Home » , , » Gaok; Kesenian Bertutur dari Majalengka

Gaok; Kesenian Bertutur dari Majalengka

Written By Novita Anggraeni on Monday, November 21, 2016 | 8:21 PM

Kesenian Gaok adalah sejenis kesenian membacakan kidung-kidung dari kitab-kitab kuno yang biasanya menceritakan kisah atau babad dengan selipan petatah petitih jaman dulu. Kesenian Gaok ini dibacakan atau dilantunkan tidak dengan menggunakan alat musik. Kalaupun ada alat musik yang dimainkan biasanya hanya pada awal pembukaan ketika Gaok akan dimulai atau pada saat jeda sebelum sang pelantun gaok membacakan teks berikutnya. Jadi, jika dicari persamaan dengan kesenian kontemporer, kesenian gaok ini mirip dengan kesenian monolog.

Kata Gaok sendiri merupakan asal kata dari “gogorowok” dalam bahasa Sunda yang berarti berteriak, karena kesenian ini memang dibawakan dengan cara dinyanyikan menggunakan intonasi suara yang nyaris seperti berteriak. Di beberapa kampung di Majalengka, nama Gaok kadang juga disebut dengan istilah “wawacan” dari kata wawar ka nu acan (memberi tahu kepada yang belum mengetahui) dan biasanya dilakukan pada saat ritual  adat ‘ngayun’ (acara seminggu kelahiran bayi).     

Kesenian Gaok sendiri di Majalengka konon berkembang sejak jaman pemerintahan Pangeran Muhammad, yakni sekitar abad ke-15. Pada awal kemunculannya, kesenian Gaok ini merupakan sarana atau media dakwah agama Islam dimana pada saat itu belum banyak masyarakat Majalengka yang mengenal budaya baca. Dan karena menjadi sarana dakwah, maka kesenian Gaok inipun mengalami sinkretisme antara budaya Sunda dengan budaya Islam yang pada saat itu datang dari wilayah Cirebon dengan kerajaan Islam-nya.  

Salah satu tokoh yang berperan dalam mengembangkan kesenian Gaok di Majalengka diantaranya adalah Sabda Wangsaharja asal Desa Kulur pada kisaran tahun 1920-an. Bahkan, pada saat ini di Desa Kulur beberapa anak mudanya mengembangkan kesenian Gaok dan menggabungkannya dengan seni monolog yang notabene merupakan kesenian kontemporer. Hasil penggabungan dua kesenian inilah yang kemudian dikenal dengan kesenian Monolog Gaok.

 Berbeda dengan Gaok tradisonal, untuk Monolog Gaok yang diprakarsai oleh Bpk. Chik Hikmawan dan beberapa anak muda di sana, tema yang diangkat pun tidak lagi sebatas cerita atau babad masa lalu, tapi juga tema-tema yang lebih segar seperti tema lingkungan, sosial dan kadang sentilan-sentilan politik.
Share this article :

2 comments:

Zahid Hamidi said...
This comment has been removed by a blog administrator.
JUBAIDHA IDAH said...

assalamu alaikum wr wb..
bismillahirrahamaninrahim... senang sekali saya bisa menulis
dan berbagi kepada teman2 melalui tempat ini,
sebelumnya dulu saya adalah seorang pengusaha dibidang property rumah tangga
dan mencapai kesuksesan yang luar biasa, mobil rumah dan fasilitas lain sudah saya miliki,
namun namanya cobaan saya sangat percaya kepada semua orang,
hingga suaatu saat saya ditipu dengan teman saya sendiri dan membawa semua yang saya punya,
akhirnya saya menanggung hutang ke pelanggan-pelanggan saya totalnya 470 juta dan di bank totalnya 600 juta ,
saya sudah stress dan hampir bunuh diri anak saya 3 orang masih sekolah di smp / sma dan juga anak sememtarah kuliah,tapi suami saya pergi entah kemana dan meninggalkan saya dan anaka-naknya ditengah tagihan hutang yang menumpuk,
demi makan sehari hari saya terpaksa jual nasi bungkus keliling dan kue,
ditengah himpitan ekonomi seperti ini saya bertemu dengan seorang teman
dan bercerita kepadanya, alhamdulilah beliau memberikan saran kepada saya.
dulu katanya dia juga seperti saya setelah bergabung dengan KH. Ahmad Danan hidupnya kembali sukses,
awalnya saya ragu dan tidak percaya tapi selama satu minggu saya berpikir
dan melihat langsung hasilnya, `
saya akhirnya bergabung dan mengunjung websiteNya http://pondok-allaqsha.logdown.com
semua petunjuk K.H. Ahmad Danan saya ikuti dan hanya 1 hari astagfirullahallazim,
alhamdulilah demi allah dan anak saya,
akhirnya 5m yang saya minta benar benar ada di tangan saya,
semua utang saya lunas dan sisanya buat modal usaha,
kini saya kembali sukses terimaksih call. 082291286336 K.H. Ahmad Danan saya tidak akan melupakan jasa aki.
jika teman teman berminat, yakin dan percaya insya allah,
saya sudah buktikan demi allah silahkan KLIK DISINI













































 
Support : Budaya Nusantara | Kotak Bumbu | Kunci Finansial
Copyright © 2013. Portal Cirebon - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger