariel dengan Wulan Guritno (sekedar mirip pun tak masalah lah), pasti saya akan mati-matian memburunya. Bukan apa-apa sih, jujur saja saya memang sedikit terobsesi dengan kecantikan dan keseksian artis tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, sudahlah karena ini memang bukan blog mesum tentu saja inti postingan saya kali ini adalah &lt;strike&gt;hanya berburu trafik, kalau beruntung.. :)&lt;/strike&gt; hanya ingin menyoroti dampak dari penomena beredarnya video mesum tersebut. Dampaknya bagi masyarakat dan pengusaha warnet khususnya yang di Cirebon. Dan karena saya percaya bahwa selalu ada hikmah di balik suatu kejadian maka yang ingin saya kemukakan tentu saja adalah hikmah dari penomena video mesum tersebut saja dan sama sekali tak akan menyoroti dampak buruknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa saja hikmah dari beredarnya video mesum tersebut? Ini dia hikmahnya menurut saya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Usaha warnet kembali menggeliat.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Nah ini dia dampak yang paling bisa dirasakan yaitu membludaknya pengunjung ke warnet untuk berburu video mesum tersebut. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa pengakses internet terbanyak di Cirebon khususnya memang lebih banyak dari warnet. Dengan adanya penomena tersebut tentu saja satu-satunya tempat yang paling banyak dikunjungi saat-saat ini adalah warnet. Pengusaha warnet pun kemudian diuntungkan. Maka dari itulah, mari para pengusaha warnet, kita berterima kasih pada Ariel.. :)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Penjual pulsa pun diuntungkan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Disamping pengusaha warnet, yang juga diuntungkan adalah tentu saja para penjual pulsa yang juga menyediakan jasa isi mp3 dan video 3gp. Bagaimana tidak, dengan adanya penomena video mesum tersebut, format 3gp video Ariel tersebut pun banyak diburu oleh para pemilik hape. Dengan sedikit kerja (copy to folder) para penjual jasa isi video 3gp pun kini kebanjiran permintaan dan tentu saja duit.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Perempuan tak lagi minder.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Nah ini dia hikmah yang bisa dirasakan para perempuan yang pernah melihat video mesum tersebut terutama video yang kedua yaitu bagi perempuan yang tak memiliki wajah menarik setidaknya kini bisa ngomong, "Meski wajah saya tak cantik, paling tidak bokong saya tak burik kayak punyanya si Tari."&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Pendidikan sex untuk remaja.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Belajar dari dialognya si tokoh dalam video mesum tersebut, setidaknya demi menghindari 'kecelakaan' kini muda-mudi tak lagi harus sungkan untuk bertanya ke pasangannya seperti apa yang dilakukan oleh tokoh dalam video tersebut yakni, "Mau di dalam atau di luar?"&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Banyak duit bukan berarti tak tolol&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Merekam adegan sendiri ketika sedang berhubungan badan dengan alasan apapun adalah tindakan tolol. Dan terbukti, banyaknya duit dan juga nama besar tak serta merta membuat orang lebih cerdas. Jadi hikmah yang bisa diambil dalam hal ini adalah, kini kita semua bisa dengan jumawa bilang ke orang-orang yang punya banyak duit dan nama besar, "meski saya tak kaya dan terkenal paling tidak saya tidak bego!!"&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya masih banyak hikmah di balik beredarnya video mesum tersebut, tapi daripada saya makin ngelantur dan kasar lebih baik disudahi saja dulu. Mungkin akan disambung kembali ketika video Ariel versus artis-artis tolol lainnya beredar. Jadi kita tunggu saja dulu videonya beredar yah. Dan juga, bagi para pengunjung setia blog ini maafkan jika saya harus melacur di postingan kali ini. Bukan apa-apa, saya tak tahan untuk tidak maki-maki gara-gara video mesum itu. daripada disimpan saja kemudian jadi jerawat kan lebih baik dikeluarkan di sini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-645639483736546379?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/645639483736546379/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=645639483736546379' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/645639483736546379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/645639483736546379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2010/06/hikmah-dibalik-beredarnya-video-mesum.html' title='Hikmah Dibalik Beredarnya Video Mesum Ariel'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-5789123926991924286</id><published>2010-06-07T08:15:00.000-07:00</published><updated>2010-06-07T08:44:00.823-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info penting'/><title type='text'>Beberapa Shortcut yang Ada di Browser Firefox</title><content type='html'>Fungsi utama dari sebuah shortcut baik di komputer maupun handphone adalah untuk lebih mempermudah dan mempercepat mengakses suatu menu. Pun begitu yang terjadi dengan shortcut browser Firefox. Tapi adakalanya banyak dari kita yang tidak tahu shortcut yang terdapat dalam firefox, padahal seperti saya yang selalu mengakses internet dari warung internet (warnet) yang tarifnya dihitung perjam tentu shortcurt-shortcut seperti ini sangat berguna terutama untuk menghemat waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, untuk itulah pada posting kali ini saya akan coba bagi beberapa kode shortcut yang terdapat dalam browser Firefox, yang mudah-mudahan berguna terutama bagi yang belum tahu. Bagi yang emang sudah paham dengan dunia internet terutama pengguna setia browser Firefox dalam menjelajah dunia maya mungkin apa yang saya coba bagi ini sudah basi. Tapi, seberapa pun basinya suatu ilmu bukan berarti ilmu tersebut tidak berguna sama sekali bukan? Adakalanya sesuatu yang di anggap biasa bagi satu orang bisa jadi adalah luar biasa bagi orang lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itulah, bagi yang belum tahu, inilah beberapa shortcut dari browser Firefox yang bisa Anda coba ketika sedang menjelajah dunia maya. Dan untuk lebih mempermudah penggunaannya daftar shortcut itu saya susun dalam tabel. Semoga berguna..... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;TABLE ALIGN="CENTER" BORDER="2"&gt;&lt;TR&gt;&lt;TH&gt;Shortcut&lt;/TH&gt;&lt;TH&gt;Fungsi&lt;/TH&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;Alt+B&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;Membuka menu Bookmark&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;Alt+D&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;Memilih teks pada Location Bar&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;Alt+E&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;Membuka menu Edit&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;Alt+F&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;Membuka menu File&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;Alt+S&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;Membuka menu History&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;Alt+H&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;Membuka menu Help&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;Alt+T&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;Membuka menu Tools&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;Alt+V&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;Membuka menu View&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;Alt+Panah Kiri&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;Pindah ke halaman sebelumnya&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;Alt+Panah Kanan&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;Pindah ke halaman selanjutnya&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;Alt+Home&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;Membuka Home Page&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;Alt+F4&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;Menutup jendela aktif&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;Backspace&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;Pindah ke halaman sebelumnya&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;Esc&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;Berhenti membuka halaman&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;End&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;Pindah ke bagian bawah halaman&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;Home&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;Pindah ke bagian atas halaman&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;Ctrl+F4&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;Menutup tab aktif&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;Ctrl+F5&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;Refresh (abaikan cache)&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;Ctrl+B&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;Membuka/menutup panel Bookmark&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;Ctrl+D&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;Memasukkan item ke bookmark&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;Ctrl+E&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;Aktifkan Web Search&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;Ctrl+F&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;Find&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;Ctrl+G&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;Find lagi&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;Ctrl+H&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;Membuka/menutup panel history&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;Ctrl+J&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;Membuka/menutup kotak dialog downloads&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;Ctrl+D&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;Membuka suatu File&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;Ctrl+R&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;Refresh&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;Ctrl+T&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;Membuka tab baru pada jendela firefox aktif&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;Ctrl+U&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;Melihat source kode Halaman&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;Ctrl+W&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;Menutup Tab aktif&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;Ctrl+Panah Bawah&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;Memilih Search Engine selanjutnya&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;Ctrl+Panah Atas&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;Memilih search engine sebelumnya&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;Ctrl+Tab&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;Pindah Tab selanjutnya&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;Ctrl+Shift+Tab&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;Pindah ke tab sebelumnya&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;Ctrl+Enter&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;Menambahkan awalan 'wwww' dan akhiran '.com'&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;Ctrl+Shift+Enter&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;Menambahkan awalan 'wwww' dan akhiran '.org'&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;Ctrl+Shift+R&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;Refresh&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;Ctrl+Shift+W&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;Tutup Firefox&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;Shift+F3&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;Find Previous&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;Shift+Enter&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;Menambahkan awalan 'www' dan akhiran '.net'&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;Shift+Backspace&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;Pindah ke halaman selanjutnya&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;F5&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;Refresh&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;F7&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;Menyalakan/mematikan caret browsing&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;TR&gt;&lt;TD&gt;F11&lt;/TD&gt;&lt;TD&gt;Pindah antara view normal ke full screen&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;/TABLE&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini saja yang bisa Portal Cirebon bagi. Semoga berguna.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-5789123926991924286?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/5789123926991924286/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=5789123926991924286' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/5789123926991924286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/5789123926991924286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2010/06/beberapa-shortcut-yang-ada-di-browser.html' title='Beberapa Shortcut yang Ada di Browser Firefox'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-5089082942841631272</id><published>2010-06-05T06:57:00.000-07:00</published><updated>2010-06-05T07:05:53.879-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Alam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ritual Upacara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata ziarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesenian Rakyat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuningan'/><title type='text'>Ritual Kawin Cai di Lereng Ceremai</title><content type='html'>Warga di Desa Manis Kidul dan Babakan Mulya yang berada persis di lereng Gunung Ceremei memiliki satu prosesi upacara yang sangat unik tiap tahunnya yakni ritual mengawinkan air atau dalam bahasa Sunda disebut dengan Kawin Cai. Tujuan utama dari prosesi ini sendiri adalah merupakan  upaya masyarakat setempat untuk menghargai salah satu  sumber kehidupan paling vital bagi masyarakat Desa Manis Kidul dan Babakan Mulya yakni sumber air. Inti prosesi kawin cai ini sendiri adalah mengawinkan air dari tujuh sumber dari mata air Cibulan dengan sumber dari mata air yang ada di Balong Dhalem Tirtayatra. Mata air di Balong Dhalem Tirtayatra yang berjarak sekitar 5 kilometer dari pemukiman warga ini dilambangkan sebagai pengantin perempuan dan 7 air dari mata air Cibulan sendiri dilambangkan sebagai pengantin lelakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa yang jadi pengantin perempuan cuma satu dan selebihnya adalah pengantin perempuan (7 sumber air) adalah karena menurut kepercayaan mereka bahwa mata air di Balong Dhalem Tirtayatra tersebut adalah induk dari semua mata air di desa mereka dan dengan dikawinkannya dengan 7 mata air yang berbeda-beda itu diharapkan akan membuat mata air tersebut tidak akan pernah kering dan akan mengalir terus untuk memenuhi kebutuhan mereka. Ketujuh mata   itu  sendiri memiliki nama yang berbeda-beda di tiap sumbernya yaitu sumber kejayaan, kemuliaan, pengabulan, deranjana, cisadane, kemudahan dan keselamatan. Bagi warga sekitar, ketujuh sumber mata air di Cibulan yang sekarang dibuka untuk tujuan wisata itu merupakan 7 mata air yang mengandung berkah dan bisa mengobati berbagai macam penyakit karena menurut kepercayaan masyarakat setempat ketujuh sumber air keramat tersebut merupakan mata air peninggalan &lt;a href="http://budayanusantara.blogsome.com/2009/08/29/asal-usul-harimau-maung-siliwangi/"&gt;Prabu Siliwangi&lt;/a&gt; yang ketika itu bertapa untuk meminta air kepada Yang Maha Kuasa. Di kolam pemandian Cibulan ini pun terdapat juga ikan-ikan yang konon merupakan jelmaan para dewa yang oleh karenanya disebut sebagai ikan Dewa.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum prosesi pengambilan air dari tujuh sumber mata air di Cibulan, terlebih dahulu dilakukan pembacan doa di depan petilasan Prabu Siliwangi agar acara ritual kawin cai bisa berjalan lancar dan tujuan utama dari ritual tersebut benar-benar berhasil. Barulah kemudian seusai memanjatkan doa para sesepuh adat pun mulai mengambil air dari ketujuh sumber mata air itu untuk kemudian disatukan dalam sebuah wadah yang nantinya akan di arak dan kemudian dikawinkan dengan air yang ada di mata air balong Dhalem Tirtayatra. Dan percaya atau tidak, begitu air yang diambil dari ketujuh mata air itu di persatukan, hujan pun mulai turun membasahi bumi. Konon, turunnya hujan inilah yang jadi tolak ukur apakah doa para sesepuh adat sebelum prosesi pengambilan air dianggap berhasil atau tidaknya.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosesi selanjutnya kemudian adalah mengarak air dari ketujuh sumber yang telah dipersatukan itu menuju ke mata air Balon Dhalem di Desa Babakan Mulia. Seperti layak nya menyambut kedatangan mempelai pria, sesampainya di Balon Dhalem para pengarak itu pun akan disambut dengan berbagai ritual upacara dan tri-tarian tradisional. Kemudian setelah upacara penyambutan itu selesai digelar barulah masuk ke acara inti dari acara kawin cai itu sendiri yaitu air dari 7 sumur keramat Cibulan ditumpahkan ke sumber mata air Balon Dhalem Tirtayata. Symbol penyatuan air dari 7 mata air dengan mata air tang ada di Balong Dhalem itu yang kemudian dianggap oleh warga bahwa mata air tersebut telah resmi dikawinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tak kalah seru dari semua itu, beberapa pamong desa yang memang tugasnya mengurusi air seperti kaur ekbang dan anggota mitra cainya pun dimandikan menggunakan air tersebut dengan harapan bahwa para pamong itu nantinya akan mampu mengurusi air dengan sebaik-baiknya. Kemudian sebagai penutup segala ritual itu warga dipersilahkan untuk berebut sisa air keramat tersebut untuk selanjutnya kemudian menanam sebatang pohon dan lalu ditutup dengan makan bersama sebagai bentuk syukuran karena mereka telah sukses menggelar ritual kawin cai tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-5089082942841631272?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/5089082942841631272/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=5089082942841631272' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/5089082942841631272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/5089082942841631272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2010/06/ritual-kawin-cai-di-lereng-ceremai.html' title='Ritual Kawin Cai di Lereng Ceremai'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-6477781561325465901</id><published>2010-06-03T08:19:00.000-07:00</published><updated>2010-06-03T08:24:12.735-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Alam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info penting'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ritual Upacara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata ziarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ritus Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuningan'/><title type='text'>Eksplorasi Tinggalan Batu Besar di Lereng Ciremai</title><content type='html'>&lt;p align="center"&gt;Kedaulatan Rakyat, 2001&lt;/p&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;i&gt;Petualangan mencari situs-situs arkeologis di lereng timur Gunung Ciremai telah menorehkan pengalaman dan hasil yang tak terduga. Sebagai gunung tertinggi di Jawa Barat, Ciremai ternyata menyimpan jejak kehidupan masa lampau yang luar biasa banyaknya. Pencarian di separoh gunung itu berhasil mengungkap 162 tinggalan batu besar (megalitik) yang tersebar di 33 situs, mulai dari peti kubur, punden, menhir, dolmen, batu dakon, hingga arca-arca batu berbentuk sederhana.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;***&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MELIHAT peta, wilayah yang menjadi target survei membentang sepanjang lebih-kurang 40 km. Ketinggiannya antara 400 hingga 2.000 mdpl. Secara topografis, merupakan bagian dari lereng kaki Gunung Ciremai bagian timur. Reliefnya bergelombang, selang-seling antara punggungan dan lembah-lembah yang sangat curam. Lahannya bervariasi dari sawah di bagian yang lebih rendah, terus ladang, dan di bagian paling atas hutan sekunder yang masih rapat. Di beberapa tempat, antara ladang dan hutan sekunder, terdapat hutan pinus milik Perhutani. Wilayah ini secara adminstratif masuk ke dalam wilayah Kuningan, kabupaten paling timur di Jawa Barat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butuh strategi matang dan waktu yang lama untuk menjamah kawasan seluas itu. Meski benda yang dicari adalah batu-batu berukuran besar, tapi keberadaannya belum tentu di mana. Bisa di puncak bukit, di dasar lembah, tertutup semak, di bawah pohon, di halaman rumah penduduk, atau malah terpendam di dalam tanah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memudahkan pencarian, saya melakukan survei awal ke setiap dusun yang berada di kaki gunung. Setiap tempat keramat dan namanya berbau kuna (menggunakan bahasa Sunda Buhun) diplot ke dalam peta. Misalnya Pasir Sanghiang, Hululingga, Linggabuana, Batu Lingga, Kuburan Kuda, Batu Congcot, Gunung Putri, Sagarahiang, Alun-alun Lawas, Buyut Jago, Batu Tilu, Tabet, dan sebagainya, yang jumlahnya mencapai seratusan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat-tempat itulah yang menjadi sasaran pencarian. Sebagian mudah dijangkau karena berada di tengah perkampungan. Tapi tak sedikit pula yang harus melalui perjuangan. Berhari-hari jalan kaki menerabas semak belukar, mendaki bukit, dan menuruni jurang. Untuk mencapai tempat-tempat yang sulit, tak jarang harus menggelar tenda karena kemalaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti pagi itu. Matahari yang merangkak dari ufuk timur, sinarnya secara perlahan mulai menepis kabut tipis yang menyelimuti gunung setinggi 3.078 mdpl itu. Bukit Gegerhalang di lereng selatan dan Gunung Putri di lereng timur tak ketinggalan mulai memperlihatkan pepohonannya yang masih lebat. &lt;br /&gt;Segar angin pegunungan mengiringi langkah saya bersama tiga rekan dari Ciremai Mountaineer Club untuk memulai perjalanan menyusuri Punggungan Pasir Sanghiang. Bagi arkeolog, nama Pasir Sanghiang cukup menarik perhatian. Sanghiang merupakan aspek penting dalam kepercayaan orang Sunda Kuna yang berbau animisme. Dalam rangka pemujaan terhadap Sanghiang (leluhur) itulah, mereka biasanya mendirikan moumen yang terbuat dari batu besar (megalitik). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukit setinggi 1.300 mdpl ini sebenarnya sudah tampak dari Desa Sagarahiang, salah satu desa tertinggi di Kecamatan Kadugede. Namun karena tak enak untuk mengajak penduduk yang lagi pada sibuk panen jagung, maka terpaksa harus cari jalan sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa lelah langsung terobati ketika di puncak bukit itu ditemukan sebuah Nandi (arca berbentuk sapi) sedang duduk, sebuah Yoni, dan tiga buah menhir dalam posisi roboh. Keberadaannya tentu menarik. Arca Nandi dan Yoni yang merupakan ciri hinduistik ditemukan bersama dengan menhir yang bercorak prasejarah. Setidaknya data ini membenarkan apa yang ditulis dalam kitab Sanghyang Siksakanda Ng Karesian dari abad 15 Masehi, bahwa di Tatar Sunda, agama Hindu-Budha dan kepercayaan terhadap leluhur telah berbaur menjadi satu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendaki sedikit dari Pasir Sanghiang, di sebuah punggungan bernama Hululingga, terdapat balok-balok batu berserakan. Beberapa menhir masih ada yang berdiri. Tinggalan ini diperkirakan reruntuhan punden berundak. Pendududuk setempat mempercayainya sebagai makam leluhur mereka. Setelah melakukan pendataan, perjalanan diteruskan menuju Palutungan. Kira-kira 7 km jaraknya. Berbekal peta dan alat navigasi, kami langsung potong kompas ke arah baratlaut menuju kaki Bukit Gegerhalang. Sebenarnya ada jalan mudah dengan &lt;i&gt;traverse&lt;/i&gt; melewati ladang-ladang penduduk. Namun kami menaroh harapan bisa menemukan benda megalitik lainnya di balik lebatnya hutan Ciremai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan tinggal harapan. Menjelang malam kami masih harus berkutat dengan belukar. Tiga punggungan dan dua jurang dengan susah payah sudah dilewati. Akhirnya di sebuah tempat yang agak terbuka, di bawah Gegerhalang, kami menggelar tenda.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, setelah mengisi perut dan berkemas, perjalanan diteruskan turun menuju ladang penduduk. Tak sampai dua jam, kami tiba di perbatasan ladang dengan hutan. Berkaca pada pengalaman kemaren yang cukup sulit, kami akhirnya memutuskan untuk menelusuri ladang saja. Dari tempat yang terbuka ini, kami sudah bisa mengontrol posisi di peta. Beberapa kenampakan alam seperti puncak bukit, punggungan, dan pohon-pohon besar hampir tak ada yang luput dari pengamatan. Karena di tempat-tempat semacam inilah tinggalan megalitik biasanya ditemukan. Ternyata nihil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah seharian jalan, kami akhirnya tiba di Bumi Perkemahan Palutungan di ketinggian 1.100 mdpl. Tak rugi berkemah di sini dua hari. Mandi di Curug Ciputri menjadi agenda pagi dan sore. Meski dinginnya bukan kepalang, tapi air terjun setinggi 30 meter dan bertingkat-tingkat ini mampu menyegarkan badan dan pikiran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekitar Palutungan ada suatu tempat yang bernama Ciarca. Di sebut demikian karena di sana memang ada arca batu yang konon merupakan penjelmaan dari leluhur. Tingginya hanya selutut dan bentuknya sederhana. Tempat itu dijadikan pepunden desa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Palutungan, pencarian situs diteruskan menuju Gunung Putri. Belum sampai ke puncaknya, kami terpaksa menarik diri. Selain curam, pohonnya sangat rapat. Hampir mustahil menembusnya dalam 2-3 hari. Akhirnya kami turun ke kampung terdekat, Desa Ragawacana. Menurut daftar "nama aneh" yang sudah diplot di peta, di desa ini terdapat sebuah kolam keramat bernama Balong Kagungan. Karena berada di tengah perkampungan, tak sulit mencarinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata di salah satu pinggir kolam tersebut ditemukan sebuah meja batu (dolmen), empat buah menhir, dan sebuah batu dakon. Bunga-bunga dan sisa pembakaran kemenyan ada di salah satu tepi dolmen. Ini adalah salah satu bukti bahwa situs ini masih digunakan untuk pemujaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak jauh dari situs ini kabarnya pernah ditemukan dua peti kubur batu seperti yang terdapat di &lt;a href="http://portalcirebon.blogspot.com/2010/05/situs-cipari-potret-zaman-megalitik.html"&gt;Taman Purbakala Cipari.&lt;/a&gt; Ketika dicek, sudah tak ada. Menurut penduduk sih sudah tertimbun kembali tanah, akibat erosi. Pendataan sebelumnya sudah berhasil merekap 14 buah peti kubur yang tersebar di 6 situs. Hampir semuanya ditemukan di tengah sawah atau perkampungan. Bentuknya berupa peti persegi panjang yang dinding, alas dan tutupnya terbuat dari batu sirap. Ukurannya kira-kira 1 x 2 meter. Namun belum pernah menemukan rangka manusia, karena tanah di lereng ciremai memiliki keasaman tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dengan ransel menggayut di punggung, kami meneruskan menelusuri jalan desa sambil menanyakan tempat-tempat keramat kepada siapa saja yang dijumpai. Pertanyaan ini cukup efektif, karena sebagian besar tinggalan megalitik di lereng Ciremai masih dikeramatkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil bertanya sana-sini, akhirnya kami sampai ke sebuah pertapaan. Namanya Buyut Salam, di Desa Sangkanherang, Kecamatan Jalaksana. Pertapaan itu terdiri atas empat teras. Pintu masuk teras pertama dijaga oleh sebuah arca batu setinggi 1,2 meter. Kepalanya memakai mahkota. Beberapa arca batu dan menhir ditemukan pula di teras lainnya. Di salah satu sisi terdapat bangunan untuk menginap para petapa. Pohon-pohon besar membuat tempat ini gelap, dan memberi kesan angker. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan nama dan bentuk tinggalannya, besar kemungkinan bahwa situs ini merupakan kabuyutan. Masyarakat Sunda Kuna yang tetap bertahan memeluk kepercayaan terhadap leluhur (hyang, buyut) hingga abad ke-16 Masehi, banyak mendirikan kabuyutan untuk sarana peribadatannya. Mereka cenderung untuk mendirikan bangunan suci ini di tempat-tempat terpecil seperti bukit atau gunung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menariknya, di Situs Buyut Salam ini terdapat dua buah lumpang batu. Menurut juru kunci, barangsiapa yang bisa mengangkatnya, segala permintaannya bakal terkabul. Ketika mencoba mengangkat kedua batu itu, ternyata saya bisa. "Moga batu-batu besar seperti ini bisa bercerita banyak tentang kepercayaan orang Sunda Kuna", demikian pinta saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petualangan ini memang tidak sekedar mencari batu. Tujuan akhirnya adalah mengungkap gambaran kehidupan manusia pendukung batu-batu itu. &lt;b&gt;&lt;i&gt;(Jajang A. Sonjaya, Arkeolog UGM)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-6477781561325465901?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/6477781561325465901/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=6477781561325465901' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/6477781561325465901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/6477781561325465901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2010/06/eksplorasi-tinggalan-batu-besar-di.html' title='Eksplorasi Tinggalan Batu Besar di Lereng Ciremai'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-9179420733399814417</id><published>2010-06-03T08:13:00.000-07:00</published><updated>2010-06-03T08:27:34.708-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info penting'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Majalengka'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ritus Budaya'/><title type='text'>Merekonstruksi Ulang Hari Jadi Kabupaten Majalengka</title><content type='html'>Pertama-taman harus saya tekankan terlebih dahulu bahwa saya selaku pemilik blog Portal Cirebon bukanlah seorang ahli sejarah atau pun memiliki riwayat pendidikan di bidang kesejarahan. Maka dari itu, tulisan saya tentang apakah benar 7 Juni 1490 merupakan Hari Jadi Kabupaten Majalengka ini hanyalah berdasarkan apa yang saya baca dan saya yakini kebenarannya dari beberapa tokoh yang menurut saya memang sangat kompeten di bidangnya yakni bidang kesejarahan yang salah satunya adalah Dr. A. Sobana Hardjasaputra, S.S., M.A. seorang sejarawan senior dari Fakultas Sastra Unpad, yang sekaligus merupakan Anggota Dewan Pengurus Pusat Studi Sunda, dan Anggota Dewan Pakar Sejarah &amp; Budaya RUWAT (Rukun Wargi Tatar) Sunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Dr. A. Sobana Hardjasaputra, S.S., M.A., dalam sebuah artikelnya yang di muat di koran Pikiran Rakyat tanggal 16 Juni 2007, anggapan bahwa tanggal 7 Juni 1490 adalah tanggal berdirinya Kabupaten Majalengka, bukan lagi diragukan, tetapi jelas salah. Pemilihan tanggal 7 Juni 1490 dikatakan salah, karena tidak sesuai dengan fakta berdirinya Kabupaten Majalengka. Sumber-sumber sejarah Jawa Barat menunjukkan pada tahun itu Jawa Barat masih merupakan wilayah Kerajaan Sunda (Pajajaran). Waktu itu di daerah-daerah Jawa Barat belum ada pemerintahan dalam bentuk kabupaten. Akhir abad ke-15, di daerah yang sekarang merupakan wilayah Kabupaten Majalengka masih terdapat kerajaan kecil di Talaga dan Rajagaluh, keduanya bawahan Kerajaan Sunda. Di antara sumber-sumber tersebut juga menyatakan, bahwa Kabupaten Majalengka merupakan kelanjutan dari Kabupaten Maja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut bebarapa sumber yang keakurasiannya dapat dipertanggungjawabkan, asal mula berdirinya Kabupaten Majalengka (atau Maja menjadi kabupaten) sendiri didorong oleh satu peristiwa pada masa itu yakni dibentuknya Cirebon menjadi karesidenan yang membawahi 5 kabupaten yakni Cirebon, Bengawan Wetan, Maja, Kuningan, dan Galuh. Pembagian wilayah itu sendiri ditetapkan oleh pemerintahan kolonial Belanda pada tanggal 5 Januari 1819 berdasarkan Staatsblad 1819 No. 9 dan 23. Bupati Maja yang pertama memerintah setelah dibentuknya karesidenan Cirebon itu sendiri waktu itu adalah Denda Negara (1819 - 1849) yang berkedudukan di Sindangkasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian seiring dengan perkembangan penduduknya, pada tanggal 11 Februari 1840 nama kabupaten dan ibukotanya, Sindangkasih pun akhirnya oleh pemerintahan kolonial Belanda diubah menjadi Majalengka berdasarkan keputusan Gubernur Jendral Hindia Belanda (Staatsblad 1840 No. 7). Perubahan nama dan ibukotanya ini ditandai juga dengan diperluasnya wilayah kabupaten dari sebelumnya yaitu dengan masuknya Rajagaluh dalam wilayah kabupaten Majalengka setelah sebelumnya merupakan Kabupaten tersendiri yakni Kabupaten Galuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penetapan 7 Juni sebagai hari jadi Majalengka sendiri di duga bersumber dari tradisi lisan yang berkembang di Majalengka, yaitu perubahan nama Sindangkasih menjadi Majalengka yang terjadi setelah Nyi Rambut (Ambet) Kasih - tokoh mitos yang dianggap sebagai penguasa pertama di Sindangkasih - ngahiang (menghilang) seiring dengan pencarian pohon Maja yang hilang itu (majae langka) oleh prajurit Cirebon. Diduga hal itu terjadi pada pertengahan abad ke-16. tapi, karena cerita  ini lebih dekat kepada legenda yang sulit dibuktikan, maka secara metodologis, pemilihan tanggal 7 Juni itu tetaplah salah, sekalipun tanggal itu mengacu pada hari jadi Majalengka sendiri dan bukanlah Majalengka sebagai Kabupaten. Letak kesalahannya sendiri adalah, tanggal itu tidak mengacu pada fakta/momentum yang seharusnya menjadi dasar acuan, baik fakta pembentukan Kabupaten Maja maupun momentum perubahan nama Kabupaten Maja menjadi Kabupaten Majalengka atau perubahan nama Sindangkasih menjadi Majalengka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hal-hal yang diuraikan di atas, alangkah lebih baiknya meski penetapan hari jadi Majalengka telah ditetapkan dalam perda, kembali di kaji ulang sehingga pada akhirnya ditemukan tanggal yang benar atau paling tidak mendekati kebenaran. Menyitir kalimat penutup dalam artikelnya Dr. A. Sobana Hardjasaputra, S.S., M.A. yang di muat di koran Pikiran Rakyat tersebut, pengkajian atau penulisan ulang sejarah bukan hal tabu, melainkan keharusan. Karena bagaimanapun juga, pencarian tanggal hari jadi kabupaten yang berdiri di abad-abad yang lampau, tidak boleh mengacu pada mitos atau perhitungan tradisional untuk mencari hari baik atau bulan baik. Mitos bukan tidak boleh menjadi pengetahuan, tetapi dalam menulis sejarah, perlu dibedakan secara tegas, mana mitos dan mana sejarah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kritik konstruktif tersebut di atas dikaitkan dengan pendidikan, kritik itu merupakan koreksi yang penting artinya bagi pendidikan dan pengetahuan, yaitu bagi pengajaran sejarah kepada para siswa dan pengetahuan masyarakat, sehingga mereka tidak memiliki pemahaman yang salah akan sejarah daerahnya. Sejarah bukan hanya memiliki fungsi informatif, tetapi juga memiliki fungsi edukatif, bahkan fungsi pragmatis. Hal itu tercermin dari ungkapan, antara lain "belajarlah dari sejarah", "sejarah adalah obor kebenaran", dan "sejarah adalah pedoman untuk membangun masa depan". Oleh karena itu, menulis sejarah, termasuk menentukan tanggal hari jadi kabupaten, harus benar, dalam arti berdasarkan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Artikel yang mungkin terkait:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;a href=" http://portalcirebon.blogspot.com/2009/01/sejarah-kota-majalengka.html"&gt;Sejarah Kota Majalengka&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-9179420733399814417?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/9179420733399814417/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=9179420733399814417' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/9179420733399814417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/9179420733399814417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2010/06/merekonstruksi-ulang-hari-jadi.html' title='Merekonstruksi Ulang Hari Jadi Kabupaten Majalengka'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-3717089534950589118</id><published>2010-06-01T10:19:00.001-07:00</published><updated>2010-06-01T10:29:16.857-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info penting'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ritus Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peninggalan Wali Songo'/><title type='text'>Paksi Naga Liman Kontemporer</title><content type='html'>Siang tadi saya jalan-jalan ke &lt;a href="http://www.deviantart.com/"&gt;Deviant Art&lt;/a&gt; dan menemukan sebuah gambar yang menurut saya sangat luar biasa. Gambar Paksi Naga Liman karya &lt;a href="http://ekoputeh.deviantart.com/"&gt;Eko Puteh&lt;/a&gt;. Ini dia gambarnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://th04.deviantart.net/fs17/300W/i/2007/305/a/8/paksi_naga_liman_by_ekoputeh.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, di mata seniman sebuah objek menjadi begitu sangat menarik, tak terkecuali dengan kereta kebanggaan rakyat Cirebon yaitu kereta kencana Paksi Naga Liman. Kereta itu menjadi begitu luar biasa gagah meski terlihat seperti binatang mitologi. Coba perhatikan  betapa sangat berwibawanya sang lelaki yang saya yakin dimaksud oleh sang seniman sebagai Sunan Gunung Djati itu berada di punggung Paksi Naga Liman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan karena itulah saya lebih suka menyebutnya sebagai Paksi Naga Liman Kontemporer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;***&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar di ambil dengan tanpa izin  dari &lt;a href="http://th04.deviantart.net/fs17/300W/i/2007/305/a/8/paksi_naga_liman_by_ekoputeh.jpg"&gt;sini&lt;/a&gt; karya &lt;a href="http://ekoputeh.deviantart.com/"&gt;Eko Puteh&lt;/a&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-3717089534950589118?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/3717089534950589118/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=3717089534950589118' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/3717089534950589118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/3717089534950589118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2010/06/paksi-naga-liman-kontemporer.html' title='Paksi Naga Liman Kontemporer'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-4983972677996425869</id><published>2010-05-30T01:25:00.000-07:00</published><updated>2010-05-30T06:23:59.039-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info penting'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Majalengka'/><title type='text'>Mancing Gratis pada Perayaan HUT Majalengka</title><content type='html'>Dalam rangka HUT Majalengka yang ke 520 Bupati Majalengka H. Sutrisno yang dikenal gemar memancing pada hari sabtu kemarin (29/05) menggelar acara mancing gratis di bendungan Rentang, Jatitujuh. Acara mancing gratis yang disponsori oleh salah satu perusahaan rokok dan dimeriahkan dengan pentas organ tunggal itu berlangsung meriah. Masyarakat Majalengka dari beberapa penjuru tumplek blek memenuhi area bendungan Rentang dengan alat pancingnya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon menurut beberapa sumber dalam acara mancing gratis ini Bupati Majalengka menumpahkan tak kurang dari 2 ton ikan mas dan lele ke dalam bendungan tersebut dan disebar ke dalam empat jalur bendungan masing-masing lima kwintal untuk tiap bendungan. Untuk mempermudah para peserta mendapatkan tangkapan, bendungan itu sengaja oleh pihak panitia diperkecil arusnya dengan menutup beberapa saluran airnya. Bahkan karena melihat animo masyarakat yang begitu besar ingin mengikuti acara mancing gratis ini, Bupati Majalengka pun pada hari ini kabarnya menyebar 1 ton lagi ikan lele dan mas tersebut ke area bendungan. Jadi, bagi Anda warga Majalengka dan sekitarnya ingin ikut berpartisipasi tentunya masih ada kesempatan.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bendungan Rentang yang memang sejak dulu merupakan salah satu objek wisata masyarakat sekitar pada hari itu benar-benar ramai dan dipadati pengunjung. Tapi meski acara yang diusung mengatas namakan perayaan HUT Majalengka yang sebenarnya jatuh pada tanggal 7 Juni nanti itu terdapat pemandangan janggal. Tidak hanya umbul-umbul dan bendera sponsor saja yang terpasang di sekitar arena pemancingan tapi  bendera salah satu parpol  juga bertebaran di sekitar arena. Sangat disayangkan memang, acara yang sedianya merupakan perayaan yang netral menjadi berbau muatan politis.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apapun itu, acara ini sungguh sangat bermanfaat terutama bagi warga Majalengka yang memang hobi memancing. Paling tidak, acara yang digelar seperti ini terasa lebih merakyat dan menyentuh kalangan bawah daripada perayaan-perayaan super mewah yang mengedepankan sisi seremonial belaka tanpa bisa dirasakan manfaatnya bagi rakyat kecil.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-4983972677996425869?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/4983972677996425869/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=4983972677996425869' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/4983972677996425869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/4983972677996425869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2010/05/mancing-gratis-pada-perayaan-hut.html' title='Mancing Gratis pada Perayaan HUT Majalengka'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-4769587007296123079</id><published>2010-05-26T08:00:00.000-07:00</published><updated>2010-05-26T08:12:32.325-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ritus Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peninggalan Wali Songo'/><title type='text'>Pedati Gede Pekalangan yang Legendaris</title><content type='html'>Pedati Gede Pekalangan, itulah nama dari pedati yang bisa jadi merupakan pedati atau kereta terbesar hingga saat ini di Indonesia bahkan bisa jadi di dunia. Kereta ini memang punya ukuran yang tak wajar yakni dengan panjang total 8,6 meter, tinggi 3,5 meter dan lebar 2,6 meter. Kereta ini berjalan di atas enam roda ukuran besar dengan diameter 2 meter dengan panjang jari-jari roda sepanjang 90 cm dan dua roda kecil yang berdiameter 1,5 meter dengan panjang jari-jari roda 70 cm. Tidak hanya besarnya ukuran yang membuat pedati ini begitu istimewa tapi juga teknologi yang terdapat dalam kereta itu dinilai oleh banyak pengamat sebagai kereta yang melampaui teknologi zamannya. Teknologi itu bisa dilihat dari terdapatnya semacam as terbuat dari kayu bulat berdiameter  15 cm yang menghubungkan antar roda melalui poros yang ada di tiap-tiap roda tersebut dengan pelumas dari getah pohon damar di tiap pertemuan antara roda tersebut dengan poros agar disamping pertemuan antara as dan porosnya tetap lancar juga membuat as tidak cepat aus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img text-align="center" src=" http://1.bp.blogspot.com/_eE0Tf6ElJMk/S3UZg0JqH0I/AAAAAAAAAGw/bIPKlDm_U4U/s320/pedati+gede+2.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal lainnya yang mengundang decak kagum adalah sistem rangkaian dari Pedati Gede Pekalangan ini menggunakan sistem knock down layaknya kereta api hingga jika pada saat itu yang diangkut tak cukup hanya dengan menggunakan pedati ini maka digunakan pedati-pedati lainnya dengan cara mencangkolkan pedati tambahan itu dibelakangnya dan ditarik dengan tenaga kerbau bule yang diyakini memiliki tenaga di atas rata-rata kerbau biasa pada umumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan catatan dan dipercaya oleh beberapa ahli dibuat pada tahun 1371 ketika Cirebon masih berbentuk katumenggungan dan dipimpin oleh Pangeran Cakrabuwana. Dan pedati ini masih tetap digunakan hingga jaman kesultanan Sunan Gunung Jati di abad ke-15. Salah satu peran penting pedati ini adalah ketika pembangunan Masjid Agung Sang Ciptarasa tahun 1480 sebagai alat angkut bangunan dan juga sebagai alat transfortasi ketika menginfasi Sakiawarman yang bersembunyi di desa Girinata (kini wilayah Palimanan). Sakiawarman merupakan adik kandung Prabu Purnawarman yang merupakan Kerajaan Tarumanegara di daerah Cisadane, Bogor, yang memberontak kepada kakaknya tapi karena gagal kemudian melarikan diri ke Desa Girinata. Karena Girinata waktu itu merupakan wilayah Kerajaan Indraprasta, maka Purnawarman meminta bantuan kepada Wiryabanyu, Raja Indraprasta untuk menumpas para pemberontak ini. Dan karena Kerajaan Indraprasta dan Kesultanan Cirebon waktu itu bersahabat dengan Kerajaan Tarumanegara maka Kesultanan Cirebon pun ikut mengirimkan pasukannya berikut dengan alat-alat logistiknya menggunakan pedati gede ini untuk kemudian ikut membantu kerajan tersebut menumpas para pemberontak yang bersembunyi di Girinata. Kontur tanah Desa Girinata yang becek dan berbukit-bukit membuat Pasukan Cirebon sangat terbantu dengan adanya pedati gede Pekalangan ini. Disamping itu, tak hanya sebagai alat angkut, postur badan pedati gede ini yang sangat besar dan kokoh pun bisa dijadikan sebagi benteng dikala pasukan musuh menyerang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;***&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar diambil dari blog &lt;a href="http://wongtrusmi.blogspot.com"&gt;ini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-4769587007296123079?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/4769587007296123079/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=4769587007296123079' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/4769587007296123079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/4769587007296123079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2010/05/pedati-gede-pekalangan-yang-legendaris.html' title='Pedati Gede Pekalangan yang Legendaris'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-2274170996269924737</id><published>2010-05-25T03:44:00.000-07:00</published><updated>2010-05-25T08:22:21.627-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jalan-jalan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makanan Tradisional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Majalengka'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Kuliner'/><title type='text'>Kue Serabi Wa Caweng</title><content type='html'>Kue Surabi keju, jika Anda pernah menyambangi kota Bandung pasti ingat dengan satu jenis kue ini. Kue tradisional yang berasimilasi dengan budaya modern dan kemudian naik pangkat menjadi kue bagi kalangan hedonis yang di jual di mal-mal. Nikmat, gurih dan membuat air liur membuncah memang. Tapi tahukah Anda bahwa pada mulanya kue surabi atau yang di Kota Cirebon dikenal dengan sebutan &lt;b&gt;kue serabi&lt;/b&gt; ini pada awalnya adalah salah satu makanan tradisional yang baik cara pengolahan maupun bahan-bahannya sangat tradisional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 293px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Z_ICnLG2zho/S_uqpF4xe8I/AAAAAAAAAHQ/a_4R1tjahEE/s320/Foto004.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475157394930629570" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, pada kesempatan kali ini Portal Cirebon akan memperkenalkan salah satu kue serabi yang sangat tradisional tapi begitu gurih disantap terutama sebagai teman makan sate kambing. Di &lt;b&gt;Desa Cidenok&lt;/b&gt; ada salah satu penjual kue ini yang sangat enak dan biasa mangkal tiap sore Rabu di depan Balai Desa Cidenok. Wa Caweng, begitulah sang penjual ini biasa disapa pelanggannya hanya berjualan pada sore Rabu hingga jam 9 malam saja, tapi jika Anda datang untuk mencicipi hasil racikannya di atas jam 7 malam Anda dipastikan harus ikut ngantri sebab pada jam-jam itu Serabi Wa Caweng ini akan diserbu pelanggannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 256px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Z_ICnLG2zho/S_uqRDPd23I/AAAAAAAAAHI/xZ79pmRMJ3A/s320/serabi_wa-caweng.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475156981903645554" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Portal Cirebon sendiri tak tahu sejak kapan Wa Caweng ini berjualan kue serabi, yang jelas sejak pertama kali berjualan serabi beliau mengaku selalu menggunakan cara-cara tradisional untuk menjaga rasa kue serabi-nya tetap gurih dan tak tertandingi. Dan memang, ketika Portal Cirebon mengamati mulai dari bahan-bahan seperti tepung beras, parutan kelapa yang membuat gurih, dan bumbu lainnya semuanya menggunakan bahan-bahan yang sangat alami dan diracik secara manual seperti proses mengulen tepung yang hanya menggunakan tangan, memarut kelapa hingga proses memanggang kue yang menggunakan tungku tanah (tembikar) dan kayu bakar. Satu-satunya yang menggunakan alat modern mungkin hanya ketika proses menepung beras yang menggunakan alat tepung mesin. Hal ini bisa dimaklumi sebab tenaga tua Wa Caweng memang sudah tak lagi memungkinkan untuk menumbuk beras menjadi tepung dengan lesung dan alu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jika Anda pada hari Selasa kebetulan sedang berada di wilayah perbatasan antara Cirebon - Majalengka dan menyukai makanan tradisional tak ada salahnya kalau Anda mampir sebentar ke Desa Cidenok Kecamatan Sumberjaya Kabupaten Majalengka ini untuk sekedar menikmati gurihnya kue serabi made in Wa Caweng ini. We recommended deh, heheheh...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-2274170996269924737?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/2274170996269924737/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=2274170996269924737' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/2274170996269924737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/2274170996269924737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2010/05/blog-post_25.html' title='Kue Serabi Wa Caweng'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Z_ICnLG2zho/S_uqpF4xe8I/AAAAAAAAAHQ/a_4R1tjahEE/s72-c/Foto004.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-4590634581946516832</id><published>2010-05-24T11:32:00.001-07:00</published><updated>2010-05-24T11:34:39.427-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info penting'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indramayu'/><title type='text'>14 Anggota TNI Ogah Bayar Tiket K.A</title><content type='html'>Penertiban penumpang Kereta Api Cirebon Express yang digelar Ditjen Perkeretaapian di Stasiun jatibarang, Indramayu kemarin menjaring sedikitnya 14 anggota TNI yang kedapatan tak memiliki tiket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.mediaindonesia.com/spaw/uploads/images/article/image/20100524_114805_Operasi-KA-NURUL.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para anggota TNI itu naik dari Stasiun Kejaksan, Cirebon dan saat tiba di Stasiun Jatibarang keempat belas anggota TNI bersama penumpang gelap lainnya diminta untuk turun dan digiring ke meja penyidik karena terbukti tak mengantongi tiket. Tapi lucunya, ketika sang penyidik meminta mereka untuk membayar tiket, dari keempat belas anggota TNI ini hanya 1 orang yang bersedia membayar tiket dan sisanya bak jagoan menolak membayar dan lebih memilih untuk berlari mengejar kereta api dan masuk kedalam kereta tersebut untuk melanjutkan perjalanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulah tak terpuji yang dilakukan oleh oknum TNI ini memang patut disesalkan jika mengingat betapa beberapa kebijakan yang diterapkan sarana transportasi itu sangat memihak pada mereka yang  diantaranya untuk anggota TNI hanya diwajibkan membayar separuh dari harga tiket normal dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika begini, pertanyaannya adalah apakah mereka-mereka sang aparat negara yang berlagak bak koboi ini tak tahu dengan undang-undang tahun 2007 pasal 23 tentang perkereta apian yang isinya mengatakan bahwa untuk penumpang yang kedapatan tak memiliki tiket akan didenda dengan mengharuskan mereka membayar sebesar  2 kali lipat bagi penumpang jarak jauh dan 5 kali lipat untuk penumpang jarak dekat? Atau jangan-jangan mereka-mereka ini buta huruf?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Gambar diambil dari &lt;a href="http://www.mediaindonesia.com"&gt;Media Indonesia&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-4590634581946516832?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/4590634581946516832/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=4590634581946516832' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/4590634581946516832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/4590634581946516832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2010/05/14-anggota-tni-ogah-bayar-tiket-ka.html' title='14 Anggota TNI Ogah Bayar Tiket K.A'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-5544979419340046725</id><published>2010-05-23T05:33:00.000-07:00</published><updated>2010-05-23T08:30:58.290-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info penting'/><title type='text'>Scoopy; Matic Terbaru dari Honda</title><content type='html'>PT Astra Honda Motor (AHM) pada tanggal 20 Mei Kemarin secara resmi mengeluarkan satu lagi skuter matic-nya ke pasaran. Skuter matik (skutik) bergaya retro ini oleh AHM di branding dengan nama &lt;b&gt;Honda Scoopy&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matik yang memiliki tiga varian warna, yaitu &lt;b&gt;classic white, retro pink, dan vintage violet&lt;/b&gt; ini sendiri dibundel dengan mesin 110, dilengkapi kunci pengaman bermagnet otomatis, tuas pengunci rem, dan standar samping otomatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Z_ICnLG2zho/S_khWiMPWRI/AAAAAAAAAFk/GIeITq-gr10/s1600/Scoopy+Retro+pink.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 219px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Z_ICnLG2zho/S_khWiMPWRI/AAAAAAAAAFk/GIeITq-gr10/s320/Scoopy+Retro+pink.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474443493064530194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Z_ICnLG2zho/S_khCicncUI/AAAAAAAAAFc/dJsEummZkNk/s1600/Scoopy+Classic+White.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 228px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Z_ICnLG2zho/S_khCicncUI/AAAAAAAAAFc/dJsEummZkNk/s320/Scoopy+Classic+White.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474443149535834434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Z_ICnLG2zho/S_ki3WHCf0I/AAAAAAAAAFs/xzk-6Yb5Fks/s1600/Scoopy+Vintage+Violet.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 222px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Z_ICnLG2zho/S_ki3WHCf0I/AAAAAAAAAFs/xzk-6Yb5Fks/s320/Scoopy+Vintage+Violet.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474445156268801858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut salah satu showroom motor terkenal di Cirebon ketika Portal Cirebon menanyakan kapan motor yang dibandrol dengan harga sekitar 13,5 juta ini hadir di pasaran Cirebon, yang bersangkutan menjawab bahwa kemungkinan baru setengah sampai sebulan lagi matic ini baru nongol untuk pasar Cirebon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, bagi warga Cirebon yang ngebet dengan matic bergaya retro besutan Honda nongkrong di garasi rumah sepertinya harus bersabar d ulu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-5544979419340046725?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/5544979419340046725/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=5544979419340046725' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/5544979419340046725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/5544979419340046725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2010/05/scoopy-matic-terbaru-dari-honda.html' title='Scoopy; Matic Terbaru dari Honda'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Z_ICnLG2zho/S_khWiMPWRI/AAAAAAAAAFk/GIeITq-gr10/s72-c/Scoopy+Retro+pink.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-2879835096973906702</id><published>2010-05-22T06:26:00.000-07:00</published><updated>2011-11-20T23:29:11.076-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jalan-jalan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info penting'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Traveling'/><title type='text'>Daftar Perusahaan Rental Mobil di Cirebon</title><content type='html'>Bagi Anda yang sedang ada di kota Cirebon baik dalam rangka urusan bisnis maupun berwisata dan membutuhkan &lt;b&gt;mobil rental di Cirebon&lt;/b&gt; untuk menunjang aktivitasnya maka di bawah ini Portal Cirebon sajikan beberapa Perusahaan Rental Mobil yang ada di kota Cirebon yang bisa Anda coba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi karena banyaknya jenis dan merk mobil yang direntalkan di sini, Portal Cirebon agak keculitan untuk memasang tarif sewa dari masing-masing rental tersebut. Untuk itu, bagi yang berminat dipersilahkan untuk menanyakan sendiri soal harganya pada showroom yang bersangkutan baik dengan cara datang ke tempatnya atau melalui telepon yang saya sediakan di bawah nani. Semoga bermanfaat.... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ACE PATREES RENT A CAR&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jl Prakarsa Muda 77 CIREBON&lt;br /&gt;Tlp. (0231) 236789&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PT. ADIRA SARANA ARMADA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jl. RA. Kartini 60 Hotel Kharisma International CIREBON&lt;br /&gt;Tlp. (0231) 211918&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PT. ARMADA FINANCE&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jl. Kalijaga Pegambiran Estate Bl B/1 RT 001/08 CIREBON&lt;br /&gt;Tlp. (0231) 205939&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ASAFFA RENT CAR&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo 120 CIREBON&lt;br /&gt;Tlp. (0231) 243479&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PT. BOLQI PUTRA MAS&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo 28 CIREBON&lt;br /&gt;Tlp. (0231) 222791&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PT. INDOJASA PRATAMA FINANCE&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jl. Sisingamangaraja 58 CIREBON&lt;br /&gt;Tlp. (0231) 246924&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ONE WAY RENT A CAR&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo 91 CIREBON&lt;br /&gt;Tlp. (0231) 206913&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PT. OTO MULTIARTHA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Cirebon Grand Centre Bl D/12 CIREBON&lt;br /&gt;Tlp. (0231) 245840&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PT. TUNAS FINANCINDO SARANA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jl. Karanggetas 64 Cherbon Grand Centre Bl A-14 CIREBON&lt;br /&gt;Tlp. (0231) 230965&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;DITO RENT CAR&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Permata Harjamukti J3/18 Cirebon&lt;br /&gt;Phone: 082115672345&lt;br /&gt;Website: &lt;a href="http://www.blogger.com/www.rentalmobilcirebon.com/"&gt;rentalmobilcirebon.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;TRAC ASTRA RENT A CAR SERVICE POINT CIREBON&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jl. Cideng Raya No. 139 Cirebon, Jawa Barat - Indonesia&lt;br /&gt;Telp. +62-231-226222 |&lt;br /&gt;Hp. 085 724 666 234 / 0812 1971 7283&lt;br /&gt;E. E-mail: - wahyu.dista@yahoo.com&lt;br /&gt;- ci_3650@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;VITTO Rent Car&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kompleks Majasem Permai B7 Cirebon&lt;br /&gt;Phone: 0857.2015.2718&lt;br /&gt;website:&lt;a href="http://vittorentcarcirebon.wordpress.com/"&gt;Vitto Rent Car Cirebon&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Verda Rental&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; Jl. Flamboyan F1 No. 16 Griya Caraka&lt;br /&gt; Telp. 085324008043/081322860960.&lt;br /&gt;Website: &lt;a href="verdarental.wordpress.com"&gt;VerdaRental&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini saja dulu dan semoga bermanfaat untuk pembaca semua...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-2879835096973906702?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/2879835096973906702/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=2879835096973906702' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/2879835096973906702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/2879835096973906702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2010/05/daftar-perusahaan-rental-mobil-di.html' title='Daftar Perusahaan Rental Mobil di Cirebon'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-1215989194228458671</id><published>2010-05-22T06:21:00.000-07:00</published><updated>2010-05-22T06:26:08.968-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Naskah Kuno'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Rakyat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesenian Rakyat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tarian tradisional'/><title type='text'>Makna Filosofis dari Topeng Cirebon</title><content type='html'>Kalau pada postingan yang dulu saya hanya menggambarkan &lt;a href="http://portalcirebon.blogspot.com/2009/01/tari-topeng.html"&gt;&lt;b&gt;Tari Topeng&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; secara garis besarnya saja maka pada postingan kali ini saya akan mencoba membedah kedalaman isi dan &lt;b&gt;makna filosofis dari tari topeng Cirebon&lt;/b&gt; ini sendiri terutama untuk tari topeng jenis &lt;b&gt;topeng Panji Cirebon&lt;/b&gt; yang terkenal sangat paradoks itu. Kenapa dikatakan paradoks karena dalam tari topeng Panji Cirebon ini terkandung unsur-unsur yang saling bertentangan. Pertentangan-pertentangan itu dapat ditemukan dari beberapa hal yang diantaranya adalah topeng yang dikenakan dalam tari Topeng Panji yang berwarna putih polos tanpa hiasan sama sekali hingga tak dapat dibedakan apakah topeng ini menggambarkan sosok lak-laki atau sosok perempuan, gerak tari pun demikian, tak dapat dibedakan apakah itu gerak seorang yang mewakili sifat maskulinitas lelaki atau femininitas perempuan. Gerak-gerak tariannya amat minim, namun iringan gamelannya begitu gemuruh. Kalau meminjam kata-katanya Prof. Drs. Jakob Sumardjo,  gerak Tarian Panji seolah-olah "tidak menari". Justru karena tariannya tidak spektakuler, maka ia merupakan sejatinya tarian, yakni perpaduan antara hakiki gerak dan hakiki diam. Satu hal lainnya yang membuat tari topeng panji Cirebon sedemikian paradoks adalah karena meski tari ini dihadirkan sebagai pembuka dari rangkaian tari topeng Cirebon lainnya yakni Pamindo-Rumyang dan Patih-Kelana tapi tari panji mengandung unsur dari keempat tari topeng itu sendiri. Ia hadir selaku pembuka sekaligus juga perwujudan dari klimaks pertunjukan tari topeng itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, untuk menarikan tari topeng panji ini tidak sembarang orang bisa menarikannya. Itulah sebabnya ada pendapat yang mengatakan bahwa hakikinya pada zaman dulu tari topeng panji ini adalah jenis tarian para raja Jawa yang lebih dekat ke sisi spiritualnya daripada sebagai tontonan. Pendapat ini muncul karena Dalam Negarakertagama dan Pararaton dikisahkan raja Majapahit yaitu Prabu Hayam Wuruk pernah menari topeng (kedok) yang terbuat dari emas. Hayam Wuruk menarikan topeng emas (atapel, anapuk) di lingkungan kaum perempuan istana Majapahit. Jadi Tari topeng Cirebon ini semula hanya ditarikan para raja dengan penonton perempuan (istri-istri raja, adik-adik perempuan raja, ipar-ipar perempuan raja, ibu mertua raja, ibunda raja). Pun begitu dengan  Raden Patah yang menari Topeng di kaki Gunung Lawu di hadapan Raja Majapahit, Brawijaya. Inilah yang membuktikan bahwa Topeng Cirebon erat hubungannya dengan konsep kekuasaan Jawa. Bahwa hanya Raja yang berkuasa dapat menarikan topeng ini, ditunjukkan oleh babad, yang berarti kekuasaan atas Jawa telah beralih kepada Raden Patah, dan Raja Majapahit hanya sebagai penonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan karena sakralnya tarian ini maka sebelum menarikan tari ini seorang penari harus terlebih dahulu melakukan laku puasa, berpantang pada sesuatu, dan semedi. Selain itu juga dipersembahkan segala macam sesajian yang mengandung unsur-unsur dualisme sekaligus pengesaan yang antara lain mewujud dalam berbagai sesajian yang sering dijumpai yang diantaranya bedak, sisir, cermin yang merupakan lambang perempuan, didampingi oleh cerutu atau rokok sebagai lambang lelaki. Bubur merah lambang dunia manusia, bubur putih lambang Dunia Atas. Cowek batu yang kasar sebagai lambang lelaki, dan uleg dari kayu yang halus sebagai lambang perempuan. Pisang lambang lelaki, buah jambu lambang perempuan. Air kopi lambang Dunia Bawah, air putih lambang Dunia Atas, air teh lambang Dunia Tengah. Sesajian adalah lambang keanekaan yang ditunggalkan.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Rincian Sisi Filosofis Tari Topeng Cirebon&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Secara garis besar makna filosofis dan spiritualitas tari topeng sendiri adalah semacam symbol penciptaan alam semesta yang berdasar pada sistem kepercayaan Hindu-Budha pengaruh dari kerajaan Majapahit yang menganut sistem emanasi yaitu adanya kesamaan antara sang pencipta (Dewa) dengan yang diciptakan (makhluk) karena menurut mereka ciptaan adalah bagian atau pancaran dari Sang Hyang Tunggal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah Sang Hyang Tunggal itu? Dia adalah ketidak-berbedaan yang tunggal dan mutlak. Sementara alam semesta sendiri merupakan suatu keanekaragaman.yang di dalamnya tergabung perbedaan-perbedaan yang bertentangan tapi saling melengkapi dan bertaut satu sama lain seperti siang-malam, gelap-terang, laut-darat dan lain sebagainya. Nah, Sang Hyang Tunggal itulah yang kemudian merangkum segala perbedan ciptaan itu untuk menjadikannya sebagai keseimbangan yang sempurna. Sifat-sifat positif melebur jadi satu dengan sifat-sifat negatif. Akibatnya semua sifat-sifat yang dikenal manusia berada secara seimbang dalam diriNya sehingga Sifat itu tidak dikenal manusia alias Kosong mutlak. Paradoksnya justru Kosong itu Kepenuhan sejati karena Dia mengandung semua sifat yang ada. Kosong itu Penuh, Penuh itu Kosong, itulah Sang Hyang Tunggal itu. Di dalamNya tiak ada perbedaan, tunggal mutlak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Topeng Cirebon berusaha menggambarkan semua unsur dari Sang Hyang Tunggal ini memecahkan diriNya menjadi beberapa serpihan pasangan kembar yang saling bersisian tapi sekaligus saling melengkapi. Dari Tari Topeng Panji sebagai perwujudan Sang Hyang Wenang yang memiliki segala unsur penciptaan kemudian menyerpih dan berdiri sendiri seperti yang kemudian digambarkan dalam tarian berikutnya yaitu 'Pamindo-Rumyang', dan 'Patih-Klana'. Karena memiliki unsur segala penciptaan itulah maka Tari Topeng Panji pun sulit di bedakan apakah ia perempuan atau lelaki, jahat atau baik dan sebagainya. Kedoknya yang sama sekali bersih dari segala aksesoris pun dapat disimbolkan sebagai bentuk kekosongan. Berisi tapi kosong. Mengandung berbagai unsur tapi tak terdefinisikan. . Itulah wujud paradoks antara gerak dan diam. Tarian Panji sepenuhnya sebuah paradoks. Inilah kegeniusan para empu purba itu, bagaimana menghadirkan Hyang Tunggal dalam transformasinya menjadi aneka, dari ketidakberbedaan menjadi perbedaan-perbedaan. Itulah puncak topeng Cirebon, yang lain hanyalah terjemahan dari proses pembedaan itu. Empat tarian sisanya adalah perwujudan emanasi dari Hyang Tunggal tadi. Sang Hyang Tunggal membagi diriNya ke dalam dua pasangan yang saling bertentangan, yakni 'Pamindo-Rumyang', dan 'Patih-Klana'. Inilah sebabnya kedok 'Pamindo-Rumyang' berwarna cerah, sedangkan 'Patih-Klana' berwarna gelap (merah tua).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerak tari "Pamindo-Rumyang" halus keperempuan-perempuanan, sedangkan Patih-Klana gagah kelaki-lakian. Pamindo-Rumyang menggambarkan pihak "dalam" (istri dan adik ipar Panji) dan Patih-Klana menggambarkan pihak "luar". Terang dapat berarti siang, gelap dapat berarti malam. Matahari dan bulan. Tetapi harus diingat bahwa semuanya itu adalah Panji sendiri, yang membelah dirinya menjadi dua pasangan saling bertentangan sifat-sifatnya. Inilah sebabnya keempat tarian setelah Panji mengandung unsur-unsur tarian Panji. Untuk hal ini orang-orang tari tentu lebih fasih menjelaskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;__________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Posting terkait:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://portalcirebon.blogspot.com/2009/01/tari-topeng.html"&gt;&lt;b&gt;Tari Topeng&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-1215989194228458671?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/1215989194228458671/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=1215989194228458671' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/1215989194228458671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/1215989194228458671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2010/05/makna-filosofis-dari-topeng-cirebon.html' title='Makna Filosofis dari Topeng Cirebon'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-6090214117670258561</id><published>2010-05-21T08:57:00.000-07:00</published><updated>2010-05-21T09:07:26.829-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jalan-jalan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info penting'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Traveling'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuningan'/><title type='text'>Daftar Hotel di Cirebon Beserta Harga dan Alamatnya</title><content type='html'>Kalau dulu saya hanya sempat memposting tentang &lt;a href="http://portalcirebon.blogspot.com/2009/01/alamat-hotel-yang-ada-di-kota-cirebon.html"&gt;&lt;b&gt;Daftar hotel yang ada di Cirebon&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; tanpa list price dan daftar hotelnya hanya terbatas pada &lt;b&gt;hotel berbintang di Cirebon&lt;/b&gt; saja, maka pada postingan ini sebagai pelengkap dari daftar hotel sebelumnya saya akan coba share nama hotel-hotel lainnya termasuk juga hotel-hotel kelas melati di Cirebon ini sekaligus juga daftar harga per malamnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar hotel ini sendiri saya kelompokkan berdasarkan jalan di mana hotel tersebut berdiri untuk mempermudah pembaca menentukan sendiri hotel mana yang lebih dekat dengan aktivitas dan keperluannya ketika berada di Cirebon. Semoga berguna...  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hotel yang ada di Jl. Siliwangi, Cirebon adalah:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Sidodadi Hotel&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beralamat di: Jl. Siliwangi No. 72&lt;br /&gt;Phone: (0231) 204821&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Daftar Harga menginap per malamnya adalah (dalam Rupiah):&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Deluxe  :  400.000&lt;br /&gt;Superior  :  330.000&lt;br /&gt;Standart  :  270.000&lt;br /&gt;Moderate  :  200.000&lt;br /&gt;Extra Bed  :  85.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Cordova Hotel&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beralamat di: Jl. Siliwangi No. 87-89&lt;br /&gt;Phone: (0231) 204677&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Daftar Harga menginap per malamnya adalah (dalam Rupiah):&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Suite Room   :220.000&lt;br /&gt;Special Deluxe   :170.000 &lt;br /&gt;Deluxe    :160.000&lt;br /&gt;Superior    :150.000&lt;br /&gt;Standart (3 bed) : 70.000&lt;br /&gt;Standart (2 bed)   :60.000&lt;br /&gt;Economic    :50.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Slamet Hotel&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beralamat di: Jl. Siliwangi No. 95&lt;br /&gt;Phone: (0231) 203296&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Daftar Harga menginap per malamnya adalah (dalam Rupiah):&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Class A   :175.000&lt;br /&gt;Class B   :150.000&lt;br /&gt;Class C   :130.000&lt;br /&gt;Economic   :85.000&lt;br /&gt;Extra bed   :35.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Family Hotel&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beralamat di: Jl. Siliwangi No. 66&lt;br /&gt;Phone: (0231) 207935&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Daftar Harga menginap per malamnya adalah (dalam Rupiah):&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Class A  :60.000&lt;br /&gt;Class B  :40.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Aurora Hotel&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beralamat di: Jl. Siliwangi No. 62&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Daftar Harga menginap per malamnya adalah (dalam Rupiah):&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Standard  :  155.000&lt;br /&gt;VIP  :165.000&lt;br /&gt;Family  :  200.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Sare Sae Hotel&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beralamat di: Jl. Siliwangi No. 70&lt;br /&gt;Phone: (0231) 206004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Daftar Harga menginap per malamnya adalah (dalam Rupiah):&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Deluxe  :  300.000&lt;br /&gt;Superior  :  250.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Langen Sari Hotel&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beralamat di: Jl.Siliwangi No. 127&lt;br /&gt;Phone: (0231) 201818&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Daftar Harga menginap per malamnya adalah (dalam Rupiah):&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Medium  :  300.000 / 200.000&lt;br /&gt;Superior  :  400.000 / 250.000&lt;br /&gt;Deluxe  :  500.000 / 300.000&lt;br /&gt;Extra Bed  :  75.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Prima Hotel&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beralamat di: Jl. Siliwangi No. 107&lt;br /&gt;Phone: (0231) 208573&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Daftar Harga menginap per malamnya adalah (dalam Rupiah):&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Standard  :  625.000&lt;br /&gt;Superior  :  675.000&lt;br /&gt;Deluxe  :  825.000&lt;br /&gt;Suite   :  1.100.000&lt;br /&gt;Executive Suite  :  1.375.000&lt;br /&gt;Prima Suite   :  1.500.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Bentani Hotel&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beralamat di: Jl. Siliwangi No. 69&lt;br /&gt;Phone: (0231) 203246&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Daftar Harga menginap per malamnya adalah (dalam Rupiah):&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Presidential Suite  :  1.780.000&lt;br /&gt;Executive Suite  :  1.235.000&lt;br /&gt;Suite  :  885.000&lt;br /&gt;Suoerior  :  622.500&lt;br /&gt;Executive  :  565.000&lt;br /&gt;Standard  :  500.000&lt;br /&gt;Extra Bed  :  100.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Priangan Hotel&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beralamat di: Jl. Siliwangi No. 108&lt;br /&gt;Phone: (0231) 202929&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Daftar Harga menginap per malamnya adalah (dalam Rupiah):&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;VIP  :  275.000&lt;br /&gt;Suite B  :  235.000&lt;br /&gt;Suite A  :  210.000&lt;br /&gt;Deluxe  :  190.000&lt;br /&gt;Economy  :  75.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Aurora Hotel&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beralamat di: Jl. Siliwangi No. 62&lt;br /&gt;Phone: (0231) 233143&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hotel yang ada di Jl. Tuparev, Cirebon&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Srikandi Hotel&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beralamat di: Jl. Tuparev No. 46&lt;br /&gt;Phone: (0231) 205901&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Daftar Harga menginap per malamnya adalah (dalam Rupiah):&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;3 BED  :  160.000&lt;br /&gt;2 BED  :  120.000&lt;br /&gt;EXTRA BED  :  45.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Patra Jasa Hotel&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beralamat di: Jl. Tuparev No. 11&lt;br /&gt;Phone: (0231) 209400&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Daftar Harga menginap per malamnya adalah (dalam Rupiah):&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Deluxe  :  495.000&lt;br /&gt;Super Deluxe  :  685.000&lt;br /&gt;Suite Room  :  1320.000&lt;br /&gt;Extra Nattress  :  125.000&lt;br /&gt;Driver Room / Person  :  75.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Cirebon Indah Hotel&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beralamat di: Jl. Tuparev KM3&lt;br /&gt;Phone: (0231) 210140&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Daftar Harga menginap per malamnya adalah (dalam Rupiah):&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Superior   :  120.000&lt;br /&gt;Executive  :  110.000&lt;br /&gt;Standard  :  100.000&lt;br /&gt;Ekonomi  :  80.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Apita Hotel&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beralamat di: Jl. Tuparev No. 323&lt;br /&gt;Phone: (0231) 200748&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Daftar Harga menginap per malamnya adalah (dalam Rupiah):&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Standard  :  499.125&lt;br /&gt;Superior   :  551.760&lt;br /&gt;Deluxe  :  469.770&lt;br /&gt;Junior Suite  :  773.190&lt;br /&gt;Suite  :  968.000&lt;br /&gt;Family Suite  :  1477.410&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Omega Hotel&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beralamat di: Jl. Tuparev No. 20&lt;br /&gt;Phone: (0231) 202585 / 204888&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hotel yang ada di Jl. Kalibaru, Cirebon&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Baru Cirebon Hotel&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beralamat di: Jl. Kalibaru Selatan No. 3&lt;br /&gt;Phone: (0231) 201728&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Daftar Harga menginap per malamnya adalah (dalam Rupiah):&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Deluxe   :  250.000&lt;br /&gt;Superior  :   225.000&lt;br /&gt;Moderate  :  125.000&lt;br /&gt;Extra Bed  :  50.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Niaga Hotel&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beralamat di: Jl. Kalibaru Selatan No. 49&lt;br /&gt;Phone: (0231) 201731&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Asia Hotel&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beralamat di: Jl. Kalibaru Selatan No. 15&lt;br /&gt;Phone: (0231) 202 183&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Pinus Hotel&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beralamat di: Jl. Kalibaru Selatan No. 49&lt;br /&gt;Phone: (0231) 201731&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hotel yang ada di Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Santika Hotel&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beralamat di: Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. 32&lt;br /&gt;Phone: (0231) 200570&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Daftar Harga menginap per malamnya adalah (dalam Rupiah):&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Superior  :  765.000&lt;br /&gt;Deluxe  : 945.000&lt;br /&gt;Executive  :  1.215.000&lt;br /&gt;Deluxe Suite  :  2.295.000&lt;br /&gt;Presidential Suite  :  4.215.000&lt;br /&gt;Extra Bed  :  230.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Zamrud Hotel&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beralamat di: Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. 64-A&lt;br /&gt;Phone: (0231) 246201&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Daftar Harga menginap per malamnya adalah (dalam Rupiah):&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Deluxe  :  520.000 / 285.000&lt;br /&gt;Executive  :  720.000 / 395.000&lt;br /&gt;Suite Room  :  980.000 / 550.000&lt;br /&gt;Zamrud Suite   :  1.600.000 / 895.000&lt;br /&gt;Driver Room  :  100.000 / 90.000&lt;br /&gt;Extra Bed  :  100.000 / 90.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Bumi Asih Hotel&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beralamat di: Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo&lt;br /&gt;Phone: (0231) 200667&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Daftar Harga menginap per malamnya adalah (dalam Rupiah):&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Deluxe  :  190.000&lt;br /&gt;Executive  :  245.000&lt;br /&gt;Suite  :  325.000&lt;br /&gt;Extra Bed  :  85.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hotel yang ada di Jl. Kartini&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Tryas Hotel&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beralamat di: Jl. Kartini  No. 86&lt;br /&gt;Phone: (0231) 232833&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Daftar Harga menginap per malamnya adalah (dalam Rupiah):&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Superior  :  375.000 / 250.000&lt;br /&gt;Deluxe  :  500.000 / 300.000&lt;br /&gt;Executive  :  600.000 / 350.000&lt;br /&gt;Junior Suite  :  800.000 / 450.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Cirebon Plaza Hotel&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beralamat di: Jl. Kartini  No. 64&lt;br /&gt;Phone: (0231) 202062&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Daftar Harga menginap per malamnya adalah (dalam Rupiah):&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Suite  :  765.000&lt;br /&gt;Deluxe  :  585.000&lt;br /&gt;Moderate  :  365.000&lt;br /&gt;Standard  :  275.000&lt;br /&gt;Extra Bed  :  100.000&lt;br /&gt;Driver  :  85.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Grage Hotel&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beralamat di: Jl. Kartini  No. 77&lt;br /&gt;Phone: (0231) 222999&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Daftar Harga menginap per malamnya adalah (dalam Rupiah):&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Platinum  :  8000.000&lt;br /&gt;Gold Room  :  3000.000&lt;br /&gt;Silver Room  :  1150.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hotel yang ada di Jl. Rajawali, Cirebon&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Padma Indah Hotel&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beralamat di: Jl. Rajawali Raya No. 329&lt;br /&gt;Phone: (0231) 232818&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Daftar Harga menginap per malamnya adalah (dalam Rupiah):&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Standard  :  180.000&lt;br /&gt;Deluxe  :  270.000&lt;br /&gt;Extra Bed  :  70.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Wisma Rajawali&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beralamat di: Jl. Rajawali Barat III No. 5&lt;br /&gt;Phone: (0231) 206326&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Daftar Harga menginap per malamnya adalah (dalam Rupiah):&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Standard  :  1150.000&lt;br /&gt;Standard Suite  :  2140.000&lt;br /&gt;Standard Family  :  200.000&lt;br /&gt;Extra Bed  :  40.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hotel yang ada di Jl. Bridg. Dharsono, Cirebon&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Imperial Hotel&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beralamat di: Jl. Bridg. Dharsono No. 14&lt;br /&gt;Phone: (0231) 207750&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Roslitasari Hotel&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beralamat di: Jl. Bridg. Dharsono No. 8&lt;br /&gt;Phone: (0231) 204366&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hotel yang ada di Jl. Kusnan, Cirebon&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Omega Hotel&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beralamat di: Jl. Kusnan No. 101&lt;br /&gt;Phone: (0231) 209332&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Daftar Harga menginap per malamnya adalah (dalam Rupiah):&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Standard  :  175.000&lt;br /&gt;Deluxe A  :  200.000&lt;br /&gt;Deluxe B  :  225.000&lt;br /&gt;Superior   :  250.000&lt;br /&gt;Extra Bed  :  85.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hotel yang ada di Jl. Veteran, Cirebon&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Permata Hijau Hotel&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beralamat di: Jl. Veteran No. 32&lt;br /&gt;Phone: (0231) 200215&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Daftar Harga menginap per malamnya adalah (dalam Rupiah):&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Family  :  450.000&lt;br /&gt;Superior  :  300.000&lt;br /&gt;Romantic  :  275.000&lt;br /&gt;Deluxe  :  250.000&lt;br /&gt;Standard  :  200.000&lt;br /&gt;Extra Bed  :  65.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hotel yang ada di Jl. Karang Getas dan Karang Anyar&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Asri Hotel&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beralamat di: Jl. Karang Getas No. 25-27&lt;br /&gt;Phone: (0231) 210900&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Daftar Harga menginap per malamnya adalah (dalam Rupiah):&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;VIP Kolam  :  349.000 &lt;br /&gt;VIP Taman  :  299.000 &lt;br /&gt;Standard Kolam R  :  259.000&lt;br /&gt;Standard Taman  :  239.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Intan Hotel&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beralamat di: Jl. Karang Anyar No. 36&lt;br /&gt;Phone: (0231) 244788&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hotel yang ada di Jl. Evakuasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Sunyaragi Hotel&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beralamat di: Jl. Evakuasi No. 65&lt;br /&gt;Phone: (0231) 484448&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Daftar Harga menginap per malamnya adalah (dalam Rupiah):&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Petite House  :  425.000&lt;br /&gt;Deluxe  :  300.000&lt;br /&gt;Moderate  :  285.000&lt;br /&gt;Standard  :  275.000&lt;br /&gt;Driver  :  85.000&lt;br /&gt;Extra Bed  :  100.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hotel yang ada di Jl. Cangkring, Cirebon&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Wisma Bahtera&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beralamat di: Jl. Cangkring I No. 7&lt;br /&gt;Phone: (0231) 231920&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Daftar Harga menginap per malamnya adalah (dalam Rupiah):&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Deluxe  :  250.000&lt;br /&gt;Standard  :  150.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hotel yang ada di Jl. Moh. Toha, Cirebon&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Rahayu Hotel&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beralamat di: Jl. Moh Toha No. 45&lt;br /&gt;Phone: (0231) 200322&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Daftar Harga menginap per malamnya adalah (dalam Rupiah):&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Deluxe  :  120.000&lt;br /&gt;Kamar AC + TV 3.org  :  110.000&lt;br /&gt;Kamar AC+TV 2.org  :  100.000&lt;br /&gt;Standard  :  70.000&lt;br /&gt;Ekonomi  :  50.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hotel yang ada di Jl. Syarief Abdurakhman, Cirebon&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Penta Hotel&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beralamat di: Jl. Syarief Abdurakhman No. 159&lt;br /&gt;Phone: (0231) 203328&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Daftar Harga menginap per malamnya adalah (dalam Rupiah):&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Standard  :  275.000&lt;br /&gt;Deluxe  : 320.000&lt;br /&gt;Super Deluxe  :  365.000&lt;br /&gt;Junior Suite  :  575.000&lt;br /&gt;Exe Suite   :  675.000&lt;br /&gt;Extra Bed  :  100.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;Hotel-hotel lain yang tersebar di Cirebon&lt;/b&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Cahaya Hotel&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beralamat di: Jl. Cemara D Teduh No. 45&lt;br /&gt;Phone: (0231) 202848&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Daftar Harga menginap per malamnya adalah (dalam Rupiah):&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Standard  :  75.000&lt;br /&gt;Superior  :  100.000&lt;br /&gt;Deluxe  :  150.000&lt;br /&gt;Extra bed  :  30.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Amanah Hotel&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beralamat di: Samping terminal Harjamukti&lt;br /&gt;Phone: (0231) 201352&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Daftar Harga menginap per malamnya adalah (dalam Rupiah):&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Lt. 2 + Kipas Angin  :  90.000&lt;br /&gt;Kipas angin + Tv  :  110.000&lt;br /&gt;Tv + AC  :  140.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Trijaya Hotel&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beralamat di: Jl. Aria Banga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Daftar Harga menginap per malamnya adalah (dalam Rupiah):&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Standart (2 bed)  :  125.000&lt;br /&gt;Deluxe  :  150.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Palapa Hotel&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beralamat di: Jl. Stasiun No. 8&lt;br /&gt;Phone: (0231) 202380&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Melati Hotel&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beralamat di: Jl. Pekalipan No. 62&lt;br /&gt;Phone: (0231) 202954&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Grinhil Pasindangan&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Beralamat di: Jl. Sunan Gunung Djati No. 89&lt;br /&gt;Phone: (0231) 222 489&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hotel yang ada di wilayah Kuningan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Tirta Sanita Hotel&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beralamat di: Jl. Raya Panawuan No. 98 Cilimus, Kuningan - Jawa Barat&lt;br /&gt;Phone: (0232) 613061&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Daftar Harga menginap per malamnya adalah (dalam Rupiah):&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Deluxe Recreation View  :  700.000&lt;br /&gt;Deluxe Montain View  :  850.000&lt;br /&gt;Anandita  :  1000.000&lt;br /&gt;Amanda  :  1250.000&lt;br /&gt;Audi Cottage Recreation View  :  1850.000&lt;br /&gt;Arindra Suite Cottage  :  2350.000&lt;br /&gt;Extra Bed  :  120.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Resort Prima&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beralamat di: Jl Panawuan, Sangkanhurip, Kuningan&lt;br /&gt;Phone: (0232) 613700&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Daftar Harga menginap per malamnya adalah (dalam Rupiah):&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Standard  :  300.000&lt;br /&gt;Superior  :  400.000&lt;br /&gt;Deluxe   :  500.000&lt;br /&gt;Standard Bungalow  :  800.000&lt;br /&gt;Family Bungalow  :  1150.000&lt;br /&gt;Suite Bungalow  :  2500.000&lt;br /&gt;Royal Suite  :  3500.000&lt;br /&gt;Pondok Sekdes  :  900.000&lt;br /&gt;Pondok Kuwu  :  1100.000&lt;br /&gt;Pondok Pamong  :  750.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara ini saja dulu. Bagi yang ingin melengkapi silahkan di kolom komentar....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-6090214117670258561?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/6090214117670258561/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=6090214117670258561' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/6090214117670258561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/6090214117670258561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2010/05/daftar-hotel-di-cirebon-beserta-harga.html' title='Daftar Hotel di Cirebon Beserta Harga dan Alamatnya'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-4349477210275815547</id><published>2010-05-19T07:44:00.000-07:00</published><updated>2010-05-19T07:48:20.300-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Naskah Kuno'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ritus Budaya'/><title type='text'>Menyibak Misteri Situs Gunung Singkil</title><content type='html'>Selain di Kuningan ada &lt;a href="http://portalcirebon.blogspot.com/2010/05/situs-cipari-potret-zaman-megalitik/"&gt;Situs Cipari&lt;/a&gt; di Cirebon pun terdapat pula situs lain yang tak kalah bersejarahnya. Situs ini adalah Situs Gunung Singkil, sebuah situs purbakala yang berlokasi di Kampung Ciawijapura, Desa Ciawijapura, Kecamatan Susukan Lebak, Kabupaten Cirebon. Secara geografis, situs ini  berada pada posisi 108° 35' 792" BT dan 06° 51' 723" LS dengan ketinggian sekitar 190 m dpl, dan menempati luas sekitar 10 x 50 m.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai situs Gunung Singkil ini pengunjung dapat menggunakan baik kendaraan roda dua maupun roda empat melalui Kecamatan Sumber. Begitu sampai di Kampung Ciawijapura, Desa Ciawijapura, Kecamatan Susukan Lebak, Kabupaten Cirebon karena lokasi Situs Gunung Singkil ini berada tepat di tengah-tengah areal pesawahan penduduk maka kemudian perjalanan pun harus dilanjutkan dengan berjalan kaki melalui pematang sawah yang memakan waktu sekitar 10 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan situs ini sendiri pertama kali diketahui berdasarkan laporan lisan  dari Musa Semiana, seorang penilik kebudayaan Kecamatan Lemah Abang, dan Dadang, yang merupakan Kepala Urusan Ekonomi dan Pengembangan Desa Ciawijapura pada tahun 1993. Dari hasil laporan itulah kemudian dilakukan peninjauan oleh Muchtar, Kepala Seksi Kebudayaan, Kantor Depdikbud Kabupaten Cirebon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena letaknya yang persis di tengah-tengah areal pesawahan penduduk dan menempati sebuah bukit maka dari kejauhan pun situs ini akan sangat mudah dikenali. Benda-benda purbakala yang terdapat di situs ini sendiri adalah berupa 4 buah prasasti dari batu alam yang bertuliskan huruf China (yang salah satunya terdapat di rumah warga), bukit berbatu yang tersusun berunduk 12 teras dengan kemiringan sekitar 30° setinggi 11 meter, batu monolit 7 buah yang salah satunya merupakan susunan batu kali yang digunakan sebagai tempat sesajian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga prasasti yang terdapat di Situs Gunung Singkil ini sendiri masing-masing sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Prasasti pertama berada pada teras ke-6  dan bertuliskan 3 huruf Kanji yang tersusun horizontal. Isi prasasti ini sendiri menyebutkan nama orang yakni Khou See Tjoo.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Prasasti kedua berada pada teras ke-8. isi dari prasasti ini sendiri menyebutkan tentang seseorang yang bernama Xu Ya Xiao dari Dinasti Qing dan berasal dari Desa Xi Qi Xu Kabupaten Jie Yang, Karesidenan Chao Zou. Seperti yang tertulis dalam prasasti tersebut, beliau meninggal dan dimakamkan pada tahun 1848. Ukuran prasasti ini sendiri adalah sebagai berikut: tinggi 1,60 m, dengan panjang 3,14 m, dan dengan ketebalan 2,15 m.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Prasasti yang ketiga adalah sebuah prasasti yang bercerita tentang Dewi Bumi (Hou Dhu) yang ditulis dengan huruf Kanji yang melintang vertikal sebanyak satu baris. Ukuran prasasti ini sendiri adalah dengan tinggi 95 cm dan berdiameter sekitar 80 cm.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk prasasti yang keempat yang tersimpan di rumah penduduk, ketika Portal Cirebon berkesempatan mendatangi rumahnya, sang empunya rumah sedang tidak ada. Jadi untuk prasasti yang keempat ini sendiri Portal Cirebon tak bisa menjabarkan baik bentuk maupun isi dari prasasti tersebut. Ketika coba mencari di mesin pencari &lt;a href="www.google.co.id"&gt;Google&lt;/a&gt; pun hasilnya nihil. Mungkin ada salah satu dari pembaca yang mengetahuinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dua prasasti yang terdapat di Situs Gunung Singkil yang menyebut nama orang di dalamnya (Khou See Tjoo dan Xu Ya Xiao)  ini sendiri pun Portal Cirebon tidak begitu tahu apa dan siapa orang yang tertulis di prasasti tersebut. Minimnya literature membuat Portal Cirebon makin kesulitan untuk mengidentifikasi kedua orang tersebut. Apakah kedua orang ini merupakan utusan kerajaan, atau hanya pedagang biasa seperti lazimnya pedagang-pedagang dari China yang memang banyak berdatangan ke Kota Cirebon pada masa itu masih merupakan sebuah misteri yang harus segera terpecahkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-4349477210275815547?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/4349477210275815547/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=4349477210275815547' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/4349477210275815547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/4349477210275815547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2010/05/menyibak-misteri-situs-gunung-singkil.html' title='Menyibak Misteri Situs Gunung Singkil'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-460679382294663176</id><published>2010-05-17T07:41:00.000-07:00</published><updated>2010-05-17T07:45:28.677-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makanan Tradisional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Kuliner'/><title type='text'>Menikmati Empal Gentong Racikan Mang Darma</title><content type='html'>Pada hari Minggu kemarin saya bersama istri berkesempatan  untuk menikmati (kembali) &lt;b&gt;Empal Gentong Mang Darma&lt;/b&gt; setelah sekian lama tak berkunjung ke gerai yang berlokasi di stasiun Kereta Cirebon ini. Di lokasi ini sebenarnya ada dua gerai empal gentong yang sangat terkenal yakni Empal Gentong Mang Darma dan Empal Gentong Putra Mang Darma. Tapi saya lebih memilih gerai Empal Gentong Mang Darma. Meski sebenarnya untuk dapat menikmati empal gentong ini mesti rela ngantri karena padatnya pengunjung, terlebih di hari libur begini tapi saya terutama istri tetap melakukannya. Sebenarnya empal gentong milik putra Mang Darma sendiri rasanya hampir tak kalah nikmat dengan gerai milik Mang Darma ini, tapi saya bersama istri tetap bersikukuh untuk tidak berpindah tempat dan rela untuk ngantri. Entah kenapa. mungkin semacam prestise saja, bahwa lebih afdol rasanya kalau menikmati empal gentong ini langsung dari tangan pertama yakni milik sang bapak. Fanatisme yang tak begitu penting dan tak layak dicontoh samasekali memang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sekedar informasi, empal gentong Mang Darma ini selain dua yang terdapat di Stasiun Kereta Api Cirebon ini, ada beberapa gerai lainnya jika anda malas untuk ngantri di tempat ini yakni yang ada di di Jl. Slamet Riyadi (Empal Gentong Bu Darma) dan satu gerai lainnya terdapat di dalam areal Grage Mall yang kesemuanya dikelola oleh Mang Darma dan keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href=" http://4.bp.blogspot.com/_Z_ICnLG2zho/SXAuCSXw_EI/AAAAAAAAAAM/RMKclyRSSZQ/s1600-h/empal-gentong-soto-jerohan-thumb.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 158px; height: 127px;" src=" http://4.bp.blogspot.com/_Z_ICnLG2zho/SXAuCSXw_EI/AAAAAAAAAAM/RMKclyRSSZQ/s320/empal-gentong-soto-jerohan-thumb.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291780178986466370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Dan seperti sebelum-sebelumnya, rasa empal gentong ini memang tak pernah berubah. Tetap nendang di lidah dan senantiasa membuat pengunjung selalu rindu untuk kembali lagi dan lagi. Mungkin cita rasa yang senantiasa ngangenin inilah yang membuat gerai empal gebtong ini begitu padat pengunjung tiap harinya dan begitu terkenal bahkan hingga jauh ke luar kota Cirebon. Padahal seperti halnya empal gentong-empal gentong yang tersebar di setiap sudut kota Cirebon, bahan maupun bumbu empal gentong di tempat ini hampir tak jauh berbeda yakni daging dan jeroan sapi yang dibanjur dengan kuah mirip soto. Pun begitu dengan cara memasaknya yang sama saja dengan empal gentong kebanyakan yaitu di masak dalam gentong dari tanah liat, kemudian disajikan bersama dengan bumbu-bumbu rempah yang khas dan juga taburan bawang goreng, daun seledri dan daun bawang di atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menikmati empal gentong di sini pengunjung diberi kebebasan memilih pelengkapnya apakah ingin memakai nasi atau lontong. Pun boleh juga kalau hanya ingin menikmati empal gentongnya saja tanpa nasi atau lontong sama sekali. Karena di rumah sebelum berangkat ke tempat ini saya dan istri menyempatkan makan terlebih dahulu maka kami pun hanya meminta empal gentongnya saja tanpa lontong atau nasi sama sekali. Hanya empal gentong dan beberapa kerupuk lambak (kerupuk yang terbuat dari kulit kerbau) selaku pelengkap nikmatnya menyantap seporsi masakan yang begitu legendaries ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya, di tempat ini pun pengunjung dapat memilih sendiri daging dan jeroan yang dikehendaki. Jadi, jika Anda punya sedikit masalah dengan kolesterol, Anda masih tetap bisa menikmati masakan ini dengan meminta kepada empunya warung untuk tidak ditambahi jeroan dan hanya minta kuah dan daging sapinya saja. Dan jangan lupa juga, tambahkan bubuk cabai kering yang tersedia di atas meja ke dalam empal gentong  Anda itu untuk lebih memperkuat rasanya. Pokoknya kalau mengikuti kata-katanya anak muda jaman sekarang, dijamin rasanya mantabh surantabh  banged!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-460679382294663176?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/460679382294663176/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=460679382294663176' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/460679382294663176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/460679382294663176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2010/05/menikmati-empal-gentong-racikan-mang.html' title='Menikmati Empal Gentong Racikan Mang Darma'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-2416739803709160988</id><published>2010-05-16T16:23:00.000-07:00</published><updated>2010-05-16T16:26:41.647-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info penting'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Majalengka'/><title type='text'>Bencana Tanah Longsor di Kecamatan Bantarujeg, Majalengka</title><content type='html'>Bencana tanah longsor yang melanda 6 desa yang ada di Kecamatan Bantarujeg Kabupaten Majalengka pada sabtu sore kemarin memporak-porandakan sedikitnya 12 rumah. Beruntung, dalam bencana ini tidak terdapat korban tewas dan hanya beberapa korban luka saja. Bencana tanah longsor ini sendiri terjadi kira-kira sekitar pukul 18.30, bermula dari hujan deras yang tak kunjung berhenti sejak pukul 14.00 wib. Tragisnya lagi, longsor bersamaan dengan meluapnya sungai di kawasan tersebut yakni Sungai Cilitung. Akibatnya, disamping longsor, terjangan banjir makin mempersulit medan karena banjir itu kemudian merusakkan jembatan gantung sepanjang 84 meter yang menghubungkan desa-desa di kawasan itu dengan kota kecamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam desa yang menderita tanah longsor tersebut masing-masing Desa Haurgeulis, Gunung Warang, Cikidang, Siliwangi, Salawangi dan Wado Wetan. Jika dilihat dari kontur tanah yang berbukit, keenam desa tersebut memang terletak di kawasan perbukitan yang rawan longsor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Portal Cirebon, desa yang paling parah dalam bencana ini adalah di Desa Gunung Warang. Di desa ini sedikitnya 8 rumah rusak parah dan empat diantaranya bahkan tertimbun longsoran hingga rumah tersebut rata dengan tanah. Empat rumah yang rata dengan tanah itu adalah masing-masing milik Kasta, Karna, Arsiyah dan Santiya. Santiya, sang pemilik salah satu rumah tersebut bahkan sempat ikut tertimbun bersama rumahnya karena ketika longsor terjadi beliau sedang menonton televisi di dalam rumahnya. Untung, warga dengan bergotong royong akhirnya berhasil mengeluarkan Santiya dari reruntuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena akses jalan yakni jembatan gantung  yang menghubungkan keenam desa tersebut dengan kota kecamatan terputus, sampai Minggu sore kemarin warga korban bencana tanah longsor belum dapat bantuan dari pemda setempat dan para korban yang rumahnya  rusak pun kini hanya bisa menumpang di rumah tetangga dan kerabatnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-2416739803709160988?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/2416739803709160988/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=2416739803709160988' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/2416739803709160988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/2416739803709160988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2010/05/bencana-tanah-longsor-di-kecamatan.html' title='Bencana Tanah Longsor di Kecamatan Bantarujeg, Majalengka'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-7786382736268370058</id><published>2010-05-13T22:26:00.000-07:00</published><updated>2010-05-13T22:28:02.456-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info penting'/><title type='text'>Korban Miras Oplosan di Cirebon Terus Bertambah</title><content type='html'>Korban meninggal akibat menenggak miras oplosan di Cirebon pada Kamis kemarin (11/5) kini bertambah menjadi 17 orang setelah hari sebelumnya berjumlah 14 orang. Ketiga korban yang menyusul 14 korban sebelumnya itu masing-masing bernama Ahmad Zaelani (20), Nursan (17) yang keduanya tercatat sebagai warga  Desa Kalianyar, Kec. Panguragan, Kab. Cirebon. Satu korban lainnya teridentifikasi bernama  Suryadi (22) yang merupakan warga Desa Tegal Karang, Kec. Palimanan, Cirebon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiganya meninggal dunia masing-masing setelah di rawat di dua rumah sakit berbeda. Suryadi menghembuskan nafas terakhir ketika dalam masa perawatan di R.S Sumber Waras Ciwaringin dan dua lainnya yakni Ahmad Zaelani dan Nursan di RSUD Arjawinangun. Ketiganya kini telah di kuburkan di TPU desa masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga korban miras palsu ini menenggak miras di tempat terpisah. Seperti misalnya Nursan dan Ahmad Zaelani berpesta miras secara terpisah pada Jumat lalu ketika ada sebuah pertunjukan film layar tancap di rumah warga yang tengah hajatan di desa tersebut. Sementara Suryadi sendiri menenggak miras tersebut bersama kawan-kawannya ketika di desa mereka ada pertunjukan musik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah korban tewas akibat miras oplosan yang di duga palsu itu disinyalir akan terus bertambah karena peredaran miras palsu itu kini konon telah menyebar hampir di semua Kecamatan di Cirebon. Portal Cirebon menemukan sedikitnya sekitar 90-an pasien yang kini sedang dirawat di RSUD ARJAWINANGUN akibat menenggak miras palsu yang dioplos ini. Belum lagi yang dirawat di berbagai rumah sakit lain di Cirebon seperti di RS Mitra Plumbon, RS Pelabuhan, RS ZAMZAM Jatibarang dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan kejadian itu, kini Polwil Cirebon makin getol merazia tempat-tempat yang diduga menjual dan mengedarkan miras demi meminimalisir makin bertambahnya korban-korban lain. Meski langkah ini dinilai terlambat, masyarakat cukup senang dengan apa yang dilakukan polisi ini. "Daripada tidak sama sekali," begitulah jawaban warga ketika ditanya Portal Cirebon.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-7786382736268370058?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/7786382736268370058/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=7786382736268370058' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/7786382736268370058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/7786382736268370058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2010/05/korban-miras-oplosan-di-cirebon-terus.html' title='Korban Miras Oplosan di Cirebon Terus Bertambah'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-7764786168025148221</id><published>2010-05-13T05:53:00.000-07:00</published><updated>2010-05-13T05:58:02.301-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Majalengka'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesenian Rakyat'/><title type='text'>Bentuk Penghargaan Warga Cirebon Untuk Seniman Mereka</title><content type='html'>Dulu, pada dasawarsa 80-an hingga 90-an ketika ada seniman-seniman besar sedang berpentas di sebuah kampung dan kebetulan di kampung tersebut ada warga yang melahirkan bayi maka ada semacam tradisi untuk meminta sang seniman tersebut memberikan nama pada sang bayi sekaligus mengangkatnya sebagai anak. Anak dalang begitulah sebutannya. Salah satu photo yang berhasil di dapat oleh Portal Cirebon dari salah seorang warga di Desa Cidenok, Majalengka sekaligus mewawancarainya didapat kesimpulan bahwa yang mendorong warga pada saat itu adalah karena menjadi anak angkat (anak akon-akon) sang dalang (seniman) besar merupakan suatu kebanggaan tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Z_ICnLG2zho/S-vxrjaILBI/AAAAAAAAAEk/oRe4BihDgRc/s1600/abdul_adjib.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 258px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Z_ICnLG2zho/S-vxrjaILBI/AAAAAAAAAEk/oRe4BihDgRc/s320/abdul_adjib.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470731902913096722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa itu, profesi seniman di mata masyarakat merupakan suatu profesi yang cukup bermartabat, "Dudu pegaweane wong biasa," begitu kata sang nara sumber. Meski seniman panggung bukan merupakan jenis profesi yang berpenghasilan besar namun ada semacam rasa pekewuh dan hormat pada profesi ini karena pekerjaan sang seniman merupakan pekerjaan yang dianggap mulia yakni menghibur orang. Tidak semua orang memiliki talenta seperti yang dimiliki sang dalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya, seperti yang terlihat dalam photo, meski saat itu belum ada penerangan listrik di kampung tersebut sang nenek tetap memaksakan diri menggendong cucunya yang belum juga  berumur satu hari itu ke panggung demi mendapat hadiah nama dari sang dalang. Sebuah penghormatan yang begitu besar dari warga untuk sang seniman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Desa Cidenok sendiri dari penelusuran Portal Cirebon menemukan tak kurang dari 4 orang yang menjadi anak angkat sekaligus memiliki nama pemberian dari sang dalang. 2 orang mendapat nama dari pemimpin Putra sangkala yakni Abdul Adjib dan dua lainnya masing-masing dari pemimpin Sandiwara Indra Putra dan Dalang Wayang Kulit terkenal pada masa itu. "Tiap dalang sing ngaku anak ning kula ditanggap ning desa kien lan tangga desa biasane kula dikabari ambir bisa teka. Baka wis ketemu ya biasane dijak ngobrol. Wis kawin durung, due anak pira. Pokoke ya kaya anak ketemu bari bapane bae." ("Tiap dalang yang mengangkat anak sama saya berpentas di desa ini ataupun di desa tetangga biasanya saya akan dikabari agar bisa datang. ketika ketemu ya ngobrol macam-macam. Sudah kawin belum, punya anak berapa. Pokoknya ya seperti bertemunya orang tua dengan anaknya," -pen) Empat orang dalam satu desa untuk masa itu ketika tidak semua orang mampu mendatangkan seniman besar (nanggap, begitulah istilahnya) pun di tambah lagi tidak setiap sang seniman besar mentas di suatu kampung ada ibu-ibu yang melahirkan. Maka empat orang anak dalang dalam satu kampung jelas bukanlah jumlah yang sedikit.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, meski prosesi pemberian nama dan pengangkatan anak itu terbilang sederhana dan mendadak tapi bukan berarti kemudian setelahnya dilupakan begitu saja. Hubungan ayah - anak itu tetap terjalin meski tentu tak seperti orang tua dengan anak kandung sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, seiring makin majunya tatanan kehidupan manusia, tradisi itu kini hampir ditinggalkan kalau tidak dibilang hilang sama sekali. Mungkin karena sekarang di zaman yang kian berderap mengejar keduniawian orang lebih resfect  pada profesi yang lebih mudah mendatangkan uang seperti Dokter, insinyur dan sebagainya. Dan imbasnya profesi dalang panggung pun tak lagi dipandang sebagai pekerjaan yang menjanjikan masa depan. Hanya dibutuhkan sebagai pemeriah hajatan. Dampak langsung ari semua itu tentu adalah tak lagi ada seorang nenek yang repot-repot membawa cucu tercintanya ke atas panggung demi sepotong nama dan pengakuan dari sang dalang panggung. Sangat disayangkan memang. Duh, dalang...... nasibmu kini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-7764786168025148221?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/7764786168025148221/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=7764786168025148221' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/7764786168025148221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/7764786168025148221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2010/05/bentuk-penghargaan-warga-cirebon-untuk.html' title='Bentuk Penghargaan Warga Cirebon Untuk Seniman Mereka'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Z_ICnLG2zho/S-vxrjaILBI/AAAAAAAAAEk/oRe4BihDgRc/s72-c/abdul_adjib.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-7582715744669755028</id><published>2010-05-13T05:35:00.000-07:00</published><updated>2010-05-13T06:09:29.744-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jalan-jalan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ritus Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuningan'/><title type='text'>Situs Cipari, Potret Zaman Megalitik Menuju ke Zaman Perunggu</title><content type='html'>Situs Cipari adalah sebuah situs di Kabupaten Kuningan, yang tepatnya terletak di Desa Cipari Kecamatan Cigugur. Situs Cipari sendiri terletak di daerah lembah di atas ketinggian 700 m dpl dan pada koordinat 1080 28' 156" BT, 060 57' 723" LS, sekitar 3 km ke arah barat dari pusat kota Kuningan. Untuk mencapai situs ini pengunjung dapat menggunakan baik kendaraan roda dua maupun roda empat dengan mudah karena jalan menuju situs ini cukup lebar dan beraspal. Luas situs ini sendiri mencapai 700 m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; dan menjadi bagian dari areal Taman Purbakala Cipari yang luasnya mencapai 2500 m. Dan karena berada dalam lingkungan Taman Purbakala maka situs Cipari pun lebih dikenal dengan Taman Purbakala Cipari. Sejak pertama kali ditemukan yaitu pada tahun 1971/1972 oleh penduduk setempat yang kemudian dilakukan penggalian oleh Pemda Kuningan situs ini pun kemudian di buka untuk umum sebagai pilihan sarana wisata Budaya yang lebih menitik beratkan pada sisi pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situs Cipari berdasarkan tipologi dan statigrafi diperkirakan pernah mengalami 2 kali masa pemukiman yaitu pemukiman manusia pada akhir masa neolitik dan awal pengenalan masa perunggu (masa perundagian) yang berkisar antara tahun 1000 SM s.d 500 SM. Bukti-bukti peninggalan manusia pada akhir masa neolitik dan awal pengenalan masa perunggu sendiri dapat ditemukan dalam berbagai artefak yang terdapat di situs ini yang antara lain fragmen tembikar seperti pernik, kendi, piring, pedupaan dan cawan, gelang batu, beliung persegi, kapak perunggu dan manik-manik, tulang hewan yang kesemuanya didapat dari hasil penggalian dua peti kubur. Sayangnya dalam penggalian dua kuburan batu (yang satu lengkap dengan penutup kuburnya yang berukuran 16 x 56 x 59 cm) di dalam peti kubur tersebut tidak ditemukan sisa jasad manusia melainkan hanya bekal kuburnya saja seperti yang Portal Cirebon sebutkan di atas. Karena melihat temuan-temuan di atas tadi maka dari itulah situs Cipari di duga kuat berasal dari masa perundagian (paleometalik atau perunggu besi) yaitu zaman manusia di masa transisi antara zaman megalitik menuju ke zaman perunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Z_ICnLG2zho/S-vyXN8VuZI/AAAAAAAAAEs/7_hoMcQZD5U/s1600/kuburan_batu.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 230px; height: 165px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Z_ICnLG2zho/S-vyXN8VuZI/AAAAAAAAAEs/7_hoMcQZD5U/s320/kuburan_batu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470732653065255314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;kuburan batu di situs Cipari&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya artefak-artefak seperti yang saya sebutkan di atas saja yang terdapat dalam situs Cipari ini melainkan masih banyak juga peninggalan-peninggalan sejarah lain yang tak kalah menakjubkan seperti misalnya pintu gerbang arah kiri ke kanan akan dijumpai menhir dengan tatanan batu, menhir dengan tatanan lempengan batu sekeliling di bagian bawah kuburan, dan juga kapak batu sebagai hasil kebudayaan manusia pada zaman itu. Kondisi objek situs pun masih tetap sama sesuai dengan kondisi pertama kali ditemukan meski ada beberapa bagian yang ditambahkan pada situs ini seperti misalnya lantai jalan setapak di taman purbakala Cipari yang ditambahkan susunan lempeng batu yang diupayakan agar serasi dengan tinggalan megalitik yang dominant terbuat dari batu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya masih banyak hal lainnya yang bisa anda saksikan di Taman Purbakala ini, tapi tentu Anda harus berkunjung sendiri ke sini untuk lebih detilnya. Lagipula jika saya paparkan semua di sini tentu Anda semua akan melewatkan efek kejutnya ketika berkunjung ke sini. Yang pasti, tempat ini layak untuk Anda kunjungi bersama keluarga. Sambil menikmati udara Kuningan yang sejuk Anda pun akan mendapat pengetahuan yang mungkin mampu menjawab rasa penasaran Anda akan peradaban zaman purbakala.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-7582715744669755028?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/7582715744669755028/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=7582715744669755028' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/7582715744669755028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/7582715744669755028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2010/05/situs-cipari-potret-zaman-megalitik.html' title='Situs Cipari, Potret Zaman Megalitik Menuju ke Zaman Perunggu'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Z_ICnLG2zho/S-vyXN8VuZI/AAAAAAAAAEs/7_hoMcQZD5U/s72-c/kuburan_batu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-1546130054824068954</id><published>2010-05-12T06:50:00.000-07:00</published><updated>2010-05-12T07:59:44.641-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jalan-jalan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata ziarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ritus Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peninggalan Wali Songo'/><title type='text'>Masjid Panjunan Nan Eksotik</title><content type='html'>Selain Masjid Agung Sang Cipta Rasa yang terkenal dengan ornament khas dan adzan pitu-nya itu, di Cirebon pun sebenarnya memiliki masjid tua lainnya yang tak kalah eksotis dibanding Masjid Sang Cipta Rasa. Masdjid itu adalah Masjid Panjunan atau biasa dikenal juga dengan sebutan Masjid Merah. Kata Panjunan sendiri merujuk pada nama kampung sekaligus nama lain dari sang pendiri yang dikenal dengan Pangeran Panjunan salah satu tokoh penyebar agama Islam yang berasal dari Baghdad. Menurut risalah kuno Babad Tjerbon, nama asli Pangeran Panjunan sendiri sebenarnya adalah Maulana Abdul Rahman, tapi karena berdiam di desa Panjunan yakni sebuah kampung yang juga menjadi sentra pembuat kerajinan keramik tradisional (Jun berarti Keramik) maka seperti lazimnya pada zaman itu sang tokoh tersebut akan dikenal dengan merujuk nama tempat tinggalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Z_ICnLG2zho/S-rAq-W3TBI/AAAAAAAAAEc/_qsg0RaooPg/s1600/masjid_panjunan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 230px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Z_ICnLG2zho/S-rAq-W3TBI/AAAAAAAAAEc/_qsg0RaooPg/s320/masjid_panjunan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470396541920824338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid yang termasuk ke dalam lima masjid tertua di Nusantara ini dibangun pada tahun 1453 M. jauh sebelum masjid Sang Cipta Rasa di bangun (1549 M) bahkan lebih tua dari masjid Demak (1477) dan Masjid Menara Kudus (1530). Bentuk Masjid sendiri berukuran sangat mungil tapi begitu eksotis bergaya arsitektur kuno perpaduan antara seni tradisional Tiongkok dan  arsitektur khas Hindu - Majapahit yang pada masa itu masih sangat berpengaruh. Jadi sebagai kota yang memang secara histories geografis merupakan kota persimpangan antara dua tempat yakni Jawa dan Sunda membuat Cirebon begitu kaya warna sekaligus khas. Dan masjid Panjunan sendiri merupakan bukti nyata dari perpaduan antar beberapa kebudayaan itu yang kemudian saling menyatukan diri untuk kemudian menumbuhkan gaya dan budayanya sendiri yang begitu khas dan eksotis. Gaya seni tradisional Tiongkok pada masjid ini bisa dilihat dari bertebarannya piring-piring keramik Cina asli sebagai penghias ornament di hampir seluruh badan dan pagar masjid. Sedangkan untuk gaya arsitektur Majapahit bisa ditelusuri dari gaya dan pola bangun arsitektur yang hampir seluruhnya menggunakan bata merah menonjol dengan pagar dan gapura berunduk sebagai jalan masuk menuju areal masjid. Dan karena gerbang yang berwarna merah mencolok inilah masjid ini mendapat julukan lainnya yakni Masjid Merah.       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut legenda yang berkembang di Masyarakat dan juga merujuk pada buku-buku kuno pada zaman itu, piring-piring porselen yang menghiasi hampir seluruh body masjid ini didatangkan langsung dari China tempat di mana kerajinan ini berasal sebagai hadiah dari Kaisar China untuk Sunan Gunung Jati karena beliau bersedia menikahi putri sang kaisar yang bernama Tang Hong Tien Nio. Portal Cirebon sendiri tidak mengetahui persisnya apakah pengiriman itu memang dikirim hanya satu kali tapi dalam jumlah yang sangat besar atau memang terjadi pengiriman keramik secara berkala ke Cirebon oleh sang Kaisar karena pada kenyataan bukan hanya pada masjid Panjunan saja (secara histories masjid panjunan punya kedejatan dengan kalangan keraton karena memang Pangeran Panjunan sendiri merupakan salah satu murid dari Sunan Gunung Jati) tapi hampir di seluruh bangunan-bangunan bersejarah yang bertebaran di Cirebon pada umumnya menggunakan media keramik China ini sebagai ornamennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Anda bisa berziarah sekaligus menikmati keindahan masjid ini, Anda pun berkesempatan menelusuri sentra pembuatan keramik tradisional yang masih terus dilestarikan oleh keturunan dari Pangeran Panjunan sendiri. Dan jika beruntung, pada saat-saat tertentu Anda pun akan di suguhi tradisi dan minuman khas Arab yakni tradisi minum gahwa yang juga masih terus dipertahankan oleh para keturunan dari Pangeran Panjunan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar diambil dari &lt;a href="http://www.beritacerbon.com/"&gt;Berita Cirebon&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-1546130054824068954?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/1546130054824068954/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=1546130054824068954' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/1546130054824068954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/1546130054824068954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2010/05/masjid-panjunan-nan-eksotik.html' title='Masjid Panjunan Nan Eksotik'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Z_ICnLG2zho/S-rAq-W3TBI/AAAAAAAAAEc/_qsg0RaooPg/s72-c/masjid_panjunan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-893709993808425448</id><published>2010-05-11T07:30:00.000-07:00</published><updated>2010-05-11T07:35:17.672-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Alam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Rakyat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ritual Upacara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ritus Budaya'/><title type='text'>Dusun Keputihan, Dusun Tanpa Genteng</title><content type='html'>Jika di Tasikmalaya ada &lt;a href=" http://budayanusantara.blogsome.com/2010/05/07/kampung-naga-kampung-adat-di-jawa-barat/"&gt;Kampung Naga&lt;/a&gt; yang merupakan perkampungan adat yang masih begitu menjunjung tinggi nilai-nilai budaya leluhurnya maka di Cirebon pun ada perkampungan yang kurang lebih memiliki kesaman dengan kampung tersebut yakni di Dusun Keputihan yang terletak di sebelah utara kota Sumber, tepatnya di Desa Kertasari Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon. Nama Keputihan sendiri konon berasal dari kejadian aneh di masa lampau. Di tengah dusun itu terdapat sebuah sumur tua yang secara tiba-tiba dari dalamnya menyembul segumpal tanah berwarna putih susu sebesar setengah lingkar sumur tersebut. Tanah yang semula hitam layaknya warna Lumpur menjadi berwarna putih itu membuat warga gempar. Sejak kejadian itulah nama dusun ini dinamakan dusun Keputihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata pencaharian sebagian warga dusun yang hanya terdiri dari 12 rumah ini  sendiri adalah buruh tani dan sebagian lainnya menjadi buruh menganyam kursi rotan di desa tetangga yaitu di sentra kerajinan rotan di desa Sindang Wangi Plumbon. Sebagai sampingan penghasilan, kaum perempuannya bekerja juga sebagai pembuat net voli atau tenis. Pekerjaan tersebut dilakukan di rumah dengan upah Rp 2.000-Rp 6.000 per satu net.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik dari dusun ini adalah tentang keteguhan mereka untuk menjaga warisan budaya leluhurnya. Bukti-bukti tradisi leluhur yang paling mencolok dan begitu kukuh tak tergoyahkan oleh perubahan zaman adalah salah satunya bangunan rumah warganya yang masih begitu tradisional yakni hanya memakai gedeg bambu (bilah-bilah bambu yang di anyam hingga membentuk pagar rapat), beratapkan atap yang terbuat dari welit yaitu daun tebu kering yang disusun sedemikian rupa dan dijepit dengan bilah bambu di tiap ujungnya, dan lantai yang dibiarkan tak berplester apalagi berkeramik. Di beberapa bagian rumah seperti untuk ruang tamu hanya dialasi dengan terpal dan sama sekali tak ada perabotan seperti sofa dan lainnya. Para tamu dipersilahkan untuk duduk lesehan layaknya orang Jepang, atau pada amben (bale dari bambu yang dipipihkan) di beranda rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kamar mandi sendiri, warga dusun keputihan membangun kamar mandinya di luar rumah dan masih menggunakan sumur kerek dengan timba dan ember untuk mengambil air. Kamar mandinya pun terbilang sangat sederhana dan sedikit terbuka yang hanya ditutupi dengan penutup seadanya setinggi pusar orang dewasa hingga jika mandi haruslah sambil berjongkok. Sumur-sumur ini pun tak jarang merupakan sumur bersama yang artinya jika ingin mandi maka harus bergilir dengan tetangga, pun begitu dengan perawatannya seperti menguras sumur tiap bila sumber air mulai menyusut atau air mulai sedikit keruh maka para tetangga yang merasa ikut mandi di sumur tersebut akan saling bergotong royong melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, gotong royong, sebuah kearifan lokal yang tercatum dalam butir ppancasila itu memang masih begitu mengakar di kalangan warga dusun Keputihan ini. Setiap ada warga yang membutuhkan tenaga banyak orang seperti membangun rumah, hajatan, kendurian dan sebagainya maka para tetangga tidak akan segan-segan ikut membantu tanpa mengharapkan imbalan apa pun. Menyenangkan bukan gaya hidup seperti itu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perihal atap rumah yang sama sekali tak menggunakan genteng itu warga Dusun Keputihan punya cerita tersendiri. Seperti yang dituturkan salah satu warga bahwa genteng merupakan barang haram di dusun ini karena konon sejak dulu  tiap kali ada warga Dusun Keputihan yang menggunakan genteng sebagai atap rumahnya maka orang tersebut dipastikan akan terkena mala seperti selalu sakit-sakitan dan bahkan meninggal mendadak. Warga sendiri tak tahu persis bagaimana awalnya hal itu bisa terjadi dan apa penyebabnya, hanya saja karena korban yang berjatuhan tiap rumahnya beratapkan genteng tidak hanya menimpa pada satu atau dua warga maka warga Dusun Keputihan ini kemudian percaya bahwa rumah di dusun ini tak boleh menggunakan genteng sebagai atapnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena masih memegang teguh warisan leluhurnya ini, warga Dusun Keputihan tiap bulannya menyelenggarakan selametan yang dipimpin oleh tetua kampung tersebut yang bertujuan untuk mengusir roh jahat yang menghinggapi kampung tersebut sekaligus meminta perlindungan keselamatan dan keberkahan kepada sang pencipta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda ingin menikmati suasana pedesan yang masih begitu kental dengan budaya leluhur maka Dusun Keputihan harus masuk ke dalam agenda tempat wajib kunjung. Dusun ini sangat cocok untuk melepas penat setelah sekian lama disibukkan oleh berbagai pekerjaan yang menuntut. Tenang saja, meski dusun ini masuk ke dalam wilayah Cirebon yang terkenal panas tapi dusun ini begitu sejuk dengan pepohonan yang tinggi dan dikelilingi oleh sawah dan ladang yang menyejukkan mata.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-893709993808425448?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/893709993808425448/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=893709993808425448' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/893709993808425448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/893709993808425448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2010/05/dusun-keputihan-dusun-tanpa-genteng.html' title='Dusun Keputihan, Dusun Tanpa Genteng'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-8415854534720470878</id><published>2010-05-08T08:13:00.000-07:00</published><updated>2010-05-08T08:15:37.869-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info penting'/><title type='text'>Budidaya Kerang Hijau</title><content type='html'>Disamping terkenal dengan hasil udangnya, Cirebon pun sebenarnya memiliki potensi kelautan lain yang jika dikembangkan memiliki prospek yang lumayan menguntungkan. Karena pantai Cirebon yang berupa teluk yang hampir berupa busur dengan ombak yang agak tenang memungkinkan kerang hijau hidup bergerombol, dan ini jelas memudahkan para pembudidaya kerang hijau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara membudi dayakannya pun relatif cukup mudah yakni nalayan hanya perlu menancapkan batang bambu yang disusun sedemikian rupa (bagan) sebagai media untuk menempel kerang. Disamping itu, budidaya kerang hijau pun sangat menguntungkan para nelayan karena tidak perlu mengeluarkan biaya pakan dan pasarannya sangat bagus karena disukai konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga kerang hijau di pasaran saat ini tiap per kilo kerang hijau dipatok dengan harga 2.500 dengan pasaran utama kota Jakarta. Enaknya lagi, harga kerang hijau di pasaran cukup stabil yang memungkinkan nelayan yang membudidayakannya tak perlu terlalu khawatir kalau-kalau saat panen raya harga kerang hijau di pasaran bisa turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin satu-satunya kendala budidaya kerang hijau ini adalah tergantung dari kondisi air lautnya yakni apakah sudah tercemar oleh logam berat atau belum. Dan karena kerang hijau konon bisa menyerap unsur kimia seperti Pb dan timbale yang akan sangat berbahaya jika kemudian dikonsumsi manusia, maka ada baiknya pemerintah Cirebon segera meneliti apakah perairan laut di Cirebon sudah tercemar oleh logam berat atau belum. Tapi jika dilihat dari pertumbuhan kerang hijau yang lumayan pesat dan cukup besar yaitu sekitar 100 ton kerang hijau dihasilkan nelayan Cirebon setiap kali panen maka sepertinya perairan laut di Cirebon memang masih cukup baik untuk budidaya kerang hijau ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tertarik?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-8415854534720470878?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/8415854534720470878/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=8415854534720470878' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/8415854534720470878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/8415854534720470878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2010/05/budidaya-kerang-hijau.html' title='Budidaya Kerang Hijau'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-3896459933203452307</id><published>2010-05-07T04:27:00.000-07:00</published><updated>2010-05-07T04:31:38.406-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jalan-jalan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Belanja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makanan Tradisional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Kuliner'/><title type='text'>Nasi Lengko Pagongan</title><content type='html'>Nasi lengko Pagongan merupakan penjual nasi lengko khas Cirebon yang paling ramai dikunjungi pengunjung, baik oleh warga Cirebon sendiri maupun oleh warga dari luar kota yang kebetulan sedang berada di Cirebon atau memang sengaja datang ke Cirebon untuk berwisata kuliner sekaligus berwisata Budaya. Nama nasi lengko Pagongan sendiri adalah karena outlet tempat dimana H. Barno sang pemilik warung membuka gerainya di jalan Pagongan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti nasi lengko pada umumnya, racikan dari nasi lengko ini sebenarnya sama saja dengan nasi lengko pada umumnya yaitu berupa nasi putih yang diatasnya dibubuhi irisan ketimun, tahu tempe yang dipotong dadu kecil-kecil, tauge, gorengan bawang lalu disiram dengan kecap manis dan sambal bumbu kacang yang lumayan pedas. Yang membuat nasi lengko ini menjadi sangat diminati adalah bumbu kacangnya yang lebih legit dan terasa nendang di lidah. Nasi lengko ini akan lebih nendang di lidah ketika menyantapnya ditemani dengan sate kambing yang juga khas Pagongan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href=" http://2.bp.blogspot.com/_Z_ICnLG2zho/SXA3-fi-yCI/AAAAAAAAAAk/083D8xYBHC8/s1600-h/Nasi%2BLengko.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 283px;" src=" http://2.bp.blogspot.com/_Z_ICnLG2zho/SXA3-fi-yCI/AAAAAAAAAAk/083D8xYBHC8/s320/Nasi%2BLengko.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291791108919969826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasi lengko ini pun yang juga membuat rasanya lebih khas adalah karena cara memasaknya masih menggunakan cara-cara tradisional yang antara lain untuk menanak nasi digunakan kayu bakar di atas tungku tanah, sementara untuk menggoreng tahu dan tempe digunakan anglo (kompor tradisional) yang menggunakan arang. Semua itu dilakukan demi mempertahankan rasa nasi lengko menjadi sangat khas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-3896459933203452307?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/3896459933203452307/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=3896459933203452307' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/3896459933203452307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/3896459933203452307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2010/05/nasi-lengko-pagongan.html' title='Nasi Lengko Pagongan'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-5385805613774047290</id><published>2010-04-27T14:02:00.000-07:00</published><updated>2010-04-27T14:05:53.788-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info penting'/><title type='text'>146 Siswa SMA Dan SMK Di Kota Cirebon Tidak Lulus UN</title><content type='html'>Cirebon, 146 orang siswa SMA dan SMK negeri dan swasta di Kota Cirebon dinyatakan tidak lulus Ujian Nasional UN. Hal itu terungkap dalam hasil UN tahun pelajaran 2009/2010 yang diterima Dinas Pendidikan Kota Cirebon dari Disdik Provinsi Jawa Barat kemarin. Jumlah siswa yang tidak lulus terdiri dari siswa SMA jurusan IPA 8 orang dan jurusan IPS 45 orang serta siswa SMK 93 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Total siswa yang lulus UN di Kota Cirebon sebanyak 6.533 siswa dari total keseluruhan 6.679 siswa. ke 146 Siswa–siswi tersebut terpaksa harus mengulang UN pada tanggal 10 hingga 14 Mei mendatang, karena nilai UN utama di bawah standar kelulusan. Kepada RRI Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon H Dedi Windiagiri mengatakan, data yang diperoleh di Bidang Pendidikan Menengah Dikmen Dinas Pendidikan Kota Cirebon, secara keseluruhan persentase kelulusan tingkat Kota Cirebon untuk SMA 98,40 persen dan SMK 96,82 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskan, meski tingkat kelulusan tidak 100 persen, namun Dinas Pendidikan Kota Cirebon berbangga karena 147 orang siswa SMA tergolong berprestasi dengan mendapat nilai 10 pada sebagian mata pelajaran yang diujikan dalam UN. Siswa yang memperoleh nilai 10 pada mata ujian Matematika ada 131 orang, Fisika 14 orang dan mata ujian Kimia ada 3 orang. Ditegaskan Hasil UN ini terbilang sudah memenuhi target. Ketika standar kelulusan dinaikkan dari 5,25 menjadi 5,5 tahun ini, persentase kelulusan seluruh siswa di atas 96 persen. Untuk hasil UN tersebut kata H Dedi, akan diumumkan serentak kepada seluruh siswa pada hari ini Senin tanggal 26 April 2010 melalui jasa PT. Pos Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu di Kabupaten Cirebon Siswa SMA dan SMK yang tidak lulus UN tahun ajaran 2009/2010 sebanyak 402 siswa terdiri dari 304 siswa SMK dan 98 siswa SMA, namun, persentase kelulusan masih tinggi, yakni SMK 90 persen dan SMA 98 koma 54 persen. Beberapa sekolah yang dinyatakan lulus secara keseluruhan yakni SMA Negeri 1 Lemahabang, SMA Pabedilan, SMA Waled, SMA Negeri Ciledug, SMA Negeri 1 Sumber, SMA Negeri 1 Palimanan, SMA Negeri 1 Gegesik, SMA Negeri 1 Jamblang, SMA Negeri 1 Suranenggala dan SMA Negeri 1 Arjawinangun. (Azi Satriya/WD)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------&lt;br /&gt;sumber: &lt;a href="http://www.pro3rri.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=10223:146-siswa-sma-dan-smk-di-kota-cirebon-tidak-lulus-un&amp;catid=42:nasional&amp;Itemid=109"&gt;Pro 3 RRI&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-5385805613774047290?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/5385805613774047290/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=5385805613774047290' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/5385805613774047290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/5385805613774047290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2010/04/146-siswa-sma-dan-smk-di-kota-cirebon.html' title='146 Siswa SMA Dan SMK Di Kota Cirebon Tidak Lulus UN'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-8591112799662840942</id><published>2010-04-27T02:15:00.000-07:00</published><updated>2010-04-27T09:18:42.166-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info penting'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Traveling'/><title type='text'>Sell Old Paper Money Collection</title><content type='html'>Koleksi uang kertas kuno saya saat ini banyak yang serupa. Dan saya merasa ada baiknya untuk menjual sebagian dari koleksi saya yang seragam itu kepada teman-teman yang mungkin memiliki hobi yang sama dengan saya yakni mengkoleksi lembaran uang kuno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dari pemikiran sederhana tersebut itulah sekarang saya umumkan kepada siapa pun pengunjung blog ini yang berminat sama koleksi saya silahkan untuk mengajukan penawaran melalui email saya di: varius[dot]balin[at]gmail[dot]com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya, untuk ka ini saya tawarkan uang kuno koleksi saya dimulai dengan pecahan kecil saja dulu. Kenapa? Karena siapa tahu ada teman-teman yang ingin menggunakannya sebagai pelengkap mahar pada calon istri agar mahar tersebut lebih unik dengan adanya uang pecahan kecil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan inilah sebagian dari koleksi saya yang ingin saya jual:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Z_ICnLG2zho/S9atzBofA-I/AAAAAAAAACI/MG-G74V6Nsk/s1600/1Rp_1961.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Z_ICnLG2zho/S9atzBofA-I/AAAAAAAAACI/MG-G74V6Nsk/s320/1Rp_1961.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5464746289983849442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang kertas dengan nilai 1 Rupiah yang terbit di tahun 1961.&lt;br /&gt;Harga penawaran: Rp. 650.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Z_ICnLG2zho/S9asd2rlYWI/AAAAAAAAACA/_gAE2SVUZc0/s1600/2,5RP_1956.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Z_ICnLG2zho/S9asd2rlYWI/AAAAAAAAACA/_gAE2SVUZc0/s320/2,5RP_1956.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5464744826755178850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang kertas kuno untuk nominal 2 1/2 Rupiah bertahun 1956.&lt;br /&gt;Harga penawaran : Rp. 800.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Z_ICnLG2zho/S9argmByWJI/AAAAAAAAAB4/s-fCSw-vVyU/s1600/sudirman_1000_1968.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 295px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Z_ICnLG2zho/S9argmByWJI/AAAAAAAAAB4/s-fCSw-vVyU/s320/sudirman_1000_1968.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5464743774312880274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang kertas kuno nominal 1000 Rupiah,  tahun 1968.&lt;br /&gt;Harga penawaran : 400.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koleksi uang kertas kuno lainnya yang akan saya lego;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Nominal 50 Cent tahun 1943. Harga penawaran: Rp. 750.000&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Nominal 1 Gulden, tahun 1940. Harga penawaran: 520.000&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Nominal 1 Rupiah tahun 1956. Harga penawaran: Rp. 815.000&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Nominal 5 Cent, tahun 1964. Harga penawaran: Rp. 324.000&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Nominal 5 Rupiah, tahun 1959. Harga penawaran: Rp. 652.000&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Nominal 10 Cent, tahun 1964. Harga penawaran: Rp. 321.000&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Nominal 1 Cent, tahun 1943. Harga penawaran: Rp. 760.000&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Nominal 25 Cent, tahun 1964. Harga penawaran: Rp. 330.000&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Nominal 50 Cent, tahun 1943. Harga penawaran: Rp. 670.000&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini saja dulu. Tapi bila ada request silahkan, kalau saya punya kembar pasti akan saya lego juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Nb&lt;/i&gt;. Harga-harga di atas masih bisa di nego.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-8591112799662840942?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/8591112799662840942/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=8591112799662840942' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/8591112799662840942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/8591112799662840942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2010/04/sell-old-paper-money-collection.html' title='Sell Old Paper Money Collection'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Z_ICnLG2zho/S9atzBofA-I/AAAAAAAAACI/MG-G74V6Nsk/s72-c/1Rp_1961.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-7901396992405526075</id><published>2010-04-11T03:19:00.000-07:00</published><updated>2010-04-11T03:30:28.209-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Naskah Kuno'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesenian Rakyat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peninggalan Wali Songo'/><title type='text'>Dua Syair Tawassul</title><content type='html'>Di Cirebon, terutama di kalangan pesantren ada kebiasaan membaca tawassul pada malam-malam tertentu dengan bersama-sama melantunkan semacam pupuh dalam bahasa Jawa Cirebon yang syairnya berisi petuah-petuah, terutama tentang agama Islam. Salah dua syair yang sering dulantunkan para santri di salah satu pesantren di desa Panguragan Cirebon kala bertawasul adalah syair yang berjudul Dawuh Syekhuna dan Syukuran. Penulis sendiri belum tahu siapa pengarang syair ini, tapi yang jelas kedua syair ini memiliki makna petuah yang begitu dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itulah saya akan men&lt;i&gt;share&lt;/i&gt; kedua syair itu di sini berikut mencoba untuk menterjemahkannya dalam bahasa Indonesia. Tapi jika ternyata ada yang kurang pas dengan terjemahannya saya minta maaf, dan mempersilahkan para pembaca Portal Cirebon untuk mengkoreksinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kedua syair tersebut bersama hasil terjemahan dari saya. Semoga bermanfaat.       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dawuh Syekhuna&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aduh gusti kula nyuwun pangapunten&lt;br /&gt;Sakatahe dosa kula ingkang wonten&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gede cilik dosa ati dosa ning badan&lt;br /&gt;Mugi kersa ngampura gusti pangeran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buka ati tutupna cacat kula&lt;br /&gt;Nuhun di pecat ati kula ingkang ala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bade sinten sing ngampura sadaya dosa&lt;br /&gt;Anging gusti panjenengan kang kuasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosa samar panjenengan langkung priksa&lt;br /&gt;Muga-muga ngampura sedaya dosa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Terjemahannya kurang lebih:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah saya mohon ampun&lt;br /&gt;Atas banyaknya dosa yang saya punya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besar kecil dosa hati (batin) dan dosa di badan (lahir)&lt;br /&gt;Semoga Allah sudi mengampuni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buka hatiku dan tutupkanlah segala kekuranganku&lt;br /&gt;Mohon di singkirkan hatiku yang keliru/salah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau siapa lagi yang mengampuni segala dosa&lt;br /&gt;Kalau bukan Allah dzat yang maha kuasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosa samar pun tak akan luput dari Engkau (ya Allah) &lt;br /&gt;Maka dari itu semoga Engkau (ya Allah) mengampuni segala dosa (ku)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Syukuran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah kula muji kesyukuran&lt;br /&gt;Gusti Allah kang nebihaken kemusyrikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayu santri ingkang paham titenana&lt;br /&gt;Maring nadzom aja bosen apalana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yen dikaji bisa weruh ning kanga gung&lt;br /&gt;Yen wis weruh due ilmu kanga gung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaman dingin rapat wali ning Cirebon Girang&lt;br /&gt;Dipun imbul desa Bulak Jatibarang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngerundingaken maju mindure syahadat&lt;br /&gt;Gelem nerima apa beli kabeh rakyat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Santri ngandel ning pituture Syekhuna&lt;br /&gt;Ilmu amal iman Islam yang sempurna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid Mekkah kang nonggoni para wali&lt;br /&gt;Dipun imbal tanah Jawa kebon melati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warahna santrine Syarif Hidayat&lt;br /&gt;Dadi wali sebab ngaji ning syahadat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sira weruh ning enggone guru syahadat&lt;br /&gt;Ning umbulane gusti Syarif Hidayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aja dumeh sira wis weruh syahadat&lt;br /&gt;Sira weruh syahadat mungguh ning adat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo wedi water maras ning atine&lt;br /&gt;Mugi angsal akhir umur pangapurane&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo tangi bengi sholat Tahajjud&lt;br /&gt;Den paringi penjaluke wong kang sujud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaluke apa ning dunya den sediani&lt;br /&gt;Sugi pinter bener saking Illahi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gusti Allah ngampura dosa ora angel ora apa&lt;br /&gt;Tapi deleng ibadah sira kaya apa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awak sira awan bengi kacanana&lt;br /&gt;Ingkang awas tindak lampah titenana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Terjemahannya kurang lebih:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah aku memuji syukur&lt;br /&gt;Kepada Allah yang menjauhkanku dari kemusyrikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo para santri yang paham pelajarilah&lt;br /&gt;Dengan nadzom jangan bosan hapalkanlah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila terus dikaji akan tahu tentang sesuatu yang agung&lt;br /&gt;Dan bila sudah tahu maka akan punya ilmu yang begitu agung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaman dahulu rapat para wali di Cirebon Girang&lt;br /&gt;pesertanya berdatangan dari Desa Bulak Jatibarang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merundingkan tentang maju mundurnya syahadat (agama Islam)&lt;br /&gt;Mau terima apa tidak semua rakyat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para santri percaya dengan perkataan para syekhuna&lt;br /&gt;Ilmu amal iman Islam yang sempurna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid Mekkah yang mendiami para wali&lt;br /&gt;Dengan imbalan tanah Jawa yang indah bak taman melati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beriitahulah semua santinya Syarif Hidayatulloh&lt;br /&gt;(Beliau) jadi Wali sebab paham (memahami) pada syahadat (Islam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu sekalian tahu tempatnya para guru syahadat (agama Islam)&lt;br /&gt;Yakni ditempatnya Gusti Syarif Hidayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan karena kamu (merasa) sudah tahu (arti) syahadat&lt;br /&gt;Karenanya kamu merasa tahu syahadat di atas segala adat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari (semua) takutlah pada  pada (perubahan) hatimu&lt;br /&gt;Semoga (dengan begitu) datang akhir umur penuh pengampunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari bangun malam (dan) sholat tahajud&lt;br /&gt;Dia (Allah) akan mengabulkan setiap permintaan ahli sujud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minta apa pun di dunia pasti di sediakan&lt;br /&gt;Kaya, Pintar dan bener di jalan Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah dalam mengampuni dosa tidaklah susah&lt;br /&gt;Tapi lihat ibadahmu seperti apa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Perilaku) Badanmu siang malam pantaulah&lt;br /&gt;yang awas dengan tingkah lakumu lalu pahamilah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-7901396992405526075?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/7901396992405526075/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=7901396992405526075' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/7901396992405526075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/7901396992405526075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2010/04/dua-syair-tawassul.html' title='Dua Syair Tawassul'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-5713313246624729898</id><published>2010-04-09T05:15:00.000-07:00</published><updated>2010-04-09T16:11:50.090-07:00</updated><title type='text'>Mendefinisikan Perguruan Tinggi Idaman</title><content type='html'>Sebenarnya memperbincangkan tentang seperti apakah Perguruan Tinggi terbaik yang paling ideal dan menjadi impian semua rakyat Indonesia dalam satu artikel hampir-hampir seperti &lt;i&gt;mission imposible&lt;/i&gt;, terlebih lagi bila kita hubungkan dengan keadaan negara kita sekarang ini. Kita tentulah sepaham bahwa betapa banyaknya variabel yang harus disertakan dalam memperbincangkan hal ini, belum lagi tentang multidimensional persoalan-persoalan kongkret serta betapa kompleksnya akar masalah yang harus diurai. Tapi, tentu bukan berarti hanya karena melihat betapa multidimensionalnya persoalan-persoalan tersebut lantas hal itu dipandang sebagai sesuatu yang membuang-buang waktu untuk didiskusikan. Maka dari itulah, saya akan mencoba mengurai benang-benang itu di sini dengan harapan besar bahwa pada gilirannya akan ditemukan satu solusi kongkret tentang seperti apa dan bagaimanakah seharusnya sebuah perguruan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, mafhumlah kiranya kalau sebelum melangkah lebih jauh ke inti persoalan tentang bagaimana dan seperti apakah Perguruan Tinggi idaman mahasiswa pada umumnya, terlebih dahulu saya akan mencoba memecah segala persoalan-persoalan yang melilit tubuh lembaga pendidikan kita menjadi kepingan-kepingan kecil agar lebih mudah terdefinisikan. Persoalan-persoalan pokok dan sangat fundamental di hampir semua Perguruan Tinggi kita, dari survey kecil-kecilan yang saya lakukan berikut ditunjang dengan pengalaman saya ketika menjadi mahasiswa dulu adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Kualitas dosen pengajar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tak sedikit dosen pengajar di banyak Perguruan Tinggi yang pola mengajarnya terlalu bertele-tele, kaku, membosankan dan susah dipahami oleh sebagian mahasiswanya. Padahal tentulah kualitas dosen pengajar merupakan hal terpenting, karena sebagus dan seefektif apapun sistem yang berlaku dalam sebuah Perguruan Tinggi tak akan bisa berjalan tanpa ditunjang oleh kualitas dosen yang mumpuni. Dosen merupakan ujung tombak yang begitu sentral karena bagaimanapun juga peran dosenlah yang kemudian bisa membentuk mahasiswa selaku generasi baru untuk memperoleh suatu keterampilan dan mental berpikir analistis, eksploratif dan kreatif demi hasil-hasil sintetis yang berguna. Tapi, sayangnya tak sedikit dosen yang mengajar anak didiknya bak melatih binatang sirkus, yakni mendidik mahasiswa seperti apa yang mereka mau, dan bukannya mendidik apa-apa yang seperti mahasiswa butuhkan. Jadi, jika kemudian lulusan yang dihasilkan oleh Perguruan Tinggi dengan dosen-dosen alakadarnya itu adalah pemuda-pemuda yang sulit untuk diajak berpikir sistematis, bercitarasa eksploratif, gaya bertutur serta sistematika logika mereka sulit dibanggakan ketika bersitatap dengan masyarakat internasional yang setaraf dengan mereka tentu kita tak akan terkejut karenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Biaya pendidikan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hal fundamental lainnya adalah biaya untuk masuk Perguruan Tinggi tak bisa dijangkau oleh semua kalangan masyarakat. Mahalnya biaya inilah yang membuat kalangan bawah akan berpikir 5000 kali untuk masuk Perguruan Tinggi selepas mereka menamatkan pendidikan menengahnya. Apalagi selepas negara kita dihantam krisis berkepanjangan yang berdampak pada banyak aspek-aspek kehidupan rakyatnya, pendidikan tak lagi dipandang sebagai kebutuhan primer yang musti dikejar mati-matian. Maka tak heran kiranya jika kemudian dalam perjalanannya Perguruan Tinggi pun menjadi seperti menara gading yang tak sanggup lagi diraih oleh kalangan bawah. Perguruan Tinggi hanya milik kaum menengah ke atas yang tak lagi berani diimpikan oleh kalangan akar rumput, meski dalam teori yang terpatri di undang-undang dasar negara menyebut bahwa pendidikan adalah hak seluruh warga negara. Teori ini seperti jauh panggang dari api karena pada kenyataannya hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak itu harus juga diikuti oleh kewajiban membayar ongkos pendidikan yang begitu besar. Dengan kenyataan di atas tadi pada akhirnya kalangan bawah yang ingin mengenyam pendidikan tinggi pun lebih memilih untuk memupus impiannya dan menganggap keadaan tersebut lebih sebagai keadan terberi yang tak lagi bisa diapa-apakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Sarana transfortasi pendukung&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah novel karya Gus tf Sakai yang berjudul; Tambo, Sebuah Pertemuan sang tokoh utama yang dikisahkan begitu membenci ruang kuliah berhasil digambarkan oleh Gus dengan begitu mengena. Sang tokoh ini berkata; “Kenapa harus ada waktu? Kenapa harus ada malam? Ada siang? Sungguh tolol orang-orang yang mengikat diri dengan pengertian-pengertian itu. yang karenanya harus terburu-buru, rela berdesakan di bus, seperti barisan paku, yang dengan susah payah mencari tempat untuk merenggangkan kepala hanya supaya bisa bernapas. Alangkah absurd. Barangkali itu juga yang membuatku malas ke kampus. Kampus yang jauh nun di sebuah bukit. Terpuruk dalam bus selama hampir satu jam dan ketika sampai, lalu melompat keluar, orang-orang merasa bagai selesai direbus. Tidak ada ruang kuliah. Hanya kafe yang cocok dengan keadaan seperti itu.” Gambaran sang tokoh yang malas pergi kuliah lantaran tak kuat berdesak-desakkan di bus tiap pagi itu tentu bukan hanya ada di cerita fiksi semata tapi lebih merupakan potret nyata yang dihadapi sarana transfortasi negeri ini. Dan bagi mahasiswa-mahasiswa yang tak memiliki kendaraan pribadi untuk pergi ke tempat ia menimba ilmu tentu mau tak mau harus menghadapi keniscayaan ini tiap harinya. Siapa yang tahan jika selama sekian tahun harus dengan sukarela berhadapan dengan sarana transfortasi macam ini. Tapi kan untuk mahasiswa di beberapa Perguruan Tinggi disediakan bis yang khusus menganggkut mahasiswanya pulang dan pergi kuliah? Ayolah, ini sudah menjadi rahasia umum jika bis-bis yang sedianya untuk mengangkut mereka itu lebih banyak dipakai untuk ngompreng oleh pak sopirnya dengan dalih demi tambahan uang rokok. Jikapun ada bus-bus khusus mahasiswa yang tak ngompreng, maka ketersediaan bus yang tak berbanding dengan banyaknya mahasiswa tentu menjadi persoalan tersendiri yang pada akhirnya hampir tak bisa lagi dibedakan dengan angkutan-angkutan umum lainnya. Berjubel layaknya barisan paku yang disusun zig-zag.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Fasilitas kampus&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang dihadapi oleh banyak Perguruan Tinggi di negeri ini, terlebih yang di daerah-daerah yakni minimnya ketersediaan fasilitas dan sarana-sarana penunjang kampus yang dapat mengakomodir keperluan mahasiswanya. Contohnya saja seperti kurang lengkap dan semrawutnya perpustakaan, lab-lab penunjang, sarana parkir yang luas dan gratis, kebersihan toilet, dan sebagainya. Dengan keterbatasan sarana ini mahasiswa jadi seperti taruna yang diterjunkan ke medan perang sungguhan. Mereka harus berjibaku sendiri untuk memenuhi keperluannya yang tak banyak disediakan oleh kampus, misalnya saja seperti ketika mahasiswa harus mengerjakan tugas-tugas yang dibebankan oleh dosen. Sekedar untuk mencari refrensi ke perpustakaan saja hal yang pertama harus mereka temui adalah deretan rak-rak penuh buku yang penat dan seperti sengaja disusun secara acak tanpa kode urutan, hingga jika mereka mencari buku tertentu akan seperti mencari seekor semut diantara kawanan gajah. Dindingnya jangan ditanya. Dinding perpustakaan di banyak Perguruan Tinggi kebanyakan tentu saja sangat lembab dengan cat yang mengelupas di sana-sini hingga terlihat seperti gambar-gambar peta dari sebuah benua yang tak pernah tercatat dalam atlas. Lebih parah lagi, meja dan kursi yang terdapat di perpustakaan disusun begitu konvensional dan lebih semata-mata fingsi ketimbang estetika, maka tak ayal yang terlihat adalah pemandangan meja kursi lapuk berjejer seperti yang biasa dilihat di kafetaria sekolah-sekolah militer dan penjara. Itu baru gambaran umum sebuah perpustakaan kampus, belum merembet ke hal lainnya seperti kebersihan toilet, kantin, lab computer, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bertransformasi Menjadi Kampus Idaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Z_ICnLG2zho/S78c4kz6cII/AAAAAAAAABo/7gN6VoaUgWU/s1600/uii.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 210px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Z_ICnLG2zho/S78c4kz6cII/AAAAAAAAABo/7gN6VoaUgWU/s320/uii.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458113031675998338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian masalah yang telah dikemukakan di atas, lantas bagaimanakah solusi kongkretnya sebuah Perguruan Tinggi tersebut agar bisa disulap menjadi Perguruan Tinggi favorit Indonesia yang diidam-idamkan oleh mahasiswanya? Formula seperti apakah untuk menjadikan kampus tak lagi sekedar pabrik pembuat gelar, tapi juga bisa menjadi tanah tumbuh yang subur bagi generasi-generasi muda yang mampu berpikir analistis, eksploratif dan kreatif demi hasil-hasil sintetis yang berguna? Saya kira, kuncinya cuma satu yakni Perguruan Tinggi harus benar-benar mampu mengakomodir segala keperluan mahasiswanya. Ongkos kuliah yang terjangkau semua kalangan yang mula-mula harus direalisasikan, setelah itu menyusul dengan sarana angkutan khusus mahasiswa yang memadai agar ketika mahasiswa sampai ke kampus benar-benar dalam keadaan &lt;i&gt;fresh&lt;/i&gt; dan siap menerima pelajaran. Masuk ke wilayah intern kampus, ujung tombak yang begitu sentral yakni dosen pun harus pandai beradaptasi dengan teknologi yang berkembang demi efektivitas transfer ilmu. Misalnya memanfaatkan jejaring sosial seperti facebook, twitter, dan sebagainya untuk lebih mendekatkan diri sekaligus menyediakan diri sebagai tempat bertanya mahasiswa ketika di luar kelas. Blog juga bisa dimanfaatkan oleh para dosen sebagai sarana transfer pelajaran yang efektif, karena di dua tempat inilah yakni jejaring sosial dan blog banyak mahasiswa yang parkir. Saya kira akan sangat terdengar menyenangkan bila di dalam kelas ada dosen yang mengatakan, “Bapak menginginkan kalian semua untuk mengerjakan tugas ini. Untuk referensi silahkan cari di perpustakaan atau di blog bapak. Setelah selesai kirimkan tugas kalian itu langsung ke email bapak.” Masuk ke sarana kampus, untuk memenuhi tugas dari dosennya mahasiswa pun langsung ke perpustakaan. Di perpustakaan semua mahasiswa mendapatkan dengan muda buku yang diperlukan karena di beberapa sudut di sediakan komputer sebagai catalog buku-buku yang tersedia di sana. Buku-bukunya beragam, lengkap dan senantiasa &lt;b&gt;up to date&lt;/b&gt; hingga tak ada lagi cerita untuk mahasiswa dengan jurusan di luar &lt;i&gt;mainstream&lt;/i&gt; susah mencari referensi ke perpustakaan. Pun begitu dengan lab komputer. Komputer harus disediakan berikut dengan &lt;i&gt;wifi&lt;/i&gt; yang super cepat dan gratis. Bagi yang memiliki laptop pun bisa leluasa mencari referensi hanya dengan mengunjungi hotspot yang juga disediakan oeh kampus secara cuma-cuma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beralih ke sarana pendukung lainnya yang tak kalah pentingnya yaitu lahan parkir yang luas, aman dan juga gratis, toilet yang bersih dan terawat, dan kantin yang nyaman. Kenapa? karena di tiga tempat inilah tak jarang kampus-kampus kurang perhatian padahal fungsinya sangat vital. Lahan parkir yang luas dan aman membuat mahasiswa yang memparkir kendarannya di sana tak akan was-was lagi kalau-kalau kendaraannya digondol maling, dan akhirnya bisa lebih fokus pada materi kuliah. Kantin pun demikian adanya. Dengan kantin yang nyaman, setelah berjam-jam berkutat dengan materi kuliah tentu akan sangat menguras energi dan perlu me&lt;i&gt;refresh&lt;/i&gt; otaknya sekaligus mengganti energi yang terkuras tadi dengan makan dan ngobrol di kantin bersama kawan-kawannya. Kantin yang nyaman pun bisa dijadikan arena untuk mendiskusikan materi kuliah yang baru saja mereka dapat di kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa lagi? Di samping hal-hal teknis yang saya paparkan di atas tentu ada hal lain yang tak kalah pentingnya yakni untuk mengupayakan diri dan dan menuju pada tercapainya cita-cita sebagai Perguruan Tinggi terbaik sekaligus perguruan tinggi favorit di Indonesia sebuah perguruan tinggi harus senantiasa membuka diri terhadap kritik-kritik membangun dari luar seperti apa yang dilakukan oleh &lt;a href="http://wwww.uii.ac.id/"&gt;Universitas Islam Indonesia&lt;/a&gt; dengan menjaring pendapat sekaligus masukan yang salah satunya yakni dengan menyelenggarakan &lt;a href="http://blog.kompetisi.uii.ac.id/"&gt;Lomba Blog UII&lt;/a&gt; seperti ini. Karena bagaimanapun juga dengan diselenggarakannya lomba ini paling tidak apa yang benar-benar diiinginkan oleh masyarakat pada umumnya maupun mahasiswa khususnya bisa di tuangkan lewat tulisan yang pada gilirannya akan membuka banyaknya pendapat tentang apa dan bagaimana sekaligus seperti apakah Perguruan Tinggi idaman yang benar-benar diimpikan oleh masyarakat. Bukankah yang benar-benar tahu dengan apa yang diinginkan oleh mahasiswa adalah mahasiswa itu sendiri dan bukannya presiden, dosen, pak RT dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel ini disertakan dalam &lt;a href="http://blog.kompetisi.uii.ac.id/"&gt;Lomba Blog UII&lt;/a&gt; yang diselengarakan oleh &lt;a href="http://www.uii.ac.id/"&gt;Universitas Islam Indonesia&lt;/a&gt; dengan tema: Mendefinisikan Perguruan Tinggi Idaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keterangan gambar:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Gambar di ambil dari blognya mbak Tuti Nonka &lt;a href="http://tutinonka.wordpress.com/2008/11/29/from-home-to-campus/"&gt;di sini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-5713313246624729898?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/5713313246624729898/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=5713313246624729898' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/5713313246624729898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/5713313246624729898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2010/04/mendefinisikan-perguruan-tinggi-idaman.html' title='Mendefinisikan Perguruan Tinggi Idaman'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Z_ICnLG2zho/S78c4kz6cII/AAAAAAAAABo/7gN6VoaUgWU/s72-c/uii.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-3993908785126498223</id><published>2009-11-16T11:02:00.000-08:00</published><updated>2009-11-16T11:05:50.380-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jalan-jalan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Belanja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info penting'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Traveling'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Majalengka'/><title type='text'>Info Pasar Burung di Cirebon</title><content type='html'>Bagi anda para pecinta burung, di bawah ini akan saya informasikan beberapa tempat di Cirebon yang para pedagangnya mengkhususkan diri menjual burung atau yang lebih dikenal dengan sebutan pasar burung.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Di Jl. Gunung Sari dekat Grage Mall&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Di tempat ini tidak terlalu banyak koleksi burung yang dijual, oleh karenanya pasar burung ini tidak begitu rame. &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Di Pasar Plered (agak menjorok ke dalam, tepatnya di jalan yang hendak menuju Sumber)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Di pasar burung satu ini hampir tiap hari rame dan berbagai jenis burung yang dipamerkan pun terbilang lengkap, namun hari yang paling rame adalah pada hari minggu.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Di Pasar Kanoman dekat Pusat Oleh 2x Shinta (sepanjang jalan Lemah Wungkuk)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;di pasar Kanoman ini hampir tiap hari selalu rame dan koleksi burung yang dipamerkan pun terbilang cukup banyak. Selain itu, masih di pasar Kanoman, ada toko khusus yang jual Burung Kenari.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Di pasar Rajagaluh, Majalengka&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pasar Rajagaluh ini letaknya berada di luar kota Cirebon dan masuk ke dalam wilayah Majalengka, tapi bila anda datang dari kota Sumber maka pasar ini terbilang dekat karena letaknya berbatasan dengan kota Sumber, Cirebon. Di pasar ini salah satu burung yang cukup terkenal adalah jenis burung AM, atau orang-orang menyebutnya dengan AM Rajagaluh.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bila anda memang pecinta burung sejati maka tak ada salahnya mengunjungi tempat-tempat yang saya sebut di atas untuk menambah atau bahkan melengkapi koleksi burung anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir kata, saya ucapkan selamat berburu....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-3993908785126498223?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/3993908785126498223/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=3993908785126498223' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/3993908785126498223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/3993908785126498223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2009/11/info-pasar-burung-di-cirebon.html' title='Info Pasar Burung di Cirebon'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-6978374758612895844</id><published>2009-11-11T08:59:00.000-08:00</published><updated>2009-11-11T09:02:48.312-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info penting'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Rakyat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ritual Upacara'/><title type='text'>Sumpah pocong</title><content type='html'>Sumpah pocong merupakan satu tradisi masyarakat Jawa dan Madura termasuk Cirebon di dalamnya yang beragama Islam dan biasanya dilaksanakan di masjid dengan beberapa saksi. Dalam sumpah ini si 'terdakwa' dalam melakukan sumpahnya dibalut kain kafan layaknya orang yang sudah meninggal. Sumpah ini sendiri dilakukan biasanya untuk memecahkan sebuah kasus dengan sedikit bukti atau tak dapat dibuktikan sama sekali seperti tuduhan santet, harta warisan, dan lain-lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sistem peradilan di Indonesia sendiri sumpah pocong dikenal sebagai sumpah mimbar yakni sebuah sistem peradilan untuk memeriksa dan memutuskan kasus-kasus perdata. Meski tak tersirat dalam peraturan hukum perdata dan hukum acara perdata sumpah pocong bisa dikategorikan sebagai sumpah mimbar karena dalam pelaksanaannya sumpah ini untuk menyelesaikan perselisihan antara kedua belah pihak, yang satu sebagai tergugat melawan pihak lain sebagai penggugat.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena seperti yang kita ketahui bersama bahwa dalam sistem peradilan kita khususnya perdata harus memiliki bukti yang dapat diajukan dalam mengadili seseorang. Bukti itu sendiri terbagi dalam beberapa tahap yang antara lain bukti surat-surat resmi,  beberapa orang saksi, dan bukti persangkaan yaitu dengan meneliti rentetan kejadian di masa lalu. Bila ketiga bukti ini belum juga memadai bagi hakim untuk memutuskan perkara maka barulah diajukan bukti lain yaitu berupa pengakuan dengan cara sumpah mimbar. Melalui bukti keempat inilah sumpah pocong melakukan peranannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon melalui sumpah pocong ini pulalah bila yang bersumpah ternyata berbohong maka yang bersangkutan pun akan mengalami berbagai kesialan seperti meninggal dunia (biasanya 1 sampai 40 hari setelah sumpah dilaksanakan) dan terkutuknya orang yang bersumpah ini hingga 7 turunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, meskipun kini jaman kian maju, sumpah pocong tetap mendapat tempat di masyarakat mengingat peranannya yang dianggap masih cukup kuat untuk menyelesaikan beberapa kasus yang sulit dibuktikan..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-6978374758612895844?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/6978374758612895844/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=6978374758612895844' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/6978374758612895844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/6978374758612895844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2009/11/sumpah-pocong.html' title='Sumpah pocong'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-1043314629047470702</id><published>2009-11-05T04:42:00.000-08:00</published><updated>2009-11-05T04:47:20.383-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info penting'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Traveling'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ritus Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peninggalan Wali Songo'/><title type='text'>Dua Photo Cirebon Tempo Doeloe</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Z_ICnLG2zho/SvLIqk6qa6I/AAAAAAAAAA0/ULehGjUB0hg/s1600-h/villa-kr-anom.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 208px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Z_ICnLG2zho/SvLIqk6qa6I/AAAAAAAAAA0/ULehGjUB0hg/s320/villa-kr-anom.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400599536960433058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Z_ICnLG2zho/SvLIb9SRJQI/AAAAAAAAAAs/IRHFA-V_1cs/s1600-h/stasiun-ss-cheribon.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 210px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Z_ICnLG2zho/SvLIb9SRJQI/AAAAAAAAAAs/IRHFA-V_1cs/s320/stasiun-ss-cheribon.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400599285803853058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-1043314629047470702?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/1043314629047470702/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=1043314629047470702' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/1043314629047470702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/1043314629047470702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2009/11/dua-photo-cirebon-tempo-doeloe.html' title='Dua Photo Cirebon Tempo Doeloe'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Z_ICnLG2zho/SvLIqk6qa6I/AAAAAAAAAA0/ULehGjUB0hg/s72-c/villa-kr-anom.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-1322005891349835804</id><published>2009-10-23T07:43:00.000-07:00</published><updated>2009-10-23T07:48:55.776-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jalan-jalan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Traveling'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata ziarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ritus Budaya'/><title type='text'>Keraton Kacirebonan</title><content type='html'>Cirebon bukan sekadar nama tanpa sejarah. Konon, Cirebon berasal dari Caruban atau tempat pertemuan atau persimpangan jalan. Ada juga yang meyakini nama itu berasal dari kata carub dalam bahasa Jawa yang berarti campuran. Bentuk caruban ini oleh Tome Pires dicatat sebagai Choroboarn. Ada kemungkinan terpengaruh bahasa Sunda yang berawalan Ci (berarti air atau aliran sungai), kota ini pun lama kelamaan disebut Cirebon atau kalau mau diartikan sungai yang mengandung banyak udang (rebon berarti udang kecil). Ini bisa dilihat dari oleh-oleh khas kota ini yang kebanyakan berasal dari olahan udang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala itu Pemerintah Hindia Belanda pusing. Niat mereka untuk berkuasa sepenuhnya di tanah Cirebon selalu saja mentok karena tentangan dari Pangeran Raja Kanoman, putra Sultan Anom IV yang bertahta di Keraton Kanoman pada tahun 1803.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat yang sama di negeri Belanda nun jauh di seberang lautan, kekuasaan sedang beralih. Negeri Belanda diduduki Prancis dengan panglima perangnya, Napoleon. Maksud hati ingin berkuasa mutlak di kota pelabuhan penting bernama Cirebon, pemerintah Hindia Belanda malah kehilangan basis kekuasaannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, rencana tetap dilakukan. Toh, Deandels sebagai penguasa baru utusan Prancis tidak mengganti seluruh pejabat Belanda di negeri ini.Setelah sang Sultan Anom IV, penguasa Keraton Kanoman wafat, Belanda mulai melancarkan siasat busuk yang selalu saja mengena diterapkan di tanah jajahan termasuk di Jawa ini, devide et impera. Seharusnya tahta segera diisi oleh sang putra mahkota, Pangeran Raja Kanoman. Namun, sebagai penguasa sesungguhnya tentu saja Belanda tak ingin Pangeran Raja Kanoman yang naik tahta. Belanda malah melantik putra Sultan Anom IV yang lain, Abu Sholeh Imaduddin, sebagai Sultan Anom V.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerajaan pun geger dan rakyat terpecah. Rakyat jelas lebih mendukung Pangeran Raja Kanoman sebagai sultan mereka yang sah. Pangeran pun daripada terkukung di dalam keraton lebih baik keluar dari lingkungan Keraton Kanoman dan bergabung dengan para pemberontak. Keadaan malah makin memanas. Tak ada jalan lain Pangeran Raja Kanoman harus ditangkap. Belanda pun menangkapnya dan membawa sang pangeran ke Batavia. Batavia dekat dengan Banten, Banten adalah sekutu sedarah dengan Cirebon. Tentu saja, perlawanan membebaskan Pengeran ini terjadi di Batavia. Keadaan makin ricuh, rakyat sudah kehilangan simpati pada Sultan 'boneka' buatan Belanda alias Sultan Anom V. Dibuanglah Pangeran ke Ambon. Harapannya, jika pangeran nan flamboyan ini dibuang jauh dari tanah Jawa, maka rakyat akan merasa kehilangan target untuk diperjuangkan dan daya juang pun menurun. Lagi-lagi Belanda salah. Perang malah makin tak terkendali. Pemerintah Hindia Belanda makin kewalahan menghadapi perlawanan para pemberontak. Deandels tentu kesal dengan kebijakan para anak buahnya ini. Kebijakan dikeluarkan. Pangeran Raja Kanoman harus dibawa kembali ke sini, Cirebon. Gubernur Laut Timur Jawa Engelhard pun pada tanggal 1 Januari 1808 diperintahkan untuk menjemput Pangeran Raja Kanoman di Ambon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di Cirebon sendiri, keraton baru disiapkan pemerintah Hindia Belanda sebagai tempat Pangeran Anom bertahta. Pada 13 Maret 1808, Pangeran Raja Kanoman diangkat menjadi Sultan Carbon Kacirebonan. Rakyat pun mengelu-elukan Sultan baru ini. Cirebon pun akhirnya resmi memiliki tiga keraton, Kasepuhan, Kanoman, dan Kacirebonan. Jangan dikira pengangkatan ini sesuatu yang ikhlas. Segala aturan dibuat Deandels khusus untuk Kasultanan Kacirebonan. Reglement dikeluarkan untuk mengatur hak dan kekuasaan kesultanan baru ini sehingga kesultanan baru itu hanyalah hiasan belaka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya kekuasaan politik sang Sultan, termasuk Sultan di Keraton Kasepuhan dan Kanoman, dihapus. Mereka hanyalah pegawai pemerintah biasa dan diberi gaji. Namun, hawa perlawanan tak juga surut. Sultan Carbon tetap berjuang walau hanya dengan mengawasi perjuangan yang dilakukan rakyat. Wujud pemberontakan Sultan Carbon adalah ia tidak mau menerima gaji dari pemerintah Hindia Belanda sampai akhir hayatnya. Pemerintah penjajah tak mau kehilangan muka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Status Sultan Carbon Kacirebonan tak ada lagi untuk penerus tahta. Statusnya diturunkan menjadi Raja Madenda. Gelar ini kalah gengsi dengan dua kesultanan yang lain, Kasepuhan dan Kanoman. Gengsi yang hilang ini pun berbekas sampai saat ini. Jika Anda yang bukan warga Cirebon lewat di Jalan Pulasaren, barangkali Anda tak akan menyangka sedang melewati sebuah keraton bernama Kacirebonan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikelilingi tembok putih yang lusuh setinggi sekitar 1,5 meter, bangunan bernama Keraton Kacirebonan terlihat kusam dan tak terawat. Bangunannya memang bukan bangunan kuno ala keraton raja-raja Jawa, tetapi bangunan Eropa ala arsitektur Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri ketiga keraton di Cirebon sangatlah jelas. Ciri pertama, bangunan keraton selalu menghadap ke utara. Di sebelah timur keraton selalu ada masjid. Setiap keraton selalu menyediakan alun-alun sebagai tempat rakyat berkumpul dan pasar. Di taman setiap keraton selalu ada patung macan sebagai perlambang dari Prabu Siliwangi, tokoh sentral terbentuknya Cirebon. Satu lagi yang menjadi ciri utama adalah piring-piring porselen asli Tiongkok yang menjadi penghias dinding semua keraton di Cirebon. Tak cuma di keraton, piring-piring keramik itu bertebaran hampir di seluruh situs bersejarah di Cirebon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keraton Kacirebonan juga menghadap ke utara. Namun, masjid sebagai simbol ketaatan penghuni keraton pada agama Islam tak terlihat menjadi bagian dari keraton itu sendiri. Masjidnya kecil dan nyaris tak terawat. Alun-alun pun hanya berupa hamparan tanah merah yang tak jelas fungsinya. Yang mengagetkan, aset-aset Keraton Kacirebonan banyak yang sudah tak jelas nasibnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian-bagian ruangan keraton pun sudah diambil-alih oleh sanak famili dari Abdul Gani Natadiningrat, Sultan yang terakhir. Kursi-kursi tua yang sangat khas malah teronggok tak berdaya di sebuah sudut kamar yang rupanya bekas kamar mandi umum untuk wisatawan. Satu benda bersejarah yang berumur sekitar 100 tahun dan masih terpelihara dengan rapih adalah kursi pelaminan yang biasa dipakai para sultan. Patung macan sebagai perlambang Prabu Siliwangi malah hampir-hampir tak terlihat karena tak terawat dan tertutup semak-semak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-1322005891349835804?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/1322005891349835804/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=1322005891349835804' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/1322005891349835804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/1322005891349835804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2009/10/keraton-kacirebonan.html' title='Keraton Kacirebonan'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-2939866762430955231</id><published>2009-10-23T03:23:00.000-07:00</published><updated>2009-10-23T03:27:48.938-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Rakyat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makanan Tradisional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ritual Upacara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesenian Rakyat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tarian tradisional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indramayu'/><title type='text'>Tradisi Nadran Pada Nelayan Indramayu</title><content type='html'>Nadran adalah sebuah tradisi tahunan yang rutin dilaksanakan oleh nelayan Indramayu setiap dua minggu setelah lebaran Idul Fitri. Kata nadran sendiri berasal dari kata nadzar - nadzaran - nadran yang berarti kaul atau syukuran. Syukuran nelayan Indramayu perihal diadakannya tradisi ini sendiri adalah atas rezeki melimpah yang telah diberikan Tuhan kepada mereka baik berupa keselamatan ketika berlayar di laut maupun hasil ikan yang melimpah sepanjang tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tradisi nadran sendiri mula-mula diawali dengan diadakannya pagelaran tari-tarian dan hiburan rakyat tradisional seperti reog, jaipong, genjring, tari kerbau dan lain-lain. Semua warga nelayan indramayu yang hadir hari itu tumplek blek menikmati pesta tahunan ini hingga pesta ini menjadi begitu meriah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemeriahan pun tampak di dalam ruangan khusus di mana ibu-ibu dan bapak-bapak nelayan yang dianggap kompeten menyiapkan meron yang akan dilarung keesokan harinya. Meron sendiri merupakan sebuah miniatur perahu yang didalamnya diisi dengan kepala kerbau, kulit kerbau, dan berbagai macam sesaji yang nantinya akan diangkut kedalam perahu sungguhan untuk kemudian dilarung ke tengah-tengah lautan (± 50 meter dari pantai).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika meron yang telah dimuat di dalam perahu berlayar, para penduduk nelayan dengan perahunya masing-masing akan mengawal perahu yang membawa meron ini untuk kemudian ketika meron dilarung para penumpang kapal yang ikut mengawal tadi akan berbondong-bondong terjun ke laut demi memperebutkan segala sesaji dari meron yang dilarung tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai sesaji yang mereka dapat dari meron yang sebelum dilarung telah dibacakan mantra-mantra yang berbaur dengan asap dupa oleh dukun diyakini penduduk bisa dijadikan jimat yang berkhasiat untuk menolak bala sekaligus mendatangkan rezeki berlimpah ketika dibawa berlayar mencari ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah meron dilarung, sang dukun pun yang tadi bertugas sebagai pembaca mantra akan mengambil air laut yang nantinya akan dipakai dalam upacara ruwatan pada malam berikutnya. Ruwatan sendiri adalah berupa upacara meminta keselamatan yang ditandai dengan digelarnya pertunjukan wayang kulit dengan lakon tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air yang siang tadi diambil ketika upacara larung meron oleh dukun pun dan telah  dicampur dengan air-air lainnya setelah upacara ruwatan usai akan dibagikan kepada warga sebagai ajimat agar senantiasa diberi keselamatan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu upacara ruwatan usai maka usai pulalah acara tradisi nadran ini dan para nelayan pun pulang ke rumah masing-masing untuk kembali berkutat dengan rutinitas sehari-hari mereka yang tak lepas dari jaring dan perahu....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-2939866762430955231?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/2939866762430955231/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=2939866762430955231' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/2939866762430955231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/2939866762430955231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2009/10/tradisi-nadran-pada-nelayan-indramayu.html' title='Tradisi Nadran Pada Nelayan Indramayu'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-176103712193382386</id><published>2009-10-22T13:55:00.000-07:00</published><updated>2009-10-22T13:59:32.396-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makanan Tradisional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesenian Rakyat'/><title type='text'>Lirik Lagu Warung Pojok dan Jahe Laos</title><content type='html'>Untuk sedikit bernostalgia di bawah ini saya publish  lirik  dari dua lagu yaitu Warung Pojok dan Jahe Laos yang sekarang telah menjadi lagu klasik dan sangat identik dengan kota Cirebon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini dia lirik lagunya dan semoga mampu membawa anda jadi kian mencintai kota Cirebon...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Kembang Jahe Laos&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;I&gt;Cipt. NN&lt;/I&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kembang jahe laos oli tuku larang larang&lt;br /&gt; Kembang jahe laos oli tuku larang larang&lt;br /&gt; Larang larang sepirane asal rujuk wong tuwane&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kembang cicilingkong kembu cilik wadah bangkong&lt;br /&gt; Kembang cicilingkong kembu cilik wadah bangkong&lt;br /&gt; Lagi cilik dibopong-bopong barang gede digawa uwong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kembang kembang palem tengahe kembang melati&lt;br /&gt; Kembang kembang palem tengahe kembang melati&lt;br /&gt; Yen gelem ngomonga gelem aja gawe lara ati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Warung Pojok&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;I&gt;Cipt. Abdul Ajib&lt;/I&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Akeh wong padha kedanan masakan,&lt;br /&gt; akeh wong padha kelingan pelayan&lt;br /&gt; Ora klalen kesopanan ning sekabeh lelangganan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Yen balik tas jalan-jalan mingguan&lt;br /&gt; mumpung bae tas gajian kaulan&lt;br /&gt; Warung Pojok go ampiran etung-etung ke kenalan&lt;br /&gt; Tobat dhendhenge emi rebuse,&lt;br /&gt; Sega gorenge dhaginge gedhe gedhe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Adhuh kopie, tobat bukete&lt;br /&gt; Adhuh manise persis kaya pelayane&lt;br /&gt; Pura-pura mata mlirik meng dhuwur&lt;br /&gt; padhahal ati ketarik lan ngawur&lt;br /&gt; Nginum kopi mencok nyembur kesebab&lt;br /&gt; nyasar meng cungur&lt;br /&gt; Tobat dhendhenge emi rebuse&lt;br /&gt; Sega gorenge dhaginge gedhe gedhe&lt;br /&gt; Adhuh kopie tobat bukete&lt;br /&gt; Adhuh manise persis kaya pelayane.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-176103712193382386?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/176103712193382386/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=176103712193382386' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/176103712193382386'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/176103712193382386'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2009/10/lirik-lagu-warung-pojok-dan-jahe-laos.html' title='Lirik Lagu Warung Pojok dan Jahe Laos'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-4361347660117520629</id><published>2009-10-18T12:45:00.000-07:00</published><updated>2009-10-18T13:58:53.556-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info penting'/><title type='text'>Untung Rugi Menggunakan XL</title><content type='html'>Ketika tanggal 15  kemarin saya berkunjung ke &lt;a href="http://cahandong.org/2009/10/15/lomba-review-berhadiah-modem.html"&gt;cah andong&lt;/a&gt; saya sempat membaca salah satu artikel yang mengumumkan bahwa dalam menyambut pesta blogger &lt;a href="http://cahandong.org/"&gt;cah andong&lt;/a&gt; bersama &lt;a href="www.xl.co.id/"&gt;XL&lt;/a&gt; menggelar lomba yakni lomba mereview produk XL khususnya untuk layanan internet mereka dengan hadiah sebuah modem. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, meski saya sendiri sebenarnya ketika awal-awal memakai &lt;a href="http://www.xl.co.id/"&gt;XL&lt;/a&gt; lebih karena terpaksa. Terpaksa lantaran begitu BTS dari provider seluler yang sempat identik dengan hewan monyet ini berdiri di kampung saya, tiba-tiba  sinyal dari si kuning yang selama ini saya pakai jadi ilang timbul dan ngos-ngosan. &lt;strike&gt;you know lah apa singkatan dari ilang timbul itu&lt;/strike&gt; tetap akan saya coba mereviewnya. (meski juga belakangan saya tahu kalau lomba itu hanya untuk para blogger Jogja saja) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, dengan gondok dan terpaksa saya pun pindah &lt;strike&gt;agama&lt;/strike&gt; ke XL ini meski waktu itu XL mematok harga diatas rata-rata untuk layanan gprs-nya. Hitung-hitungan saya sih  waktu itu mahal sedikit tak apa selama saya tetap lancar jaya berinternet dimana pun saya bernafas, toh usaha saya sendiri bergerak dibidang penjualan pulsa yang salah satu produk yang saya jual adalah XL sendiri melalui Dompet Pulsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun saya melewati masa-masa manis menjual produk XL. Harga pulsa yang lebih murah, Stok yang hampir tak pernah kosong, peminat yang kian banyak, dan lain sebagainya membuat saya kian erat mendekap Luna Maya eh XL. Pendek kata, meski harus saya akui pada masa itu Dompul sering gangguan tapi secara keseluruhan semua layanan XL cukup bisa diandalkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi ketika kemudian XL meluncurkan tarif  semaumu dan kemudian sepuasnya yang berefek pada kian murahnya berkomunikasi (telpon dan sms) maupun berinternet menggunakan XL membuat saya kian girang saja karena dengan tarif yang jor-joran itu sebagai konsumen saya merasa diuntungkan, pun sebagai penjual kini omset saya kian lumayan lantaran eksodus besar-besaran yang dilakukan konsumen provider lain ke XL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun berlalu, XL melalui dompul-nya mulai bertingkah dengan memberlakukan sistem cluster untuk order dan transaksi dompul. Sebagai pemain server yang memang biasa nyari dealer paling murah, saya biasa nyari chip hingga ke Tegal dan Jati Barang. Tapi begitu sistem cluster yang sampai sekarang pun saya tak tahu manfaatnya apa itu berlaku saya terpaksa harus order ke dealer itu-itu saja meski dengan harga yang jauh di atas dealer langganan ketika sistem cluster belum diberlakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi lantaran pembeli langganan saya rata-rata hampir semuanya telah menggunakan XL (seperti yang saya sebut diatas, karena murah dan sinyalnya paling bagus di kampung saya), maka saya pun tetap bertahan menjual produk ini meski dengan keuntungan yang jauh menyusut akibat sistem cluster ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bertahannya saya untuk tetap menjual produk XL pun akhirnya menuai hasilnya sekarang setelah adanya program Top XL dimana untuk setiap retailers yang mampu menjual pulsa XL di atas target yang mereka tetapkan tiap periodenya akan mendapat bonus hadiah berupa sepeda motor, handphone, dan uang tunai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk lebih jelasnya di bawah ini akan saya coba paparkan keuntungan dan kerugian menjual  (khusus untuk retailers) dan memakai produk XL (untuk konsumen) dari yang selama ini saya rasakan baik sebagai retailers maupun sebagai konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Keuntungan Menjual Produk XL Bagi Retailers&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Ada bonus Top XL untuk para penjual pulsa XL tiap periodenya dengan bonus hadiah yang cukup menggiurkan seperti sepeda motor, handphone, uang tunai, dan sebagainya.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Harga produk yang relatif murah hingga ketika ditawarkan ke konsumen tidak begitu banyak menemui kesulitan.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Dengan banyaknya promosi baik melalui iklan televisi maupun brosur-brosur, membuat para penjual tidak harus capek menjelaskan ini itu ketika menawarkan produk XL ke konsumen.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Kerugian Menjual Produk XL Bagi Retailers&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Dengan adanya sistem cluster dengan wilayah yang lebih sempit, para retailers tak lagi Bisa order maupun transaksi produk XL (terutama untuk dompul) di luar wilayahnya.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;SP XL tak lagi bisa di aktifkan/registrasi di kabupaten berbeda seperti misalnya SP untuk kode Cirebon tak lagi bisa diaktifkan/registrasi di Kabupaten Majalengka dan sebaliknya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Keuntungan Menggunakan Produk XL Bagi Konsumen&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Harga pulsa yang lumayan murah.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Dengan adanya berbagai pilihan tarif yang berlaku di XL membuat konsumen bisa leluasa memilih tarif mana yang menurutnya lebih murah. Ada banyak pilihan tarif yang antara lain tarif semaumu, sampai puas hingga tarif CDMA.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Internetan jauh lebih murah dengan kecepatan yang cukup dengan adanya paket internet.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Kualitas suara XL lumayan jernih ketika digunakan untuk berkomunikasi.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Banyaknya bonus sms makin memanjakan para konsumen yang memang hobi sms-an.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Ketika menggunakan call center 817 meski tidak gratis tapi bisa cepat tersambung.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Kekurangan Menggunakan Produk XL Bagi Konsumen&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Ketika aktifasi untuk layanan paket internet sering gagal.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;BTS XL yang belum merata membuat sinyal XL tidak terlalu bagus untuk daerah-daerah terpencil.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Mungkin karena kebanyakan program atau apa kadang tarif XL suka ngaco.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Akses call center XL dikenai biaya sebesar Rp. 400 per telepon.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Masa aktif kartu tidak akumulasi hingga berapa pun seringnya anda isi ulang tidak membuat kartu anda panjang umur.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Layanan blackberry  meskipun murah tapi sering erorr tanpa sebab.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu saja yang bisa saya sebutkan. Dan semua yang tertulis di atas  bersifat subjektif dan semata-mata hanya berdasarkan pengalaman pribadi saya selama menggunakan produk XL dan tanpa tendensi apa pun juga &lt;strike&gt;selain untuk mendapat hadiah modem gratis.&lt;/strike&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-4361347660117520629?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/4361347660117520629/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=4361347660117520629' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/4361347660117520629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/4361347660117520629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2009/10/untung-rugi-menggunakan-xl.html' title='Untung Rugi Menggunakan XL'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-61048610427353888</id><published>2009-10-17T11:29:00.000-07:00</published><updated>2009-10-17T11:49:07.385-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Naskah Kuno'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Rakyat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peninggalan Wali Songo'/><title type='text'>Babad Cirebon Versi Naskah Klayan (chapter III)</title><content type='html'>menceritakan pengalamannya membeli dongeng seharga 2.000 dinar. Sang Adipati sadar akan apa yang terjadi, dan memberi petunjuk kepada Durakman supaya mengabdi pada seorang raja perempuan di negeri Diriliwungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pupuh keduapuluh satu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;I&gt;Dangdanggendis, 25 bait.&lt;/I&gt;&lt;br /&gt; Di negeri Diriliwungan, Durakman tersesat ke puri di belakang istana.Di sana, ia melihat banyak kuburan. Kedatangan Durakman diketahui oleh para penjaga. Lalu ia ditangkap dan dihadapkan pada Ratu Diriliwungan. Ia akan dibebaskan asal bersedia kawin dengan Sang Ratu. Akhirnya, Durakman bersedia menikahinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Di malam hari, ketika akan tidur Durakman teringat kembali akan dongeng si Kakek bahwa istri yang cantik jangan segera ditiduri. Karenanya, cumbu rayu istrinya tidak ia hiraukan bahkan ia pura-pura tidur. Ratu Diriliwungan merasa kesal dan sangat lelah sehingga akhirnya tertidur, sementara Durakman hanya duduk termangu.Tiba-itba dari aurat Ratu Diriliwungan keluar seekor kelabang putih menyerang Durakman namun berhasil ditangkap dan dibanting ke lantai. Seketika, kelabang itu berubah wujud menjadi sebilah keris yang dinamakan keris Kalamunyeng–di kemudian hari, keris ini menjadi pusaka raja-raja Jawa. Keesokan harinya, rakyat Diriliwugan berkumpul denga membawa keranda. Ketika ditanya oleh Durakman, mereka menjawab bahwa setiap orang yang menikah dengan Ratu Diriliwungan, keesokan harinya pasti meninggal. Sementara itu, Ratu Diriliwungan bersumpah setia kepada Durakman, dan ia memilih menceburkan diri ke laut yang kemudian dikenal dengan sebutan Ratu Kidul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Adapun Durakman melanjutkan perjalanan mencari ilmu ke Ampel. Syekh Ampeldenta yang mengetahui bahwa tamunya merupakan calon wali penutup tidak berani menerima sembahnya, bahkan mengajar pun ia tidak berani. Ia hanya memberi petunjuk jalan ke arah kesempurnaan. Durakman dianjurkan supaya menjadi perampok di hutan Japura dengan nama Lokajaya dan membunuh setiap orang yang melewati hutan Japura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersebutlah Ki Paderesan atau Ki Dares di Gunung Gajah hendak pergi ke Cirebon mencari guru agama Islam bersama-sama istrinya, Nyi Mukena. Suami-istri itu berjalan melewati hutan Japura dan bertemu dengan Lokajaya yang segera menghadangnya. Dalam ketakutannya, suami-istri itu tidak putus-putusnya berdoa memohon ampunan Allah sehingga ketika pedang Lokajaya bertubi-tubi menghantamnya ternyata tidak mempan. Akhirnya, Lokajaya memohon ampun kepada Ki Dares dan meminta brguru kepadanya. Oleh Ki Dares, Lokajaya lalu dikubur hidup-hidup dengan tujuan agar tubuh Lokajaya bersih dari segala dosa.&lt;br /&gt;Pada waktu yang hampir bersamaan, di keraton Majapahit, Raja Brawijaya sedang menerima kedatangan dua orang putranya dari Palembang : Raden Patah dan Raden Husen. Raden Husen diangkat menjadi Adipati Terung, sementara Raden Patah dinasehati supaya bersabar dan diharapkan kelak akan menjadi raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pupuh keduapuluh dua&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;I&gt;Sinom, 9 bait.&lt;/I&gt;&lt;br /&gt; Raden Patah merasa sakit hati karena ia tidak diangkat menjadi adipati. Ia pun pergi ke Ampel guna menghadap Syekh Ampeldenta untuk berguru kepadanya.&lt;br /&gt; Dalam pada itu, sudah tiga kali Ampel mencoba menyerang Majapahit, tetapi selalu gagal dan banyak korban berjatuhan dihajar oleh Adipati Terung. Karena itu, Syekh Ampel mencari orang yang berani melawa Adipati Terung. Barangsiapa dapat mengalahkan Majapahit, ia akan diangkat menjadi raja. Raden Patah bersedia memimpin pasukan islam untuk menyerang Majapahit. Ia lalu diangkat menjadi Adipati Bintaro, sekaligus menjadi senopati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pupuh keduapuluh tiga&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;I&gt;Kinanti, 14 bait.&lt;/I&gt;&lt;br /&gt; Cerita kembali ke Ki Dares. Setelah beberapa lama, Ki Dares kembali ke hutan Japura untuk menggali Lokajaya. Ternyata, tubuh Lokajaya seperti mati dan beratnya seringan kapas. Sebenarnya , ia sedang’Mikraj’ menemui roh Nabi ( Muhammad). Ia telah mendapat kesempurnaan dan bergelar Sunan Kali. Ketika Sunan Kali telah sadar, Ki Dares menganjurkan agar Sunan Kali mencari Sunan Jati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Syarif Hidayat yang sudah mengetahui kedatangan Sunan Kali menyongsong kedatangan tamunya dengan menyamar sebagai seorang haji. Lalu, dengan berpura-pura hendak menyampaikan sesuatu kepada Syarif Hidayat, ia menemui Sunan Kali yang di suruhnya menunggu di pintu gerbang istana. Setelah meninggalkan tamunya di pintu gerbang, Syarif Hidayat langsung berangkat ke Pajajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pupuh keduapuluh empat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;I&gt; Sinom, 14 bait.&lt;/I&gt;&lt;br /&gt; Pupuh ini menceritakan proses pengislaman keraton Pajajaran oleh Sunan Jati. Dicertakan bahwa Prabu Siliwangi masih bersedih hati karena semua putranya meninggalkan istana, bahkan pati yang ditugasi mencarinya pun tidak kembali ke kerajaan. Berkat kesaktiannya, Prabu Siliwangi mengetahui kedatangan cucunya, Sunan Jati. Dalam hatinya, ia merasa malu kalau sampai tunduk kepada cucunya. Dengan kesaktian pusakanya, sebilah Ecis, ia berjalan ke tengah alun-alun dan membaca mantra aji sikir, lalu pusaka Ecis ditancapkan ke tanah. Seketika, negara dan rakyat Pajajaran lenyap yang tertinggal hanyalah sebuah balai. Pusaka Ecis berubah pula menjadi rumput ligundi hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Syarif Hidayat yang datang kemudian menyebut orang-orang Pajajaran yang bersembunyi di hutan seperti harimau. Seketika itu juga, orang-orang Pajajaran berubah menjadi harimau. Selama rumput ligundi hitam belum di cabut, mereka belum akan menjadi manusia. Lalu, Syarif Hidayat pergi ke Lebaksungsang menemui Cakrabuana yang sedang bertapa sambil bersawah. Cakrabuana diminta pulang ke Cirebon menghadiri pertemuan para wali. Lalu, ia pergi ke Mengajang menemui Syekh Bentong yang sebenarnya adalah putra Raja Majapahit bernama Banjaransari yang lebih di kenal dengan nama Jaka Tarub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pupuh keduapuluh lima&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;I&gt;Kinanti, 28 bait.&lt;/I&gt;&lt;br /&gt; Jaka Tarub telah berhasil membuka hutan Penganjang, dan menikah dengan seorang bidadari. Putrinya, Nawangsari, juga sudah menikah dengan putra Majapahit, Raden Bondan, yang ikut mengerjakan ladangnya. Jaka Tarub alias Ki Bentong ingin sekali menjadi wali. Ia bertapa memati raga. Pada suatu saat, ketika tengah berbuka dari tapanya, Syarif Hidayat datang menjumpainya. Ucapan salam dari Syarif Hidayat tidak dihiraukan karena asyiknya berbuka. Tiba-tiba, Syarif Hidayat memetik selembar daun api-api, lalu membaca syahadat, seketika terciptalah seekor bebek yang kemudian merebut makanan Syekh Bentong hingga habis. Saking marahnya, bebek itu dipukul dan dibanting hingga mati oleh Syekh Bentong. Syarif Hidayat meminta agar bebeknya dihidupkan kembali, tetapi Syekh Bentong tidak mampu melakukannya.Dengan membaca syahadat, Syarif Hidayat dapat menghidupkan kembali bebeknya. Akhirnya, Syekh Bentong sadar bahwa kalimat syahadat itulah yang ia cari. Lalu, ia menyatakan ingin berguru kepadanya, tetapi oleh Syarif Hidayat hanya dianjurkan supaya pergi ke Cirebon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita kembali kepada Durakhman yang tengah menunggu panggilan Sunan Jati. Sudah sembilan bulan ia menanti di pintu gerbang tanpa tidur sekejappun. Jika merasa lelah duduk, ia berdiri membungkukkan badan. Jika merasa lelah berdiri, ia pun duduk bersandar di gerbang. Itulah sebabnya di depan istana Cirebon terdapat sebuah tempat yang dinamakan Lemahwungkuk.&lt;br /&gt;Syarif Hidayat yang kemudian datang menemuinya menyatakan tidak mau mengajar di sembarang tempat karena pelajaran akan diberikan di tepi sebuah sungai, dan Durakhman harus membawa 100 buah kemiri untuk menghitung ilmu. Lalu, Durakhman berangkat ke tepi sungai. Beberapa waktu lamanya ia menunggu, Syarif Hidayat belum juga datang. Karena lamanya menunggu di sungai, Durakhman memanjat pohon itu. Belum sampai setengah batang, kemirinya berjatuhan ke sungai. Ia berusaha menyelam ke dalam air, tetapi kemiri tak ditemukannya. Ketika tengah meraba-raba buah kemiri, tiba-tiba datang air bah, dan Durakhman hanyut terbawa air hingga ke laut dan tenggelam ke dasarnya. Di dasar laut, ia melihat sebuah pulau yang cemerlang dengan hiasan aneka warna yang dikenal dengan nama Pulau Hening.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pupuh keduapuluh enam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;I&gt;Balakbak, 22 bait.&lt;/I&gt;&lt;br /&gt; Di Pulau Hening, Durakhman bertemu dengan Nabi Kilir (Nabi Khidir) yang menasehatinya agar bertapa di Gunung Dieng. Nabi Kilir memberi bekal sebuah pisau. Ketika Durakhman tengah bertapa, tangannya mencoret-coret tanah membuat gambar-gambar yang tersusun menjadi sebuah cerita wayang. Gambar-gambar wayang di tanah itu ternyata lepas menjadi wayang-wayang yang dapat melakonkan segala macam cerita. Setelah wayang-wayang tersebut lengkap, tiba-tiba ada cahaya gemerlapan. Pisau di tangan Durakhman seketika lenyap dan sebagai gantinya tampak seorang pertapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, pertapa itu adalah seorang raja zaman Budha bernama Konteya Darmakusuma atau Judhistira. Waktu itu, ia belum bernama Samiaji. Dialah yang dulu memiliki azimat Kalimasada. Judhistira menceritakan seluruh cerita wayang kepada Durakhman. Terakhir, ia menyerahkan Surat Kalimasada yang selama dipegangnya belum pernah ia baca karena tidak dapat membaca apa yang tertulis didalamnya. Durakhman kemudian membaca Surat Kalimasada diikuti oleh Konteya Darmakusuma. Sejak saat itu, Judhistira bernama Samiaji karena sama-sama mengkaji Surat Kalimasada dengan Durakhman. Dengan nama Samiaji, berarti pula ia menjadi pemeluk agama islam. Lalu, Durakhman meminta agar Samiaji pergi bersama ke Gunung Jati. Samiaji belum bersedia, tetapi ia berjanji suatu saat akan datang ke Cirebon apabila Gunung Jati memancarkan sembilan cahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pupuh keduapuluh tujuh&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;I&gt; Durma, 33 bait.&lt;/I&gt;&lt;br /&gt; Cerita kembali ke keraton Majapahit. Ketika itu, Raja Brawijaya mengutus Adipati Terung untuk memanggil Raden Patah ke Majapahit karena Brawijaya berniat menyerahkan tahta kepadanya. Adipati Terung berusaha mencari Raden Patah sampai ke bonang, tetapi Raden Patah tidak mau pergi ke Majapahit sebelum rajanya masuk islam. Adipati Terung terus memaksa, sementara Raden Patah tetap bertahan. Akhirnya, tidak ada jalan lain kecuali mempersiapkan pasukan untuk berperang. Para Bupati Tuban, Tegal, Waleri, Lumajang, dan Japan yang diharapkan membantu Majapahit ternyata tidak ada yang bersedia. Semuanya berpihak kepada para wali. Tinggal Adipati Terung seorang yang memimpin tentara Majapahit. Meskipun demikian, dalam peperangan yang berlangsung, pasukan Bonang tidak mampu melawan pasukan Majapahit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pupuh keduapuluh delapan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;I&gt;Pangkur, 11 bait.&lt;/I&gt;&lt;br /&gt; Adipati Terung—dengan menggenggam keris pusaka si Gagak—maju ke medan perang. Tak seorangpun tentara Bonang yang berani melawan Adipati Terung. Demikian pula Raden Patah, ia pun kalah dan terlempar ke Gunung Kumbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pupuh keduapuluh sembilan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;I&gt; Dangdanggula, 17 bait.&lt;/I&gt;&lt;br /&gt; Raden Patah yang terlempar ke Gunung Kumbang bertapa disana tujuh bulan lamanya. Kemudian, ia mendapat petunjuk Tuhan bahwa untuk mengalahkan Adipati Terung ia harus berguru kepada Sunan Jatipurba di Cirebon sebagai Puseurbumi. Ia pun segera berangkat menuju ke sana. Di Losari, ia bertemu dengan seorang tua yang memberinya sebuah panah bernama si Hantu. Orang tua itu tidak lain adalah Sunan Jati. Dalam peperangan yang berlangsung kemudian, Raden Patah berhasil membunuh adiknya sendiri, Adipati Terung dengan panah Hantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pupuh ketigapuluh&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;I&gt;Sinom, 22 bait.&lt;/I&gt;&lt;br /&gt; Meskipun panglima perangnya telah gugur, raja dan para pembesar Majapahit tetap tidak mau memeluk agama islam. Panembahan Paluamba membaca aji sikir yang berakibat raja serta para pembesar Majapahit menghilang ke dunia siluman, dan berkumpul di Tunjungbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita kembali pada kisah para wali yang tengah berkumpul di Bonang mereka sepakat untuk menemui Syarif Hidayat di cirebon. Disana, Raden Patah diresmikan menjadi raja di Bintaro, dan dinikahkan dengan kemenakan sunan Jati yang berasa dari Mesir, Nyi Mas Ratu Pulunggana. Setelah pertemuan tersebut, para wali seluruhnya kembali ke Demak untuk merayakan penobatan dan pernikahan Raden Patah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, durakhman yang telah menyelesaikan tapanya di Gunung Dieng langsung pergi ke Cirebon. Segala sesuatu yang diperolehnya di Dieng ia bawa. Setibanya di istana, ternyata baru saja para wali meninggalkan cirebon menuju Demak. Tetapi, baru saja ia beranjak pergi, terdengar suara mempersilahkan duduk yang keluar dari meja dan kursi, tanpa seorangpun. Tak lama kemudian, keluar teko serta cangkir mempersilahkan minum. Agak bingung juga Durakhman menyaksikan semua itu. Akhirnya, ia duduk saja menunggu disana selama sembilan malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pupuh ketigapuluh satu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;I&gt;Asmaranda, 19 bait.&lt;/I&gt;&lt;br /&gt; Pupuh ini menceritakan pertemuan para wali di Cirebon. Ketika Sunan Gunung Jati baru kembali dari Mekah, ia membawa batu Mukadas dan peta kota Mekah untuk dijadikan contoh pembuatan masjid agung. Bersamaan dengan itu, para wali pun berdatangan ke Cirebon. Ketika melihat Syarif Hidayat, Pangeran Tuban bermaksud menyembahnya, tetapi Syarif Hidayat justru segera memeluk Durakhman. Pangeran tuban alias Durakhman, lalu menyerahkan Surat Kalimusada yang ternyata bunyinya sama dengan Kalimat Syahadat. Selain itu, diserahkan pula sebuah kitab kepada Sunan Jati yang di dalamnya tidak terlihat adanya tulisan, bahkan para wali pun tidak ada yang dapat melihat selain Pangeran Tuban. Kitab tersebut ternyata berisi ketentuan pangkat dan sebutan para wali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut kitab tersebut, Syarif Hidayat bergelar Kanjeng Sinuhun Cirebon; Syekh Giri Gajah bergelar Sultan Giri Gajah; Syekh Kamarullah bergelar Kanjeng Sunan Bonang; Ki Cakrabuana bergelar Sunan Jelang, Syekh Bentong bergelar Suhunan Bentong; Syekh Nusakambangan bergelar Sunan Kudus; Pangeran Kendal bergelar Pangeran Karangkendal atau Sunan Kedaton; Pangeran Panjunan bergelar Sunan Sasmita; Pangeran Kajoran bergelar Sunan Kejamus atau Pangeran Kejaksan; dan wali penutup Suhunan Kalijaga bergelar Suhunan Adi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan itu, para wali membuat singgasana kerajaan dan masing-masing mengeluarkan ilmunya berupa cahaya sehingga berpencaran sembilan macam cahaya yang memancar sampai ke gunung Dieng—mengingatkan pada janji Samiaji yang akan segera datang ke Cirebon bila ada sembilan cahaya bersinar. Ternyata, Samiaji tidak bersedia menerima sembah para wali. Tak lama kemudian, ia meninggal dan dikebumikan di Jatimulya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pupuh ketigapuluh dua&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;I&gt;Sinom, 18 bait.&lt;/I&gt;&lt;br /&gt; Seorang murid syarif Hidayat bernama Ki Gedeng Palumbon sudah tiga tahun belajar agama islam, namun merasa bosan karena berulang kali ia hanya hanya disuruh menghafal kalimat syahadat. Akhirnya, ia mengundurkan diri karena kecewa terhadap pelajaran yang diterimanya. Ia pun kembali ke kampung halamannya. Di tengah jalan, ia bertemu dengan Ki Gedeng Kemuning yang hendak berguru kepada Sunan Jati. Ki Gedeng Palumbon berusaha mempengaruhi Ki Gedeng Kemuning karena menurutnya untuk apa berguru kepada Sunan Jati yang diajarkannya hanya syahadat, azan, komat, dan takbir. Akan tetapi, Ki Gedeng Kemuning tidak terpengarh oleh bujuk rayunya, dan ia tetap hendak berguru kepada Sunan Jati. Oleh Sunan Jati, Ki Gedeng Kemuning bersama Ki Gedeng Pamijahan, Ki Jopak, Ki Kaliwedhi, Ki Gedeng Babadan, Ki Bungko, Ki Judi, Ki Gebang, Ki Gedeng Mundu, Kiyai Wanasaba, dan Ki Kalijati diajarkan berbagai macam ilmu, antara lain, syahadat, salat, zakat, puasa, dan berbagai jenis tarekat, seperti Satariyyah, Naksabandiyah, serta Muhammadiyah. Selesai berguru, Ki Gedeng pulang ke Kuningan, dan tak lama kemdian, ia meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenazah Ki gedeng Kemunig membengkak besar sekali. Kebetulan, Ki gedeng Palumbon juga melayat. Mayat yang membesar itu, menurut Ki Gedeng Palumbon, disebabkan oleh ilmu yang diajarkan Sunan Jati. Bersamaan dengan itu, datanglah seorang murid Sunan Jati yang berasal dari Gebang bernama Kamil. Kedatangannya berniat memandikan mayat. Mula-mula, mayat Ki Gedeng Kemuning menjadi semakin besar dan mengeluarkan bau busuk. Lalu, mengecil dan berganti menyebarkan bau harum. Melihat keadaan itu, Ki Gedeng Palumbon terkejut dan kagum. Ia pun kembali ke Cirebon dan ingin berguru lagi kepada Sunan Jati. Oleh Sunan Jati, ia disuruh bertapa di Gunung Cigugur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pupuh ketigapuluh tiga&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;I&gt; Kinanti, 38 bait.&lt;/I&gt;&lt;br /&gt; Pupuh ini menceritakankisah sayembara memperebutkan Putri Panguragan. Nyi Panguragan atau Ratu Emas Gandasari mengadakan sayembara : Barang siapa yang mampu mengalahkan dirinya, jika ia laki-laki, dialah yang akan menjadi suaminya. Melalui sayembara itu, banyak orang yang ingin tampil untuk mencoba kesaktiannya guna mengalahkan Gandasari. Tetapi, tak seorangpun yang dapat mengalahkannya hingga datanglah seorang satria dari negeri Syam bernama Pangeran Magelung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinamai Pangeran Magelung karena rambutnya digelung karena sejak kecil hingga dewasa tidak ada pisau cukur yang mempan untuk memotong rambutnya. Ia pergi ke Cirebon untuk menemui sunan Jati. Setibanya di Karanggetas, ia bertemu dengan seorang kakek-kakek yang mampu memotong rambutnya hanya dengan jari tangan. Ketika Magelung menoleh, kakek yang menggunting rambutnya sudah tidak ada. Lalu, Magelung meneruskan perjalanan hingga sampai di tempat sayembara dan memasuki arena pertandingan. Dalam pertandingan ini, Ratu Emas Gandasari ternyata dapat dikalahkan oleh Pangeran Magelung. Ketika hampir tertangkap, gandasari berlindung pada Sunan Jati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pupuh ketigapuluh empat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;I&gt;Dangdanggula, 14 bait.&lt;/I&gt;&lt;br /&gt; Akhirnya, Pangeran Magelung dijodohkan dengan Ratu Emas Gandasari. Namun, mereka berjanji tidak akan berkumpul selagi masih di dunia, kecuali kelak di akhir zaman. Menurut kitab Babul, kediaman Ratu Emas Gandasari tidak hanya satu. Kadang-kadang, ia berada di Pulau Kuntul (Bangau). Sekarang, pulau bangau itu bernama pulau Kencana atau pulau Karas atau di bangsal Karangsuwung. Jika ke barat, ia tinggal di Ujungsori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pada itu, para wali—Sunan Kalijaga, Sunan Bonang, Sunan Giri, dan Sunan Kudus—sering berkumpul untuk membicarakan syareat Rasul, usul fikh, serta kitab Fakulwahab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pupuh ketigapuluh lima&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;I&gt;Menggalang, 17 bait.&lt;/I&gt;&lt;br /&gt; Pupuh ini menceritakan persiapan Kerajaan Galuh yang berniat menyerang Keraton Cirebon. Pada suatu hari, Raja Galuh mengumpulkan para ponggawanya, antara lain, Sanghyang Gempol, Sanghyag Sutem, Celengigel, Dalem Ciomas, dan Dalem Kiban guna membicarakan negara Cirebon di bawah pimpinan Sunan Jati. Pertemuan tersebut mengambil keputusan, yakni meminta pajak terasi. Para senapati galuh telah mempersiapka diri, antara lain, Sanghyang Gempol, Sanghyang Sutem, Dalem Kiban, Dalem Ciamis, Dalem Ciomas, Suradipa, dan Kyai Limunding. Setelah persiapan selesai, pasukan Galuh segera berangkat menuju Cirebon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pupuh ketigapuluh enam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;I&gt;Sinom, 8 bait.&lt;/I&gt;&lt;br /&gt; Dalam perjalanan menuju Cirebon, pasukan Galuh mengadakan perkemahan di perjalanan. Sementara itu, Pangeran Arya Kemuning anak Ki Gedeng Kemuning sangat rindu pada Sunan Jati dan bersiap-siap hendak menghadap ke Cirebon diiringi oleh Patih Waruangga dan Anggasura, serta para mantri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pupu ketigapuluh tujuh&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;I&gt;Dangdanggula, 15 bait.&lt;/I&gt;&lt;br /&gt; Barisan pasukan dari kuningan yang berjalan ke arah barat bertemu dengan pasukan Galuh. Bersamaan dengan itu, Raden Patah juga pergi ke Cirebon—saat para wali masih berkumpul untuk membangun masjid dan mendiskusikan agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pupuh ketigapuluh delapan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;I&gt;Asmaranda, 13 bait.&lt;/I&gt;&lt;br /&gt; Kedatangan Sultan Demak di Cirebon bermaksud membicarakan perkawinan putrinya Pulungnyawa dengan putra Sunan Jati. Perkawinan akan segera dilangsungkan di Demak. Ketika para wali bersiap-siap hendak berangkat ke Demak, datanglah Arya Kuningan yang mengabarkan adanya pasukan Galuh yang akan menyerang Cirebon. Namun, para wali tetap berangkat ke Demak, sementara musuh dari Galuh diserahkan kepada Arya Kemuning yang segera mengatur barisannya di Gunug Gundul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pupuh ketigapuluh sembilan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;I&gt;Durma, 24 bait.&lt;/I&gt;&lt;br /&gt; Utusan Arya Kemuning, Ki Anggarunting, ditugasi menyelidiki kekuatan pasukan Galuh. Ia pergi bersama Ki Anggawaru. Tak lama kemudian, Ki Anggarunting bertemu dengan Dipasara dan Kyai Limunding dari pihak Galuh. Dalam pertempuran pertama, pasukan Kuningan terdesak. Arya Kemuning maju membantu yang membuat barisan Palimanan berantakan. Barisan pasukan Ciamis pun diterjang oleh kuda tunggang Arya Kemuning yang bernama Wisnu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pupuh keempat puluh&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;I&gt;Asmarandana, 10 bait.&lt;/I&gt;&lt;br /&gt; Pasukan Galuh yang dipimpin oleh senapati Dipati Kiban yang mengendarai seekor gajah terus melakukan serangan. Serangan Dipati Kiban ini dihadapi oleh Dalem Kuningan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pupuh kempatpuluh satu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;I&gt;Pangkur, 27 bait.&lt;/I&gt;&lt;br /&gt; Perang tanding antara Arya Kemuning yang mengendarai kuda Wisnu melawan dipati Kiban yang mengendarai gajah berlangsung seimbang dan lama sekali. Meskipun sudah berlangsung lama, namun belum ada tanda-tanda siapa yang akan kalah. Demikian asyiknya mereka berlaga, dorong mendorong hingga ke ujungtuwa di tepi pantai. Tak ayal lagi, dua-duanya tercebur ke laut dan lenyap dari pandangan mata. Melihat senapatinya lenyap, kedua belah pihak mengundurkan diri dan melapor kepada rajanya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pupuh keempatpuluh dua&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;I&gt;Sinom, 18 bait.&lt;/I&gt;&lt;br /&gt; Kuwu Sangkan alias Cakrabuwana memohohon izin kepada Sunan Jati untuk membantu pasukan Kuningan ke medan perang. Tetapi, Sunan Jati tidak menyetujuinya. Ki Kuwu Sangkan tetap memaksakan diri, dan ia pun berangkat ke medan perang. Ki Kuwu Sangkan seperti orang linglung. Ia pun tersesat ke gunung Panawarjati, dan akhirnya tafakur disana. Kemudian, sepeninggal Kyai Sangkan datanglah Anggasura yang melaporkan keadaan peperangan kepada Sunan Jati hingga hilangnya Arya Kemuning bersama Dalem Kiban. Munurut Sunan Jati, keduanya masih tetap bertempur di lautan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian pihak Cirebon menyusun bala bantuan dan segera diberangkatkan ke medan perang d bawah pimpinan Patih Keling. Dalam pertempuran lanjutan, pasukan Cirebon beserta para Manggalayuda terdesak hebat oleh pasukan Galuh. Kesaktian para pemimpin pasukan Galuh tak terlawan oleh para panglima pasukan Carbon. Pada waktu itu, prajurit sudah tidak ikut bertempur. Mereka hanya disuruh bersorak-sorai memberi semangat kepada para pimpinannya yang sedang melakukan perang tanding. Tetapi, karena pimpinannya terdesak, mereka pun lari mengundurkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pupuh keempatpuluh tiga&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;I&gt;Pangkur, 10 bait.&lt;/I&gt;&lt;br /&gt; Pada saat pasukan Cirebon terdesak mundur, Ki Kuwu Sangkan masih tetap bertafakur di gunung Panawarjati. Ia menyesal karena telah mendahului kehendak kemenakannya, Sunan Jati. Tiba-tiba, ia mendengar suara yang berasal dari sebatang pohon randu yang isinya menyatakan bahwa ia telah dimaafkan oleh kemenakannya dan diminta segera membantu pasukan Cirebon yang sedang terdesak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cakrabuwana alias Ki Kuwu Sangkan langsung menuju medan pertempuran. Ia mendengar suara di angkasa yang menantang Sunan Jati. Itulah suara Sanghyang Gempol, salah seorang sakti dari Galuh yang mengendarai kuda terbang. Cakrabuwana teringat akan segala jenis pusakanya seperti badhong, bareng, kopiah, umbul-umbul, dan golok Cabang segera melesat ke udara mengejar Sanghyang Gempol. Ke arah mana pun Sanghyang Gempol pergi dan bersembunyi, golok selalu membuntuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;p.s.&lt;br /&gt; hasil pipes dari &lt;a href="http://cirebonme.blogspot.com/"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-61048610427353888?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://portalcirebon.blogspot.com/feeds/61048610427353888/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5433105515387780039&amp;postID=61048610427353888' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/61048610427353888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5433105515387780039/posts/default/61048610427353888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://portalcirebon.blogspot.com/2009/10/babad-cirebon-versi-naskah-klayan.html' title='Babad Cirebon Versi Naskah Klayan (chapter III)'/><author><name>Novita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02958635826772679341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-LBuUnuh7Eqc/TfNaEIQ6dfI/AAAAAAAAASU/htEcFXkdC9c/s220/Scan10008.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5433105515387780039.post-5127955494599021179</id><published>2009-10-17T09:06:00.000-07:00</published><updated>2009-10-17T09:11:45.268-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Naskah Kuno'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Rakyat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peninggalan Wali Songo'/><title type='text'>Babad Cirebon Menurut Naskah Klayan (Chapter II)</title><content type='html'>&lt;b&gt;Pupuh Keempa&lt;/b&gt;t&lt;br /&gt;&lt;i&gt; Megatru,26 bait.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt; Ketika tiba di Gunung Cangak, Walangsungsang melihat pohon kiara yang setiap cabangnya dihinggapi burung bangau. Walangsungsang bermaksud menangkap salah seekor burung bangau itu, tetapi khawatir semuanya akan terbang jauh. Ia teringat akan pusakanya kopiah waring yang khasiatnya menyebabkan ia tidak akan terlihat oleh siapapun termasuk jin dan setan. Kopiah Waring segera ia pakai, lalu ia mengambil sebatang bambu untuk membuat bubu yang dipasang disalah satu cabang kiara. Dalam bubu itu diletakkan seekor ikan. Burung-burung bangau tertarik melihat ikan dalam bubu hingga membuat suara berisik dan menarik perhatian raja bangau (Sanghyang Bango) yang segera mendekati “rakyatnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja Bango berusaha mengambil ikan dalam bubu, namun ia terjebak masuk ke dalam perangkap dan tak dapat keluar, dan akhirnya ditangkap oleh Walangsungsang. Raja Bango mengajukan permohonan agar tidak disembelih, dan ia menyatakan takluk kepada Walangsunsang serta mengundangnya untuk singgah di istananya guna diberi pusaka. Di dalam istana, Raja Bango berubah menjadi seorang pemuda tampan dan menyerahkan benda pusaka berupa: periuk besi, piring, serta bareng. Periuk besi dapat dimintai nasi beserta lauk pauknya dalam jumlah yang tidak terbatas, piring dapat mengeluarkan nasi kebuli, sedangkan bareng dapat mengeluarkan 100.000 bala tentara. Sanghyang Bango memberi nama Raden Kuncung kepada Walangsungsang yang kemudian melanjutkan perjalanan ke Gunung Jati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pupuh kelima&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; Balakbak, 16 bait.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt; Setibanya di gunung Jati, Walangsungsang menghadap Syekh Nurjati yang juga bernama Syekh Datuk Kafi yang berasal dari Mekah, dan masih keturunan Nabi Muhammad dari Jenal Ngabidin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, Walangsungsang berguru kepada Syekh Nurjati dan menjadi seorang muslim dengan mengucapkan syahadat. Setelah ilmunya dianggap cukup, Syekh Datuk Kafi menyuruh Walangsungsang untuk mendirikan perkampungan di tepi pantai. Walangsungsang memenuhi perintah gurunya. Ia pun berangkat menuju Kebon Pesisir, berikut istri dan adiknya, yang di “masukkan” ke dalam cincin Ampal. Perkampungan baru yang akan dibukanya kelak dikenal dengan nama Kebon Pesisir, sedangkan pesantrennya diberi nama Panjunan. Dalam pada itu, Syekh Datuk Kafi memberi gelar kepada Walngsungsang dengan sebutan Ki Cakrabumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pupuh keenam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; Menggalang, 13 bait.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt; Selanjutnya, Cakrabumi membuka hutan dengan Golok Cabang. Dengan kesaktian Golok Cabang, hutan lebat telah dibabat dalam waktu singkat. Ketika goloknya bekerja membabat hutan, ohon-pohonan roboh dengan mudah, lalu golok mengeluarkan api dan membakar kayu-kayu hutan sehingga dalam waktu singkat pekerjaan sudah selesai; sementara Walangsungsang tidur mendengkur. Hutan yang dirambah cukup luas sehingga pendatang-pendatang baru tidak perlu bersusah payah membuka hutan. Dalam waktu singkat, pedukuhan baru itu sudah banyak penduduknya, dan mereka menamakan Cakrabuwana dengan sebutan Kuwu Sangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuwu Sangkan sendiri tidak bertani karena pekerjaannya hanyalah menjala ikan dan membuat terasi. Jemuran terasi yang dibuatnya membentang ke selatan hingga Gunung Cangak di tanah Girang. Suatu ketika, ia pulang ke rumahnya yang terletak di Kanoman, ternyata gurunya, Syekh Datuk Kahfi telah berada disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pupuh ketujuh&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;i&gt;Sinom, 24 bait.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt; Ketika Syekh Datuk Kahfi menemui Walangsungsang di Kebon Pesisir, ia menganjurkan supaya Walangsungsang dan adiknya menunaikan ibadah haji ke Mekah. Walangsungsang mematuhinya. Ia pun berangkat menunaikan ibadah haji bersama adiknya, Rarasantang. Syekh Datuk Kahfi menitipkan sepucuk surat untuk sahabatnya, Syekh Bayan dan disarankan agar Walangsungsan beserta adiknya tinggal di rumah Syekh Bayan selama di Mekah.&lt;br /&gt;Cerita beralih kepada kisah Raja Uttara, seorang raja Bani Israil yang baru ditinggal mati oleh istrinya. Ia menyuruh patihnya agar mencari seorang wanita yang parasnya serupa benar dengan almarhumah permaisurinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patih Raja Uttara mengembara ke neger Rum, Bustam, Syam, Turki, dan Mesir, namun belum juga menemukan wanita yang diinginkan rajanya. Akhirnya, ia pergi ke Mekah pada saat musim haji. Ia melihat tiga orang berjalan beriring-iringan. Mereka adalah Syekh Bayan, Walangsungsang, dan Rarasantang. Sang Patih mengikuti mereka sampai ke rumahnya. Menurut penglihatannya, Rarasantang mirip sekali dengan almarhumah permaisuri Mesir.&lt;br /&gt;Patih Raja Uttara meminta Rarasantang utuk menjadi istri Raja Uttara di Bani Israil. Ternyata, ia bersedia menjadi istri raja Uttara dengan mas kawin sebuah sorban peningglan Nabi Muhammad SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pupuh kedelapan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;i&gt;Asmarandana, 13 bait.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt; Ketika Rarasantang tengah hamil tujuh bulan, ia ditinggalkan suaminya yang bermaksud mengunjungi negeri Rum menengok pamannya, Raja Yutta. Untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak, baru satu hari Raja Uttara berada di Rum, ia terserang penyakit kolera dan tak tertolong lagi. Raja Uttara sudah pulang ke rahmatullah. Utusan segera dikirim ke Mesir untuk memberi kabar Raja Uttara telah meninggal di rum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pupuh kesembilan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; Sinom, 15 bait.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt; Pupuh ini menceritakan kesedihan Rarasantang yang ditinggal mati oleh suaminya, serta kisah kembalinya Walangsungsang ke tanah Jawa. Kesedihan Rarasantang yang sedang hamil tua itu tak terbayangkan lagi mendengar kematian suaminya, apalagi masa kehamilannya telah mencapai usia 12 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, di Mekah, Syekh Bayan dan Walangsunsang tengah bercakap-cakap tentang rencana kembalinya ke tanah Jawa. Dalam perbincangan itu, Syekh Bayan berkeinginan untuk turut serta ke pulau Jawa. Walangsungsang yang telah berganti nama menjadi Abdul Iman meminta agar Syekh Bayan bersabar dahulu karena Abdul Iman ingin berkelana mengelilingi daerah Mekah hingga ke desa-desa. Tetapi, ternyata pengembaraan Walangsungsang telah sampai ke Aceh yang saat itu sedang terserang wabah penyakit. Permaisuri aceh meninggal karena terserang wabah penyakit. Ia meninggakan seorang anak perempuan yang belum diberi nama. Demikian pula Sultan Aceh—yang bernama sultan Kut—saat itu juga sedang sakit parah. Syekh Abdul Iman berhasil menyembuhkan Sultan Aceh dan putrinya. Putri Aceh yang masih kecil kemudian diambilnya menjadi anak angkatnya dan dimasukkan ke dalam cincin Ampal.&lt;br /&gt;Syekh bayan yang menunggu Abdul Iman di Mekah hampir tiga bulan ternyata belum kembali juga. Ia segera mempersiapkan perahu dan berangkat sendiri dari pelabuhan Julda ( Jeddah ) menuju Cirebon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pupuh kesepuluh&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;i&gt;Maskumambang, 13 bait.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt; Dengan mengucap bismillah, Syekh Bayan memulai pelayarannya meninggalkan Mekah menuju Cirebon. Sementara itu, Abdul Iman yang kembali ke Mekah setelah melakukan pengembaraan merasa ditipu oleh Syekh Bayan. Dengan kesaktiannya, Abdul Iman segera melesat ke Pulau Jawa. Ia menantikan kedatangan Syekh Bayan di tepi pantai dengan menyamar sebagai pencari ikan.&lt;br /&gt;Syekh Bayan tiba di Cirebon, ia disambut oleh seorang pencari ikan. Ia bertanya kepada pencari ikan itu di manakah ia bisa menjumpai syekh Datuk Kahfi. Syekh Abdul Iman yang menyamar sebagai pencari ikan tidak menjawab pertanyaan syekh Bayan, melainkan ia menjelaskan bahwa jika Syekh Bayan ingin menjadi orang yang mulia dan menjadi wali, tunggulah syekh Datuk Kahfi di Gunung Gajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pupuh kesebelas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;i&gt;Dangdanggula, 12 bait.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt; Abdul Iman melanjutkan perjalanannya mengembara sebagai pencari ikan, sementara Syekh Bayan pergi ke Gunung Gajah. Di tengah perjalanan, Abdul Iman teringat kepada gurunya, lalu ia kembali ke Panjunan untuk menemui gurunya, juga istrinya. Akan tetapi, ternyata gurunya tidak ada, dan yang ada hanyalah sepucuk surat yang ditinggalkan syekh Datuk Kahfi. Isi surat itu : jika ingin bertemu dengannya, hendaklah menyusul ke Pandanjalmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ia hendak pergi lagi mengembara, ia menyerahkan sebuah peti kepada istrinya dengan pesan : “Kelak, jika datang seorang pemuda dari Mekah, dan tinggal di Gunung Jati, serahkanlah peti itu kepadanya. Jika anak yang dalam kandunganmu lahir perempuan, berilah nama Pakungwati. Jika yang lahir laki-laki terserah. Ibu dan anak hendaklah berguru kepada pemuda yang berasal dari Mekah itu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdul Iman pergi ke Pandanjalmi dan bertapa di Sendang, dan menamakan dirinya Ki Gede Selapandan. Ia bertani sambil mengasuh anak angkatnya yang bernama Nyi Wanasaba. Ketika ia pindah ke Lebaksungsang, anaknya berganti nama menjadi Nyi Gandasari dan ketika dukuhnya semakin besar, ia namakan desa Panguragan. Ia percayakan desa itu kepada anaknya, Ratu Emas Gandasari, yang juga terkenal dengan nama Nyi Gede Panguragan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita beralih pada kisah kelahiran Syarif Hidayat. Tersebutlah Rarasantang di Mesir. Ia melahirkan bayi kembar laki-laki: anak pertama diberi nama Syarif Hidayat, sedangkan anak kedua syarif (Ng)aripin. Ketika mereka sudah berumur 14 tahun, mereka rajin mempelajari ilmu agama. Lebih-lebih Syarif Hidayat, segala macam kitab agama ia baca hingga akhirnya ia membaca sebuah kitab rahasia yang tertulis dengan tinta emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pupuh keduabelas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;i&gt;Sinom, 21 bait.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt; Setelah membaca kitab rahasia yang menjelaskan bahwa lamun sira arep luwi, gegurua ing Mukhamad( jika ingin menjdi manusia istimewa bergurulah kepada Muhammad ), Syarif Hidayat merasa setengah tidak percaya terhadap amanat yang tertera dalam buku itu. Namun, dalam setiap tidurnya, ia selalu bermimpi melihat cahaya yang mengeluarkan suara: e Syarif Hidayat iki, rungunen satutur isun, lamon sira arep mulya, nimbangi keramat Nabi, ulatana sira guguru Mukhamad ( Hai Syarif Hidayat dengarkanlah petunjukku, jika engkau ingin menjadi manusia mulia sehingga dapat mengimbangi keramat nabi, carilah dan bergurulah kepada Muhammad ). Dalam hatinya, ia merasa pedih mengenang nasibnya yang tidak berayah sehingga tidak ada yang dapat menuntun mengkaji ilmu. Meskipun demikian, hatinya teguh hendak menuruti petunjuk kitab dan panggilan mimpi. Ia memohon diri kepada ibunya dan sudah tak dapat dicegah lagi kemauannya. Ia tidak tertarik pada kedudukan sebagai raja.&lt;br /&gt;Syarif Hidayat mulai mengembara mencari Nabi Muhammad. Ia berziarah ke patilasan Nabi Musa dan Nabi Ibrahim di Mekah, tetapi belum juga memperoleh petunjuk. Lalu, ia shalat hajat dua rakaat, memuji Tuhan, membaca shalawat nabi, dan mengucapkan taubat. Setelah itu, ia melanjutkan perjalanan ke gunung Jambini. Di sana, ia bertemu dengan Naga Pratala yang menderita sakit bengkak. Sang Naga minta diobati, dan Syarif Hidayat hanya menjawab : yen lamon isun pinanggi, pasti waras puli kadi du ing kuna ( jika aku benar-benar dapat bertemu dengan Nabi Muhammad pastilah engkau sembuh ). Seketika Naga Pratala menjadi sembuh. Kemudian, ia memberikan sebuah cincin pusaka bernama Marembut yang berkhasiat dapat melihat segala isi bumi dan langit. Oleh Naga Pratala, Syarif Hidayat dianjurkan agar pergi ke pulau Majeti ( Mardada ) menemui pertapa di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulau Mardada dihuni oleh binatang buas dan berbisa yang sedang menjaga sebuah keranda biduri. Di sebuah cabang kay yang tinggi, Syarif Hidayat melihat ada seorang pemuda bernama Syekh Nataullah sedang bertapa. Pemuda itu menjelaskan bahwa tidak ada harapan untuk menemui orang yang sudah tiada, lebih baik berusaha mendapatkan cincin Mulikat yang berada di tangan Nabi Sulaiman. Ia menjelaskan bahwa barang siapa memiliki cincin Mulikat, ia akan menguasai seisi langit dan bumi, serta dihormati oleh umat manusia. Syarif Hidayat kemudian mengajak Syekh Nataullah bersama-sama mengambil cincin tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pupuh ketigabelas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;i&gt;Kinanti, 30 bait.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt; Ketika Syarif Hidayat berada di makam Nabi Sulaeman, jenazah Nabi Sulaeman seolah-olah hidup dan memberikan cincin Mulikat kepadanya. Syekh Nataullah mencoba merebut cincin tersebut, tetapi tidak berhasil. Tiba-tiba meledaklah petir dari mulut Nabi Sulaeman sehingga yang sedang mengadu tenaga memperebutkan cincin tersebut terlempar. Syekh Nataullah melesat jatuh di pulau jawa, sedangkan Syarif Hidayat jatuh di Pulau Surandil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita dalam pupuh ini diselingi oleh kisah Rarasantang yang merindukan Syarif Hidayat. Sudah sepuluh tahun Rarasantang ditinggal putranya. Ia selalu berdoa agar anaknya mendapat lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa. Tiba-tiba, ia mendengar suara, ujarnya : wondening anakira iku, waruju kang dadi aji, Banisrail kratonira, nama Sultan Dul Sapingi, mung kang dadi lara brangta, amung putranipun Syarip, lamon eman maring siwi, balik angungsiyang Jawa, lamon arep ya pinanggi ( Anakmu yang muda itu akan menjadi raja, keratonnya di Baniisrail, bergelar Abdul Sapingi. Jika engkau benar-benar merindukan anakmu Syarip Hidayat, sebaiknya kembalilah engkau ke Pulau Jawa.) Akhirnya, Rarasantang kembali ke Pulau Jawa menantikan anaknya di Gunung Jati menuruti pesan Syekh Datuk Kahfi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita kembali ke Syarif Hidayat yang jatuh di Gunung Surandil. Di sana, ia melihat sebuah kendi berisi air sorga yang sangat harum baunya. Kendi itu mempersilahkan Syarif Hidayat meminumnya. Karena ia hanya menghabiskan setengahnya, kendi itu meramalkan bahwa kesultanan yang kelak akan didirikan olehnya tidak akan langgeng. Meskipun kemudian air kendi itu dihabiskan, namun yang langgeng hanyalah negaranya, bukan raja-rajanya. Setelah berkata demikian, kendi itu pun lenyap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarif Hidayat kemudian bertemu dengan Syekh Kamarullah. Atas anjurannya, Syekh Kamarullah pergi ke Jawa dan menetap di gunung Muriya dengan gelar Syekh Ampeldenta. Dengan demikan, sudah empat orang syekh dari Mekah yang tiba di tanah Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pupuh keempatbelas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;i&gt;Sinom, 28 bait.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt; Suatu ketika, Nabi Aliyas ( Ilyas ) menyamar sebagai seorang wanita pembawa roti. Ia menawarkan kepada Syarif Hidayat bahwa rotinya adalah roti sorga, dan barang siapa yang memakan roti itu, ia akan mengerti berbagai macam bahasa Arab, Kures, Asi, Pancingan, Inggris, dan Turki. Nabi Aliyas juga memberi petunjuk bahwa jika hendak mencari Muhammad ikutilah seseorang yang menunggang kuda di angkasa, dialah Nabi Khidir yang dapat memberi petunjuk. Wanita pemberi petunjuk itu hilang seketika dan tiba-tiba di angkasa tampak seorang penunggang kuda. Syarif Hidayat melesat ke angkasa lalu membonceng di ekor kuda. Nabi Khidir—penunggang kuda—menyentakkan kudanya hingga Syarif Hidayat terpelanting dan jatuh di negeri Ajrak di hadapan Abdul Sapari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdul Sapari memberinya dua butir buah kalam muksan; sebuah dimakan habis oleh Syarif Hidayat dan terasa manis sekali, sementara sebuah lagi disimpan untuk lain waktu. Abdul Sapari menyatakan bahwa tindakan itu menjadi pertanda bahwa kelak akan timbul tantangan-tantangan di saat Syarif Hidayat menjadi sulltan. Tidak demikian halnya jika dua buah itu dihabiskan sekaligus. Akhirnya, buah Kalam Muksan yang sebuah lagi segera dimakan, namun rasanya sangat pahit dan sangat menyakitkan seperti sakitnya orang menghadapi sakratul maut. Ia pingsan seketika. Abdul Sapari segera memanggil patih Sadasatir untuk memasukkan Syarif Hidayat ke bubungan mesjid. Dari situ, Syarif Hidayat mikraj ke langit. Dalam perjalanan mikraj, pertama kali ia sampai di pintu dunia dan melihat orang-orang yang mati sabil serta mukmin yang alim dan kuat beribadat. Di langit kedua, ia bertemu dengan roh-roh wanita yang setia dan patuh pada suami. Di langit ketiga, ia bertemu dengan Nabi Isa yang menghadiahkan nama Syarif Amanatunggal. Di langit keempat, ia bertemu dengan ribuan malaikat yang dipimpin oleh Jibril, Mikail, Israfil, dan Izrail. Para pemimpin malaikat juga memberinya nama, antara lain, Malaikat Jibril memberi nama Syekh Jabar, Mikail memberi nama Syekh Surya, Israfil memberi nama Syekh Sekar, dan Izrail memberinya nama Syekh Garda Pangisepsari. Di langit kelima, ia bertemu dengan ribuan nabi, antara lain, Nabi Adam, Nabi Ibrahim, Nabi Musa. Mereka juga menghadiahi nama baru bagi Syarif Hidayat. Nabi Adam memberi nama Syekh Kamil, Nabi Ibrahim memberi nama Saripulla, dan Nabi Musa memberi nama Syekh Marut. Selanjutnya, Syarif Hidayat melihat neraka, dinding jalal, dan meniti sirotol mustakim. Akhirnya, ia tiba di langit ketujuh dan melihat cahaya terang benderang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pupuh kelimabelas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; Kinanti, 26 bait.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt; Di langit ketujuh Syarif Hidayat “bertemu” dengan Nabi Muhammad yang sedang tafakur. Nabi Muhammad menjelaskan bahwa ia sudah meninggal. Karena itu, ia tidak boleh mengajar umat manusia. Apalagi karena di dunia sudah ada wakilnya, yakni para fakir, haji, kitab Al qur’an, puji-pujian, dan segala macam ilmu telah lengkap di dunia. Akan tetapi, Syarif Hidayat berkeras tak mau berguru pada aksara. Ia ingin mendengar penjelasan langsung dari Nabi Muhammad, terutama tentang makna asasi kalimat syahadat dan perbedaannya dengan zikir satari. Nabi Muhammad menjawab pertanyaan-pertanyaan Syarif Hidayat dan menganugerahkan jubah akbar. Syarif Hidayat diperintahkan agar pergi ke tanah Jawa, dan berguru kepada Syekh Nurjati di Gunung Jati, serta tetap memelihara dan menjaga syareat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarif Hidayat lalu turun dari langit ketujuh ke puncak Mesjid Sungsang di Ajrak dan kembali ke Gunung Jati. Di sana, ia bertemu dengan bundanya yang sudah menjadi pertapa wanita bernama Babu Dampul, sedangkan Syekh Nurjati telah pindah ke gua Dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pupuh keenambelas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;i&gt;Sinom, 27 bait.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt; Syekh Nurjati berusaha menghindari pertemuan dengan Syarif Hidayat. Ketika tamunya datang, ia meninggalkan sepucuk surat dan meminta agar Syarif Hidayat menyusul ke Gunung Gundul. Ia segera menyusul ke Gunung Gundul, tetapi Syekh Nurjati pergi ke Gunung Jati. Akhirnya, atas petunjuk cincin Marembut, ia mencegatnya di tengah jalan. Keduanya mendiskusikan ilmu agama. Syekh Nurjati memberi nama syarif Hidayat denga nama Pangeran Carbon, dan kelak jika sudah menjadi sultan bergelar Sultan Jatipurba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai mengutarakan pesan-pesannya, Syekh Nurjati lenyap dan tidak pernah muncul lagi sebagai Syekh Nurjati melainkan sudah bernama Pangeran Panjunan atau Syekh Siti Jenar, dan bergelar Sunan Sasmita. Dengan perantaraan cincin Marembut, Syarif Hidayat melihat ke mana sebenarnya kepergian Syekh Nurjati. Kemudian, ia menjumpai ibunya di Gunung Jati, dan pergi ke Gunung Muria hendak menemui Syekh Kamarullah yang bergelar Syekh Ampeldenta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, Syekh Kamarullah sedang memberi wejangan kepada murid-muridnya agar dengan sungguh-sungguh mencari arti dan makna kalimah syahadat. Pangeran Kendal disuruh bertapa membisu, Pangeran Makdum disuruh tidur di tepi pantai, dan Pangeran Kajoran harus bertapa menentang matahari. Setelah murid-muridnya pergi, datanglah Syarif Hidayat. Lalu, keduanya mendiskusikan ilmu agama. Atas anjuran Syekh Ampeldenta, pergilah Syarif Hidayat ke Gunung Gajah menemui Syekh Bayanullah yang berasal dari Mekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pupuh ketujuhbelas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Amarandana, 48 bait.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt; Di Gunung Gajah, Syekh Bayanullah ternyata telah berganti nama menjadi Pajarakan. Tetapi, saat ia menanam jagung, namanya menjadi Syekh Jagung atau Syekh Majagung, atau Ki Dares jika sedang enau. Suatu ketika, Ki Dares tengah bersenandung seraya memahat enau, datanglah Syarif Hidayat. Ki Dares kagum melihat keampuhan kalimah syahadat yang diucapkan oleh Syarif Hidayat yang dapat merontokkan buah pinang dan mengubahnya menjadi emas, dan ia berkeinginan untuk berguru kepadanya. Syarif Hidayat melanjutkan perjalanannya ke Nusakambangan untuk menemui Syekh Nataullaah yang telah bergelar Syekh Damarmaya yang mengamalkan ilmu makdum sarpin; siang malam terus menerus mandi dan tak pernah tidur seolah-olah airlah yang menjadi tumpuan harapan. Syarif Hidayat tiba di sana lalu membaca syadat serta merta air sungai tempat mandi Syekh Nataullah lenyap. Syarif Hidayat menyarankan kepada Syekh Damarmaya apabila ingin mengetahui makna syahadat datanglah ke Cirebon, kelak di waktu para wali berkumpul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, Syarif Hidayat melanjutkan perjalanannya menemui Pangeran Kendal yang sedang bertapa membisu—siang malam berjalan sepanjang jalan tanpa berkata-kata. Seperti halnya ketika bertemu Syekh Damarmaya, Syarif Hidayat menjelaskan sekelumit ilmu kepada Pangeran Kendal dan menganjurkan supaya pergi ke Cirebon. Giliran selanjutnya mendatangi Pangeran Makdum yang sedang bertapa denga tidur di pantai serta pergi ke Madura menemui Pangeran Kajoran yang sedang bertapa dengan menentang matahari. Semua pertapa yang ditemuinya diundang ke Cirebon. Sebelumnya mereka menemui Syekh Ampel di Gunung Muria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita beralih pada kisah seorang raja di negara Atasangin yang masih beragama Budha. Ia telah mengetahui akan kedatangan Syarif Hidayat. Sebelum tamunya datang, ia beserta negaranya menghilang ke dasar laut. Syarif Hidayat kemudian meneruskan perjalanan dan bertemu dengan putra mahkota Keling sedang melarung jenazah ayahandanya. Atas anjurannya, jenazah Raja Keling kemudian dimandikan dan dikubur. Sesudah itu, ia melanjutkan perjalanan untuk kembali ke Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pupuh kedelapanbelas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;i&gt;Dangdanggula, 25 bait.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt; Ketika Syarif Hidayat tiba di Mesir, ia diminta oleh adiknya, Syarif Arifin, untuk memangku jabatan sebagai Raja Mesir. Tetapi, ia tidak mau menjadi raja. Ia tetap memilih sebagai ulama. Ia hanya meminta kepada adiknya seorang kemenakannya yang bernama Pulunggana untuk diajak berkelana. Dari Mesir, Syarif Hidayat pergi ke Rum mengunjungi pamannya, Raja Yutta, lalu ke negeri Cina dan mengabdikan dirinya pada raja Cina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja Cina mempunyai seorang putri yang teramat cantik bernama Ratna Gandum yang jath cinta kepada Syarif Hidayat. Ketika Syarif Hidayat hendak pulang ke Pulau Jawa, Ratna Gandum berniat mengikutinya, tetapi dilarang oleh orang tuanya. Meskipun demikian, ia memaksa dan akhirnya melarikan diri mengikuti Syarif Hidayat. Keduanya selamat sampai di Pulau Jawa dan menetap di Gunung Jati. Sejak saat itu, Gunng Jati semakin ramai sebagai pusat agama islam.&lt;br /&gt;Tersebutlah Nyi Indang Geulis di Kebon Pesisir. Ia memiliki seorang anak perempuan bernama Pakungwati yang sudah menginjak remaja dan teramat cantik. Berita tentang wali yang berasal dari Mekah yang bermukim di Gunung Jati mengingatkan Indang Geulis akan pesan suaminya. Ia segera bersiap-siap pegi ke Gunung Jati beserta anaknya. Tak lupa pula, ia membawa kendaga yang ditinggalkan suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Nyi Indang Geulis tiba di Gunung jati, terlebih dahulu telah datang tamu dari Gunung Muria, yakni Syekh Ampeldenta beserta murid-muridnya. Tujuan utamanya adalah membicarakan penyerangan terhadap negara Majapahit yang masih beragama Budha. Semuanya sepakat dengan rencana itu. Menyusul kemudian Nyi Indang Geulis bersama Nyi Pakungwati. Ia menyerahkan kendaga kepada Syarif Hidayat yang ternyata isinya sorban dan surat dari uaknya, Walangsungsang. Akhirnya, Syarif Hidayat menikah dengan Pakungwati dan mulailah pembangunan negara ( kota) Cirebon yang dimulai dengan pembangunan alun-alun dan istana yang kemudian terkenal dengan nama istana Pakungwati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pupuh Kesembilanbelas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;i&gt;Asmarandana, 18 bait.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt; Pupuh ini menceritakan kisah Sunan Kalijaga sebagai kisah selingan dalam cerita Sunan Gunung Jati. Sunan Kalijaga adalah anak Dipati Tuban, Suryadiwangsa. Ia adalah anak tunggal yang telah menjadi yatim piatu sejak menjelang masa akil-baligh. Nama kecilnya adalah Nurkamal. Ia bercita-cita ingin menjadi manusia yang terpuji dan mulia. Setiap hari, ia membagi-bagikan sedekah kepada para menteri dan seluruh rakyatnya. Sedekahnya dibagikan tanpa pilih bulu, penjudi, pemadat, pemabuk, da para pelaku perbuatan maksiat, semuanya boleh ikut menghabiskan hartanya.&lt;br /&gt;Suatu ketika, uang dan hartanya sudah habis ketika Nurkamal harus menyelenggarakan selamatan 1.000 hari kematian orang tuanya. Ia memanggil Patih Sutiman dengan maksud menggadaikan negeri Tuban kepada Patih Sutiman seharga 2.000 dinar. Akhirnya, negara dan rumah Kadipaten sudah digadaikan. Itu berarti, ia sudah tidak mempunyai rumah lagi, dan ia berniat untuk bersedekah di pasar. Di pintu gerbang, Nurkamal bertemu dengan kakek-kakek yang mempunyai dongeng berharg yang dapat menuntun manusia menuju kemuliaan. Nurkamal bingung sejenak; jika dongeng dibeli, ia urung sedekah. Jika bersedekah, ia akan kehilangan jalan kemuliaan. Akhirnya, ia memilih jalan kemuliaan. Nurkamal menyetujui untuk membeli dongeng si Kakek seharga 2.000 dinar. Mulailah si Kakek mendongeng yang berintikan empat hal :&lt;br /&gt; Pertama, jangan suka membuka rahasia orang lain; kedua, jangan menolak rezeki; ketiga, jika mengantuk jangan lekas-lekas tidur; dan keempat, jika mendapat istri yang cantik jangan tergesa-gesa menidurinya. Si Kakek juga memberi sebuah baju tambal yang bernama si Gundhil yang berkhasiat dapat berjalan dengan cepat di angkasa dan memberi nama Nurkamal dengan sebutan syarif Durakhman. Lalu, Durakhman pergi ke Kerajaan rawan, dan mengabdi pada Adipati Urawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pupuh keduapuluh&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;i&gt;Pangkur 26 bait.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Adipati Urawan sangat sayang kepada Syarif Durakman.Suatu hari, ia di ajak berburu ke hutan,tetapi senjata Sang Adipati Urawan tertinggal di istana. Durakman di suruh mengambil senjatanya. Ketika ia tiba di kadipaten, ia melihat istri adipati sedang bermesraan dengan Raden Turna, anak Patih Judipati. Durakman segera kembali ke hutan dengan membawa tombak Sang Adipati. Istri adipati yang takut rahasianya terbongkar segera menyusul suaminya ke hutan dengan kereta. Lalu, mengadukan bahwa Durakman telah berlaku tidak senonoh kepada dirinya.&lt;br /&gt; Tanpa pikir panjang, Adipati Urawan menulis sepucuk surat kepada Patih Judipati yang isinya bahwa orang yang membawa surat harus di bunuh. Jika tidak, Patih Judipati sendiri yang di penggal kepalanya. Adipati Urawan menjelaskan pada istrinya –Dewi Srigading–bahwa Durakman akan di bunuh oleh Patih Judipati. Dalam perjalanan, Durakman bertemu dengan Raden Turna. Keduanya berjalan bersama ke kepatihan. Di tengah perjalana, kebetulan ada orang yang melakukan hajatan dan meminta Durakhman untuk mencicipi makanan yng dihidangkan. Durakhman teringat pada dongeng si Kakek bahwa tidak boleh menolak rejeki sehingga ia pun singgah dan ikut berkenduri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raden Turna tidak sabar menunggu kenduri sehingga, secara diam-diam, ia mengambil surat untuk ayahnya. Ia tinggalkan Durakhman dan segera menyampaikan surat tersebut kepada ayahnya. Setelah membaca isi surat, terpaksa Patih Judipati menuruti isi surat itu : kepala anaknya segera ia penggal dan Raden Turna meninggal seketika. Tidak lama kemudian, Durakhman tiba di rumah Patih Judipati yang menyatakan diutus sang Adipati untuk mengambil mayat Raden Turna.&lt;br /&gt; Adipati Urawan terkejut melihat kedatangan Durakman yang membawa mayat Turna. Durakman lalu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersambung..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5433105515387780039-5127955494599021179?l=portalcirebon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='applicat
