Dua Syair Tawassul

Written By Novita Anggraeni on Sunday, April 11, 2010 | 3:19 AM

Di Cirebon, terutama di kalangan pesantren ada kebiasaan membaca tawassul pada malam-malam tertentu dengan bersama-sama melantunkan semacam pupuh dalam bahasa Jawa Cirebon yang syairnya berisi petuah-petuah, terutama tentang agama Islam. Salah dua syair yang sering dulantunkan para santri di salah satu pesantren di desa Panguragan Cirebon kala bertawasul adalah syair yang berjudul Dawuh Syekhuna dan Syukuran. Penulis sendiri belum tahu siapa pengarang syair ini, tapi yang jelas kedua syair ini memiliki makna petuah yang begitu dalam.

Untuk itulah saya akan menshare kedua syair itu di sini berikut mencoba untuk menterjemahkannya dalam bahasa Indonesia. Tapi jika ternyata ada yang kurang pas dengan terjemahannya saya minta maaf, dan mempersilahkan para pembaca Portal Cirebon untuk mengkoreksinya.

Inilah kedua syair tersebut bersama hasil terjemahan dari saya. Semoga bermanfaat.

Dawuh Syekhuna

Aduh gusti kula nyuwun pangapunten
Sakatahe dosa kula ingkang wonten

Gede cilik dosa ati dosa ning badan
Mugi kersa ngampura gusti pangeran

Buka ati tutupna cacat kula
Nuhun di pecat ati kula ingkang ala

Bade sinten sing ngampura sadaya dosa
Anging gusti panjenengan kang kuasa

Dosa samar panjenengan langkung priksa
Muga-muga ngampura sedaya dosa

Terjemahannya kurang lebih:
Ya Allah saya mohon ampun
Atas banyaknya dosa yang saya punya

Besar kecil dosa hati (batin) dan dosa di badan (lahir)
Semoga Allah sudi mengampuni

Buka hatiku dan tutupkanlah segala kekuranganku
Mohon di singkirkan hatiku yang keliru/salah

Mau siapa lagi yang mengampuni segala dosa
Kalau bukan Allah dzat yang maha kuasa

Dosa samar pun tak akan luput dari Engkau (ya Allah)
Maka dari itu semoga Engkau (ya Allah) mengampuni segala dosa (ku)

Syukuran

Alhamdulillah kula muji kesyukuran
Gusti Allah kang nebihaken kemusyrikan

Ayu santri ingkang paham titenana
Maring nadzom aja bosen apalana

Yen dikaji bisa weruh ning kanga gung
Yen wis weruh due ilmu kanga gung

Jaman dingin rapat wali ning Cirebon Girang
Dipun imbul desa Bulak Jatibarang

Ngerundingaken maju mindure syahadat
Gelem nerima apa beli kabeh rakyat

Santri ngandel ning pituture Syekhuna
Ilmu amal iman Islam yang sempurna

Masjid Mekkah kang nonggoni para wali
Dipun imbal tanah Jawa kebon melati

Warahna santrine Syarif Hidayat
Dadi wali sebab ngaji ning syahadat

Sira weruh ning enggone guru syahadat
Ning umbulane gusti Syarif Hidayat

Aja dumeh sira wis weruh syahadat
Sira weruh syahadat mungguh ning adat

Ayo wedi water maras ning atine
Mugi angsal akhir umur pangapurane

Ayo tangi bengi sholat Tahajjud
Den paringi penjaluke wong kang sujud

Jaluke apa ning dunya den sediani
Sugi pinter bener saking Illahi

Gusti Allah ngampura dosa ora angel ora apa
Tapi deleng ibadah sira kaya apa

Awak sira awan bengi kacanana
Ingkang awas tindak lampah titenana

Terjemahannya kurang lebih:
Alhamdulillah aku memuji syukur
Kepada Allah yang menjauhkanku dari kemusyrikan

Ayo para santri yang paham pelajarilah
Dengan nadzom jangan bosan hapalkanlah

Bila terus dikaji akan tahu tentang sesuatu yang agung
Dan bila sudah tahu maka akan punya ilmu yang begitu agung

Jaman dahulu rapat para wali di Cirebon Girang
pesertanya berdatangan dari Desa Bulak Jatibarang

Merundingkan tentang maju mundurnya syahadat (agama Islam)
Mau terima apa tidak semua rakyat

Para santri percaya dengan perkataan para syekhuna
Ilmu amal iman Islam yang sempurna

Masjid Mekkah yang mendiami para wali
Dengan imbalan tanah Jawa yang indah bak taman melati

Beriitahulah semua santinya Syarif Hidayatulloh
(Beliau) jadi Wali sebab paham (memahami) pada syahadat (Islam)

Kamu sekalian tahu tempatnya para guru syahadat (agama Islam)
Yakni ditempatnya Gusti Syarif Hidayat

Jangan karena kamu (merasa) sudah tahu (arti) syahadat
Karenanya kamu merasa tahu syahadat di atas segala adat

Mari (semua) takutlah pada pada (perubahan) hatimu
Semoga (dengan begitu) datang akhir umur penuh pengampunan

Mari bangun malam (dan) sholat tahajud
Dia (Allah) akan mengabulkan setiap permintaan ahli sujud

Minta apa pun di dunia pasti di sediakan
Kaya, Pintar dan bener di jalan Allah

Allah dalam mengampuni dosa tidaklah susah
Tapi lihat ibadahmu seperti apa

(Perilaku) Badanmu siang malam pantaulah
yang awas dengan tingkah lakumu lalu pahamilah
Share this article :

2 comments:

essna said...

semua syair yang jumlahnya ribuan yang selalu dilantunkan jama'ah asysyahadatain dalam tawasulan, kliwonan, jablud (rajab & mulud) dsb adalah hasil ciptaan guru mursyid kamil syekhunal mukarronm sayyidul muarofah qutbul aqtob (abah umar sendiri).

Muhamad Yahya said...

hati hati kalo menafsirkan nadzhom atau syair itu ada asbabun nuzul nya harus paham ..syair nya satu satu sebab syair satu dengan yg lainnya tidak berkaitan..awas hat hati

 
Support : Budaya Nusantara | Kotak Bumbu | Kunci Finansial
Copyright © 2013. Portal Cirebon - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger